7 Bisnis yang Diuntungkan Saat Nilai Tukar Rupiah Melemah

Bagi para pelaku pasar forex, tentu dalam sepekan terakhir ini nilai tukar Rupiah cukup membuat mereka khawatir. Apalagi pada akhir pekan lalu, kilang minyak milik pemerintah Arab Saudi yakni Saudi Aramco, mengalami serangan kelompok pemberontak Yaman yang bekerjasama dengan Iran. Alhasil, produksi minyak mentah jadi bermasalah dan menyebabkan harga minyak sempat melambung.

Dampaknya pun cukup membuat pasar forex bergoncang dan akhirnya menjadikan para investor meninggalkan aset-aset berisiko seperti Rupiah. Setelah sempat kuat pada pekan lalu, sepanjang pekan ini mata uang Indonesia itu pun harus rela menjadi lemah. Seolah kurang, bank sentral Amerika Serikat yakni The Fed juga memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan mereka sebesar 25 basis poin yang alhasil membuat Dolar AS perkasa.

Baca juga: Inilah 5 Cara Mendapatkan Uang dari Youtube, Lengkap dan Ampuh!

Demi memberikan suntikan kekuatan ke Rupiah, Bank Indonesia pun melakukan langkah serupa dengan The Fed yakni memangkas suku bunga acuan mereka sebesar 25 basis poin pula. Keputusan Bank Indonesia ini diharapkan mampu mengerek kembali Rupiah, setidaknya ke posisi yang lebih baik. Alhasil pada hari Minggu (22/9) ini, tercarat jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS sebesar Rp14.105.

Tentu bagi mereka yang menggeluti bisnis berkaitan dengan nilai tukar Rupiah, pergerakan Rupiah yang belum mencapai tahap membahagiakan ini jelas bikin sedih. Namun tahukah Anda, kalau ternyata ada beberapa jenis bisnis yang justru diuntungkan dengan melemahnya nilai tukar Rupiah. Apakah itu benar? Ya, dan ulasan berikut ini mungkin bisa jadi pertimbangan bagi Anda dalam memulai bisnis.

6 Jenis Usaha yang Malah Diuntungkan Saat Nilai Tukar Rupiah Turun

1. Eksportir Ikan Segar

Eksportir ikan segar

Inilah usaha yang makin tersenyum ketika nilai tukar Rupiah menjadi lemah. Yap, para eksportir ikan segar jelas sangat diuntungkan dengan kondisi seperti ini. Bagaimana bisa? Karena ketika nilai tukar Rupiah melemah, biasanya harga produk di luar negeri bakal jadi lebih murah sehingga permintaan dan daya beli konsumen meningkat. Hal ini akhirnya berimbas ke jumlah konsumen ikan segar di luar negeri yang juga bertambah dan membuat si eksportir banjir orderan.

Hanya saja keuntungan ini rupanya tidak terlalu dinikmati oleh para pebisnis yang melakukan ekspor bahan baku. Karena eksportir jenis ini jelas bakal terbebani biaya impor yang meningkat sehingga membuat daya beli konsumen luar negeri menurun dan berdampak langsung ke anjloknya omzet. Sebagai negara kepulauan, ikan segar memang menjadi salah satu komoditi ekspor terbesar Indonesia seperti ikan tuna, tongkol, makarel, gabus, salem, cakalang, kerapu, kakap merah sampai kepiting dan udang.

2. Produk Olahan Ikan

Produk olahan ikan

Merasa memiliki risiko yang cukup tinggi sebagai eksportir ikan segar? Maka Anda bisa mencoba berbisnis produk olahan ikan saja yang juga sama-sama berpeluang diekspor. Bahkan bisa dibilang, harga jual produk olahan ikan atau yang kerap disebut sebagai frozen food, lebih besar daripada penjualan ikan segar. Kenapa begitu? Karena produk olahan ikan melalui serangkaian proses pembersihan hingga pengemasan sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen.

Beberapa produk olahan ikan yang punya peluang dikirim ke luar negeri seperti ikan kaleng, ikan asap, bandeng presto, aneka frozen food (sosis, bakso, fillet, nugget) sampai ikan kering, ikan asing, terasi, abon ikan hingga tepung ikan. Dengan melakukan pengolahan ini, produk ikan akan lebih awet, tahan lama dan memiliki nilai jual yang meningkat pula. Semakin bagus kualitas yang Anda ciptakan, maka produk olahan ikan juga bisa menjadi komoditi ekspor yang begitu menguntungkan sekalipun kurs Rupiah naik-turun.

3. Eksportir Ikan Hias

Masih bicara soal ikan, bisnis yang berkaitan dan tidak terganggu atas gejolak pasar forex adalah eksportir ikan hias. Meskipun mungkin nilai ekspornya tidak sespektakuler ekspor ikan segar atau produk olahan ikan, daya tarik ikan hias asal Indonesia di luar negeri cukup menjanjikan. Ikan hias yang ditawarkan pun bisa beragam mengingat biota laut Indonesia sangatlah melimpah.

Bukan hanya ikan hias air laut, ikan hias air tawar pun memiliki prospek yang cukup cerah dan diminati konsumen negeri lain. Sekadar informasi, Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI) mencatat jika nilai ekspor ikan hias Indonesia sudah menembus puluhan juta Dolar AS dengan negara-negara tujuan beragam seperti Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Australia sampai Hong Kong.

Baca juga: 10 Jenis Kue Lebaran yang Bisa Dijadikan Peluang Bisnis saat Ramadhan

4. Eksportir Perhiasan Mutiara

Perhiasan emas mutiara

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati bawah laut yang luar biasa. Bukan cuma perkara ikan atau seafood yang kebanyakan sebagai konsumsi, ternyata hasil laut juga bisa menjadi bisnis yang menguntungkan asalkan Anda cukup jeli. Salah satu contohnya adalah ekspor mutiara sebagai perhiasan unggulan Nusantara. Kesan mutiara yang mewah dan classy jelas membuat harga jualnya begitu tinggi dan tak akan terpengaruh kurs Rupiah. Bahkan peminat perhiasan mutiara asal Indonesia juga begitu tinggi.

Baca juga: 5 Peluang Usaha Anti Mainstream yang Benar-benar Baru

5. Eksportir Limbah Laut

Ingin melakukan bisnis yang kreatif tapi masih memanfaatkan biota laut Nusantara? Maka jawabannya adalah menjadi eksportir limbah laut. Tentu limbah laut di sini harus melalui proses pengolahan yang inovatif sehingga memiliki nilai jual tinggi. Misalkan saja cangkang keong laut, karang-karang kecil, pasir laut bahkan cangkang kepiting yang bisa diolah menjadi kitosan sebagai bahan pengawet produk pangan. Kendati tampaknya tidak berguna, aneka limbah laut ini justru memiliki nilai seni tinggi yang membuat harga jualnya melambung. Tak peduli berapapun nilai tukar Rupiah, hasil karya seni akan selalu menarik perhatian.

6. Eksportir Hasil Pertanian dan Perkebunan

Pertanian di Indonesia

Bosan dengan bisnis yang berhubungan dengan laut? Tenang saja, Anda bisa mencoba peruntungan di bidang pertanian dan perkebunan. Status Indonesia sebagai negara agraris tentu membuat negeri ini memilih banyak hasil bumi yang luar biasa. Sebut saja seperti jagung, kacang hijau, padi, aneka rempah, tembakau, karet, kelapa sawit, kakao hingga buah-buahan tropis yang melimpah ruah bisa ditanam dan dipanen subur di Tanah Air. Berbagai hasil bumi ini memiliki minat yang sangat tinggi di luar negeri, tak peduli nilai tukar Rupiah mengalami depresiasi.

7. Pemandu Wisata

Pemandu wisata

Kalau tidak ingin menggeluti bisnis ekspor, maka bidang usaha lain yang bisa menguntungkan di saat Rupiah lemah di pasar forex adalah menjadi pemandu wisata. Sudah menjadi rahasia umum di kalangan travelling bahwa negara yang nilai tukar mata uang mereka melemah, bakal jadi tujuan wisatawan asing. Untuk itulah ketika momen ini terjadi, Anda wajib memanfaatkannya sebaik mungkin.

Diperkuat dengan kemampuan bahasa asing terutama bahasa Inggris, jasa pemandu wisata yang ditawarkan bakal laris-manis. Tak perlu harus bergabung ke biro wisata besar, karena Anda bisa jadi seorang pemandu wisata pribadi yang menawarkan jasa lewat media sosial. Jangan cuma mampu berbahasa asing, perbanyak informasi mengenai destinasi wisata unggulan di Indonesia supaya turis asing mendapat banyak referensi baru.

Baca juga : 10 Pinjaman Modal Usaha Terbaik

Bagaimana? Ternyata tidak selamanya pelemahan nilai tukar Rupiah ini berdampak buruk ke perekonomian, bukan? Asalkan Anda mampu membaca peluang dan selalu inovatif, keuntungan bahkan bisa diperoleh ketika kondisi perekonomian dunia sedang muram. Namun tetap, jangan asal mencoba bisnis yang tidak dikuasai dan diperlukan perhitungan yang cukup bijak supaya bisnis tersebut mampu meraih kesuksesan.

Bagikan ;