Bisnis Bibit Tanaman, 5 Langkah Mudah Memulainya

Jika kamu masih memiliki lahan di sekitar rumahmu, menjual aneka bibit tanaman merupakan salah satu alternatif untuk memanfaatkan lahan.

Dimulai dari mencari benih berupa biji atau cangkokan dari tanaman apa yang kamu suka. Karena jika kamu sudah suka merawatnya maka peluang untuk mengembangkannya sebagai bisnis lebih mudah.

Bisnis bibit tanaman ini mudah dilakukan meski dengan modal yang terbatas, kamu hanya butuh membeli polybag plastik dan tanah sebagai media tanam. Tanah kamu bisa mendapatkannya dengan gratis karena berasal dari lahan kita sendiri.

Prospek bisnis bibit tanaman sangat menjanjikan. Selain karena permintaan produksi buah yang semakin meningkat, juga tersedianya banyak lahan untuk bercocok tanam.

Tren di kalangan pembibit tanaman buah tidak bedanya dengan yang terjadi di tanaman hias. Namun, lonjakan harga bibit tanaman buah tidak sehebat loncatan harga tanaman hias.

Dengan banyaknya informasi yang didapat, kamu akan lebih mudah memutuskan jenis tanaman buah apa saja yang akan diproduksi. Pertimbangan ini terkait juga dengan umur bibit.

Jika bibit tidak terjual, otomatis tanaman tetap tumbuh membesar dan menjadi tanaman produksi, bukan lagi disebut tanaman bibit. Situasi ini tentunya akan merugikan pengusaha pembibitan tanaman buah.

1. Persiapkan Lahan

Persiapkan Lahan

Mempersiapkan lahan adalah tugas utama kamu untuk mengawali bisnis ini. Lahan sebaiknya datar agar kamu mudah menata bibit.

Beberapa bibit tanaman tidak disarankan terkena sinar matahari terlalu banyak, maka disarankan untuk menyediakan area yang tertutup, cukup dengan atap jaring untuk mengurangi sinar yang masuk ke bawah.

Kamu harus menyukai aktivitas berkebun atau bercocok tanam, tentunya apabila kamu menyukainya pasti kamu akan mudah untuk menguasai dan mengerti tentang bagaimana menanam yang baik, tanaman apa yang laku di pasaran dan apa yang diinginkan serta dibutuhkan oleh konsumen.

2. Cari Bibit Unggul

Cari Bibit Unggul

Kunci dari kesuksesan bisnis bibit ini adalah dari bibit yang kamu tanam. Misalnya mangga, ada banyak sekali jenis mangga seperti mangga gedong, arumanis, manalagi, malibu, atau mangga madu.

Pilih satu atau dua jenis mangga yang terbaik dan paling dicari orang. Karena kalau kamu membibit mangga yang jenisnya tidak enak maka tidak ada yang ingin membeli.

Kunci dalam mendapatkan bibit ini adalah kejujuran dari supplier, karena tentu jenis bibit pohon mangga semua bentuknya sama ketika masih berupa biji. Kita baru bisa tahu bedanya setelah itu berbuah, ya kan?

Ada dua jenis bibit, yaitu biji dan tangkai hasil stek atau cangkok. Kalau bisa kamu cari bibit yang masih dalam bentuk biji karena harganya lebih murah, karena kamu hanya membeli bijinya saja.

Namun jika sudha berupa batang maka biasanya dia sudah ditanam dalam polybag kecil. Maka selain kamu membeli batang tersebut, harga jual dari supplier juga mencakup harga media tanam dan polybagnya.

Maka cari supplier yang bisa kamu percaya, sukur yang kamu kenal dan dekat. Sehingga bisa saling terbuka tentang bagaimana kualitas jenis tanaman itu ketika berbuah nanti.

Mulailah pembibitan setidaknya dengan dua atau tiga jenis tanaman yang menurutmu paling dicari di daerahmu.

2. Mulai Menanam

Mulai Menanam

Jika kamu sudah mendapatkan bibit yang unggul, maka selanjutnya adalah menanam. Biji yang sudah kamu dapatkan itu rendam terlebih dahulu setidaknya selama satu hari. Agar lembab dan merangsang pertumbuhan akar muda dari biji tersebut.

Siapkan terlebih dahulu media tanam berupa sekam, pupuk kompos, dan tanah. Ketiga bahan ini yang akan kita masukkan dalam satu wadah polybag sebagai tempat kamu menanam harapan biji tanaman.

Biasanya dalam satu wadah polybag, komposisi dari ketiga bahan diatas masing-masing sepertiga, urutannya adalah pupuk kompos untuk paling bawah, kemudian tanah, lalu taruh bibit tanaman di lapisan tanah kemudian paling atas adalah sekam. Sehingga setelah tiga bahan tersebut dimasukkan maka sudah memenuhi polybag.

Rawat bibit tanaman tersebut dengan menyirami air setiap hari, pantau apakah sudah tumbuh tunasnya. Jika sudah sampai muncul batang kecil, maka beri dia alat bantu berupa bilah bambu disamping batang tersebut untuk menjaga agar batang kecil itu bisa berdiri tegak lurus. Karena kalau batangnya tumbuh miring, ini akan mengurangi harga jual.

3. Mulai Menjual

Mulai Menjual

Jika tanamanmu batangnya sudah mulai mengeras dan tumbuh, dia sudah siap untuk dijual. Setidaknya kamu sudah bisa mempostingnya di grup facebook pecinta tanaman, atau komunitas jual beli di kotamu.

Jangan lupa beri nama yang bagus dan berhubungan dengan tanaman misalnya Joko Farm, Kebun Joko, Agro Surya, atau yang menurutmu enak diucapkan dan diingat.

Buat akun di Instagram dan facebook ya, karena dua media sosial ini yang cenderung paling sering digunakan orang untuk berjualan.

Baca juga : 6 Tips Memulai Bisnis Es Krim Dengan Modal dan Sumberdaya Minim

Buat kamu yang anak millenial jangan mencibir kekuatan facebook untuk berjualan, karena hanya di facebook yang punya grup komunitas jual beli apa saja.

Kalau tidak percaya, coba deh ketik di pencarian dengan kata kunci komunitas jual beli, pasti kamu heran karena saking lengkapnya item yang dijual.

4. Menentukan Harga

manajer keuangan dalam keluarga

Saya menyarankan untuk menentukan harga awal ketika kamu memposting jualanmu di media sosial, seandainya ada diskon itu dilakukan ketika pembelian jumlah banyak dan dengan tatap muka.

Baca juga : Bisnis Ikan Hias, 4 Jenis Ikan Hias yang Bisa Untung Jutaan

Karena seringkali dari para pembeli ketika ditanya harga di kolom komentar jawabannya inbox ya, seolah-olah dia ingin bermain harga disini dengan memberikan harga yang berbeda tergantung pengetahuan si penanya tentang barang yang akan dibeli.

5. Menjual Kebutuhan Tanam

Menjual Kebutuhan Tanam

Untuk melengkapi bisnis bibit tanaman milikmu, akan lebih baik kamu juga berjualan kebutuhan tanam seperti polybag, sekam, atau pupuk kompos. Juga beberapa peralatan menanam sederhana seperti cangkul, sabit, dan gunting rumput.

Buat seperti mini market botani yang ketika seseorang ingin belajar menanam dan mencari bibit serta kebutuhan lainnya maka cukup hanya pergi ke tempatmu dan dia bisa dapatkan semuanya.

Jenis tanaman yang dapat dipilih cukup variatif dan bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Oleh sebab itu, bibit tanaman selalu dibutuhkan setiap waktu untuk memenuhi kebutuhan, baik dari kalangan petani maupun untuk kebutuhan umum. Sebagian masyarakat Indonesia sudah sejak lama menjalankan usaha pembibitan tanaman buah.

Dahulu para pembibit tanaman buah hanya berkutat pada jenis tanaman buah tertentu, seperti durian. Pasalnya, buah ini paling digemari oleh masyarakat. Mangga dan rambutan juga merupakan buah yang paling dominan ditangkar pembibitan tanaman buah.

Ketiga jenis buah tropis ini mudah untuk diperbanyak. Jenis buah lainnya yang juga sering ditemui di usaha pembibitan di antaranya manggis, jeruk, pisang, dan pepaya.

Baca juga : Melirik Bisnis Kain Perca, 7 Produk Yang Bisa Dibuat

Untuk buah kelengkeng saya sarankan kamu untuk mencari bibitnya dari dataran tinggi dengan kondisi iklim yang dingin, katanya kualitasnya lebih baik.

Penting bagi kamu yang ingin memulai bisnis bibit tanaman untuk tahu segala perkembangan tren dan permintaan pasar yang terjadi. Karena itu, seorang pembibit atau pengusaha pembibitan tanaman buah harus update terhadap informasi.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar