5 Bisnis Ramadhan yang Tetap Untung Saat Wabah Corona

Hampir dua minggu sudah bulan suci Ramadhan berjalan. Tentunya ibadah puasa Ramadhan pada 2020 ini mengalami perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Adanya pandemi Covid-19 membuat suasana Ramadhan terasa jauh lebih sepi, karena orang-orang lebih memilih berada di dalam rumah.

Ya, adanya kebijakan untuk mengurangi aktivitas di ruangan memang dianjurkan pemerintah demi memutus rantai penyebaran wabah virus corona tersebut. Lantaran perilaku yang berubah ini, ada banyak hal terkena imbasnya termasuk sektor perekonomian. Bahkan ada banyak orang harus rela kehilangan pekerjaannya lantaran Covid-19.

Kondisi ini jelas tidak menyenangkan karena biasanya Ramadhan disambut suka cita jelang Lebaran, yang mau tak mau membutuhkan dana cukup besar. Namun perubahan gaya hidup ini tidaklah menjadi alasan untuk bermuram durja saat Ramadhan. Karena sebagai manusia berakal, sudah seharusnya kita semua bisa melihat sisi positif dalam sebuah tragedi.

Seperti kebiasaan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, ada sejumlah bisnis yang masih bisa Anda pertimbangkan untuk digeluti dan mereguk untung. Meskipun mungkin penghasilan tidak sebesar sebelumnya, percayalah bahwa sektor ekonomi mulai bergerak di bulan suci Ramadhan dan Lebaran tentunya.

Baca juga: Menganggur Karena Corona? 9 Ide Usaha Modal Kecil ini Bisa Dicoba!

Pandemi Covid-19 Bikin Ramadhan 2020 Berbeda

suasana pasar Ramadhan di Irak
© Al-Monitor

Dari tahun ke tahun, yang namanya Ramadhan memang selalu disambut bahagia. Bahkan oleh pemerintah sendiri, Ramadhan adalah momen di mana roda ekonomi berputar dengan begitu optimis. UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) menjadi sektor yang melaju paling kencang setiap Ramadhan tiba.

Sekadar informasi, pada tahun 2019 silam, Bank Indonesia menyebutkan kalau ada lebih dari Rp160 triliun uang tunai berputar ketika bulan suci agama Islam itu tiba. Bahkan Rp84 triliun di antaranya berada di pulau Jawa yang terus beredar hingga Idul Fitri. Kenapa bisa begitu banyak sekali jumlah uang beredar? Kebiasaan berbelanja makanan, pakaian hingga mudik adalah penyebabnya.

Tingginya daya beli masyarakat memang dipengaruhi oleh THR (Tunjangan Hari Raya) yang selalu cair di momen Ramadhan jelang Idul Fitri. Hanya saja momen bahagia ini tampak tinggal kenangan. Pandemi Covid-19 benar-benar meluluh lantakan perekonomian di Ramadhan tahun 2020. Banyak perusahaan terpaksa mengurangi pegawai hingga bangkrut lantaran tidak bisa beroperasi.

Kondisi ini akhirnya membuat THR pun cuma sekadar impian pada tahun ini. Bahkan pemerintah mulai merencanakan wacana sejumlah golongan ASN (Aparatur Sipil Negara) tidak memperoleh THR. Dengan tidak adanya THR, setiap orang tentu harus melakukan penyesuaian yang membuat daya beli menurun. Anjloknya daya beli pada Ramadhan 2020 ini jelas membuat para pedagang harus benar-benar berpikir bijaksana.

Ramadhan Saat Corona, Omzet Pedagang Anjlok

pedagang kurma Tanah Abang sepi
© Tribun News

Kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) adalah salah satu penyebab utama Ramadhan 2020 ini terasa berbeda. Orang-orang saat ini lebih memilih di dalam rumah saja yang membuat penghasilan para pedagang musiman Ramadhan berkurang drastis. Salah satunya dialami Daryonah yang sudah delapan tahun berjualan takjil selama Ramadhan, seperti dilansir Alinea.

Dari penjelasan Daryonah, jika bulan puasa sebelumnya dia bisa meraup Rp2,5 juta-3 juta per hari, kini melorot hingga Rp700 ribu per hari. Menurut Daryonah, dia biasanya memperoleh pesanan dalam jumlah besar untuk acara buka puasa bareng di kantor-kantor. Namun lantaran pandemi Covid-19, tradisi buka puasa pun lenyap juga di tahun 2020 ini.

Hal serupa juga dialami penjual timun suri yakni Khairudin di pasar Patra, Tanjung Duren. Kalau biasanya Khairudin berhasil menjual 4 ton timun suri dengan omzet Rp7 juta per minggu, kini anjlok jadi Rp1,5 juta per minggu. Bisnis lain yang juga mengalami kemuraman adalah penjual kue kering Lebaran seperti nastar, putri salju hingga kastengel.

Baca juga: 8 Peluang Usaha yang Tahan Krisis Ekonomi, Layak Dilirik!

Salah satunya ialah Fera Oktaviani yang sudah berbisnis kue kering sejak Ramadhan 2014. Jika sebelumnya Fera mampu berjual 400-500 toples dengan omzet Rp30-35 juta, saat ini semua tinggal kenangan. Adanya PSBB membuat cakupan wilayah pengiriman terbatas sehingga berdampak pada penurunan omzet hingga tinggal 180 toples saja.

Namun meskipun tidak terlalu membahagiakan, Anda tidak boleh menyerah. Beberapa bisnis jika dijalankan dengan sedikit inovasi, justru mampu memberikan penghasilan berlimpah saat pandemi.

5 Bisnis Ramadhan yang Bisa Dicoba Saat Pandemi

Dengan bulan suci Ramadhan yang memasuki pekan kedua, tentu artinya Hari Raya Idul Fitri semakin dekat pula. Daripada menanti bantuan sosial yang mungkin tidak sesuai harapan, ada baiknya kalau kita berpikir kreatif dan mencoba mendapatkan penghasilan sendiri. Tak perlu bingung, berikut ini beberapa bisnis Ramadhan yang bisa Anda coba dan tetap untung saat wabah corona.

1. Busana Muslim Online

bisnis busana Muslim
© Liputan6

Lebaran selalu identik dengan suasana baru. Untuk menciptakan kondisi penampilan yang baru itu, banyak orang memilih membeli pakaian. Lantaran disesuaikan dengan Idul Fitri, pakaian yang dibeli tentunya busana Muslim. Ada banyak jenis busana Muslim yang laris dibeli saat Ramadhan mulai dari gamis, kaftan, abaya, tunik, baju koko hingga jubah. Dengan permintaan busana Muslim yang meningkat, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggeluti bisnis ini.

Namun karena adanya pandemi Covid-19, Anda tak perlu ngotot menyewa lapak di pasar karena lebih baik menawarkan busana Muslim secara online. Manfaatkan betul e-commerce atau marketplace hingga media sosial untuk berjualan busana Muslim online. Sekadar informasi, selama wabah corona, tercatat traffic data internet di Indonesia melambung hingga 30%.

Tingginya pengguna internet jelas jadi kabar baik karena artinya berjualan secara online makin laris manis. Keuntungan inilah yang dirasakan betul oleh Piksi Susanti. Perempuan berusia 24 tahun yang sudah berjualan busana Muslim online sejak 2017 ini mengaku masih tetap untung saat pandemi Covid-19. Kepada Alinea, Piksi menyebutkan kalau corona tidaklah berpengaruh. Bahkan penjualannya di tahun 2020 lebih tinggi daripada sebelumnya.

Jika Ramadhan tahun lalu dirinya hanya menjual 350-400 potong baju Muslim per hari, kini melambung hingga 400-500 potong per hari. Piksi pun menjelaskan jika omzet usahanya saat Ramadhan meningkat dua kali lipat daripada hari biasanya. Namun sekalipun daya beli masyarakat tetap tinggi, Piksi memperoleh masalah pada berkurangnya pasokan lantaran banyak konveksi yang terpaksa mengurangi pegawai demi kebijakan PSBB.

2. Takjil Online

pedagang takjil
© inibaru.id

Takjil alias kudapan-kudapan manis jelang berbuka puasa tetaplah laris di saat Ramadhan. Tidak bisa berjualan lagi di pinggiran atau pasar kaget? Tak perlu cemas. Anda bisa menggunakan metode online. Tawarkan produk takjil entah es/jus buah, es teler, kurma hingga menu lauk pauk berbuka di media sosial setiap harinya.

Kalau ingin omzet makin meningkat, bergabunglah sebagai mitra pedagang di layanan transportasi online seperti GO-JEK atau GRAB. Dengan bergabung di penyedia jasa pesan-antar makanan online, omzet takjil Anda tentu tidak akan berubah dan bahkan terus meningkat.

Baca juga: Tertarik? Inilah 10 Peluang Usaha Paling Menggiurkan Pasca Banjir

Supaya bisa bersaing di tengah banyaknya pedagang takjil, pastikan Anda mengemas takjil dengan menarik. Harga yang bersaing dan rasa memuaskan akan membuat bisnis tajil Anda dipilih banyak konsumen. Bukan cuma takjil saja, Anda bisa mengembangkan usaha kuliner dengan menyediakan catering khusus sahur atau saat Lebaran nantinya.

3. Jasa Pengiriman Barang

jasa pengiriman barang
© tagar.id

Lantaran banyak bisnis berubah serba online di bulan puasa, maka peluang jasa pengiriman barang jelas laris-manis. Ada banyak pedagang yang butuh kurir dadakan untuk mengantarkan orderan ke rumah konsumen. Anda bisa menawarkan jasa kurir ini melalui media sosial atau aplikasi perpesanan online.

Bahkan jelang Lebaran, kebutuhan akan kurir akan semakin melonjak lantaran banyak orang ingin mengirimkan parsel atau paket ke sanak saudara. Dengan terus berlangsungnya anjuran social dan physical distancing, membuat banyak orang lebih memilih berada di dalam rumah sehingga kurir sangat dibutuhkan. Namun supaya tidak melanggar kebijakan PSBB, pastikan tetap selau memperhatikan protokol kesehatan.

4. Jualan Pulsa Online

konter pulsa

Wabah corona memang mengubah betul kegiatan sosial masyarakat dunia. Jika dulu lebih sering berjumpa secara fisik, saat ini seluruh komunikasi dilakukan melalui gawai. Bahkan untuk kebutuhan meeting kantor, diselenggarakan secara online di rumah masing-masing. Tingginya durasi penggunaan gawai membuat pulsa baik elektrik dan kuota data internet begitu dibutuhkan.

Kondisi ini adalah sebuah peluang yang menjanjikan bagi Anda para pebisnis pulsa. Alih-alih menawarkan dagangan di outlet, Anda bisa mulai membuka layanan secara online. Berikan kemudahan untuk metode transaksi yakni bisa lewat transfer bank atau e-wallet. Lantaran inovasi ini, bukan tak mungkin kalau bisnis pulsa Anda bakal dipilih karena berbeda dengan penjual pulsa pada umumnya.

Supaya tetap jadi pilihan konsumen, sediakan produk pulsa yang beragam. Bukan hanya berjualan pulsa elektrik dan kuota data internet saja, lengkapi produk yang Anda jual dengan menyediakan loket PPOB seperti pembayaran tagihan listrik, tagihan PDAM hingga tagihan kredit sampai kebutuhan top-up e-wallet.

5. Produk Kecantikan Online

aneka produk kecantikan
© secondhandapp

Berada #DiRumahAja membuat perempuan tak peduli penampilan? Jangan salah! Justru jelang Lebaran, banyak perempuan yang membutuhkan produk-produk kecantikan demi tampil menawan saat Idul Fitri nanti. Karena itulah, bisnis online berikutnya yang cukup laris manis di saat Ramadhan dalam suasana pandemi ini adalah jualan produk kecantikan.

Ada banyak jenis produk kecantikan yang bisa ditawarkan mulai dari lipstik, bedak, facial cleansing, facial serum, pemutih kulit, pelangsing tubuh, penghilang jerawat hingga produk-produk kecantikan herbal. Anda bisa memproduksi brand sendiri sambil bekerjasama dengan dokter atau ahli kecantikan, supaya produk yang ditawarkan benar-benar bertanggung jawab.

Baca juga: Virus Corona Masuk ke Indonesia, 8 Bisnis Menjanjikan ini Layak Dicoba!

Tidak cukup modal untuk memulai bisnis produk kecantikan? Tak perlu cemas. Anda bisa memulainya sebagai reseller atau dropshipper. Asalkan dikerjakan dengan maksimal dan selalu ramah kepada konsumen, bisnis produk online yang Anda tawarkan bakal mampu memberikan omzet luar biasa.

Kesimpulan

Dengan berbagai pilihan bisnis Ramadhan di atas, terbukti bahwa sesuram apapun pandemi Covid-19, peluang bisnis masih ada asalkan Anda kreatif dan memiliki semangat untuk menggelutinya. Sehingga jangan sampai Anda cuma berdiam diri saja di kala pandemi ini, justru lakukan kegiatan bermanfaat di kala Ramadhan, supaya bisa menyambut Idul Fitri dengan penuh suka cita. Selamat berpuasa ya!

SEKURITAS

INFO

5/5
  • 15% Instant Bonus

  • Min Deposit: $5

  • Regulasi Terjamin

4.5/5
  • Bonus 100% per deposit

  • $1 Deposit Awal

  • Trading Saham dan Forex