Pengertian, Untung dan Rugi Bisnis Afiliasi, Tertarik?

Tak bisa dipungkiri bahwa penggunaan internet di Indonesia memang luar biasa tinggi. Bahkan menurut Kominfo, ada peningkatan sebesar 11% untuk pengguna internet di Tanah Air pada tahun 2021 ini. Dimana jika di 2020 ada di kisaran 175,4 juta pengguna, saat ini melambung hingga 202,6 juta. Fakta ini jelas membuat internet menjadi pilihan terbaik untuk berbisnis termasuk affiliate marketing atau yang kerap disebut juga sebagai bisnis afiliasi.

Tentu bagi Anda yang merupakan pengguna internet, kerap melihat orang-orang melakukan bisnis afiliasi ini di media sosial mereka. Mayoritas memang mereka yang memiliki akun dengan jumlah pengikut alias follower cukup besar. Bekerjasama dengan marketplace atau e-commerce, para pelaku affiliate marketing ini mempromosikan produk kepada orang lain dan akhirnya memperoleh keuntungan tersendiri.

Terdengar sama seperti makelar?

Sebetulnya tidak sepenuhnya sama. Meskipun memang baik pelaku bisnis afiliasi dan makelar sama-sama bertindak sebagai penghubung dua pihak yang saling berkepentingan, dalam hal ini adalah penjual dan calon pembeli. Hanya saja dalam perkembangannya, affiliate marketing ini banyak diminati oleh content creator seperti Youtuber, influencer media sosial, fotografer hingga blogger. Seperti apa potensinya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Tips Menjalankan Affiliate Marketing untuk Penghasilan Tambahan

Pengertian Bisnis Afiliasi yang Harus Anda Tahu

via The Balance Small Business

Secara mudahnya, affiliate marketing adalah salah satu model bisnis masa kini yang dilakukan di dunia maya alias internet, dan bisa jadi sumber penghasilan menjanjikan. Para pelaku bisnis afiliasi terikat pada sebuah sistem penjualan produk dari instansi, perusahaan atau lembaga. Di mana ketika produk-produk itu laku terjual, maka pelaku afiliasi ini akan memperoleh komisi sesuai dengan kesepatan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Lantaran dilakukan di internet, sudah pasti target dari pelaku afiliasi ini adalah pengguna internet. Ketika Anda tergabung dalam program affiliate marketing ini, Anda bakal memperoleh tautan afiliasi yang menjadi sarana promosi. Tautan itu bisa disematkan di profil atau feed media sosial, unggahan artikel di blog maupun website, sampai konten yang Anda unggah di YouTube. Tentunya semua konten yang diunggah itu bisa berupa hard atau soft selling mengenai produk yang ditawarkan.

Nanti ketika ada pengguna internet yang tertarik, membuka tautan afiliasi dan melakukan transaksi produk, maka Anda bakal memperoleh komisi dari setiap pembelian. Tentu melihat sistem kerja dan pengertiannya, dapat disimpulkan kalau affiliate marketing ini memang merupakan model bisnis yang sudah pasti sama-sama menguntungkan pemilik produk dan si pemasar alias affiliaters. Secara umum, besar komisi yang ditawarkan biasanya sebesar 20% sampai 50% dari harga produk yang dijual.

Jenis-Jenis Bisnis Afiliasi yang Dapat Dipertimbangkan

© Deposit Photos

Dengan semakin tingginya pengguna internet, dunia maya memang menjadi tempat yang begitu menjanjikan untuk berjualan dan memperoleh penghasilan. Apalagi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia sejak tahun 2020 lalu, semakin mendorong tingginya penggunaan internet. Bahkan mereka yang kehilangan pekerjaan offline, berhasil menemukan mata pencaharian baru di internet, seperti bisnis afiliasi.

Hal inilah yang akhirnya membuat bisnis affiliate marketing ini terus berkembang dan mempunyai beberapa jenis berbeda. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya yang bisa Anda pertimbangkan untuk mencoba bergabung:

1. Pay Per Click (PPC)

Seperti namanya, jenis affiliate marketing yang satu ini tergantung dengan klik pengguna internet. Di mana Anda sebagai si pemasar memperoleh komisi dari jumlah klik pada tautan afiliasi yang dipasangkan. Misalnya saja Anda memiliki website atau blog pribadi, lalu memasang iklan PPC dalam bentuk banner maupun berupa backlink dalam artikel. Nantinya setiap pengunjung website yang meng-klik iklan atau tautan afiliasi itu, akan dihitung sebagai komisi yang bakal Anda peroleh.

Jenis afiliasi PPC ini memang termasuk yang terbanyak dipilih karena dianggap paling menguntungkan bagi pemasar. Hanya saja jumlah komisi PPC ini yang biasanya yang terkecil, lantaran pengguna internet belum tentu langsung melakukan transaksi.

2. Pay Per Lead (PPL)

Berbeda dengan PPC, PPL lebih mengarahkan pengguna internet untuk selangkah lagi melakukan transaksi. Karena dalam konsep PPL, Anda sebagai pemasar bakal memperoleh komisi dari banyak sedikitnya pengguna internet yang berhasil diajak melakukan pendaftaran sebagai member dari sebuah website atau marketplace. Salah satu platform yang menawarkan afiliasi jenis PPL ini adalah Affiliasi Cloap.

3. Pay Per Sale (PPS)

Nah, inilah jenis bisnis afiliasi yang paling banyak ditawarkan oleh marketplace baik platform online shop kelas dunia seperti Amazon, eBay dan Clickbank atau e-commerce lokal. Seperti namanya, PPS memberikan komisi kepada pemasar berdasarkan sedikit banyaknya pengguna internet yang melakukan transaksi atau pembelian, lewat tautan afiliasi.

Baca juga: 5+ Tips Cara Mendapatkan Uang Monetisasi Youtube dan Blog | Adsense

Beberapa marketplace lokal yang menawarkan afiliasi jenis PPS ini seperti Lazada, Bhinneka, Gramedia, Jagoanhosting sampai Masterweb. Biasanya untuk jenis PPS ini, komisi yang ditawarkan sebesar 3% – 7% setiap transaksi. Jadi kalau Anda berhasil membuat 10 orang melakukan transaksi dengan nilai masing-masing Rp1 juta dalam sehari, Anda bakal mendapat komisi mulai Rp300 ribu.

Inilah Keuntungan yang Ditawarkan Bisnis Afiliasi

via Travelpayouts

Setelah Anda paham beberapa jenis dari bisnis afiliasi, tentu bisa mempertimbangkan untuk mencoba salah satu di antaranya. Supaya makin yakin, berikut akan kami bahas beberapa keuntungan yang ditawarkan oleh affiliate marketing:

1. Minim Modal

Inilah keuntungan pertama yang ditawarkan bisnis afiliasi dan membuat banyak orang terpikat. Yap, tidak seperti kebanyakan bisnis yang harus menyediakan modal awal sangat besar seperti untuk menciptakan produk hingga strategi marketing, jualan lewat program afiliasi hanya membutuhkan gawai dan akses internet saja. Anda tak harus punya perangkat komputer canggih, karena para pemasar bisa melakukan tugasnya dengan smartphone yang digunakan sehari-hari.

Apapun platform Anda di dunia maya baik media sosial maupun website, affiliate marketing dapat dilakukan dengan sangat mudah tergantung jenis yang Anda pilih. Anda bahkan tak perlu repot-repot bayar biaya lisensi seperti halnya bisnis waralaba.

2. Bisa Jual Banyak Produk

Hanya bisa berjualan satu produk dengan affiliate marketing? Salah besar. Justru karena berjualan di dunia maya, Anda bebas menawarkan apapun kepada para penggunanya. Apalagi kalau Anda bergabung di program afiliasi milik marketplace, Anda bahkan diberi kebebasan memilih kategori produk sesuai niche branding yang dimiliki. Bahkan Anda bisa memilih produk secara random yang tentunya disesuaikan dengan target pasar serta komisi nantinya.

3. Tak Perlu Pengalaman

Keunggulan berikutnya dari bisnis afiliasi ini adalah bisa dilakukan oleh siapapun bahkan mereka yang minim pengalaman seperti generasi Z yang baru lulus sekolah atau kuliah. Lantaran bertanggung jawab atas diri sendiri, Anda juga tidak membutuhkan karyawan sehingga tak perlu cemas jika pertama kali tergabung sebagai pemasar dan mulai mengenalkan produk ke pengguna internet.

4. Anti Ribet

Bisa dibilang ini adalah kelebihan dari affiliate marketing yang membuat banyak orang tertarik yakni anti ribet. Yap, sebagai seorang pemasar, Anda tak perlu menanggung berbagai biaya yang biasanya jadi beban reseller. Mulai dari biaya pemrosesan order sampai melakukan pengiriman. Tak heran kalau konsep bisnis ini sangat sesuai untuk IRT (Ibu Rumah Tangga) yang sehari-hari sibuk dengan urusan keluarga, maupun Anda yang masih bekerja. Bahkan Anda bisa memperoleh komisi saat tidur.

5. Risiko Kecil

Cemas memulai bisnis karena khawatir rugi barang yang sudah disediakan tidak laku? Tenang saja. Anda tak akan mengalami hal itu lewat bisnis afiliasi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pemasar tak perlu repot-repot menyediakan modal dan menyiapkan stok barang di rumah. Anda hanya perlu memasang tautan afiliasi, sehingga calon pembeli langsung melakukan transaksi dengan penjual. Anda pun tidak berkewajiban bertanggung jawab atas adanya cacat orderan atau transaksi bermasalah.

Inilah Kerugian yang Wajib Diwaspadai dari Bisnis Afiliasi

via Web Diamond Lady

Kendati memiliki banyak sekali kelebihan, affiliate marketing rupanya tidak lepas dari beberapa potensi kerugian yang juga bisa dialami oleh pemasar. Tak perlu terlalu cemas, karena ulasan ini hanya untuk membuat Anda lebih waspada ke depannya. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

Baca juga: 9 Rahasia Jualan Laris Manis di Facebook Bagi Pemula

1. Penghasilan Tidak Tentu

Dari penjelasan beberapa jenis affiliate marketing di atas, kesamaannya adalah komisi tergantung oleh banyak-sedikitnya pengguna internet yang melakukan aksi. Hal ini berarti penghasilan seorang pemasar sangatlah tergantung pihak lain. Kalau tautan afiliasi itu tidak ada yang meng-klik, maka sudah dipastikan Anda tak memiliki penghasilan. Tentu saja hal ini akan cukup merugikan dan sangat menantang bagi Anda yang menjadikan affiliate marketing sebagai profesi utama.

2. Tidak Punya Aset

Di era serba teknologi seperti saat ini, data pelanggan adalah hal utama yang bisa meningkatkan omzet. Karena data pelanggan akan membuat Anda mampu merancang strategi penjualan. Hanya saja sebagai pemasar dalam bisnis afiliasi, kekurangan terbesarnya adalah Anda tidak memiliki aset data pelanggan. Di mana calon pembeli hanya meng-klik tautan afiliasi dan seluruh transaksi dilakukan dengan calon pembeli langsung.

3. Persaingan Ketat

Dan inilah kerugian terakhir dari affiliate marketing yakni persaingan yang sangat ketat. Disebabkan oleh tingginya pengguna internet, membuat banyak orang juga tertarik menjadi pemasar afiliasi. Jadi bukan tak mungkin ketika Anda berjualan sebuah produk dan memasang tautan afiliasi, ternyata orang lain juga melakukan hal sama dan memperoleh komisi lebih besar berkat konten yang lebih menarik.  Tak heran kalau para pemasar afiliasi ini harus selalu berpikir kreatif.

Cara Bisa Terlibat Dalam Program Bisnis Afiliasi

Bagaimana? Sangat menarik sekali bukan bisnis afiliasi? Dengan banyaknya keuntungan yang ditawarkan dan tantangan yang bisa ditemui, affiliate marketing kini memang sangat digandrungi oleh milenial dan generasi Z. Terutama mereka yang memiliki pengikut sangat banyak di media sosial, bisa memanfaatkan hal tersebut dalam mengajak orang lain untuk meng-klik tautan afiliasi agar memperoleh komisi.

Baca juga: Mengenal Digital Marketing, Hal-Hal Mendasar Sampai Tren di 2021

Lantas, bagaimana sih agar bisa bergabung dalam program affiliate marketing ini?

Tidak sulit kok. Saat ini hampir semua marketplace di Indonesia pasti menawarkan program afiliasi yang bisa Anda pilih. Yang pasti, Anda harus tahu terlebih dulu soal seluk beluk afiliasi termasuk bagaimana merancang konten menarik. Siapkan juga modal materi seperti gawai dan internet, serta modal non materi seperti tekad kuat agar selalu bersemangat menawarkan produk. Asalkan Anda menawarkan produk dengan menarik, siapapun pasti akan meng-klik tautan afiliasi.

Bukan tak mungkin dengan usaha yang gigih, bisnis afiliasi bisa menjadi profesi yang memang luar biasa menjanjikan dan mampu memberikan hasil besar. Jadi, tetap semangat mencoba, ya!

Tinggalkan komentar