Belajar Bisnis Sukses ala Nadiem Makarim, Pendiri GOJEK yang Kini Jadi Mendikbud

belajar sukses berbisnis dari Nadiem Makarim

Tepat hari Rabu (23/10) pagi, Presiden Joko Widodo resmi mengenalkan jajaran kabinet Indonesia Maju. Dalam 34 nama para petinggi yang melaksanakan berbagai kegiatan bernegara itu, ada satu sosok yang sangat menarik perhatian yakni Nadiem Makarim. Dibandingkan Menteri-Menteri lainnya, Nadiem begitu menonjol lantaran usianya sangat muda. Masuk generasi milenial, Nadiem baru saja genap berusia 35 tahun pada awal Juli kemarin. Usia yang sangat muda untuk menduduki jabatan Menteri.

Meskipun muda, Presiden Jokowi rupanya memberikan kepercayaan penuh pada pria kelahiran Singapura itu untuk menduduki jabatan yang sangat penting yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Melihat rekam jejaknya, Nadiem mungkin sangatlah awam dalam dunia pendidikan Indonesia. Namun jika melihat perjalanan hidupnya dalam dunia bisnis, Nadiem jelas mampu sejajar (atau bahkan melebihi) Menteri kabinet Indonesia Maju lainnya.

Baca juga: Belajar Bisnis dari Kylie Jenner, Miliarder Termuda di Dunia

Ya, Nadiem adalah pendiri dari perusahaan transportasi online raksasa asli Indonesia, GOJEK. Berkat ide briliannya, Nadiem berhasil membuat inovasi yang mengubah wajah transportasi di Tanah Air lewat GOJEK yang kini sudah berstatus Decacorn dengan nilai valuasi menembus USD10 miliar! Apa yang dicapai Nadiem ini jelas sebuah kebanggaan, mengingat dia memperolehnya di usia yang baru 30 tahunan. Dengan jabatannya kini sebagai Mendikbud, Nadiem jelas menjadi role model sempurna di kalangan generasi milenial.

Profil Nadiem Makarim

Nadiem Makarim - 1

Menjadi salah satu pebisnis muda tersukses di Tanah Air, pemikiran kritis Nadiem mungkin bisa dibilang menurun dari orangtuanya. Ayahnya adalah Nono Anwar Makarim, seorang aktivis berdarah Minang-Arab sekaligus pengacara terkemuka. Sementara sang ibu ialah Atika Algadri yang merupakan penulis lepas dan putri dari Hamid Algadri, salah satu perintis kemerdekaan Indonesia.

Mengenyam pendidikan yang mungkin lebih beruntung dari anak-anak seusianya, Nadiem muda bersekolah hingga SMA secara berpindah-pindah dari Jakarta dan Singapura. Lulus SMA di Singapura pada tahun 2002, Nadiem langsung berpindah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan S1 di jurusan Hubungan Internasional, Brown University. Selama kuliah S1 itu, kecerdasan Nadiem memang cukup menonjol sehingga dirinya terpilih dalam pertukaran pelajar di London School of Economics.

Memperoleh gelar sarjana S1 pada tahun 2006, Nadiem pun langsung tancap gas terjun ke dunia bisnis. Di usianya yang masih 22 tahun, dirinya sudah menjadi konsultan manajemen di McKinsey & Company. Demi semakin meningkatkan kualitas diri, Nadiem pun mengambil S2 di salah satu institusi pendidikan bergengsi dunia, Harvard Business School. Pada tahun 2009, Nadiem yang masih berusia 25 tahun itu sudah mengantongi gelar Master of Business Administration (MBA) dari Harvard.

Baca juga: Inspiratif! 6 Perempuan Indonesia ini Jadi Miliarder Berkat Bisnis Kecantikan

Kembali lagi ke Indonesia, Nadiem pun memulai langkahnya di bisnis online dengan menjadi Managing Editor di toko online fashion dan kecantikan, Zalora Indonesia. Keluar dari Zalora, Nadiem pun tercatat pernah menjadi Chief Innovation Officer (CIO) dari Kartuku, perusahaan sistem pembayaran non-tunai. Dengan segudang pengalamannya yang sangat melimpah di dunia bisnis, Nadiem pun memberanikan diri merintis perusahaan sendiri pada tahun 2011, ketika dirinya berumur 27 tahun.

Kisah Pendirian dan Perjalanan Bisnis GOJEK

Nadiem saat bertemu Presiden Jokowi

Menghabiskan banyak kehidupannya di luar negeri, Nadiem rupanya turut prihatin dengan kekacauan lalu lintas di Jakarta yang selalu dihantam oleh kemacetan. Hal ini pun makin diperburuk dengan pilihan sistem transportasi di ibukota Indonesia ini yang sangat terbatas. Nadiem pun lebih memilih bepergian dengan jasa ojek pangkalan dalam kesehariannya. Berawal dari hal inilah, ide brilian untuk menciptakan sebuah sistem transportasi yang lebih efektif dan efisien untuk masyarakat Jakarta pun mulai tercetus.

Nadiem pun sering mengumpulkan informasi dari tukang ojek langganannya dan menemukan fakta bahwa selama ini, tukang ojek sering menghabiskan waktu untuk nongkrong di pangkalan demi menanti penumpang sembari menunggu giliran dengan rekan ojek lainnya. Selama itu pula, Nadiem mendapati fakta bahwa layanan ojek pangkalan selama ini belum memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan terhadap konsumen. Berangkat dari inilah, Nadiem mulai membaca peluang akan sebuah sistem transportasi terpadu yang memanfaatkan keberadaan para tukang ojek pangkalan.

Mengajak serta rekan-rekannya, Nadiem pun mencoba membentuk sebuah sistem transportasi yang membantu masyarakat memperoleh ojek, sekaligus membantu ojek mendapatkan konsumen. Tepat pada tahun 2011, Nadiem pun mendirikan GOJEK yang saat itu sistemnya masih sangat sederhana yakni calon penumpang menghubungi GOJEK lewat telepon atau SMS, lalu GOJEK menyalurkan orderan dengan menghubungi ojek yang meluncur menjemput dan mengantarkan penumpang.

Nadiem Makarim - 2

Berawal di Jakarta dan kemudian di Jabodetabek, pengguna GOJEK pun mengalami peningkatan. Melihat potensi besar yang dimiliki GOJEK, pada tahun 2014 sebuah perusahaan investasi asal Singapura yakni Northstar Group mengucurkan dana yang cukup besar. Kucuran modal itupun semakin membuat Nadiem bersemangat dan melakukan inovasi sehingga GOJEK menjelma menjadi sebuah sistem transportasi online. Tak butuh waktu lama, GOJEK pun meluncurkan sebuah aplikasi yang bisa diakses di smartphone pada tahun 2015 dan membuat mereka mendapat sambutan yang sangat positif.

Dalam waktu yang sangat cepat (hanya hitungan bulan), jumlah pengguna GOJEK pun langsung melonjak drastis terbukti dari total unduhan aplikasi yang menyentuh jutaan kali. Begitu juga dengan jumlah mitra pengemudi yang bergabung, dari 20 orang tukang ojek langsung meningkat jadi puluhan ribu. GOJEK pun langsung menarik perhatian banyak investor hingga akhirnya pada Agustus 2016, GOJEK memperoleh dana raksasa sebesar USD550 juta (sekitar Rp7,2 triliun) dari Konsorsium yang terdiri dari KKR, Sequoia Capital, Capital Group, Rakuten Ventures, NSI Ventures, Northstar Group, DST Global, Farallon Capital Management, Warburg Pincus, dan Formation Group.

Baca juga: Kisah Inspiratif Bos Maicih, Raup Ratusan Juta Perbulan Berkat Keripik Singkong Pedas

Menggunakan skema bagi hasil (80% mitra pengemudi dan 20% perusahaan), GOJEK pun semakin nyaman melakukan perluasan bisnis. Dari ojek, GOJEK pun menyediakan transportasi online mobil lewat GO-CAR dan sistem pembayaran non tunai milik mereka sendiri, GO-PAY. Dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna smartphone, GOJEK pun melakukan ekspansi ke seluruh Indonesia yang membuat jumlah mitra pengemudi mereka menembus jutaan orang. Nadiem pun menawarkan aneka layanan GOJEK lainnya mulai dari urusan kebersihan (GO-CLEAN), pengiriman barang (GO-SEND), layanan antar makanan (GO-FOOD) hingga kebutuhan sehari-hari yang totalnya lebih dari 20 layanan.

Hingga delapan tahun berjalan, GOJEK pun sudah melakukan ekspansi bisnis hingga ke luar negeri yakni Singapura, Vietnam dan Thailand. Kesuksesan GOJEK pun membawa Nadiem ke dalam daftar 150 orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia. Setidaknya diperkirakan total kekayaan suami dari Franka Franklin itu menembus USD100 juta (sekitar Rp1,4 triliun). Di tengah gemerlap bisnis GOJEK, Nadiem pun resmi mengundurkan diri dari posisi CEO GOJEK demi mengemban tugas sebagai Mendikbud. Meskipun begitu, Nadiem masih tercatat dalam susunan Dewan Direksi GOJEK sebagai pemegang saham terbesar yakni 4,81% (sekitar 58.416 lembar).

5 Hal Inspiratif yang Bisa Ditiru dari Nadiem Makarim

Nadiem Makarim - 3

Meraih kesuksesan di usia muda dan total kekayaan yang begitu melimpah, tentu sosok Nadiem sangatlah inspiratif bagi generasi muda. Hanya saja banyak milenial yang merasa rendah diri terlebih dulu karena apakah mungkin mereka bisa meraih kesuksesan secemerlang Nadiem Makarim? Tentu saja bisa! Ada lima hal yang sangat inspiratif yang bisa Anda tiru untuk sukses pula dalam kehidupan. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini!

1. Fokus dalam Menjalani Karier

Melihat rekam jejak perjalanan bisnis Nadiem, memang terbukti kalau pria berdarah Arab ini adalah sosok yang sangat fokus dalam menjalani karier. Setelah lulus dari perguruan tinggi, Nadiem tidak membuang-buang usianya dengan langsung masuk ke dunia kerja. Dirinya pun selalu senantiasa mengembangkan diri dengan banyak belajar. Ketika memperoleh ide untuk mengembangkan GOJEK, Nadiem tidak banyak meragu dengan langsung melepaskan pekerjaannya.

Memulai dari bawah, Nadiem pun memiliki tujuan yang jelas untuk mengembangkan GOJEK yakni membangun sistem transportasi yang mampu membantu masyarakat luas. Dari fakta ini, Anda tentu bisa mempelajari sikap fokus Nadiem dalam menjalani karier. Entah apapun profesi yang Anda geluti mau pengusaha kuliner, investor saham, bisnis properti hingga fotografer sampai kalangan artis, fokuslah dengan profesi dan lakukan sepenuh hati. Dengan begitu Anda bisa memperoleh hasil yang maksimal dan memuaskan.

2. Memanfaatkan Teknologi

Jika melihat ide awal pendirian GOJEK, sebetulnya apa yang ada di benak Nadiem sangatlah sederhana yakni ingin menghubungkan ojek dan calon penumpang. Berangkat dari solusi sederhana itu, Nadiem memanfaatkan teknologi untuk semakin memperluas cakupan bisnis. Hasilnya? Hanya dalam hitungan bulan, jumlah mitra pengemudi dan pengguna GOJEK sudah meningkat luar biasa drastis. Berkat fakta ini, Anda bisa membuktikan bahwa sebuah sektor bisnis yang tampak sederhana atau jadul sekalipun, jika dikelola profesional dengan memanfaatkan teknologi, bakal memberikan dampak yang luar biasa.

Baca juga: Kumpulan Kata Motivasi Sukses dari Bob Sadino, Bikin Makin Semangat Berbisnis!

3. Cerdas Melihat Peluang

Apa yang mampu menjadikan GOJEK sebagai sebuah perusahaan yang sangat unik? Kemampuan Nadiem dalam melihat peluang. Ya, Nadiem adalah seorang pengguna ojek yang sangat peka dan mampu melihat kebutuhan di sekelilingnya. Memahami bahwa ojek butuh penumpang dan masyarakat butuh ojek, membuat Nadiem melahirkan GOJEK. Kelebihan Nadiem dalam membaca peluang inilah yang seharusnya juga dimiliki oleh generasi muda supaya bisa menciptakan lapangan kerja sendiri.

4. Memahami Lapangan Kerja Padat Karya

Seorang pengusaha sukses adalah orang yang bisa bermanfaat bagi lingkungan. Bukan hanya memperkaya diri, Nadiem pun membuktikan bahwa lewat GOJEK, dirinya mampu menciptakan sebuah lapangan pekerjaan yang padat karya. Berawal dari ide sederhana untuk memperbaiki layanan tukang ojek, kini GOJEK sudah memiliki jutaan mitra pengemudi yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemahaman bahwa bisnis yang besar mampu memberikan banyak manfaat inilah menjadi salah satu hal yang sangat inspiratif dari sosok Nadiem.

5. Sangat Inovatif

Inovasi adalah kunci yang paling penting untuk kesuksesan sebuah bisnis. Jika Anda ingin memiliki bisnis yang bertahan lama, selalulah berinovasi. Untuk bisa melakukan hal yang inovatif, Anda harus selalu memahami kebutuhan pasar. Lihat bagaimana GOJEK menjelma dari perusahaan transportasi online menjadi pengantar makanan, pengantar barang hingga kebutuhan kebersihan rumah sampai sistem pembayaran non-tunai? Semua itu bisa terjadi karena memang GOJEK begitu inovatif dalam membaca kebutuhan pasar.

Baca juga: Belajar dari Kerajaan Bisnis Gwyneth Paltrow, ‘Istri’ IRON MAN yang Super Tajir!

Melihat sosok Nadiem Makarim yang sangat luar biasa dalam berbisnis, sebetulnya bukan hal yang sulit jika ingin mengikuti jejaknya. Anda yang ingin berbisnis, bisa meniru hal-hal positif dari sosok Nadiem supaya bisa menjalankan bisnis dengan optimal. Karena pada dasarnya, sebuah bisnis yang sukses itu berawal dari ide sederhana yang dilakukan begitu maksimal, dikelola secara profesional dan dipenuhi berbagai solusi inovatif. Semangat!

Scroll to Top