Apa Bedanya ORI dengan Jenis SBN Ritel lain? Yuk Cari Tahu!

Akhir-akhir ini geliat investasi dari anak-anak muda terlihat sangat tinggi. Hal tersebut dapat menjadi salah satu ciri bahwa kesadaran berinvestasi masyarakat kita mulai meningkat. Sebab investasi itu sangat penting dalam meraih tujuan dan juga kehidupan finansial yang lebih sehat di kemudian hari. Nah, salah satu instrumen investasi yang juga banyak di lirik adalah ORI dan juga beberapa jenis SBN Ritel lainnya.

Saat ini pemerintah Indonesia sendiri telah mengeluarkan lebih dari 4 jenis SBN. Namun bagi para pemula yang baru pertama kali berinvestasi lewat SBN (Surat Berharga Negara) mungkin masih kebingungan membedakan jenis-jenisnya.

Jangan khawatir, karena kali ini kita akan kupas tuntang mengenai ORI dan juga jenis SBN Ritel lainnya serta perbedan di antara semuanya. Yuk langsung saja kita bahas satu persatu!

Mengenal Apa itu SBN

Mengenal Apa itu SBN

SBN (Surat Berharga Negara) adalah surat berharga yang di terbitkan oleh pemerintah Indonesia. Kenapa sih pemerintah menerbitkan surat berharga/ utang?

Ini karena pemerintah perlu membiayai APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) setiap tahunnya untuk menyelenggarakan program-program pembangunan. Jadi pendapatan dari pajak saja tidak cukup, sehingga memerlukan pinjaman.

Namun negara tidak berhutang ke bank, melainkan dengan menerbitkan surat hutang yang disebut SBN (Surat Berharga Negara) untuk masyarakat. Masyarakat itu bisa berbentuk korporasi/perusahaan dalam maupun luar negeri, lembaga ataupun warga negara perorangan seperti kita.

Perbedaan SBN dengan Deposito

Bisa di bilang bahwa SBN ini sangat mirip dengan deposito. Bedanya, kalau deposito pihak yang meminjam uang kita adalah Bank, tapi kalau SBN yang meminjam itu negara.

Melalui pembelian produk investasi SBN ini, kita bukan hanya menjadi investor tapi juga ikut berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan.

Kelebihan dari SBN yang paling menonjol adalah soal keamanannya. Karena di keluarkan oleh negara, sehingga dana investasi Anda aman di jamin negara baik kupon maupun pokok.

Dalam sejarah juga menunjukan, ketika negara bangkrut (ballout), yang mengalami collapse duluan adalah Bank. Oleh karenanya, SBN dianggap lebih aman daripada deposito.

Imbal Hasil & Jatuh Tempo

Secara umum, konsep SBN sama dengan deposito, dimana setiap bulan kita akan mendapatkan imbal hasil pasti yang disebut dengan kupon dan biasanya lebih besar dari deposito.

SBN punya masa jatuh tempo misalnya 2 tahun, 5 tahun dan seterusnya. Namun jenis SBN yang bisa di ambil sebelum jatuh tempo.

Pajak

Setiap instrumen investasi tentunya akan dikenai pajak. Nah, mengenai pajaknya sendiri deposito di kenai pajak sebesar 20% sedangkan SBN hanya 15%. Jadi pajak SBN lebih rendah dibandingkan deposito.

Misalnya saja Anda menyimpan uang di deposito Bank dan mendapatkan bunga 5,75%, maka realnya Anda hanya akan mendapatkan net interest sebesar 4,6%.

Sedangkan jika Anda menyimpan uang di SBN contoh ORI009 yang memberikan imbal hasil 6,3%, maka net interest yang akan Anda terima adalah sebesar 5,33%.

Nah, salah satu SBN yang terkenal adalah ORI (Obligasi Negara Ritel). Tapi sebenarnya, selain ORI ada jenis SBN Ritel lainnya loh! Selain ORI, ada yang namanya SUN (Surat Utang Negara), Sukuk Negara, SBR (Savings Bond Ritel), SR (Sukuk Ritel) dan juga ST (Sukuk Tabungan).

Baca juga, Sukuk Wakaf, Instrumen Investasi Sosial Dari Pemerintah Indonesia

Apa sih perbedaannya? Yuk teruskan membaca artikel ini!

Jenis-jenis SBN Ritel

Bedanya ORI dengan Jenis SBN Ritel lain

Sebenarnya SBN terbagi dalam kategori sistem lelang (tradable) dan non-lelang (non-tradable). SBN dengan sistem lelang adalah jenis SBN yang bisa di akses oleh institusi misalnya lembaga keuangan seperti bank, dana pensiun, reksadana, dan lainnya. Terdiri dari SUN (Surat Utang Negara) dan Sukuk Negara.

Sementara SBN dengan sistem non-lelang adalah SBN yang bisa dibeli oleh individu (masyarakat perseorangan) atau yang kita sebut SBN Ritel itu sendiri. Jadi kita-kita ini bisa membelinya. Ada 4 jenis SBN Ritel yakni ORI, SBR, SR, dan ST. Kenapa kok banyak sekali?

Pada dasarnya, semua SBN Ritel itu sama saja yakni di terbitkan oleh negara namun terdapat beberapa fitur yang berbeda. Nah berikut adalah penjelasan masing-masing SBN Ritel!

1. ORI (Obligasi Ritel Indonesia)

ORI (Obligasi Ritel Indonesia) adalah salah satu surat berharga negara yang tradable atau bisa kita perdagangkan. Ini artinya, kita bisa memperjual belikannya sebelum jatuh tempo dengan catatan ada juga yang berminat membelinya.

Ini bisa menjadi suatu keunggulan, jika suatu hari Anda tiba-tiba membutuhkan dana yang bisa cepat di cairkan. Penjualan kembali ORI, bisa di lakukan minimal 2 bulan setelah pembelian.

Jika kita berniat memperdagangkan ORI, terdapat yang namanya capital gain/loss. Jadi kita juga bisa mendapatkan untung dari capital gain jika harganya sedang naik pesat karena bisa langsung di jual. Selain itu jika sudah lewat masa penawarannya, kita masih bisa mencarinya di pasar modal.

Karena sifatnya tradable, bunga yang di berikannya berbentuk fixed rate jadi misalnya suatu produk ORI memberikan kupon 7,5% maka kita akan menerima 7,5% (tidak akan turun atau naik).

Berbeda dengan bungan tidak fix (floating with floor) yang nanti akan di jelaskan. Nah jika Anda tertarik membeli ORI, saat ini ada seri ORI19 yang sedang dalam masa penawaran (25 Januari- 18 Februari 2021).

2. SBR (Savings Bond Ritel)

Sementara itu, ada juga surat berharga yang non-tradable (tidak bisa di perdagangkan) dan merupakan jenis SBN konvensional. Nah, salah satunya adalah SBR (Savings Bond Ritel).

Jika Anda membeli SBR, Anda tidak bisa memperjual belikannya sebelum jatuh tempo. Dengan kata lain, Anda harus memegang SBR sampai benar-benar jatuh tempo.

Selain itu, karena sifatnya yang non-tradable maka Anda tidak bisa membelinya setelah masa penawaran. Jadi bagi Anda yang tertarik membeli SBR, siap-siap saja mencatat tanggal penawarannya dan membeli SBR sebelum masa penawaran habis. Walaupun begitu, kelebihan dari SBN yang non-tradable juga tidak kalah menarik.

Anda bisa mendapatkan keuntungan besar jika saat jatuh tempo suku bunga Indonesia melesat tinggi. Sebab SBN yang non-tradable suku bunganya tidak fix atau floating with floor.

Jadi bisa nain setinggi-tingginya dan juga bisa turun namun dengan batas bawah tertentu. Inilah kenapa namanya floating with floor. Bisa dibilang ketika suku bunga sedang turun, investasi Anda tidak ikut turun. Tertarik membeli SBR?

3. SR (Sukuk Ritel)

SBN Ritel terbagi menjadi jenis konvensional dan juga syariah. Nah SR (Sukuk Ritel) termasuk dalam SBN berbasis syariah sekaligus juga tradabel (bisa di perdagangkan).

Anda yang cenderung tidak yakin untuk menyimpan investasi sampai jatuh tempo bisa membeli SR karena bisa di perdagangkan sesuka kita.

Jadi jika Anda kurang cocok dengan ORI, Anda bisa memilih SR sebagai alternatif investasi Anda. Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya, bahwa SR ini termasuk ke dalam SBN syariah tapi walaupun berbasis syariah siapapun bisa membeli SR (bukan hanya bagi muslim). Semua orang bisa membeli SBN berbasis syariah dan konvensional, baik itu orang muslim maupun non muslim.

4. ST (Sukuk Tabungan)

Terakhir, ada yang namanya ST (Sukuk Tabungan). ST adalah produk investasi SBN yang non-tradable. Jadi Anda tidak bisa menjualnya sebelum jatuh tempo. Biasanya masa jatuh temponya sekitar 2-3 tahun. Namun tetap bisa di jual 1/2nya saat early redemption.

ST cocok untuk Anda yang yakin tidak akan membutuhkan uangnya dalam waktu sebelum masa jatuh tempo habis dan mengharapkan untung dari nilai suku bunga negara yang tinggi nantinya. ST juga bisa menjadi alternatif pilihan lain untuk Anda yang sedang mencari investasi berbasis syariah.

Perbandingan SBN Ritel

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya, ternyata SBN Ritel memiliki sedikit perbedaan pada setiap jenisnya. Untuk mempermudah pemahaman, Anda dapat melihat perbedaan jenis-jenis SBN Ritel pada tabel di bawah ini!

ORISBRSRST
Tradable/ Non-TradableTradableNon-TradableTradableNon-Tradable
BungaFixed rateFloating with floorFixed rateFloating with floor
Konvensional/ SyariahKonvensionalKonvensionalSyariahSyariah

Tujuan Keuangan yang Cocok Untuk Investasi SBN Ritel

Tujuan Keuangan yang Cocok Untuk Investasi SBN Ritel

Setiap produk investasi memiliki karakteristik yang berbeda. Memilih produk investasi yang tidak sesuai dengan kondisi kita pribadi akan menyebabkan resiko kegagalan yang cukup tinggi.

Begitupun dengna SBN Ritel. Sebagai produk investasi, SBN ritel akan bisa memberikan manfaat maksimal jika Anda tahu siapa diri Anda dalam dunia investasi.

Lalu tujuan keuangan seperti apa dan siapa saja sih yang lebih cocok berinvestasi pada SBN Ritel ini?

  • Ibu-ibu/bapak-bapak yang dulunya membeli deposito
  • Memiliki profil resiko berinvestasi yang rendah
  • Berinvestasi untuk dana pendidikan anak 3 tahun mendatang.
  • Meningkatkan aset investasi dengan kupon (bagi hasil)
  • Menambah penghasilan dengan kupon (bagi hasil)

Tempat Pembelian SBN Ritel

Sebelum menutup pembahasan tentang SBN ritel, mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, “kalau mau beli SBN Ritel, belinya dimana ya?”

Nah, saat ini pembelian SBN Ritel bisa di lakukan secara online. Sehingga Anda tidak perlu lagi datang ke Bank atau mitra distribusi lainnya. Cukup mengisi data dan mendapatkan SID (Single Investor Identification) melalui platform online Bank/ mitra distribusi pilihan Anda saja.

Sudah banyak Bank-bank BUMN maupun swasta yang memperjual belikan SBN. Misalnya Bank Mandiri, Bank BCA, BNI, Digibank (DBS) dll.

Jika Anda merupakan nasabah salah satu Bank tersebut, biasanya ada pihak Bank yang menelepon untuk menawarkan SBN ritel terbaru yang sedang terbit, atau jika Anda tidak mendapatkan telepon ataupun email penawraan, ANda bisa menanyakan langsung ke call center.

Ada juga mitra distribusi SBN Non Bank, seperti P2P Lending maupun platform investasi yang terpercaya dan berizin resmi. Jika Anda membutuhkan daftar mitra distribusi Non-Bank, berikut adalah listnya!

  • Koinwork
  • Tanamduit
  • Bareksa
  • Danareksa
  • dll

Penutup

SBN Ritel bisa menjadi salah satu alternatif berinvestasi yang nyaman untuk Anda yang memiliki profil resiko yang konvesional (rendah) ataupun untuk memenuhi tujuan jangka pendek, karena keamanannya di jamin sendiri oleh negara.

Yuk baca, ORI Obligasi Ritel Indonesia (Cara Investasi Aman, Bunga Kupon Tinggi)

Bagi Anda yang dulunya memilih deposito, Anda mungkin perlu mempertimbangkan pajak yang di kenai pada bunga masing-masing produk investasi. Jadi perlu di hitung net of tax-nya.

Jika Anda tertarik membeli SBN ritel, jangan lupa cari tahu tanggal penerbitan dan pelajari produknya lebih lanjut. Semoga penjelasan mengenai jenis-jenis SBN Ritel diatas bisa membantu Anda dalam memutuskan investasi terbaik ataupun memilih SBN jenis apa yang paling cocok.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar