Apa Itu Rupiah Digital Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya

Bank Indonesia akan segera terbitkan rupiah digital. Apa itu rupiah digital dan bagaimana cara mendapatkannya? Mari kita simak ulasan berikut.

Bank Indonesia resmi meluncurkan kerangka desain rupiah digital yang diberi nama proyek Garuda.

Rupiah digital nantinya akan menjadi alat transaksi yang sah di Indonesia.

Secara prinsip rupiah digital sama dengan uang logam dan kertas yang selama ini kita ketahui.

Bahkan desainnya akan dibuat hampir sama, misalnya uang digital 100ribu akan punya logo NKRI termasuk foto pahlawan seperti Soekarno dan Muhammad Hatta.

Uang rupiah digital akan menjadi alat transaksi yang bisa digunakan masyarakat untuk bertransaksi di mana saja termasuk e-commerce bahkan metaverse.

BI mencanangkan akan ada dua jenis rupiah digital, pertama yaitu Rupiah Digital World Sales yang mempunyai cakupan akses terbatas dan hanya didistribusikan untuk melayani transaksi wesel.

Kedua rupiah digital ritel yaitu dengan cakupan akses yang terbuka untuk publik dan didistribusikan transaksi ritel.

Uang rupiah digital ritel akan dapat digunakan masyarakat luas layaknya uang kertas dan uang logam.

Masyarakat bisa mendapatkan rupiah digital dari peritel atau retailer yang sudah mendapat izin dari BI. Retailer bisa lembaga keuangan berupa bank maupun non bank.

Menurut ketua umum Perbanas Kartika Wirjo Atmojo, dengan adanya rupiah digital ini otomatis akan membuat uang kertas jadi berkurang dan bahkan uang logam pun akan ikut pensiun.

Rupiah Digital Bukan E-Wallet atau Kripto

Pertanyaan ini menjadi yang sering muncul pada beberapa hari setelah pengumuman dari BI mengenai rupiah digital.

Tentu berbeda ya, karena rupiah digital merupakan alat pembayaran. Sedangkan E-wallet adalah dompet elektronik yang hanya menyimpan angka.

Kalau rupiah digital aka nada tampilan gambarnya seperti uang fisik yang diadaptasi menjadi digital.

Begitu pula berbeda dengan kripto, karena kripto kan aset digital. Jadi sampai sini paham kan bedanya?

Wholesaler dan Retailer

Rupiah digital akan diedarkan oleh Bank Indonesia melalui Wholesaler dengan skema menukarkan rekening giro milik wholesaler yang ada di BI dengan rupiah digital.

Dalam tahap pertama, rupiah digital hanya bersifat on demand saja. Rupiah digital akan dicatat dalam sebuah fungsi yaitu khasanah digital rupiah (KDR).

Ketika rupiah digital tercatat keluar dari BI, secara otomatis dia keluar dari KDR.

Kemana wholesaler akan mendistribusikan rupiah digital? Tentu ke para pengecer alias retailer yang juga sudah mendapat izin oleh Bank Indonesia.

Rencananya jumlah retailer kan lebih banyak dari wholesaler untuk memudahkan masyarakat yang ingin memiliki rupiah digital.

Karena tugas utama retailer adalah mendistribusikan rupiah digital kepada masyarakat luas.

BI mengatakan bahwa masyarakat bisa menukarkan uang yang dimiliki mulai dari uang kertas, logam, sampai uang yang ada di rekening dengan rupiah digital.

Uang rupiah digital juga bisa ditukar kembali dengan uang rupiah fisik. Saat rupiah digital ditukar dengan rupiah fisik, maka dia sudah berada pada siklus terakhirnya. Yaitu siklus pemusnahan atau redemption.

Untuk menukar rupiah digital dengan rupiah fisik, masyarakat harus datang ke wholesaler atau retailer untuk menukarkan rupiah digitalnya ke uang yang lain seperti uang kertas atau uang logam.

Baca juga: 5 Jenis Aset Mirip Cash, Dijamin Lebih Cuan!

Begitu pula rupiah digital bisa ditukar menjadi angka – angka pada rekening bank, fintech, dan e-wallet.

Jadi bagaimana menurut Anda? Apakah rupiah digital memang benar – benar dibutuhkan oleh masyarakat atau e-Wallet dan transfer rekening sudah cukup menjadi opsi selama ini?

Tulis pendapat Anda di kolom komentar ya, terimakasih.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar