Lagi Hits, Inilah 7 Rahasia Sukses Bisnis Tanaman Hias Aglonema

Masih ingat booming tanaman hias gelombang cinta pada tahun 2006-2008 silam? Tren serupa tampaknya kembali di tahun 2020 ini yang membuat bisnis tanaman hias kembali meroket.

Berbeda dengan satu dekade silam yang menjadi jawaranya adalah si gelombang cinta alias jenis Anthurium, kali ini yang sangat diburu adalah Aglonema. Sama seperti Anthurium yang pernah dibanderol hingga jutaan Rupiah per pot, Aglonema yang oleh orang Indonesia kerap disebut tanaman Sri Rejeki ini juga ikut punya harga melambung.

Tentu saja tren bisnis tanaman hias ini seolah membuktikan bahwa denyut perekonomian Indonesia masih berjalan. Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat banyak orang di rumah saja dan mulai menekuni hobi lama, berkebun. Tanaman hias dipilih karena selain membuat tampilan rumah atau ruangan makin indah, sekaligus bisa jadi branding diri di media sosial sehingga harganya ikut terkerek.

Baca juga: 7 Rahasia Jualan Kue Kering Untuk Pemula Agar Laris Manis

Bicara soal Aglonema sendiri, harganya memang cukup variatif mulai puluhan ribu hingga jutaan Rupiah. Sama seperti burung yang makin mahal jika menang lomba, begitu pula Aglonema. Hal inilah yang membuat peluang bisnis tanaman hias masih terbuka dengan sangat lebar.

Namun untuk mulai bisnis tanaman hias, tentu bukanlah sesuatu yang mudah. Ada banyak hal yang harus Anda pelajari mulai memahami keluarga besar Aglonema, perawatan hingga penampilan. Tentunya jika dipelajari secara sungguh-sungguh, Anda bisa meraih keuntungan dan sukses besar sekalipun tengah resesi ekonomi.

Kenalan dengan Aglonema Secara Menyeluruh

salah satu jenis Aglonema
© Shopee/andikagarden

Tak kenal maka tak sayang. Karena itulah jika Anda memang ingin memulai bisnis tanaman hias terutama jenis Aglonema, tentu harus memahaminya secara menyeluruh. Apalagi penggemar Aglonema tak hanya di Indonesia atau kawasan Asia Tenggara saja, tapi hingga pelosok Eropa dan Amerika Serikat.

Hanya saja dilansir CNN Indonesia, penduduk Eropa dan Amerika lebih suka dengan Aglonema yang didominasi warna hijau. Sedangkan pemburu Aglonema di Asia Tenggara termasuk Indonesia, lebih menyukai tanaman yang juga dijuluki Chinese Evergreen ini dalam corak warna terang entah merah, oranye atau kuning.

Asia Tenggara memang jadi pusat penjualan Aglonema di dunia karena diyakini kalau si Sri Rejeki ini berasal dari daratan Asia yang tersebar dari China bagian selatan ke Thailand, Indonesia, Myanmar sampai Filipina. Dalam perkembangannya, ada banyak sekali jenis Aglonema yang disukai penghobi tanaman hias.

Mulai dari Aglonema butterfly, lady valentine, hang-hang, snow white, sun-sun, ruwa raiwa, claudia, jubilee, pride of Sumatera, hingga yang kini harganya telah melambung, red kochin dan dud anjamani.

Dilansir Detik, seorang pedagang tanaman hias di Bogor yang bernama Azis, menyebutkan kalau dirinya sampai mengantongi omzet hingga Rp70 juta pada bulan September silam. Selain aglonema yang memang jadi primadona, tanaman-tanaman lain seperti monstera, pink princess hingga caladium juga masih memiliki penggemar.

Baca juga: Tips Ampuh Bisnis Properti dengan Modal Pas-Pasan

Kenapa Aglonema Sangat Menjanjikan Dalam Bisnis Tanaman Hias?

salah satu jenis Aglonema
© Shopee/ratudaun_nursery

Kendati saat ini popularitas Aglonema tengah tinggi, sebetulnya peminat tanaman ini tidaklah banyak di masa pandemi saja. Menurut Agus Kholik selaku pemilik Krokot Nursery kepada BisnisUKM, penggemar Sri Rejeki ini bisa dibilang cukup stabil.

Anda yang memang ingin menggeluti bisnis tanaman hias, beberapa alasan berikut ini bisa jadi pertimbangan dan makin meyakinkan diri untuk mulai mengembangkan si Aglonema:

  • Dibandingkan tanaman hias lainnya, mayoritas Aglonema ini bisa hidup dengan sinar matahari yang minim. Kenapa begitu? Karena Aglonema punya akar serabut yang dapat menyimpan zat hara lebih banyak. Untuk itulah sangat cocok sebagai tanaman hias di dalam rumah dan mempercantik ruangan
  • Dengan ukurannya yang tidak terlalu besar seperti Anthurium, Aglonema mudah dikreasikan pada berbagai penampilan. Seperti menjadi tanaman hias gantung atau mungkin dipasang pada pot yang dipaku ke tembok di sudut ruang tamu
  • Tak hanya cantik dipandang, Aglonema juga bisa menetralkan udara kotor. Seperti layaknya tanaman berklorofil lain, Aglonema juga menyerap karbondioksida untuk kebutuhan fotosintesis. Namun selain itu, Aglonema juga bisa membersihkan formaldehyde dan benzene pada udara. Sehingga sangat cocok diletakkan di dalam rumah, apartemen, atau kantor
  • Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, peluang bisnis Aglonema bisa dibilang stabil. Bahkan dari kacamata bisnis, pasar Aglonema terus berjalan dari tahun 2000-an hingga saat ini. Di masa pandemi ini saja, Krokot Nursery mencatat omzet Aglonema mencapai Rp600-700 juta per bulan!

7 Rahasia Sukses Bisnis Tanaman Hias Jenis Aglonema

Meskipun peminat Aglonema tengah tinggi, tetap saja Anda butuh tahu apa sih rahasia agar bisnis tanaman hias bisa menguntungkan. Supaya Anda bisa tetap meraih cuan di masa perekonomian sulit ini, berikut beberapa tips yang dapat coba diterapkan saat berjualan tanaman hias:

1. Pelajari Aglonema

penjual Aglonema
© Jawapos/Solikhul Huda

Rahasia pertama agar sukses sebagai pedagang Aglonema adalah Anda harus mau mempelajari si Sri Rejeki ini. Apalagi Aglonema termasuk tanaman hias dengan banyak jenis, jadi mau tak mau Anda harus tahu berbagai varietasnya. Dengan mempelajari nama-namanya, bagaimana corak daun dan warnanya, Anda tentu akan mudah memberikan informasi ke pembeli. Pembeli juga pastinya bakal merasa puas dan senang membeli Aglonema di outlet Anda.

Baca juga: 10 Cara Menghasilkan Uang dari Instagram Hampir Tanpa Modal

2. Paham Kebutuhan Tanaman

salah satu jenis Aglonema
© cewekbanget.grid.id

Selain memahami informasi mendasar soal jenis-jenis Aglonema, kunci sukses bisnis berikutnya adalah Anda harus paham betul apa kebutuhan tanaman ini. Sebagai tanaman yang memiliki habitat asli di hutan hujan tropis, Aglonema tentu sangat menyukai lokasi tumbuh yang punya tingkat kelembaban tinggi dan intensitas cahaya matahari yang rendah.

Dilansir Covesia, jika Anda membudidayakan Aglonema di daerah dataran rendah dengan curah hujan sedikit serta cuaca cenderung panas, maka sediakan media tanam dapat menahan air. Kondisi sebaliknya tentu dialami pedagang Aglonema di dataran tinggi. Dengan memahami kebutuhan tanaman, Aglonema Anda tentu bakal tumbuh memikat.

3. Siapkan Lahan

Meskipun memang semua bisnis dimulai dengan modal kecil, dalam bisnis tanaman hias mengharuskan Anda menyediakan lahan khusus untuk budidaya. Awalnya tak usah terlalu luas, Anda bisa memanfaatkan ruang sisa di halaman rumah dengan cara penyusunan bibit yang tepat. Namun kalau bisnis Aglonema makin berkembang, siapkan lahan khusus seperti rumah kaca yang memang berisi Aglonema-Aglonema siap jual.

4. Ikuti Tren Tanaman Hias

Sebagai bisnis yang booming dan viral berkat dunia maya, maka Anda tentu harus tetap rajin mengikuti perkembangan tren Aglonema. Contohnya saat ini Aglonema jenis dud anjamani dan red kochin yang tengah tinggi peminat, maka Anda bisa menyediakan varietas itu dalam jumlah banyak. Namun bukan tak mungkin beberapa bulan kemudian malah jenis jubilee yang digandrungi. Karena itulah, sediakan aneka jenis Aglonema dan jangan sampai kehilangan momentum populer, yang membuat Anda harus benar-benar paham tren Aglonema yang diminati.

5. Cegah Penyakit Tanaman

jenis-jenis Aglonema
© kampustani

Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa Sri Rejeki ini adalah tanaman hias yang beracun dengan daya tahan hidup cukup tinggi. Namun tetap saja, Aglonema bisa saja terserang penyakit yang membuat penampilannya tidak menarik. Penyakit dalam tanaman adalah salah satu musuh para pebisnis yang mengharuskan Anda memahaminya.

Beberapa penyakit yang bisa menyerang Aglonema seperti pembusukan akar, daun hingga batang karena jamur. Dalam kondisi ini, Anda harus mengganti media tanam baru. Lalu ada juga penyakit bercak daun karena cendawan dan membuatnya busuk. Terakhir yang mungkin cukup bandel, adalah virus yang menyerang dan menghancurkan jaringan klorofil Aglonema yang membuat daunnya jadi kuning serta keriting.

6. Lakukan Perawatan Maksimal

jenis-jenis Aglonema (
© GDM

Agar bisa tahan terhadap serangan hama dan penyakit, pemilik bisnis tanaman hias Aglonema tentu wajib melakukan perawatan secara maksimal. Mulai dari bagaimana penggunaan pestisida yang tepat, frekuensi penyiraman hingga media tanam. Untuk media tanam, Anda bisa memakai pakis, sekam bakar, pasir malang, sabut kelapa olahan sampai kaliandra. Jangan lupa juga pemberian pupuk secara rutin setiap dua minggu sekali, agar nutrisinya maksimal dan si Aglonema tumbuh makin cantik.

Baca juga: 6 Tips Bisnis Rental Mobil Bertahan Saat Virus Corona

7. Promosi Media Sosial

Nah, rahasia terakhir agar sukses bisnis tanaman hias adalah dengan memanfaatkan betul media sosial. Karena selama pandemi ini banyak orang di rumah saja, mereka tentu menggunakan smartphone untuk berbelanja. Jadikan media sosial ini etalase Anda berjualan Aglonema dengan menampilkan foto terbaik, harga dan informasi penting. Semakin unik konten Aglonema yang Anda tawarkan, calon konsumen tentu bakal makin terpikat.

Kesimpulan

Tentu supaya bisa meraih hasil maksimal dalam bisnis tanaman hias, berbagai rahasia dan tips di atas bisa Anda terapkan. Karena seperti lazimnya bisnis, tentu dibutuhkan perjuangan dan upaya belajar terus menerus, sebelum akhirnya Anda meraih kesuksesan. Ingat, jualan tanaman hias ini ada kalanya begitu viral, ada kalanya juga sangat redup. Anda sebagai pebisnis, harus punya strategi yang bijaksana supaya tetap memperoleh penghasilan untuk kehidupan dari berdagang tanaman hias.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar

XM Trading Forex dan Saham, Bonus 15 sampai 500$
Daftar sekarang