Tetap Cuan, Inilah 10 Saham Terbaik di Era New Normal

Meskipun mengundang kontroversi terutama di kalangan praktisi kesehatan, bulan Juni 2020 tampaknya sudah ditetapkan sebagai masa transisi menuju new normal. Hal ini cukup berbeda dengan anjuran WHO, di mana negara-negara yang bisa memberlakukan new normal haruslah terbukti mampu menahan laju Covid-19 dan memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.

Tapi melihat kondisi ekonomi Tanah Air yang makin muram, keputusan sulit sekaligus berisiko pun ditetapkan petinggi negeri ini lewat tatanan ‘kernomalan yang baru’. Menyambut positif pelonggaran PSBB dan era new normal, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) tercatat melonjak hampir dua persen ke level 4.800 hari Selasa (2/6). Kondisi IHSG yang makin membaik ini jelas menjadi kabar gembira di kalangan pelaku pasar modal, karena selama ditetapkannya PSBB, IHSG begitu loyo.

Menurut Nafan Aji Gusta selaku analis Binaartha Sekuritas, penguatan IHSG ini memang jadi dampak menggembirakan atas skema new normal di Indonesia dan dunia, sehingga sektor-sektor ekonomi dibuka kembali secara bertahap. Dalam sisi psikologis, pelaku pasar jadi makin optimis sehingga siap memasuki periode rebound selama terus berlanjutnya sentimen positif.

Bahkan Valbury Sekuritas Indonesia pun memperkirakan kalau IHSG bakal terus menguat di pekan pertama bulan Juni ini. Semakin memanasnya demonstrasi pro kulit hitam di Amerika Serikat, bisa membuat IHSG makin stabil. Dibandingkan bursa-bursa lain di Asia seperti NIKKEI 225 (Jepang), Hang Seng Index (Hong Kong), CSI 300 Index (China) atau S&P/ASX 200 INDEX (Australia), penguatan IHSG adalah terbaik di pasar Asia.

Baca juga: Pengertian Dividen: Jenis, Keuntungan, Syarat, dan BUMN Dividen Terbesar

Namun pada penutupan hari Kamis (4/6) kemarin, IHSG ditutup sedikit melemah. Tak masalah karena justru Rupiah tercatat menguat selama dua hari terakhir sebesar 0,26%, pada posisi Rp14.089 per dolar AS. Bahkan menurut Ibrahim selaku Direktur TRFX Garuda Berjangka, Rupiah bisa menguat ke kisaran Rp13.950 – Rp14.120 per dolar AS, seperti dilansir Minews.

Rekomendasi 10 Saham Terbaik Sambut New Normal

Dilansir Market Bisnis, ada sembilan sektor yang berada di zona hijau IHSG dengan sektor finansial dan pertambangan yang mencatat kenaikan positif pada awal Juni 2020 ini. Bahkan dari 692 saham yang melantai di BEI (Bursa Efek Indonesia), 245 di antaranya menguat termasuk dua saham blue chip, BBCA (Bank BCA) dan BBRI (Bank BRI).

Fakta ini tentu cukup membuat lega para pelaku pasar modal sekaligus menjadi peluang bagus bagi Anda melirik sektor investasi saham. Saham seolah membuktikan kalau mereka adalah salah satu investasi ‘tahan banting’ dalam kondisi perekonomian saat ini. Nah, supaya tidak salah pilih, berikut rekomendasi 10 saham terbaik yang layak dibeli di era new normal:

1. BBCA – PT Bank Central Asia Tbk

gedung bank BCA
© mapio.net

Inilah saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Bank swasta nomor 1 di Indonesia ini tampaknya membuktikan kalau pandemi Covid-19 bukanlah masalah bagi finansial mereka. Bahkan menyambut new normal, saham BBCA adalah yang paling diburu investor asing. Pada awal Juni ini, BBCA langsung melonjak 7,84% menjadi Rp28.900 per lembar saham.

Nilai transaksi saham BBCA tercatat Rp1,59 triliun selama sepekan terakhir. Dengan volume pedagangan 55,93 juta saham, membuat kapitalisasi BCA mencapai Rp712,53 triliun! Tak usah cemburu, bahkan investor yang membeli BBCA di bulan Maret 2020 saat IHSG tumbang, sudah memperoleh untung 29,94% saat ini, seperti dilansir CNBC Indonesia. Dengan posisi terendahnya mencapai Rp21.625 per unit, BBCA adalah The King of Blue Chip.

2. BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

Dibandingkan BBCA, BBRI memang sempat minus 2,52% di level Rp3.100 per lembar sahan. Bahkan pada penutupan hari Kamis (4/6) sore kemarin, BBRI kembali minus 1,29% dan sekarang menyentuh Rp3.060 per lembar saham. Kendati terkoreksi, BBRI tetap banyak diburu investor asing dengan nilai net buy mencapai Rp127 miliar di pekan pertama Juni 2020.

Namun jika dibandingkan titik terendahnya di pertengahan Mei 2020 yakni Rp2.160 per unit yang merupakan nilai paling rendah selama tiga tahun terakhir, BBRI saat ini sudah naik 43,51%. BBRI memang memperoleh banyak ujian selama pandemi Covid-19 seperti saat IHSG tumbang atau isu bank jangkar. Dengan rasio harga saham dibanding pendapatan perusahaan di kisaran 11.70 kali, BBRI masih amat sangat layak dipilih.

3. PWON – PT Pakuwon Jati Tbk

mall milik Pakuwon Jati
© MarketMover.ID

Selain sektor perbankan, sektor real estate termasuk yang cukup gembira dengan kabar new normal. Hal ini terbukti dari pergerakan saham PWON milik Pakuwon Jati yang menguat 0,49% di penutupan hari Kamis (4/6) sore kemarin. Saat ini, PWON ada di posisi Rp414 per lembar saham. Sebelumnya, PWON tercatat melesat hingga 7,29% di awal Juni.

Baca juga: Investasi Saham, Inilah Rahasia 8 Cara Kaya Ala Warren Buffett

Hal inilah yang membuat banyak investor asing memburu PWON. Hal ini yang membuat nilai transaksi perdagangan harian PWON mencapai Rp154,05 miliar dengan volume perdagangan 381,2 juta saham. Kondisi yang cukup positif ini membuktikan kalau sektor properti sudah mulai bergejolak setelah PSBB semakin dilonggarkan di Tanah Air.

4. TLKM – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

Kegiatan WFH (Work From Home) memang sangat menguntungkan para operator telekomunikasi dan data. Hal itulah yang dirasakan oleh salah satu BUMN milik pemerintah, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Di lantai bursa, saham TLKM ditutup menguat tipis sebesar 0,30% menjadi Rp3.300 per lembar saham. Tak heran kalau akhirnya pada Kamis (4/6) kemarin, TLKM adalah salah satu kapitalisasi pasar terbesar.

Dari data yang dilansir BEI, kapitalisasi saham TLKM sebesar Rp327 triliun secara harian, atau mengambil bagian 5,7% dari separuh kapitalisasi pasar BEI. Tak hanya itu saja, TLKM juga menjadi salah satu top trading value dan frekuensi harian yang membuktikan kalau saham TLKM ini masih sangat ‘seksi’ untuk dibeli.

5. UNVR – PT Unilever Indonesia Tbk

gedung Unilever Indonesia
© unilever.co.id

Kendati ditutup melemah tipis sebesar 0,61% ke level Rp8.175 per lembar saham, UNVR adalah salah satu kapitalisasi pasar terbesar di BEI pada hari Kamis (4/6) kemarin. Dalam data yang dirilis, kapitalisasi pasar UNVR sebesar Rp312 triliun atau mengambil porsi 5,5%. Hasil perdagangan harian ini bahkan membuat UNVR lebih baik daripada saham bank Mandiri atau emiten sektor energi.

Banyak yang menduga kalau menguatnya UNVR ini didorong dengan tingginya permintaan pasar terhadap produk-produk kebersihan dan perawatan tubuh yang dirilis oleh Unilever. Beberapa brand populer dari Unilever seperti Wipol dan Vixal memang begitu diburu di tengah wabah corona yang begitu mementingkan kesehatan.

6. INDF – PT Indofood Sukses Makmur Tbk

Produsen berbagai jenis makanan dan minuman ini memang menjadi salah satu emiten raksasa di Indonesia. Melalui INDF, Indofood juga mencicipi manisnya new normal lantaran menjadi salah satu saham yang paling diburu investor. Bahkan dalam sepekan terakhir, tercatat INDF diborong sebesar Rp46,95 miliar dengan kenaikan harga saham 2,90% ke level Rp6.200 per lembar.

Dengan nilai transaksi Rp147,69 miliar dan volume perdagangan 24,01 juta saham, perusahaan yang memproduksi mie instan mega-populer Indomie ini sangat layak untuk Anda pertimbangkan. Kendati pada penutupan kemarin INDF anjlok sebesar 50 poin (0,81%) ke level Rp6.150, INDF masih jadi salah satu saham rekomendasi.

7. HMSP – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

pabrik rokok Sampoerna
© beritasatu.com

Di tengah kekuasaan emiten-emiten perbankan, properti dan manufaktur, HMSP muncul sebagai salah satu saham rekomendasi di era new normal ini. Seperti yang diketahui, HMSP adalah saham dari PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk yang merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Kabar ini cukup menggembirakan mengingat pada bulan April lalu, salah satu cluser Covid-19 di Surabaya berasal dari pabrik Sampoerna.

Baca juga: IHSG Anjlok, Inilah 9 Rekomendasi Saham yang Bisa Dibeli Investor

Meskipun ditutup melemah sebesar 2,97% menjadi Rp1.795 per lembar saham, HMSP justru masuk dalam daftar kapitalisasi pasar terbesar harian pada Kamis (4/6) kemarin. Di mana kapitalisasi saham HMSP sebesar Rp209 triliun alias 3,7% dari total pasar. Dengan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2020 meraih kenaikan laba bersih sebesar 1,1% secara tahunan jadi Rp3,32 triliun, HMSP masih jadi salah satu saham yang layak dipertimbangkan.

8. WIKA – PT Wijaya Karya Tbk

BUMN lain yang masuk dalam emiten rekomendasi di masa new normal adalah PT Wijaya Karya Tbk. Hal ini terbukti dari catatan saham WIKA yang ditutup menguat 5,88% pada hari Kamis (4/6) kemarin menjadi Rp1.260 per lembar saham. Dalam catatan harian, nilai transaksi WIKA mencapai Rp111,65 miliar dengan volume perdagangan di jumlah 87 juta lembar saham.

Melalui perhitungan sepekan saja, ada Rp14,42 miliar dana asing yang tertarik membeli saham WIKA. Bersama dengan PTPP, WSKT, PTBA dan ANTM, WIKA merupakan salah satu saham BUMN LQ45 yang banyak diburu investor asing, di saat IHSG tercatat melemah.

9. BMRI – PT Bank Mandiri Tbk

gedung bank Mandiri
© tagar.id

Emiten dari sektor perbankan berikutnya yang masuk dalam 10 saham terbaik di era new normal adalah BMRI. Bahkan untuk catatan hari Kamis (4/6) kemarin, BMRI masuk dalam 10 besar kapitalisasi pasar dengan nilai perdagangan Rp219 triliun (3,8%). Di awal Juni kemarin, BMRI sempat diborong asing sebesar Rp79,32 miliar yang membuatnya naik 5,19% ke level Rp4.860 per lembar saham.

Dalam sepekan terakhir, transaksi BMRI mencapai Rp718,86 miliar dengan volume perdagangan 149,12 juta saham. Meskipun melemah 2,67% pada penutupan kemarin menjadi Rp4.730, BMRI adalah salah satu emiten blue chip dari sektor perbankan yang lajunya masih tetap akan menguntungkan investor saat ini.

10. PGAS – PT Perusahaan Gas Negara Tbk

Emiten terakhir yang sahamnya sangat layak dipertimbangkan untuk dibeli di era new normal adalah PGAS. BUMN yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi ini bahkan masuk dalam 10 besar top trading volume yang dirilis oleh BEI. Di mana saham PGAS berhasil terjual sebesar Rp419 miliar dalam sehari. Bukan hanya itu saja, PGAS juga tercatat dalam top trading value dan frekuensi sekaligus.

Meskipun ditutup melemah sebesar 1,55% menjadi Rp955 di hari Kamis (4/6) kemarin, PGAS masihlah memiliki kemampuan finansial yang cukup kuat saat ini. Dengan pendapatan sebesar Rp36,9 triliun (per 2016) dan laba bersih Rp4 triliun (per 2016), perusahaan dengan jumlah karyawan sebanyak 1.425 orang ini bisa Anda petimbangkan.

Tentunya masing-masing emiten yang dibahas di atas sudah terbukti kemampuan finansialnya dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini yang masih belum memuaskan. Anda bisa memilih salah satu di antara 10 saham itu untuk dibeli, sebagai bentuk investasi. Pastikan membeli saham yang sesuai dengan kemampuan finansial, sekaligus sudah cukup memahami profil perusahaan emiten. Dengan begitu, Anda siap melantai di pasar modal. Semoga sukses!

Bagikan ;

SEKURITAS

INFO

  • 15% Instant Bonus

  • Min Deposit: $5

  • Regulasi Terjamin

5/5
  • Bonus 100% per deposit

  • $1 Deposit Awal

  • Trading Saham dan Forex

5/5
  • 50% Bonus deposit

  • $ 50 Deposit Awal

  • Trading Forex, CFD

  • Komoditas dan indeks Saham

5/5