Apa Itu Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal? Ini Penjelasannya!

Sebagai seorang investor dalam dunia investasi di pasar modal sudah seharusnya bagi kita untuk dapat menganalisis saham yang sangat berpengaruh bagi kita untuk bisa mendatangkan cuan.

Hal ini dibutuhkan karena investasi saham memiliki risiko yang tinggi, jadi jika kita tidak melakukan analisis secara dalam maka kita akan mendapatkan kerugian dalam investasi yang sedang popular belakangan.

Hal dasar bagi seorang investor saham yang umum dan perlu dipahami adalah analisis fundamental dan analisis teknikal. Kedua analisis ini patut bagi kita untuk dianalisa dalam upaya mendatangkan keuntungan di pasar modal.

Baca juga: Belajar Saham, Kisah Sukses Lo Kheng Hong “Warren Buffett Indonesia”

Apa itu analisis fundamental dan analisis teknikal?

Yuk langsung kepembahasan yang pertama:

Analisis Fundamental

Menurut para ahli analisis fundamental pada dasarnya adalah bagaimana investor melakukan analisis historis atas kekuatan keuangan dari suatu perusahaan, dimana proses ini sering juga disebut sebagai analisis perusahaan (company analysis).

Sedangkan menurut Husnan analisis fundamental merupakan upaya untuk memperkirakan harga saham di masa yang akan datang dengan mengestimasi nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham di masa yang akan datang dan menerapkan hubungan vaiabel-variabel tersebut sehingga diperoleh taksiran harga saham.

Analisis fundamental lebih menekankan pada penentuan nilai instrinsik dari suatu saham. Untuk melakukan analisis yang bersifat fundamental, analisis perlu memahami variabel-variabel yang mempengaruhi nilai instrinsik saham.

Nilai inilah yang diestimasi oleh investor, dan hasil dari estimasi ini dibandingkan dengan nilai pasar sekarang (current market price) sehingga dapat diketahui saham-saham yang overprice maupun yang underprice.

Karena banyak faktor yang mempengaruhi harga saham maka sudah selayaknya bagi para pemain saham untuk melakukan analisis yang mendalam.  Tahapan analisis untuk melakukan analisis fundamental yaitu :

analisis fundamental
  • Analisis Ekonomi

Situasi ekonomi suatu negara akan sangat berpengaruh pada dunia pasar modal, jika situasi ekonomi suatu negara tidak stabil maka pasar modal di suatu negara pun demikian.

Analisis ini menyangkut penilaian umum perekonomian dan pengaruh potensialnya terhadap hasil sekuritas.

  • Analisis Industri

Analisis industri akan memberikan pemahaman tentang sifat dan operasi dari suatu industri yang dapat digunakan untuk memperkirakan prospek pertumbuhan industri perusahaan- perusahaan di dalamnya serta prestasi saham-sahamnya.

  • Analisis Kondisi Spesifik Perusahaan

Analisis ini menyangkut penilaian keadaan keuangan perusahaan. Alat yang digunakan dalam analisis ini yaitu analisis laporan keuangan.

Dalam penelitian ini, analisi fundamental yang akan digunakan yaitu analisis spesifik perusahan. Sebelum melakukan investasi pada saham, calon investor perlu melakukan analisis lebih mendalam terhadap perusahaan yang sahamnya akan dibeli.

Salah satunya melalui analisis fundamental perusahaan, dimana analisis tersebut menyangkut proyeksi kondisi perusahaan dimasa depan, dengan memperhatikan kondisi sekarang dan masa lalu.

Analisis fundamental perusahaan merupakan ilmu yang menjadi perhatian utama investor saham karena membeli saham sebuah perusahaan pada hakikatnya adalah ikut memiliki perusahaan meski dalam batas proporsional jumlah saham yang dibeli.

Tidak hanya itu kita juga harus bisa menganalisis beberapa faktor fundamental perusahaan. Faktor Fundamental perusahaan yang perlu kita analisis diantaranya:   

  • Book Value Per Share (BVPS)

Book Value Per Share (BVPS) merupakan salah satu rasio pasar yang digunakan untuk mengukur kinerja harga pasar saham terhadap nilai bukunya.

Menurut Jugiyanto  nilai buku per lembar saham, menunjukkan aktiva bersih (net assets) yang dimiliki oleh pemegang saham dengan memiliki satu lembar saham.

Para pemegang saham perusahaan terbuka pada umumnya ingin mengetahui berapa nilai buku per saham pada sebuah perusahaan.

Book Value Per Share (BVPS) ditunjukkan dengan perbandingan antara harga saham terhadap nilai buku dihitung sebagai hasil bagi dari ekuitas pemegang saham dengan jumlah saham yang beredar.

Angka ini banyak digunakan oleh pemodal untuk menilai apakah harga saham tersebut di pasar berbeda jauh dengan nilai buku per saham atau tidak.

Nilai pasar adalah harga saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar. Nilai pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar bursa.

Semakin kecil nilai Book Value Per Share (BVPS) maka harga dari suatu saham dianggap semakin murah.

  •  Price Earning Ratio (PER)

PER merupakan satu ukuran untuk membandingkan nilai laba satu perusahaan dengan perusahaan lain, Menurut Jogiyanto, PER merupakan ukuran untuk menentukan bagaimana pasar memberi nilai atau harga pada saham perusahaan.

Keinginan investor melakukan analisis saham melalui rasio-rasio keuangan seperti PER, dikarenakan adanya keinginan investor atau calon investor akan hasil (return) yang layak dari suatu investasi saham.

Semakin besar PER suatu saham maka menyatakan saham tersebut akan semakin mahal terhadap pendapatan bersih persaham.

Jika dikatakan suatu saham mempunyai PER 5 kali, berarti harga saham tersebut merupakan kelipatan dari 5 kali earnings perusahaan.

Saham yang memiliki PER yang semakin kecil bagi pemodal akan semakin bagus, karena saham tersebut memiliki harga yang semakin murah.

  • Earning Per Share (EPS)

Earning per share adalah termasuk salah satu rasio pasar, menurut Ang, rasio pasar pada dasarnya mengukur kemampuan manajemen dalam menciptakan nilai pasar yang melampaui pengeluaran investasi.

Rasio ini merupakan pengukuran yang paling lengkap mengenai prestasi perusahaan dan berkaitan langsung dengan tujuan memaksimalkan nilai perusahaan dan kekayaan para pemegang saham.

Kemudian menurut Darmadji dan Fakhruddin berpendapat bahwa EPS menggambarkan laba perusahaan yang tergambar dalam setiap lembar saham.

Laba per saham (EPS) adalah alat yang baik untuk mengukur kemampuan laba perusahaan daripada laba Absolute. Laba persaham diperoleh dengan membagi laba berih dengan jumlah saham yang beredar.

  • Forecast Earning Per Share (FEPS)

Menurut Bettman,  FEPS adalah perkiraan pendapatan atau laba per saham untuk perusahaan. FEPS yang digunakan adalah berdasarkan konsensus prediksi laba per saham untuk perusahaan.

FEPS diperkirakan di bulan setelah rilis laba per saham untuk tahun berikutnya. Perkiraan laba disesuaikan pada saat perubahan kapitalisasi dan diumumkan di tengah bulan, meskipun tanggal yang tepat selalu berubah.

Pengujian yang dilakukan oleh Bettman,  menghasilkan bahwa Forecasting Earning Per Share menunjukkan lebih signifikan daripada Earning Per Share itu sendiri.

Tersedianya data konsensus FEPS di Indonesia disediakan oleh penyedia database seperti Bloomberg. Di Amerika Serikat FEPS telah tersedia dan diringkas dalam beberapa portal broker saham.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal

Analisis teknikal merupakan suatu teknik yang menggunakan data atau catatan pasar untuk berusaha mengakses permintaan dan penawaran suatu saham, volume perdagangan, indeks harga saham baik individual maupun gabungan, serta faktor-faktor lain yang bersifat teknis.

Menurut Ang,  analisis teknikal adalah analisis yang menggunakan grafik atau gambar yang menghasilkan pola-pola tertentu dan pola-pola yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan membandingkan dengan hasil observasi yang telah dilakukan, sehingga pola-pola tersebut memberikan suatu indikasi terhadap pergerakan harga saham.

Model analisis teknikal lebih menekankan pada perilaku pasar modal dimasa yang akan datang berdasarkan kebiasaan dimasa lalu.

Harga saham masa lalu mempengaruhi harga saham sekarang yang mempunyai pola tertentu dan berulang sehingga berpengaruh secara psikologis terhadap investor dalam melakukan transaksi perdagangan.

Analisis teknikal berupaya untuk memperkirakan harga saham (kondisi pasar) dengan mengamati perubahan harga saham tersebut (kondisi pasar) diwaktu lalu. Para penganut analisis ini menyatakan bahwa:

  • Harga saham mencerminkan informasi yang relevan.
  • Informasi tersebut ditunjukan oleh perubahan harga saham di waktu lalu.

Karena perubahan harga saham mempunyai pola tertentu, maka pola tersebut akan berulang. Terdapat beberapa asumsi dasar tentang analisis teknikal yang mempengaruhi harga saham:

  1. Harga pasar ditentukan oleh penawaran dan permintaan.
  2. Permintaan dan penawaran ditentukan oleh faktor yang rasional maupun irasional.
  3. Harga saham bergerak dalam tren terus menerus dan berlangsung cukup lama, meskipun terdapat fluktuasi kecil yang terjadi.
  4. Tren yang berubah disebabkan oleh penawaran dan permintaan.
  5. Pergeseran permintaan dan penawaran dapat dideteksi secara cepat maupun lambat dengan menggunakan chart transaksi.
  6. Beberapa pola chart transaksi dapat berulang dengan sendirinya.

Sasaran yang ingin dicapai dari analisis adalah ketepatan waktu dalam memprediksi pergerakan harga jangka pendek suatu saham, oleh karena itu informasi yang berasal dari faktor-faktor teknis sangat penting bagi pemodal untuk menentukan kapan suatu saham harus dibeli atau dijual.

Baca juga: Tahapan Menuju Financial Freedom dan Tips Mencapainya

Penutup

Para ahli mengatakan bahwa baik analisa fundamental dan analisa teknikal digunakan secara mandiri oleh sebagian analis pasar saham, padahal berdasarkan analisis terbaru dari para ahli kedua variabel tersebut sangatlah berkaitan atau saling melengkapi.

Baik analisa fundamental maupun teknikal nyatanya harus sama-sama dianalisis dalam kita berinvestasi pada pasar modal, hasil dari investasi tersebut akan menjadi acuan bagi para investor untuk melakukan langkah guna keberlangsungan investor di pasar saham.

Dengan begitu seorang investor dituntut bisa mengintegrasikan analisis fundamental dan teknikal, ini adalah wujud usaha bagi para investor untuk terus dapat cuan dalam dunia investasi saham.  

Bagikan ;