Cara Berinvestasi Bagi Karyawan dengan Gaji Minim, Berikut Panduannya!

Menjadi karyawan entah di instansi negara atau swasta adalah pilihan banyak orang, demi memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hanya saja, kadang penghasilan yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan. Badan Pusat Stastistik (BPS) melakukan survei pada tahun 2012 dan memperoleh kesimpulan bahwa rata-rata biaya hidup di kota-kota besar Indonesia menyentuh Rp 5,6 juta per bulan.

Baca juga : 10 Ciri-Ciri Investor Sukses yang Bisa Anda Contoh Dalam Berinvestasi

Dari survei itu, 14 kota di antaranya bahkan butuh biaya hidup lebih tinggi termasuk ibukota Jakarta yang menyentuh Rp 7,5 juta/bulan. Tentu hasil ini sangat jauh jika dibandingkan dengan standar Upah Minimum Provinsi (UMP) saat ini. UMP untuk DKI Jakarta tahun 2019 saja hanya Rp 3,9 juta/bulan. Beruntung jika Anda adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) atau karyawan profesional yang punya penghasilan melebihi UMP.

Sementara mereka yang ada di bawah UMP, tentu harus bekerja ekstra keras hingga cari penghasilan tambahan demi bertahan hidup. Hal ini akhirnya membuat keinginan berinvestasi disingkirkan. Padahal, investasi sangat menguntungkan dan membantu Anda meningkatkan tujuan keuangan hingga menciptakan kesejahteraan finansial di masa depan. Lantas, apakah bisa berinvestasi di saat gaji pas-pasan? Jawabannya adalah bisa. Asalkan Anda memiliki kedisiplinan finansial dan mengikuti panduan berikut ini.

Panduan Memulai Investasi dengan Gaji Pas-Pasan

1. Tetapkan Besaran Investasi Setiap Bulannya

Menetapkan besaran investasi bulanan

Mau penghasilan besar atau minim, Anda harus memiliki alokasi tersendiri untuk investasi. Biasanya untuk berinvestasi, anggaran yang dianjurkan adalah 10-30% dari total penghasilan per bulan. Misalkan saja gaji Anda Rp 2 juta, maka yang harus dipisahkan untuk investasi di kisaran Rp 200 ribu – Rp 600 ribu per bulan. Tentu saja dengan penghasilan yang bertambah, skema alokasi anggaran jadi makin besar. Jika sudah menetapkan besaran investasi, kedisiplinan adalah kunci utama yang wajib dilakukan.

2. Susun Rencana Keuangan

Supaya bisa disiplin menyisihkan anggaran untuk investasi, Anda harus memiliki rencana keuangan. Buatlah kategori-kategori pengeluaran tiap bulan supaya Anda bisa mengontrolnya. Dengan rencana keuangan, Anda bisa mengatur prioritas keuangan dan melakukan evaluasi sehingga dapat hidup hemat. Jangan tetapkan anggaran investasi melebihi kemampuan penghasilan, karena bisa membuat finansial Anda bermasalah.

3. Lakukan Gaya Hidup Sederhana

Gaya hidup sederhana Mark Zuckerberg dan istri
Gaya hidup sederhana Mark Zuckerberg dan istri

Ketahuilah, orang yang benar-benar tajir melintir tidak akan hidup bermewah-mewah dan pamer barang mahal. Nama-nama seperti Jeff Bezos, Bill Gates, Warren Buffett hingga MArk Zuckerberg yang memuncaki daftar orang terkaya di dunia, bahkan hidup cukup sederhana. Untuk itulah Anda yang bahkan memiliki penghasilan minim, janganlah mengutamakan gengsi sehingga bisa bikin boros.

Bahkan jika perlu, pangkas pengeluaran yang tak penting apalagi cuma menghambur-hamburkan uang. Misalkan melakukan travelling demi pamer foto di Instagram, beli barang branded entah kendaraan atau aksesoris cuma untuk sekadar tampil kece hingga doyan nongkrong di cafe mahal, demi mencapai status kekinian. Dengan hidup sederhana, penghasilan jelas bakal lebih hemat.

Baca juga: Jenis Investasi Masa Depan? Inilah 7 Fakta Soal Bitcoin yang Harus Dipahami!

4. Riset Return dan Risiko Produk Investasi

Supaya bisa memilih produk investasi yang tepat, ada baiknya kalau Anda mencari tahu betul produk investasi tersebut. Mulai dari risiko hingga return alias hasil imbal yang bakal diperoleh nantinya. Jangan ragu untuk banyak bertanya ke orang yang lebih sukses di dunia investasi hingga banyak membaca atau mengikuti seminar keuangan. Dengan mengetahui keuntungan hingga risiko kerugian, Anda bakal lebih yakin saat memilih instrumen investasi.

5. Cari Penghasilan Tambahan

Mencari penghasilan tambahan

Nah, kalau keempat hal di atas sudah dilakukan tapi tetap saja penghasilan tidak cukup, maka Anda bisa mencoba mencari cara memperoleh pendapatan tambahan. Tak perlu harus bekerja kantoran, penghasilan tambahan bisa dikembangkan dari hobi. Beberapa hobi seperti desain, menulis, memasak, make up hingga fotografi bahkan mampu menambah penghasilan bulanan Anda secara fantastis. Lakukan hobi-hobi itu selesai bekerja atau di akhir pekan supaya lebih profesional.

Dengan menerapkan kelima panduan di atas, Anda tentu bisa mulai melirik produk investasi sesuai dengan kemauan dan kemampuan. Satu yang harus diingat, seluruh panduan di atas tak akan bisa terwujud kalau Anda tak memiliki tekad yang keras. Barulah dengan kedisiplinan yang kuat, Anda bisa memilih produk-produk investasi berikut ini. Tenang saja, jenis-jenis investasi ini sangat cocok untuk karyawan dengan gaji minim.

Produk Investasi yang Cocok untuk Karyawan Bergaji Minim

1. Emas

Investasi emas

Sudah sejak dulu lamanya, emas adalah logam mulia terbaik yang dipilih banyak orang untuk berinvestasi. Harga emas yang selalu meningkat setiap tahun dipandang begitu menguntungkan dan minim risiko. Apalagi saat ini, investasi emas semakin mudah. Tak harus membeli emas batangan dalam ukuran besar, Anda bahkan bisa beli emas dalam jumlah kecil.

Baca juga: 7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula Saat Mau Investasi Emas

Bahkan beberapa lembaga perbankan menyediakan pilihan tabungan emas yang ditawarkan dengan harga rendah, mulai Rp 6.000! Dana tersebut bakal dikonversikan menjadi per gram emas setelah mencukupi. Bukan cuma menyimpan, Anda pun bisa menjual kembali emas di dalam tabungan ketika memang membutuhkan dana darurat.

2. Reksadana

Reksadana

Bukan hanya emas yang merupakan produk investasi minim risiko, Anda pun bisa mencoba peruntungan di bisnis reksadana. Perkembangan perekonomian membuat perusahaan manajemen investasi bermunculan dan tentunya memudahkan masyarakat. Hanya dengan uang Rp 100 ribu yang dipercayakan ke pialang, Anda sudah bisa memulai investasi reksadana.

3. Tabungan Berjangka

Tabungan berjangka

Jika reksadana dirasa membingkungkan, maka investasi lain yang bisa dipilih adalah tabungan berjangka alias deposito. Saat ini bank-bank nasional atau swasta di Indonesai sudah memiliki produk tabungan berjangka dengan bunga yang berbeda-beda. Untuk membuka deposito jelas tidak sulit karena bahkan bisa dilakukan mulai Rp 100 ribu.

Bagi Anda yang sulit menabung, deposito memiliki fitur autodebet yang bakal langsung menyisihkan penghasilan bulanan Anda ke rekening khusus tabungan berjangka. Lebih menguntungkan lagi, saat ini deposito juga memiliki asuransi jiwa bagi nasabah sehingga Anda tak perlu bingung atas keuangan saat harus berhenti bekerja. Namun Anda harus tahu bahwa deposito tidak seperti emas yang bisa diambil sewaktu-waktu. Karena tahapan berjangka baru bisa dicairkan setelah Anda melewati waktu sesuai kesepakatan.

4. Saham

Saham

Dibandingkan jenis investasi lainnya, saham mungkin adalah produk dengan peluang untung fantastis, tapi risiko rugi juga sama besarnya. Sehingga membuat orang-orang berpikir bahwa untuk investasi saham butuh dana besar. Apakah itu benar? Tentu tidak. Saat ini sudah banyak sekuritas kecil yang menawarkan penanaman modal saham dengan jumlah kecil mulai Rp 500 ribu!

Baca juga: 6 Manfaat dan Keunggulan Tabungan Emas Sebagai Investasi Anak Muda

Hanya saja sebelum memastikan diri untuk berinvestasi saham, Anda harus tahu betul seluk-beluk saham. Mulai dari cara pembelian, cara memilih perusahaan atau proyek yang tepat hingga cara penjualan saham dan pastinya cara bermain saham. Jangan keluarkan modal terlalu besar jika Anda belum mempelajari saham secara tepat, karena itu bisa saja bikin Anda kecewa dan merugi.

Bagaimana? Tidak sulit bukan ternyata panduan berinvestasi meskipun gaji minim? Anda pun juga sudah memiliki pilihan jenis-jenis investasi bagi karyawan berpenghasilan pas-pasan. Yang pasti, jangan sekali-kali berharap kaya mendadak saat berinvestasi. Karena investasi bukanlah cara untuk cepat tajir, melainkan investasi adalah salah satu cara menjadi kaya.

Loading...