7 Cara Menambah Dana Darurat Untuk Menghadapi Wabah Corona

Setelah dua minggu pasca resminya pengumuman presiden mengenai warga Indonesia yang positif terkena covid-19, WHO (World Health Organization) telah menetapkan virus corona menjadi pandemi dunia.

Para petinggi pemerintah daerah seperti halnya yang terjadi di Jakarta menghimbau warga untuk belajar dan bekerja di rumah serta menutup tempat-tempat wisata. Hal ini di lakukan karena pasien corona terus bertambah dan resiko penyebaran virus corona dianggap masih sangat tinggi.

Kabar terbaru corona terus selalu di ulas setiap hari di berbagai media. Mulai dari langkah pencegahan virus, jumlah dan kondisi pasien di berbagai daerah, pengembangan riset obat, hingga dari segi perekonomian yang di kabarkan bahwa virus corona berdampak cukup serius pada ekonomi masyarakat. Nilai saham anjlok, harga bahan baku melonjak naik, beberapa jenis usaha seperti travel dan transportasi turun drastis.

Berapa jumlah dana darurat yang di sarankan?

Ditengah ketidakpastian ekonomi seperti saat ini, selain dana kesehatan yang harus lebih di prioritaskan, dana darurat juga perlu diperhatikan kembali. Financial Planner Prita Ghozie menyarankan, bagi kita yang bekerja sebagai karyawan untuk mengupayakan memiliki dana darurat sebesar 3x biaya rutin bulanan dalam menghadapi wabah corona. Sedangkan bagi yang berwirausaha atau freelancer diharapkan bisa mengumpulkan dana darurat hingga 12x lipat biaya rutin bulanan.

Keputusan untuk menambah alokasi dana darurat ini bukan berarti kita bertindak berlebihan dalam menilai situasi. Perlu di ingat bahwa kondisi penyebaran virus corona di Indonesia masih belum termasuk benar-benar diluar kendali.

Hanya saja perlu usaha bersama agar penyebaran covid-19 bisa di tekan dan pasien bisa di sembuhkan. Tapi sebaliknya, justru dana darurat berperan untuk mengurangi resiko kepanikan dan memperparah kondisi dari segi keuangan.

Penyiapan dana darurat ini di perlukan selama wabah corona karena bagaimanapun kita perlu waspada atas kondisi terburuk yang pada dari ini masih mungkin terjadi. Sebab virus corona memang tidak terlihat, tetapi ia ada dan bisa menjangkiti siapa saja termasuk kita, keluarga maupun rekan-rekan kita.

Sehingga jika seandainya kita atau keluarga perlu mendapatkan perawatan medis ataupun memerlukan dana untuk membeli bahan pokok yang harganya melonjak kita lebih siap menghadapinya. Tidak perlu pusing mencari-cari dana pinjaman yang belum tentu cair.

Pemerintah terus menghimbau warga agar tidak panik tetapi tetap waspada dengan melakukan berbagai upaya pencegahan corona. Keuangan keluarga merupakan salah satu aspek yang cukup penting menjaga stabilitas di tengah kondisi wabah seperti saat ini.

Sekarang mari kita lengkapi usaha kita dalam memerangi corona dengan memperhatikan keuangan dan menguatkan ekonomi keluarga. Berikut adalah 7 tips yang bisa Anda pertimbangkan untuk menambah alokasi dana darurat dalam menghadapi wabah corona!

1. Mengatur Ulang Pos Keuangan

Cara Menambah Dana Darurat Untuk Menghadapi Wabah

Untuk menambah alokasi dana darurat, sebaiknya hal pertama yang perlu di lakukan adalah mengatur ulang pos keuangan bulanan. Karena jika penghasilan bulanan tidak bertambah, maka itu artinya ada pengurangan dana untuk keperluan lainnya untuk menambah dana darurat. Hal ini harus dipertimbangkan dengan matang supaya kita bisa menggunakan uang dengan lebih bijak dan melakukan penyesuaikan lifestyle.

Anda bisa menambah dana darurat dari beberapa alokasi dana yang bersifat kurang prioritas selama wabah corona ini. Misalnya seperti alokasi dana untuk hangout bersama teman-teman/ keluarga yang biasanya Anda lakukan setiap minggu.

Sebab berdasarkan pemberitaan terakhir, hampir seluruh pemerintah daerah di Indonesia menghimbau agar masyarakat menjaga kesehatan, menjaga kesehatan dan juga jarak dengan orang lain. Bahkan pada hari minggu kemarin tanggal 15 Maret 2020 Presiden Jokowi menghimbau untuk belajar dan bekerja dari rumah untuk menekan penyebaran virus corona.

Dari kondisi tersebut, maka sebenarnya ada beberapa pos lainnya yang bisa kita maksimalkan untuk menambah tabungan dana darurat kita. Selain mengelola keuangan dengan menyisihkan dari berbagai pos keuangan kita biasanya, ada cara lain yang bisa menjadi alternatif solusi untuk mendapatkan tambahan dana darurat. Mari kita bahas pada poin selanjutnya.

2. Sisihkan Alokasi Dari Dana Transportasi

Sisihkan Alokasi Dari Dana Transportasi

Himbauan untuk bekerja dan belajar dari rumah sudah di sosialisasikan. Jika kantor Anda, suami/istri atau sekolah/kampus anak Anda memberlakukan kebijakan yang samaa, itu artinya jika biasanya harus mengeluarkan biaya transportasi untuk Anda, suami/istri atau anak Anda kini biaya tersebut sebagian besarnya bisa di simpan untuk menambah dana darurat. Walaupun mungkin tidak seberapa, tapi rasanya akan kurang bermanfaat jika dana tersebut “menghilang” begitu saja tanpa kejelasan.

Tapi jika kantor tempat Anda belum memberlakukan sistem bekerja dari rumah dan Anda tetap harus pergi Anda tetap bisa menyisihkan uang transport untuk menambah dana darurat dengan mengurangi dana transport berpergian ke acara/tempat yang sifatnya kurang prioritas.

Lebih baik kita bersiap untuk menambah dana darurat di masa-masa sekarang. Jika seandainya tambahan dana darurat tidak terpakai nantinya maka bisa tetapi Anda gunakan kembali untuk kebutuhan lain. Tapi untuk saat ini lebih baik kita simpan sisa biaya transport dengan bijak.

3. Kumpulkan Uang Dari Pos Hangout

Alokasi keuangan lainnya yang bisa di gunakan untuk menambah dana darurat kita adalah berasal dari pos hangout. Sebab untuk saat ini, menjaga jarak dari orang lain termasuk dari orang yang kita sayangi adalah langkah yang tepat untuk menghindari penularan virus corona. Sehingga hangout bersama keluarga atau teman-teman bukanlah menjadi prioritas utama, dan sebisa mungkin di kurangi. Malah kita perlu melakukan social distancing.

Jika kita terbiasa mengalokasikan uang bulanan untuk hangout, maka pada kondisi-kondisi penyebaran virus corona yang tinggi seperti saat ini Anda bisa menggunakan alokasi dana tersebut untuk menambah dana darurat. Dengan begitu sisa uang yang tidak terpakai untuk hangout bisa di manfaatkan untuk hal yang lebih prioritas sesuai situasi saat ini.

4. Sisihkan Dari Alokasi Biaya Makan di Luar

Sisihkan Dari Alokasi Biaya Makan di Luar

Nah jika biasanya Anda terbiasa makan di luar karena harus bekerja di kantor atau berangkat kuliah, dengan adanya himbauan untuk tidak berpergian dari rumah jika tidak terlalu mendesak maka untuk sementara sebaiknya Anda memasak sendiri makanan di rumah.

Selama wabah corona ini masih tinggi tingkat penularannya, makan di luar juga bisa di bilang tidak menjadi prioritas kita saat ini. Bukan untuk panik, tapi tidak ada salahnya jika mempersiapkan diri untuk menghadapi virus corona dengan membawa bekal dari rumah.

Pengeluaran untuk makan di luar biasanya lebih mahal dari pada jika kita masak sendiri di rumah, dengan membuat makanan sendiri dari rumah maka seharusnya ada sisa uang dari alokasi makan. Sisa dari alokasi makan ini sebagian besarnya bisa di simpan untuk menambah dana darurat kita.

5. Menyisihkan Dana Dari Pos Lifestyle

Alokasi dana kita untuk memenuhi kebutuhan hobi biasanya disebut dengan poskeuangan lifestyle. Jika hobi Anda mengharuskan Anda berkumpul dengan banyak orang dan ketempat-tempat yang di kunjungi orang banyak maka sebaiknya untuk sementara waktu Anda menggantinya dengan kegiatan mengasyikan di rumah. Jika alokasi dana lifestyle masih tersisa bisa di gunakan untuk menambah dana darurat.

Kebutuhan untuk menjaga kesehatan psikologi dengan cara melakukan hobi memang di perlukan. Tetapi sebaiknya kita mencari alternatif cara lain yang lebih mendukung untuk mencegah masuknya virus corona kedalam tubuh.

Selain itu berhemat untuk menambah dana darurat juga penting, sehingga coba cari hobi lain yang bisa mensubstitusi hobi lama Anda (yang mengharuskan bertemu atau mengunjungi tempat umum) dengan hobi lain yang mirip atau bahkan berbeda.

Misalnya jika Anda hobi menonton film di bioskop, Anda bisa mendownloadnya dan menonton dari laptop di rumah saja untuk sementara waktu.

6. Menambah Pendapatan Dari Pekerjaan Freelance Dari Rumah

Menambah Pendapatan Dari Pekerjaan Freelance Dari Rumah

Selain mengotak-atik alokasi keuangan, Anda juga bisa mencari tambahan uang untuk dana darurat melalui pekerjaan freelance. Jika kantor Anda bekerja menerapkan kebijakan bekerja dari rumah, itu artinya Anda cukup memiliki fleksibilitas waktu lebih dari biasanya.

Hal ini bisa menjadi peluang yang baik untuk Anda. Misalnya sehri-hari Anda harus menghabiskan waktu selama beberapa jam di perjalanan, belum lagi harus beristirahat dari keleahan di jalan, kini waktu tersebut bisa di jadikan peluang untuk menambah dana darurat Anda dengan pekerjaan freelance dari rumah.

Saat ini sudah banyak sekali pekerjaan freelance yang bisa kita kerjakan dari rumah. Jika Anda bekerja di bidang IT, maka project freelance bisa Anda temukan melalui situs, aplikasi maupun dari relasi.

Bidang lainnya seperti pembuatan konten tulisan atau design grafis juga banyak di cari, dan masih banyak bidang-bidang yang kini membutuhkan tenaga freelancer yang bisa di kerjakan secara remote.

Penghasilan tambahan dari pekerjaan freelance yang dapat di kerjakan dari rumah ini dapat membantu kita menambah dana darurat yang kita butuhkan sekaligus meminimalisir resiko tinggi terpapar ataupun menyebarkan virus corona. Dengan begitu Anda bisa memanfaatkan waktu bekerja di rumah dengan lebih maksimal.

7. Menyimpan Dana Darurat di Instrumen Keuangan yang Aman dan Mudah di Akses

Langkah yang tidak kalah penting adalah cara penyimpanan dana darurat. Nama lain dari dana darurat adalah cash liquid, tapi sebenarnya dana darurat tidak harus dalam bentuk cash walaupun sebaiknya untuk saat ini Anda juga menyediakan sebagian dana cash.

Pada prinsipnya, dana darurat harus di simpan di tempat yang mudah di akses, dicairkan dan cukup aman/stabil. Misalnya, rekening tabungan terpisah dengan rekening kebutuhan bulanan, deposito, emas, atau reksadana pasar uang.

Jika Anda tipe orang yang terbiasa boros atau panik, penyimpanan dana darurat dengan instrumen keuangan selain cash seperti di atas bisa menjadi alternatif solusi.

Sehingga setiap ingin membelanjakannya, Anda memiliki waktu untuk berpikir tentang fungsi dan prioritasnya karena dana tidak secara langsung berada di tangan Anda. Disisi lain, jika dana tersebut benar-benar di perlukan akan mudah di cairkan/ tidak memerlukan waktu lama dan proses yang rumit.

Baca juga :

Penutup

Cara menambah dana darurat dari sisa alokasi dana yang mungkin akan di kurangi selama wabah corona mungkin tidak seberapa, tetapi jika di kumpulkan dari masing-masing pos keuangan maka hasilnya akan bisa lebih besar. Dibanding, kita membelanjakannya untuk hal tertentu yang belum perlu secara besar-besaran misalnya memborong masker, hand sanitizer, atau bahan baku (panic buying).

Semoga wabah corona ini bisa segera diatasi dan kita bisa beraktifitas secara normal kembali termasuk dalam hal perekonomian. Karena bukan hanya Indonesia saja yang terkena imbas wabah virus corona tapi juga negara-negara lainnya.

Oleh karena itu, selain usaha pencegahan dampak wabah corona dengan meningkatkan imunitas, menjaga kebersihan dan social distance, kita juga perlu memperhatikan soal kesehatan keuangan, jangan sampai terkena panic buying melainkan melakukan langkah waspada. Salah satunya adalah dengan persiapan dana darurat yang lebih mapan.