5 Aset yang Wajib Dimiliki Agar Bisa Survive

Kita semua tahu bahwa salah satu hal yang pasti dari masa depan adalah ketidakpastian. Hari ini kita hidup berkecukupan, punya tempat tinggal dan hidup enak belum tentu semua itu bisa di dapatkan di kemudian hari.

Seperti halnya masa pandemik yang datang tiba-tiba dan menjungkir balikan kehidupan sosial dan ekonomi banyak orang. Lalu apa saja aset yang wajib agar bisa survive?

Oleh karena itu meningkatkan kemampuan untuk bisa survive terutama di masa-masa sulit sangat penting kita lakukan. Salah satunya dengan memiliki aset-aset fundamental yang akan membantu kita nantinya. Termasuk dalam hal manajemen keuangan yang sehat dan kuat.

Walaupun tidak ada jaminan 100%, tapi setidaknya kita sudah 1 langkah lebih baik di banding mundur dan tidak melangkah kemana-mana. Pertanyaannya aset seperti apa yang wajib dimiliki agar bisa survive di masa depan?

Sebelum membahasnya lebih jauh, ada hal yang cukup menarik untuk kita sadari. Yakni bagaimana sistem pendidikan yang ada membentuk bagaimana sikap kebanyakan dari kita untuk bisa survive dalam hidup ini.

Pendidikan dan Industri

Jika jika coba merenungkan, ternyata sistem pendidikan di Indonesia lebih cenderung mengarah pada pembentukan skill-skill yang di butuhkan oleh industri. Karena industri sedang membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak. Jadi sekolah inilah yang menjadi “pabrik” produksi tenaga kerja untuk industri.

Oleh karena itu umumnya sekolah tidak terlalu menekankan hal-hal yang lebih essensial untuk bisa survive dalam kehidupan. Saat berbicara tentang aset, sebenarnya kita tidak hanya bicara soal tanah, rumah dan hal semacamnya. Namun makna aset dalam konteks kehidupan itu lebih luas dan lebih esensial.

Baca juga, Hal-Hal yang Perlu Diketahui dari Investasi Sukuk Korporasi

Walaupun bukan menjadi jaminan tapi dengan mengetahui aset fundamental ini kita jadi semakin sadar apa saja yang harus kita prioritaskan terlebih dulu. Mungkin kini Anda punya pertanyaan, lantas apa saja aset-aset yang wajib kita miliki supaya bisa bertahan dalam kehidupan? Mari kita bahas satu persatu!

1. Aset yang Wajib Berupa Bisnis

Bisnis
Sumber gambar : unsplash.com/LinkedIn Sales Solutions

Aset pertama yang sangat penting untuk kita miliki adalah bisnis. Hal ini karena bisnis menandakan mental kemandirian ekonomi seseorang. Bukan berarti menjadi karyawan itu salah.

Tentu saja kita bebas memilih profesi yang kita minati tapi meskipun Anda memilih menjadi karyawan, berbisnis tetap punya manfaat dari berbagai sisi, terutama dari segi mentalitas entrepreneur dan ekonomi.

Sayangnya, dalam sistem pendidikan yang ada kita jarang sekali di ajarkan dan dilatih untuk memiliki mental dan gambaran tentang membangun aset bisnis. Cenderungnya, pelatihan-pelatihan yang ada lebih mengarah untuk membentuk tenaga ahli bagi industri/ karyawan saja dan bukan menjadi wirausaha.

Biasanya setelah lulus kuliah/ pendidikan kita akan di tanya, “kerja dimana”, bukan “punya usaha apa?”. Nah dari sini kita bisa melihat bahwa alam bawah sadar kita sudah terbentuk untuk bekerja sebagai karyawan saja.

Banyak juga yang sudah mundur di awal, karena merasa tidak mampu berwirausaha. Sudah belasan tahun berada di bangku pendidikan, tapi bagaimana bisa kita tidak mampu menjadi wirausaha?

Di sekolah, adapun topik pembahasan tentang berwirausaha tapi seringkali tidak di sampaikan oleh orang yang benar-benar sudah merasakan manis pahitnya berwirasuaha. Selain itu, kurikulumnya pun tidak terlalu di berian perhatian lebih.

Sehingga kebanyakan ilmu berbisnis biasanya di berikan secara turun terumun lewat anggota keluarga yang memang terjun di dalam bidang bisnis (wirausahawan).

Tahukah Anda, kalau rasio jumlah wirausahawan di Indonesia hanya sekitar 3,1% saja. Nah, karena rasionay sangat kecil sekali, peluang wirasusaha terutama untuk anak-anak muda di Indonesia sangat terbuka lebar.

2. Real Estate

Aset yang wajib di miliki selanjutnya adalah real estate. Kita semua tahu bahwa real estate merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Tapi hampir tidak ada pelajaran tentang real estate yang di bahas sewaktu di sekolah bukan?

real estate
Sumber gambar : √Čtienne Beauregard-Riverin

Jadi selama ini ilmu tentang real estate hanya di dapatkan secara turun temurun atau personal experience saja. Terutama bagi kita yang tidak punya background pendidikan marketing agent real estate, property dan semacamnya. Padahal real estate merupakan salah satu aset yang sangat potensial untuk bisa survive dalam hidup.

Pertama, harga real estate di Indonesia tiap tahunnya dan sekalipun kita salah membeli properti kita masih bisa tetap dapat untung. Mengapa demikian? Karena laju pertumbuhan penduduk di negara kita terus naik dan mereka pasti membutuhkan tempat tinggal.

Tidak seperti di Jepang atau beberapa negara maju lainnya. Dimana laju pertumbuhan penduduknya stagnan dan bahkan cenderung minus.

Dampaknya, disana banyak sekali properti yang kosong/ tidak terpakai karena jumlah penduduknya semakin sedikit. Hal ini tentu saja membuat harga propertinya juga stagnan atau menurun.

Sehingga selain potensi nilai yang terus naik, Anda masih bisa termaafkan walaupun awalnya kita salah beli properti.

Karena wilayah akan berkembang, yang tadinya daerah pinggiran sekarang bukan lagi Pinggiran. Sehingga tinggal menunggu saja kapan aset properti Anda bisa memberikan keuntungan.

Kecuali jika ada kejadian atau bencana alam yang tidak terduga, seperti misalnya lumpur lapindo, gempa & tsunami di Aceh, namun itu possibilitynya sangat kecil.

Selain itu bagi kita yang tinggal di Indonesia aset berupa real estate menjadi salah satu aset yang bisa di bangun dengan lebih mudah. Kita hanya membutuhkan uang DP atau biasanya 10% dari nilai properti untuk memulainya bahkan bisa memulai tanpa modal sama sekali. Namun syaratnya, kita harus kembali ke aset nomor 1 yakni bisnis.

Tanpa bisnis kita akan sulit membangun aset real estate. Jangan sampai keinginan untuk memiliki aset properti hanya jadi angan-angan saja.

Banyak sekali orang yang ingin punya aset properti, tapi tidak memiliki pekerjaan ataupun bisnis tapi ingin beli properti tanpa uang dan tanpa memahami resiko yang sebenarnya akan di hadapi. Nah, jadi sebelum bermimpi untuk mengumpulkan aset properti, pastikan bahwa Anda sudah membangun bisnis terlebih dahulu.

3. Paper Asset

aset yang wajib di miliki Paper Asset
Sumber gambar : Unsplash.com/ Jeremy Zero

Aset yang ketiga adalah paper aset seperti saham, reksadana, obligasi dan sebagainya. Mengapa aset ini juga penting?

Dengan memiliki paper aset, kita bisa meniliki sebagian kepemilikian sebuah perusahaan. Artinya, selama kita menjadi bagian dari pemilik saham maka selama itu juga keuntungan perusahaan akan mengalir kepada kita. Tapi yang perlu di garis bawahi, paper aset ini tidak sama dengan properti aset.

Jika properti aset ini punya faktor pemaaf yang lumayan, tapi tidakl demikian dengan investasi pada paper aset. Kita bisa kehilangan semua aset kita atau bangkrut seketika jika tidak tahu cara kerja dan cara bermainnya.

Memang kita bisa kaya secara instant dari saham namun bisa bangkrut secara instant juga. Oleh karena itu kita wajib belajar tentang saham secara detail jika ingin membangun aset disana misalnya.

Mungkin prinsip sederhananya, kita pasti tidak mau menitipkan uang kita kepada orang asing atau tidak kita kenal. Tidak tahu bagaimana skillnya, tidak tahu uangnya akan di apakan, tidak tahu apakah ia amanah atau tidak, tidak tahu sistem bagi hasilnya adil atau tidak dll.

4. Internet

aset yang wajib di miliki Internet aset
Sumber gambar : unsplash.com/LinkedIn Sales Solutions

Aset penting lainnya yang wajib di miliki adalah internet. Banyak orang yang tidak tahu bahwa saat ini internet adalah sebuah aset, terutama bagi generasi baby boomers.

Kita semua yang lahir setelah generasi 80-an pasti tahu kalau membuat konten di tiktok, youtube, blog bisa menghasilkan uang, main games bisa dapat uang, foto-foto di instagram bisa dapat endorse.

Tapi generasi baby boomers mungkin tidak pernah membayangkan ini sebelumnya, apalagi mereka yang lahir sebelum adanya era internet.

Dengan internet, aktivitas-aktivitas yang tadinya hanya iseng atau cuma hobby, bisa di jadikan sumber penghasilan. Tidak jarang juga beberapa diantaranya bisa membeli dan mengembangkan aset dari uang hasil usaha melalui internet.

Orang-orang yang berhasil membangun internet aset, penghasilannya bisa melimpah, berlipat-lipat dibanding yang kerja kantoran.

Untuk Anda yang belum paham tentang internet asset, hal ini tetap perlu Anda bangun. Misalnya saja, jika kamu punya bisnis, Anda harus punya akun youtube ataupun instagram yang di manage secara profesional.

Jika tidak mengerti, saat ini sudah banyak layanan jasa yang menawarkan manajemen akun digital bisnis yang berkualitas baik itu perusahaan maupun freelancer profesional.

Baca artikel lainnya, Keuntungan Investasi Properti Bagi Pemula, Jenis dan Tipsnya

Selain mejadi influencer, selebgram atau bisnis secara digital, Anda juga bisa membangun internet asset dengan membuat e-book, e-course, atau membuat template logo, font, design website, aplikasi dan menyimpannya di marketplace atau media yang sesuai dengan jenis aset.

Bayangkan saja ada seseorang yang subscibe layanan yang Anda senilai $1 per bulan. Atau membuat theme untuk wordpress yang rata-rata di jual seharaga $60 dan berhasil terjual kepada ribuan orang. Dari sini kita tahu lebih kongkrit bahwa aset ini akan menjadi sangat powerfull bukan?

Sebab potensi pasar di internet sangat luas. Kita bisa menjual layanan yang kita tawarkan ke orang-orang di seluruh dunia, apapun bahasa dan background mereka. Yang di butuhkan bahkan hanya laptop/hp, internet, dan tentunya kreativitas. Namun aset ini juga tetap membutuhkan skill sebagai sayarat untuk membangunnya. Misalnya SEO, algoritma youtube, instagram, marketplace dll.

5. Practical Intelligence

Practical Intelligence
Sumber gambar : Headway

Anggap saja bahwa hidup itu seperti perjalanan. Dalam sebuah perjalanan kita tentu perlu kendaraan untuk mencapai tujuan. Nah, sebutlah kalau keempat aset yang sudah kita bahas di atas adalah sebuah roda mobil. Walaupun roda sudah lengkap yang jadi masalah, bagaimana jika kita tidak bisa menyetir mobilnya?

Inilah yang di sebut pratical intellegence. Bukan soal ijazah, sertifikat atau gelar apapun itu.

Practical intelligence ini adalah kemampuan untuk memahami situasi, menganalisa masalah, dan membuat keputusan berdasarkan situasi yang ada.

Contoh kongkrit dari practical intelligence misalnya skill team work, leadership, problem solving, komunikasi. Kebanyakan yang kita tahu, biasanya sekolah formal tidak terlalu mengajarkan tentang hal ini.

Sehingga tidak banyak orang menyadari dan memiliki skill-skill tersebut. Tapi, jika kita punya satu atau beberapa diantaranya, ini artinyakita punya aset yang sangat besar. Kita bisa menjadi entrepreneur yang lebih produktif, kreatif dan lebih bijak.

Penutup

Nah itulah beberapa aset yang wajib di miliki untuk bisa survive dalam hidup. Menurut Anda, apakah ada yang masih belum di sebutkan? Pastinya ada ya. Beberapa aset penting lain yang berhubungan dengan kemampuan contohnya. Selain practical intelligence, kita juga butuh membangun aset berupa creative dan analytical intelligence bukan?

Baca artikel lainnya, 7 Jenis Surat Berharga Syariah Negara di Indonesia

Semoga artikel ini bisa menginspirasi Anda untuk tetap maju dan berkembang untuk menjadi entrepreneur yang lebih baik. Sukses selalu untuk Anda.

Tinggalkan komentar