7 Pertimbangan Generasi Sandwich Saat Beli Asuransi Kesehatan

Pandemi yang sepertinya belum akan usai hingga pertengahan tahun 2021 terlewati, memang membuat banyak orang bermasalah dalam hal finansial. Terutama mereka yang harus menjadi sandwich generation, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Termasuk salah satunya adalah pertimbangan beli asuransi kesehatan.

Seperti yang Anda tahu, pilihan untuk beli asuransi kesehatan dalam kondisi wabah corona ini memang sangat tepat. Meskipun memang perawatan pasien covid ditanggung oleh pemerintah dalam hal ini Kemenkes (Kementerian Kesehatan), ada beberapa kondisi bagi pasien Covid-19 yang harus menanggung biaya sendiri.

Terutama kalau Anda termasuk yang mengalami gejala ringan hingga sedang dan melakukan perawatan di rumah sendiri alias isoman (isolasi mandiri), bisa-bisa harus membeli obat dan vitamin sendiri.

Memang pemerintah sudah menggandeng aplikasi telemedicine online untuk konsultasi dengan dokter dan dapat obat gratis, tapi sejauh ini layanan itu hanya di Jabodetabek.

Sedangkan bagi Anda yang berdomisili di luar Jabodetabek dan mengalami musibah beberapa anggota keluarga terinfeksi virus SARS-CoV-2, mau tak mau harus berjuang dengan menggunakan finansial yang tersisa. Kondisi ini jelas akan menyulitkan dan semua akan jadi lebih baik kalau sebelumnya Anda sudah beli asuransi kesehatan.

Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Cara dan Syarat Klaim Asuransi Kesehatan (Terlengkap)

Kenalan dengan Generasi Sandwich

apa itu generasi sandwich
© Dribbble/Sally Caulwell

Untuk Anda yang kini masih melajang atau sudah berkeluarga dan hanya punya tanggungan pasangan serta anak, tentu beli asuransi kesehatan bukanlah hal yang rumit. Kondisi berbeda dan bikin pusing kalau Anda berstatus sebagai sandwich generation alias generasi sandwich.

Memangnya apa sih generasi sandwich itu?

Lepas dari namanya yang lucu, generasi sandwich justru menjadi sebuah kondisi finansial yang kurang menyenangkan. Biasanya julukan ini diberikan kepada mereka milenial (kelahiran 1981 – 1994) atau generasi Z (kelahiran 1995 – 2010) yang harus menopang finansial dari orangtua dan anak-anak mereka.

Selayaknya sandwich yang isiannya dihimpit oleh dua lembar roti, kondisi finansial generasi sandwich juga terhimpit dua generasi di bawahnya. Di mana kedua generasi itu biasanya orangtua yang kebanyakan baby boomer (kelahiran 1943 – 1964) atau generasi X (kelahiran 1965 – 1980) serta generasi anak-anak mereka yakni kalangan Alpha (lahir setelah tahun 2010).

Tentu bisa dibayangkan jika generasi sandwich menghadapi musibah orangtua mereka yang terinfeksi Covid-19, lalu mendadak buah hati yang masih balita atau anak-anak juga sakit, kondisi finansial jelas bisa limbung. Hal inilah yang membuat generasi sandwich harus segera beli asuransi kesehatan agar memiliki jaring pengaman.

Pentingnya Beli Asuransi Kesehatan Bagi Generasi Sandwich

pentingnya punya asuransi kesehatan
© VectorStock/vectorlab

Tentu tak ada seorang manusia di dunia ini yang ingin jadi tumpuan beban finansial dua generasi sekaligus. Hanya saja tak semua orang beruntung memiliki kebebasan finansial dan mengelola penghasilannya seorang diri. Faktanya berdasarkan survei yang dilansir dari SuperYou by Sequisonline, 50% orang Indonesia memang mengutamakan keluarga.

Sementara sisanya ada yang memilih kesehatan (33%), kebahagiaan (13%) dan kekayaan (4%). Survei ini membuktikan kalau masyarakat Indonesia akan meletakkan urusan keluarga di atas segalanya, termasuk kebahagiaan diri sendiri. Apalagi bagi mereka yang merupakan generasi sandwich, kadang harus banting tulang karena merekalah penopang finansial utama.

Kondisi seperti ini sudah pasti akan melelahkan jiwa dan raga, karena generasi sandwich seolah-olah tak punya waktu istirahat. Mereka yang terus-menerus bekerja demi memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga, sangat rentan mengalami penyakit apalagi di saat pandemi Covid-19 seperti ini. Karena itulah upaya beli asuransi kesehatan sangat penting demi jaminan hidup kelak.

Baca juga: Jenis, Produk dan Tips Memilih Asuransi Kesehatan Untuk Perempuan

Lantaran ada banyak pihak yang menjadi tanggung jawab, ada baiknya Anda juga beli asuransi kesehatan secara tepat. Sehingga dengan begitu ketika mendadak ada anggota keluarga terinfeksi wabah corona atau penyakit kritis lainnya, bisa ditangani dan memperoleh pengobatan tepat dari klaim asuransi, tanpa membuat kondisi finansial diri jadi memburuk.

Hal-Hal Penting Bagi Generasi Sandwich Sebelum Beli Asuransi Kesehatan

Seperti yang sudah Anda tahu, ada banyak sekali produk asuransi kesehatan di Indonesia. Biasanya produk yang ditawarkan melindungi seluruh anggota keluarga inti seperti diri sendiri, pasangan dan anak.

Namun bagi generasi sandwich, mereka juga menanggung biaya kesehatan orangtua, sehingga membuat Anda wajib lebih bijak saat beli asuransi kesehatan.

Supaya tidak keliru dalam menentukan produk asuransi kesehatan, berikut hal-hal penting yang wajib dipertimbangkan oleh sandwich generation:

1. Ketahui Riwayat Kesehatan Keluarga

riwayat kesehatan keluarga
© uplabs/hoangpts

Pertimbangan pertama bagi generasi sandwich sebelum beli asuransi kesehatan adalah dengan mencari tahu riwayat kesehatan keluarga. Anda tentu tahu bahwa seiring bertambahnya usia manusia, akan ada banyak masalah kesehatan yang memerlukan perawatan. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik), populasi lansia (lebih dari 65 tahun) bisa jadi 4x lipat pada 2050.

Hal inilah yang membuat rata-rata harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat jadi 71,7 tahun dari 63,6 tahun.

Namun kondisi ini juga seiring dengan peningkatan penyakit-penyakit berbahaya seperti diabetes dan jantung, yang mana perawatannya butuh waktu lama dan biaya cukup besar. Supaya beban finansial tak besar, asuransi kesehatan sangat membantu.

Agar bisa menentukan produk yang tepat, ada baiknya Anda melakukan MCU (Medical Check Up) untuk kedua orangtua bahkan diri sendiri dan pasangan. Lewat MCU, Anda akan tahu apakah keluarga punya riwayat penyakit berat atau tidak. Jika ada, Anda bisa beli asuransi kesehatan yang menawarkan fasilitas konsultasi hingga rawat inap untuk penyakit kritis.

Namun kalau memang riwayat penyakit keluarga tidak punya rekam jejak penyakit-penyakit degeneratif berbahaya, Anda bisa beli produk asuransi kesehatan sesuai dengan jenjang usia anggota keluarga.

2. Pilih Produk Asuransi Cashless

Dalam setiap urusan penyakit, tentu siapapun ingin ditangani secara cepat dan anti ribet. Apalagi kalau yang sakit adalah orangtua dan dalam kondisi darurat, Anda tentu ingin memperoleh pengobatan dan perawatan yang tepat. Untuk itulah usahakan beli asuransi kesehatan yang memiliki fasilitas cashless alias tanpa bayar dengan uang tunai.

Dengan fasilitas cashless ini, andai orangtua, pasangan atau bahkan buah hati mendadak sakit, Anda bisa langsung membawanya ke fasilitas kesehatan yang sesuai rujukan perusahaan asuransi, melakukan pendaftaran dan pasien ditangani hanya bermodalkan kartu nasabah asuransi. Pihak rumah sakit akan melakukan klaim langsung ke perusahaan asuransi dan semua ditangani cepat.

Namun jika produk yang Anda beli ini tidak punya sistem cashless, mau tak mau Anda harus membayar seluruh biaya pengobatan terlebih dulu baru kemudian mengajukan klaim penggantian biaya alias reimburse ke perusahaan asuransi.

Sangat merepotkan, bukan? Untuk itu bagi Anda yang berpenghasilan bulanan, pilih asuransi kesehatan dengan sistem cashless.

3. Cari Produk dengan Limit Penggabungan

limit produk asuransi
© VectorStock/kittyshow

Satu hal yang perlu Anda ketahui dari produk asuransi kesehatan untuk keluarga adalah adanya limit pertanggungan gabungan. Maksud dari limit ini adalah batas nilai penggantian pengobatan atau perawatan yang dapat diberikan oleh perusahaan asuransi ke nasabahnya, dalam waktu tertentu misalkan satu tahun. 

Baca juga: 5 Asuransi Syariah Terbaik 2021, Mana yang Ingin Anda Pilih?

Tak hanya limit gabungan, beberapa perusahaan asuransi kesehatan menetapkan limit perawatan mulai dari biaya konsultasi, biaya bedah dan lain-lainnya.

Ada juga yang menyamakan limit perawatan dengan limit gabungan, sehingga lebih menguntungkan pemegang polis. Bagi generasi sandwich, produk seperti ini jelas membuat pengeluaran lebih hemat,

4. Pertimbangkan Premi yang Fleksibel

Lantaran generasi sandwich bertanggung jawab atas finansial orangtua, pasangan dan anak, tentu saja kebutuhan kesehatan masing-masing orang tak sama yang berimbas ke besaran premi. Ada baiknya Anda beli asuransi kesehatan yang menawarkan premi fleksibel, sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi.

Misalkan saja untuk anggota keluarga yang muda, tentu tak butuh manfaat penyakit kritis jadi biaya premi lebih terjangkau. Sedangkan untuk orangtua atau mereka dengan riwayat penyakit berat, bisa menggunakan produk dengan manfaat penyakit berbahaya yang tentunya premi lebih besar. 

Adanya premi fleksibel ini juga membuat Anda bisa menambah atau mengurangi manfaat sesuai kondisi. Perusahaan asuransi yang memiliki fasilitas seperti ini sangat layak dipilih, karena dapat menyesuaikan dengan kondisi kesehatan terbaru dan tentunya beban finansial.

5. Bedakan Rekening Keuangan

rekening asuransi
© rawpixel

Fakta bahwa sandwich generation punya beban finansial beragam, tentu saja ada baiknya Anda memiliki lebih dari satu rekening.

Supaya urusan asuransi kesehatan tidak terlupakan, ada baiknya Anda menggunakan rekening khusus untuk biaya premi bulanan. Selain lebih praktis, rekening keuangan yang dibedakan ini membuat Anda lebih mudah mengontrol keuangan.

Bahkan jika perlu, aktifkan juga fitur autodebet pada rekening tersebut. Misalkan saja Anda gajian pada tanggal 25 dan pembayaran premi asuransi tanggal 29, maka setiap tanggal 27 akan ada uang yang otomatis dialihkan dari rekening utama ke rekening khusus asuransi kesehatan.

6. Pilih Produk dari Satu Perusahaan

Ada banyak sekali produk asuransi kesehatan yang ditawarkan di Indonesia. Biasanya untuk mereka yang lansia alias berusia di atas 60 tahun, harus memilih produk berbeda.

Dalam kondisi ini, ada baiknya Anda memilih produk dari satu perusahaan yang sama. Lantaran ada dalam satu perusahaan, tentu proses klaim atau penambahan manfaat bisa dilakukan dengan cepat.

Karena seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kebutuhan kesehatan orangtua yang berusia di atas 65 tahun, tentu berbeda dengan Anda dan pasangan yang masih di usia 30 – 40 tahun, begitu pula dengan buah hati yang masih di bawah 10 tahun. Dengan produk yang berbeda-beda, setiap anggota keluarga akan memperoleh manfaat yang maksimal.

Baca juga: 5 Asuransi Mobil Terbaik 2021 yang Layak Dipilih

7. Sesuaikan dengan Kondisi Finansial

finansial asuransi kesehatan
© Freepik/myflatdesign

Dan inilah tips terakhir beli asuransi kesehatan sekaligus yang paling penting yakni menyesuaikan dengan kondisi finansial. Mau sebagus apapun produk yang Anda pilih dengan manfaat yang sangat istimewa, tak akan bikin tenang kalau malah membebani finansial. Sebagai generasi sandwich, Anda haruslah tahu kondisi finansial terlebih dulu sebelum memilih produk asuransi.

Kalau memang penghasilan pas-pasan, Anda dan pasangan serta anggota keluarga yang lebih muda mungkin ada baiknya menggunakan BPJS Kesehatan saja. Sementara untuk orangtua yang butuh perawatan lebih, pilih produk asuransi kesehatan tambahan dari pihak swasta yang memberikan manfaat penyakit kritis.

Kesimpulan

Dengan menyesuaikan seluruh riwayat kesehatan keluarga dan kondisi kesehatan masing-masing, Anda tentu bakal memperoleh produk asuransi kesehatan yang tepat. Apakah memang sepenting itu punya asuransi kesehatan?

Jawabannya adalah sangat penting!

Apalagi kini dunia tengah dilanda pandemi Covid-19.Generasi sandwich yang sudah beli asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga yang jadi tanggung jawabnya, tentu akan merasa lebih tenang. Tak perlu bingung lagi jika ada yang mendadak sakit dan akhirnya bisa melakukan pekerjaan sehari-hari dengan lebih tenang.

Tinggalkan komentar