5 Pilihan Bank Penjual Reksadana Terbaik 2020

Dari banyaknya pihak penjual reksadana, instansi perbankan memang kerap dipilih karena dianggap terpercaya. Tak heran kalau bank-bank penjual reksadana selalu jadi primadona para investor, terutama bagi mereka yang masih pemula dan baru pertama kali berinvestasi.

Bicara soal investor pemula, reksadana memang kerap jadi pilihan. Salah satu alasan yang paling sering diungkapkan adalah investasi reksadana bisa dimulai dengan modal pas-pasan dan risiko kerugian yang rendah. Kedua hal ini jelas dipilih investor pemula yang masih begitu berhati-hati dalam membuat keputusan.

Baca juga: 4 Jenis Investasi Reksadana Menguntungkan dan Aman

Termasuk yang demikian? Maka bisa dipastikan kalau membeli di bank-bank penjual reksadana adalah pilihan terbaik. Karena instansi perbankan resmi biasanya sudah memperoleh izin penjualan efek sesuai dengan aturan pemerintah, dalam hal ini adalah OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Sehingga bisa dipastikan seluruh transaksi dan pengelolaan dana investor benar-benar aman.

Nah supaya bisa langsung berinvestasi, kami akan membahas bank-bank penjual reksadana yang bisa Anda pertimbangkan. Namun sebelum itu, tak ada salahnya juga jika Anda mengetahui bagaimana tahapan prosedur pembelian reksadana di bank, termasuk kenapa harus membeli aset investasi ini di instansi perbankan.

Kenapa Pilih Beli Reksadana di Bank?

kenapa beli reksadana di bank © Akseleran
© Akseleran

Sebagai salah satu instrumen investasi, transaksi reksadana memang diatur betul oleh pemerintah. Hal inilah yang membuat tidak semua pihak bisa menjual reksadana. Setidaknya ada dua penjual reksadana utama yakni langsung lewat MI (Manajer Investasi) atau melalui bank-bank penjual reksadana yang sudah ditunjuk OJK.

OJK mencatat bahwa setidaknya ada 30 bank yang menjual reksadana (data per tahun 2019). Pastinya bank-bank penjual reksadana ini sudah mendapatkan izin sebagai APERD (Agen Penjual Reksa Dana). Tentunya instansi perbankan yang boleh menjual reksadana ini bisa disebut sebagai bank kustodian.

Sekadar informasi, bank kustodian adalah bank umum yang memperoleh izin dan persetujuan dari OJK untuk melakukan kegiatan sebagai fungsi kustodian, sekaligus bekerjasama dengan MI dalam mengurus investasi, mengawasi dan menjaga aset reksadana.

Baca juga: Inilah 6 Faktor Perempuan Bisa Investasi Lebih Baik Daripada Laki-Laki

Berikut beberapa keunggulan yang bisa Anda dapatkan jika membeli reksadana di bank kustodian:

  1. Lantaran sudah memperoleh izin dari OJK langsung, tentu seluruh transaksi reksadana di bank kustodian pasti telah terjamin keamanannya. Apalagi pihak bank penjual reksadana juga bekerjasama dengan MI berkualitas, sehingga Anda bisa percaya sepenuh hati pada pengelolaan dana investasi
  2. Fungsi perbankan dalam memberikan pelayanan keuangan, membuat mereka sudah pasti memahami perihal investasi reksadana. Jadi Anda dapat memperoleh informasi mengenai jenis-jenis produk reksadana hingga kisaran keuntungan yang ditawarkan
  3. Bank-bank kustodian sudah pasti mempunyai ratusan cabang di seluruh pelosok Indonesia, sehingga mempermudah calon investor reksadana dalam membeli. Anda tak perlu repot ke kantor pusat, karena pelayanan transaksi reksadana bisa diakses dari manapun
  4. Tak mau kalah dengan agen penjual resmi, kini pembelian reksadana bisa dimulai dengan nominal kecil sehingga sangat memudahkan calon investor pemula yang masih first jobber atau masih kuliah

Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, membeli reksadana di bank tentu tak akan merugikan. Sehingga Anda bisa memulai investasi reksadana secara lebih aman, nyaman dan tenang.

Inilah Rekomendasi 5 Bank Penjual Reksadana Terbaik

Berangkat pada pengertian bahwa reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal alias investor, investasi yang satu ini memang jadi pilihan terbaik bagi para pemodal kecil yang tidak ahli dan tak punya banyak waktu untuk berinvestasi. Karena dalam prosesnya, dana-dana investor itu dikelola oleh MI untuk dibelikan instrumen investasi.

Masing-masing bank sudah pasti bekerjasama dengan MI tertentu yang mempunyai aturan pengelolaan berbeda. Dari banyaknya bank penjual reksadana di Indonesia, berikut lima di antaranya yang dianggap terbaik dan banyak direkomendasikan oleh investor, sehingga layak untuk Anda pilih:

1. Bank Mandiri

simulasi pembelian reksadana di Mandiri
simulasi pembelian reksadana di Mandiri

Sebagai bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman dan deposit, Mandiri sudah pasti menyediakan layanan reksadana karena mereka terpilih sebagai bank kustodian.

Nama besar Mandiri dan banyaknya cabang yang mereka punya di seluruh Indonesia adalah bukti kalau Mandiri sangat layak dipilih sebagai bank penjual reksadana terbaik.

Lewat anak perusahaan mereka yakni Mandiri Sekuritas, ada beberapa alasan yang membuat Mandiri sebagai bank penjual reksadana yang sangat layak dipilih.

Anda bisa memulai investasi dengan modal Rp50 ribu saja dan seluruh dana dikelola MI profesional. Bahkan MI profesional di Mandiri sudah memperoleh izin WMI (Wakil Manajer Investasi) dari OJK.

Baca juga: Apa Itu Analisis Fundamental dan Analisis Teknikal? Ini Penjelasannya!

Tidak seperti bank-bank lain yang mengharuskan calon investor ke bank, untuk memulai investasi reksadana di Mandiri bisa dilakukan secara online lewat aplikasi atau situs resmi MOST.

Dengan MOST, tahapan verifikasi nasabah terjadi dengan video call online. Setidaknya ada tujuh produk reksadana yang ditawarkan Mandiri yakni reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, reksadana saham, reksadana indeks, reksadana terproteksi (RDT) dan reksadana penyertaan terbatas (RDPT).

MI yang Bekerjasama dengan Bank Mandiri

  • PT Bahana TCW Investment Management
  • PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen
  • PT Danareksa Investment Management
  • PT BNP Paribas Investment Partners
  • PT Mandiri Manajemen Investasi
  • PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
  • PT Schroder Investment Management Indonesia
  • PT Ashmore Asset Management Indonesia
  • PT Kresna Asset Management

Hal lain yang membuat Mandiri cukup unggul sebagai bank penjual reksadana di Indonesia adalah mereka juga mempunyai PT Mandiri Manajemen Investasi.

Anak perusahaan yang berdiri pada Desember 2004 ini adalah MI nasional terbesar yang sudah berpengalaman di bidang pengelolaan portfolio investasi sejak tahun 1993.

2. Bank Permata

tampilan website bank Permata untuk Reksadana
tampilan website bank Permata untuk Reksadana

Mempunyai visi menjadi pelopor dalam memberikan solusi finansial yang inovatif, bank Permata tampaknya cukup serius dalam menggarap layanan investasi reksadana. Meskipun baru resmi berdiri pada tahun 2002, bank yang diambil alis oleh Bangkok Bank pada tahun 2019 ini cukup terpercaya sebagai bank kustodian.

Ada lima produk reksadana yang ditawarkan oleh Permata yakni reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang dan reksadana index. Untuk modal awal, Permata memang menetapkan batasan cukup besar yakni mulai dari Rp250 ribu (reksadana berkala) dan mulai Rp10 juta (reksadana biasa).

Untuk transaksi reksadana, Permata menyediakannya melalui aplikasi online banking mereka. Melalui aplikasi itu, investor bisa melakukan transaksi penjualan atau pembelian reksadana secara one-stop shopping, tanpa perlu pindah aplikasi lagi. Agar bisa berinvestasi reksadana, Anda harus datang dulu ke kantor cabang bank Permata terdekat untuk mendaftarkan diri.

MI yang Bekerjasama dengan Bank Permata

  • PT Ashmore Asset Management Indonesia
  • PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen
  • PT BNP Paribas Investment Partners
  • PT Danareksa Investment Management
  • PT Eastspring Investments Indonesia
  • PT Mandiri Manajemen Investasi
  • PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
  • PT Schroder Investment Management Indonesia
  • PT Trimegah Asset Management

3. Bank BCA

tampilan website bank BCA untuk Reksadana
tampilan website bank BCA untuk Reksadana

Sudono Salim resmi mendirikan BCA pada 21 Februari 1957, sehingga usianya pada 2020 ini sudah menyentuh 63 tahun. Selama lebih dari setengah abad, BCA kini sudah menjelma sebagai bank swasta terbesar di Indonesia. Meskipun mempunyai 1.200 kantor cabang, setidaknya sekitar 155 kantor cabang BCA di Tanah Air yang sekaligus menjadi agen penjual investasi reksadana.

Ada empat produk reksadana yang ditawarkan oleh BCA yakni reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan reksadana saham.

Melalui Supermarket Reksadana, BCA berperan sebagai Agen Penjual Efek Reksadana. Untuk modal awal minimal yang harus dikeluarkan investor reksadana dalah Rp200 ribu, dan selanjutnya tiap-tiap transaksi berikutnya adalah minimal Rp100 ribu.

Baca juga: Cara Cerdas Investasi Untuk Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Agar mempermudah nasabah, BCA menyediakan fasilitas Reksaana BCA Kalkulator Investasi supaya Anda bisa melihat simulasi perhitungan target hasil dana investasi dengan asumsi bunga reksadana BCA.

Beberapa evaluasi yang bisa dilakukan seperti kinerja reksadana, minimal transaksi dan biaya yang dibutuhkan dan literatur produk.

MI yang Bekerjasama dengan Bank BCA

  • PT Ashmore Asset Management Indonesia
  • PT Bahana TCW Investment Management
  • PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen
  • PT BNP Paribas Asset Management
  • PT Danareksa Investment Management
  • PT Eastspring Investments Indonesia
  • PT FWD Asset Management
  • PT Nikko Sekuritas Indonesia
  • PT Panin Asset Management
  • PT Schroder Investment Management Indonesia

4. Commonwealth Bank

tampilan website Commonwealth Bank untuk Reksadana
tampilan website Commonwealth Bank untuk Reksadana

Dari banyaknya bank-bank internasional di Indonesia, Commonwealth Bank bisa dibilang yang cukup banyak dipilih. Bank dengan status terbesar secara kapitalisasi pasar di Australia ini memang sudah dikenal sebagai penyedia layanan finansial terpercaya.

Selain layanan perbankan konvensional, Commonwealth Bank alias Commbank juga menyediakan layanan investasi dan manajemen keuangan.

Commbank bahkan menjadi salah satu bank yang pertama kali menjual reksadana kepada masyarakat Indonesia. Ada cukup banyak produk reksadana yang ditawarkan Commbank seperti reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana campuran dan reksadana saham.

Dengan modal investasi mulai Rp100 ribu, Commbank juga menyediakan transaksi investasi reksadana secara online. Untuk pembukaan rekening pertama kali, calon investor diharuskan datang ke kantor cabang Commbank terdekat, barulhah kemudian transaksi reksadana bisa dilakukan lewat aplikasi mobile Commbank.

Syarat dan Biaya Pembelian Reksadana di Commonwealth Bank

  • Berusia 21-60 tahun atau sudah menikah
  • Mempunyai rekening Commonwealth Bank
  • Mengisi formulir pembelian dan profil risiko
  • Memperoleh diskon 50% untuk biaya pembelian reksadana
  • Biaya penjualan kembali disesuaikan dengan prospektur produk
  • Gratis biaya penagihan

MI yang Bekerjasama dengan Commonwealth Bank

  • PT Ashmore Asset Management Indonesia
  • PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen
  • PT BNP Paribas Investment Partners
  • PT CIMB-Principal Asset Management
  • PT Danareksa Investment Management
  • PT Eastspring Investments Indonesia
  • PT First State Investment Indonesia
  • PT Mandiri Manajemen Investasi
  • PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
  • PT Schroder Investment Management Indonesia

5. Bank CIMB Niaga

tampilan website bank CIMB Niaga untuk Reksadana
tampilan website bank CIMB Niaga untuk Reksadana

Nama CIMB Niaga sebagai salah satu bank swasta terbaik di Indonesia jelas tak bisa diremehkan. Bahkan bank yang berdiri pada tahun 1955 ini adalah bank terbesar keempat di Indonesia dari segi aset. Tak hanya itu, CIMB Niaga juga bank pembayar KSEI terbesar dari nilai transaksi yang mempunyai pangsa pasar 11%, serta bank penyedia KPR terbesar ketiga di Tanah Air.

Prestasinya yang cukup gemilang tentu cukup menjadikan CIMB Niaga sebagai salah satu bank penjual reksadana terbaik. CIMB Niaga sendiri bertindak sebagai agen penjual efek reksadana yang mendistribusikan 69 produk reksadana dengan jenis reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana terproteksi, reksadana campuran dan reksadana indeks.

Untuk mulai berinvestasi reksadana di CIMB Niaga cukup terjangkau yakni dari Rp100 ribu. Agar calon investor semakin yakni, MI yang bekerjasama dengan CIMB Niaga sudah mengantongi izin WMI dari OJK secara profesi.

Baca juga: Mau Investasi Reksadana? Perhatikan 8 Tips ini Untuk Pemula!

MI yang Bekerjasama dengan Bank CIMB Niaga

  • PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen
  • PT Ashmore Asset Management Indonesia
  • PT Trimegah Asset Management.
  • PT Schroder Investment Management Indonesia
  • PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
  • PT Mandiri Manajemen Investasi
  • PT FWD Asset Management
  • PT Danareksa Investment Management
  • PT BNP Paribas Investment Partners
  • PT Bahana TCW Investment Management
  • PT CIMB Principal Asset Management

Tata Cara Pembelian Reksadana di Bank

Melihat ulasan bank-bank penjual reksadana di atas, tentu akhirnya Anda bisa menentukan mau bergabung di bank mana.

Satu tahapan paling penting sebelum memulai investasi adalah pastikan Anda memahami betul prospektus yang berisi penjelasan seputar reksadana termasuk jenis produk reksadana, MI yang bekerjasama serta tata cara pembelian dan penjualan produk reksadana.

Baca juga: Mudah dan Murah, 10 Cara Investasi Emas Tanpa Beli Fisiknya

Usahakan memilih MI yang sudah terdaftar resmi di Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) sebelum menentukan produk reksadana yang hendak dibeli.

Barulah kemudian Anda menyiapkan sejumlah dokumen untuk bisa membeli reksadana dan membuka rekening di bank kustodian tersebut.

Setelah Anda membuat portfolio profil, Anda bisa langsung memulai transaksi reksadana dengan nyaman tanpa khawatir. Tentunya semua tahapan ini bisa dilakukan asalkan Anda memang memilih bank penjual reksadana yang terbaik dan terpercaya. Sehingga Anda bisa dengan tenang membiarkan MI mengelola dana yang sudah Anda setorkan, sehingga tinggal menanti profit datang. Selamat berinvestasi reksadana!

Bagikan ;

Tinggalkan komentar