Inilah Panduan Beli Reksadana Lewat Aplikasi Online

Saat ini generasi muda first jobber banyak yang mulai mempertimbangkan investasi, seperti reksadana. Hal ini yang membuat mereka mencari informasi cara beli reksadana.

Bukan tanpa alasan kenapa reksadana dipilih banyak generasi muda sebagai aset investasi pilihan. Karena instrumen investasi yang satu ini bisa dibeli dengan modal sangat terjangkau, serta minim risiko.

Anda yang bahkan sama sekali tidak paham investasi tak perlu cemas, karena reksadana pada dasarnya mengumpulkan dana para pemodal untuk dikelola MI (Manajer Investasi). Di tangan MI, dana investor itu dibelikan aset-aset investasi pilihan.

Baca juga: 5 Pilihan Bank Penjual Reksadana Terbaik 2020

Karena itulah, para investor reksadana tak perlu pusing melakukan transaksi di pasar ekuitas, karena semua dilakukan oleh MI. Kemudahan inilah yang akhirnya membuat reksadana sebagai instrumen investasi terbaik bagi para pemula.

Karena tingginya minat akan reksadana inilah, informasi cara beli reksadana sangat dibutuhkan. Tak harus ke bank kustodian atau mendatangi MI, Anda bahkan bisa membeli reksadana melalui aplikasi online dari rumah saja, melalui smartphone pribadi.

Ciri-Ciri Aplikasi Penjual Reksadana Online yang Aman

Sebelum memahami panduan cara beli reksadana, ada baiknya Anda tahu bagaimana sih cara memilih aplikasi penjual reksadana yang berkualitas. Kenapa harus tahu? Supaya Anda tidak menjadi korban oknum penipu, yang menawarkan iming-iming keuntungan reksadana melalui aplikasi abal-abal. Berikut ciri-ciri aplikasi penjual reksadana online yang aman dan terpercaya:

1. Terdaftar Pada OJK

Inilah hal pertama yang harus benar-benar Anda perhatikan saat hendak memilih platform investasi reksadana. Sebagai pengawasan keuangan tertinggi di negara ini, OJK memang menjaga betul iklim investasi dengan hanya memberikan izin resmi kepada pihak yang terpercaya.

Untuk itulah, pastikan saat memilih aplikasi reksadana online, pastikan apakah aplikasi itu sudah memperoleh izin operasional dari OJK atau tidak.

Dengan melakukan investasi reksadana hanya di aplikasi besutan APERD (Agen Penjual Efek Reksadana) resmi yang diawasi dan memperoleh izin dari OJK, maka bisa dipastikan kalau Anda tak perlu cemas. Karena sudah pasti mereka bekerjasama dengan bak kustodian kredibel sehingga bukan merupakan investasi bodong.

2. Menggaet MI Profesional

Biasanya aplikasi-aplikasi APERD akan menggaet MI sebagai pihak yang bakal mengelola dana calon nasabah. Pihak penjual reksadana online yang berkualitas sudah pasti bekerjsama dengan MI yang profesional.

MI yang profesional sudah pasti menjalankan fungsinya dalam mengelola dana nasabah, untuk dikelola dan dibelikan instrumen-instrumen investasi menguntungkan. MI yang profesional juga bikin nasabah lebih tenang, karena mereka akan memberikan informasi seputar reksadana dengan jelas.

Baca juga: 4 Jenis Investasi Reksadana Menguntungkan dan Aman

3. Menjaga Betul Data Pribadi Nasabah

Ketika Anda bergabung di sebuah aplikasi penjual reksadana online, maka akan dibutuhkan sejumlah data pribadi. Data-data pribadi ini jelas akan sangat merugikan kalau bocor, sehingga sangat penting bagi calon investor untuk memilih platform penjual reksadana online yang mampu menjamin keamanan dan kerahasiaan data pribadi.

Agar lebih meyakinkan diri, ada baiknya untuk melihat informasi Kebijakan Privasi pada aplikasi untuk mengetahui aturan-aturan yang ditetapkan perihal data investor.

4. Transaksi Anti Ribet

Ciri-ciri terakhir yang memastikan kalau aplikasi penjual reksadana online itu terpercaya atau tidak adalah perihal transaksi. Yap, siapa sih yang mau melakukan transaksi begitu ribet dan harus menunggu berhari-hari?

Karena itulah, pilihlah agen penjual reksadana yang benar-benar menawarkan transaksi singkat dan mudah. Apalagi dengan perkembangan zaman saat ini, pastikan aplikasi itu memiliki pilihan pembayaran melalui e-wallet atau virtual account, sehingga lebih efektif dan efisien.

Nah, jika Anda sudah memastikan memilih aplikasi sesuai dengan ciri-ciri di atas, maka hal berikutnya yang dilakukan adalah mencari informasi bagaimana cara beli reksadana secara tepat. Dengan begitu Anda bisa langsung melakukan investasi reksadana sekarang juga.

Panduan Beli Reksadana di Aplikasi Online

Pada dasarnya untuk beli reksadana di masa kini tidaklah sesulit dulu. Jika dulu Anda harus datang ke bank kustodian atau pihak MI untuk melakukan penyetoran uang, maka kini tidak lagi.

Melalui aplikasi yang dipasang di smartphone, Anda bisa mengakses portfolio hingga melakukan transaksi penjualan atau pembelian reksadana.

Setidaknya ada empat kategori aplikasi penjual reksadana online yakni aplikasi non-bank seperti Bareksa atau TanamDuit, aplikasi sekuritas seperti IpotFund lalu aplikasi e-marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak, aplikasi reksadana bank dan aplikasi e-wallet untuk reksadana.

Agar lebih jelas lagi dan tidak keliru ketika hendak beli reksadana, berikut ini akan kami berikan panduan pembelian reksadana dari beberapa aplikasi online yang bisa Anda jadikan pertimbangan:

Baca juga: Inilah 6 Faktor Perempuan Bisa Investasi Lebih Baik Daripada Laki-Laki

1. Bareksa

Dimiliki oleh PT Bareksa Portal Investasi, Bareksa pada dasarnya adalah sebuah portal marketplace reksadana, yang memperjual-belikan reksadana secara online.

Sudah beroperasi sejak tahun 2015, popularitas Bareksa memang sangat tinggi karena mereka meurpakan pioneer reksadana online di Indonesia.

Bahkan bisa dibilang klien reksadana yang ditangani Bareksa adalah terbanyak di Tanah Air. Tak main-main, hingga Mei 2019, ada 92 perusahaan MI yang bergabung di Bareksa dengan total dana yang dikelola mencapai Rp1,8 triliun! Bareksa dianggap sangat cocok bagi pemula karena Anda bisa melakukan pembelian reksadana meulai dari Rp10 ribu per transaksi.

Hingga sejauh ini Bareksa menawarkan tiga jenis reksadana yakni reksadana campuran, reksdana saham, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang dan reksdana indeks.

Sebagai platform investasi reksadana non-bank, Bareksa juga menawarkan aplikasi mobile yang mempermudah investor melakukan investasi reksadana. Supaya bisa melakukan transaksi, berikut ini adalah tata cara beli reksadana di Bareksa:

beli reksadana di Bareksa
beli reksadana di Bareksa
  1. Lakukan pendaftaran akun baru terlebih dulu di aplikasi Bareksa. Pastikan Anda sudah mengunduh dan memasang aplikasi Bareksa di smartphone
  2. Setelah masuk ke aplikasi Bareksa, pilih menu LOGIN lalu DAFTAR BARU
  3. Masukkan NIK yang dibutuhkan dan pilih MULAI PROSES
  4. Lengkapi informasi data diri sesuai dengan yang tertera di KTP dan NPWP. Jangan lupa masukkan email dan password akun Bareksa, supaya Anda bisa login setiap waktu
  5. Tentukan profil risiko yang sesuai dengan kemmapuan finansial Anda, lalu klik LANJUTKAN
  6. Masukkan token yang dikirim ke nomor HP yang didaftarkan ke aplikasi Bareksa sebagai tahapan verifikasi akun. Setelah itu Anda tinggal melakukan verifikasi rekening dan tanda tangan elektronik. Tunggu akun sampai terverifikasi yang informasinya akan dikirim ke email
  7. Kalau akun sudah verifikasi, maka Anda bisa langsung melakukan login untuk memulai transaksi menggunakan email dan password yang sudah dibuat sebelumnya
  8. Setelah login, Anda bisa pilih tombol REKSADANA ONLINE lalu BELI REKSADANA di tampilan Marketplace Reksadana Bareksa. Anda bisa menentukan sendiri jenis, MI dan nama produk reksadana yang ditawarkan sesuai dengan profil risiko masing-masing. Jika tak mau ribet, Anda bisa langsung menuliskan keyword reksadana di kolom pencarian dan kemudian klik BELI
  9. Masukan jumlah pembelian dengan angka sesuai budget yang Anda miliki. Jangan lupa untuk melakukan centang pada kolom pernyataan Anda sudah membaca dan menyetujui isi Prospektus. Setelah itu pilih tombol KONFIRMASI
  10. Lakukan pembayaran ke rekening yang sudah ditentukan oleh Bareksa serta memasukkan No. Order di Berita Transfer agar mempermudah proses verifikasi pembelian reksadana
  11. Terakhir Anda bisa langsung melakukan KONFIRMASI PEMBAYARAN dengan mengunggah bukti transfer ke rekening tujuan Bareksa

Baca juga: Cara Cerdas Investasi Untuk Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Selesai, Anda sudah memahami cara beli reksadana di Bareksa dan tinggal menunggu konfirmasi pembelian. Jika semua lancar, maka reksadana yang sudah dibeli bakal langsung masuk dan bisa dicek di halaman portfolio.

2. IpotFund

Berbeda dengan Bareksa yang adalah platform investasi reksadana non-bank, IpotFund merupakan platform investasi reksadana sekuritas. Di mana IpotFund adalah aplikasi milik Indo Premier Sekuritas yang berstatus sebagai sekuritas swasta terbesar di Indonesia.

Sebagai sekuritas lokal, Indo Premier Sekuritas yang sudah mengantongi izin OJK ini meluncurkan IpotFund pada April 2014.

Lewat IpotFund, layanan transaksi reksadana bisa dilakukan dengan skema free of charge atau gratis biaya. Tak heran kalau akhirnya hingga Desember 2019, ada 232 reksadana ditawarkan dengan 40 MI yang terdaftar.

Untuk bisa melakukan investasi reksadana di IpotFund, modal awal minimal adalah Rp100 ribu. Anda bisa memilih empat jenis reksadana yakni campuran, saham, pendapatan tetap dan pasar uang. Agar tidak bingung, berikut ini adalah cara beli reksadana di aplikasi IpotFund:

beli reksadana di IpotFund
beli reksadana di IpotFund
  1. Agar bisa beli reksadana di IpotFund, Anda haruslah memiliki rekening terlebih dulu. Untuk pembukaan rekeningnya bisa dilakukan di website resmi Indo Premier Sekuritas dengan memilih OPEN AN ACCOUNT lalu tentukan UMUM atau SYARIAH
  2. Isi formulir dengan data-data pribadi yang diminta secara lengkap, termasuk NPWP. Anda harus mencetak formulir pendaftaran dan mengirimkannya ke kantor cabang Indo Premier Sekuritas terdekat
  3. Jika Anda sudah berhasil membuka rekening, akan memperoleh User ID dan password untuk masuk ke aplikasi IpotFund. Agar bisa beli reksadana, pastikan Anda mentransfer dana ke RDI (Rekening Dana Investasi) milik nasabah di bank BCA. RDI ini memang jadi jalur keluar-masuk uang untuk transaksi reksadana
  4. Kalau Anda saldo RDI sudah terisi, Anda bisa langsung beli reksadana dengan login ke aplikasi IpotFund lalu pilih REKSADANA dan LIST REKSADANA yang akan memperlihatkan daftar reksadana, jenis produk sekaligus MI yang bisa Anda pilih
  5. Dalam daftar reksadana itu, juga terdapat indikator yang menampilkan kinerja reksadana, sehingga bisa jadi pertimbangan investor. Kalau sudah menentukan pilihan, Anda bisa pilih BUY
  6. IpotFund akan menampilkan halaman baru yang berisikan informasi jumlah investasi sekaligus dana yang tersedia pada RDI Anda. Kalau saldo RDI mencukup membeli produk reksadana, Anda bisa pilih CONFIRM dan kemudian tunggu proses pembelian reksadana diproses oleh IpotFund

Baca juga: Mau Investasi Reksadana? Perhatikan 8 Tips ini Untuk Pemula!

3. Tokopedia/Bukalapak

Sebagai dua raksasa marketplace asli Indonesia, Tokopedia dan Bukalapak sama-sama menjual produk-produk reksadana.

Bahkan Bukalapak melalui fitur BukaReksa, sudah mulai berjualan reksadana sejak pertengahan 2017 silam. Agar bisa membeli reksadana di BukaReksa milik Bukalapak, Anda wajib menyetorkan modal awal maksimal Rp1 juta.

Jika dalam kurun waktu 20 hari tak ada pendaftaran, uang pembelian bakal dikembalikan ke BukaDompet. Setidaknya ada 10 produk reksadana yang dijual di BukaReksa.

Sementara itu untuk Tokopedia, penjualan produk reksadana baru dimulai pada Februari 2018s aat mereka bekerjsama dengan Syalendra Group untuk menjual Syailendra Dana Kas (SDK) dan Syailendra Capital.

Untuk pembelian reksadana di Tokopedia, modal awal yang dibutuhkan sangat terjangkau yakni mulai Rp10 ribu. Tak hanya itu, Tokopedia juga menawarkan keuntungan 6,5% per tahun serta bebas pajak.

Agar bisa membeli reksadana di kedua platform ini, pastikan Anda sudah mengunduh dan memasang aplikasi Bukalapak atau Tokopedia di smartphone pribadi.

Tata Cara Beli Reksadana di Bukalapak

beli reksadana di Bukalapak
© Bukalapak
  1. Pilih menu BukaReksa lalu klik DAFTAR SEKARANG dan isi formulir pendaftaran sesuai dengan data
  2. Lantaran BukaReksa bekerjasama dengan Bareksa, maka jika Anda sudah mendaftar terlebih dulu pada Bareksa, bisa menggunakan email Bukalapak yang sama dengan email daftar Bareksa
  3. Jika tahapan verifikasi data dan pendaftaran sudah selesai, maka Anda bisa langsung melakukan login di Bukalapak. Jangan lupa untuk memilih menu BukaReksa
  4. Tentukan produk reksadana yang hendak dipilih, jika sudah maka Anda bisa klik tombol BELI dan memasukkan uang yang hendak diinvestasikan ke BukaReksa. Supaya tidak keliru dalam membeli reksadana, jangan lupa untuk selalu baca Prospektus

Proses pembelian reksadana biasanya akan diproses selama dua hari kerja oleh pihak Bukalapak. Kalau transaksi berhasil. maka orderan reksadana bakal masuk ke dalam portfolio yang Anda miliki

Tata Cara Beli Reksadana di Tokopedia

beli Reksadana di Tokopedia
© Trikinet
beli Reksadana di Tokopedia
© Trikinet
  1. Setelah membuka aplikasi Tokopedia, Anda bisa membuat akun untuk membeli reksadana dengan cara pilih menu KEUANGAN-REKSADANA lalu MULAI INVESTASI
  2. Anda akan diminta untuk mengisi formulir, pastikan mengisi dengan data yang valid, unggah kartu identitas serta membubuhkan tanda tangan digital. Jika sudah lengkap, tinggal pilih tombol SELESAI
  3. Tokopedia akan melakukan proses verifikasi data dan akan mengirimkan email konfirmasi
  4. Masuk ke aplikasi Tokopedia menggunakan email dan password yang sudah dibuat. Untuk membeli reksadana, pilih menu KEUANGAN-REKSADANA lalu BELI
  5. Berbeda dengan Bukalapak, hanya ada satu jenis produk reksadana yang disediakan oleh Tokopedia yakni SDK yang merupakan reksadana pasar uang
  6. Untuk membeli reksadana, langsung saja masukkan nominal dana yang dimiliki dengan aturan minimal Rp10 ribu, lalu pilih tombol BELI REKSADANA
  7. Pilih jenis pembayaran yang paling mudah dan sesuai, lalu lakukan transfer sesuai dengan metode yang dipilih. Jika Anda melakukan transfer dana sesuai anjuran Tokopedia, maka secara otomatis akan ada pemberitahuan transaksi pembelian reksadana berhasil

Baca juga: Mudah dan Murah, 10 Cara Investasi Emas Tanpa Beli Fisiknya

Kesimpulan

Melihat ulasan di atas, tentu bisa dipastikan kalau tahapan beli reksadana tidaklah sulit. Yang paling utama adalah pastikan Anda mengetahui ciri-ciri platform penjual reksadana online terpercaya. Beruntung saat ini pembelian aset investasi minim risiko ini bisa dilakukan lewat aplikasi, sehingga Anda bisa membeli reksadana kapan pun dan di manapun asalkan bermodalkan smartphone. Pastikan Anda mengelola dana investasi secara tepat dan bijaksana dengan bantuan MI, supaya memperoleh keuntungan maksimal dari reksadana.

Tanya Jawab ;

1. Bareksa

1. Lakukan pendaftaran akun baru terlebih dulu di aplikasi Bareksa. Pastikan Anda sudah mengunduh dan memasang aplikasi Bareksa di smartphone

2. Setelah masuk ke aplikasi Bareksa, pilih menu LOGIN lalu DAFTAR BARU

3. Masukkan NIK yang dibutuhkan dan pilih MULAI PROSES

4. Selanjutnya baca selengkapnya artikel ini

2. IpotFund

1. Agar bisa beli reksadana di IpotFund, Anda haruslah memiliki rekening terlebih dulu. Untuk pembukaan rekeningnya bisa dilakukan di website resmi Indo Premier Sekuritas dengan memilih OPEN AN ACCOUNT lalu tentukan UMUM atau SYARIAH.

2. Isi formulir dengan data-data pribadi yang diminta secara lengkap, termasuk NPWP. Anda harus mencetak formulir pendaftaran dan mengirimkannya ke kantor cabang Indo Premier Sekuritas terdekat.

3. Baca selengkapnya artikel ini

3. Tokopedia/Bukalapak

1. Pilih menu BukaReksa lalu klik DAFTAR SEKARANG dan isi formulir pendaftaran sesuai dengan data.

2. Lantaran BukaReksa bekerjasama dengan Bareksa, maka jika Anda sudah mendaftar terlebih dulu pada Bareksa, bisa menggunakan email Bukalapak yang sama dengan email daftar Bareksa.

3. Baca selengkapnya artikel ini

Bagikan ;