Cara Berinvestasi di Usia 20, 30, 40 dan 50-an Serta Portofolionya!

Tidak ada yang bisa melawan waktu. Kita harus menghadapi masa depan yang tidak pasti, termasuk soal keuangan. Namun hal tersebut bisa kita kelola dengan melakukan investasi sedini mungkin.

Tapi pada umumnya, setiap jenjang usia memiliki tujuan keuangan yang berbeda. Oleh karena itu berinvestasi sesuai rentang usia juga menjadi hal yang sangat penting. Lalu bagaimana cara berinvestasi sesuai jenjang usia kita? Dan apa portofolio yang disarankan pada usia 20,30,40 dan 50-an?

Tenang saja karena kali ini kita akan membahasnya. Semoga dengan teknik ini, Anda bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih optimal dari instrumen investasi pilihan Anda. Yuk langsung saja kita bahas, inilah cara berinvestasi dan juga diversifikasi portofolio di setiap jenjang usia!

Berinvestasi di Usia 20-an

cara Berinvestasi di Usia 20-an

Pada usia 20-an, biasanya merupakan usia dimana kita lebih bebas untuk melakukan investasi. Sejak era digitalisasi dan kesadaran berinvestasi mulai berkembang di Indonesia pada usia ini banyak investor muda yang digolongkan sebagai investor agresif.

Walaupun ada juga yang masih mulai belajar berinvestasi dan memerlukan adaptasi untuk meningkatkan toleransinya terhadap resiko, serta meningkatkan kapasitas dalam berinvestasi.

Mengapa?

Karena di sisi lain, pada usia 20-an rata-rata kita masih masa awal-awal dalam merintis karir dan merencanakan manajemen keuangan pribadi. Tujuan keuangan utama kita mungkin masih berkaitan dengan menyiapkan uang darurat, atau biaya pernikahan.

Oleh karena itu tidak masalah jika toleransi terhadap resiko masih rendah. Anda bisa mulai menyiapkan investasi dengan resiko rendah untuk dana darurat misalnya.

Namun, karena keunggulan investor beusia 20-an adalah waktu yang dimiliki (lebih panjang dibanding yang berusia 30,40,50-an) jadi ada baiknya Anda tetap mengarahkan diri untuk menjadi investor agresif. Hal ini bisa di lakukan dengan meningkatkan kapasitas berinvestasi juga ilmu-ilmu investasi mengingat peluang di masa ini sangat bagus untuk memaksimalkan imbal hasil.

Apa Portofolio Investasi yang Bagus di Usia 20-an

Karena investor digolongkan sebagai agresif, Anda bisa memilih saham untuk investasi jangka panjang dalam rentang wkatu 10-20 tahun. Tentunya jika dana darurat Anda sudah aman dan sudah cukup paham tentang resiko serta kualitas emiten dari saham yang Anda pilih. Saat ini, dengan modal Rp 400 ribu-an Anda sudah bisa membeli saham bluechip.

Namun jika Anda masih takut dan dana darurat Anda belum terkumpul, Anda bisa menggunakan deposito, reksadana pasar uang ataupun obligasi terlebih dahulu.

Deposito bisa di mulai dari Rp 1 juta saja dengan tenor 1 bulan seperti deposito di Digibank misalnya. Anda juga bisa memilih reksadana pasar uang yang bisa di beli mulai dari Rp 100 ribu atau beberapa obligasi yang bisa di beli mulai dari Rp 1 juta.

Untuk selanjutnya, cobalah mempelajari instrumen investasi yang lebih agresif seperti saham. Anda juga bisa mendiversifikasikan portofolio sesuai level toleransi terhadap resiko yang Anda miliki.

Yuk baca juga, 9 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi yang Bisa Anda Lakukan

Tips Berinvestasi di Usia 20-an

Berdasarkan tujuan keuangan dan kondisi investor yang berusia 20 tahun-an pada umumnya, berikut adalah tips investasi yang bisa di lakukan!

  • Identifikasi tujuan keuangan Anda
  • Terus perbaiki manajemen keuangan pribadi, jangan sampai bocor ke hal-hal yang tidak perlu.
  • Tingkatkan pengalaman dan ilmu dalam berinvestasi
  • Sisihkan 30-50% penghasilan untuk berinvestasi
  • Pelajari instrumen keuangan yang cocok untuk tujuan keuangan yang hendak di raih, jangan pernah melakukan investasi hanya karena “katanya”

Cara Berinvestasi di Usia 30-an

Cara Berinvestasi di Usia 30-an

Tidak berbeda jauh dengan usia 20-an, karena pada usia 30-an masih masuk dalam usia produktif penuh energi. Namun, biasanya di usia ini, kita sudah lebih aman secara finansial di banding waktu usia 20-an.

Selain itu, jika kita mempraktikan tips investasi yang sudah di sebutkan saat berusia 20-an, yakni meningkatkan ilmu investasi maka toleransi terhadap resiko Anda sudah meningkat di usia ini. Karena 2 faktor diatas sudah di lalui, kini Anda lebih siap menjadi investor agresif.

Pada usia 30-an juga merupakan usia yang pas untuk terus berinvestasi pada diri sendiri dengan meningkatkan keterampilan dan kapasitas diri. Sehingga kapasitas Anda dalam berinvestasipun akan bertambah baik secara nominal dan juga skill.

Portofolio Investasi yang Bagus di Usia 30-an

Pada usia 30-an, biasanya keuangan sudah lebih agak stabil dan kita sudah mulai bisa lebih banyak menyisihkan untuk investasi jangka panjang. Untuk itu, jangan ragu untuk melakukan investasi dengan membeli properti. Dengan pembelian properti Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan 2 cara.

Pertama adalah melalui pendapatan sewa ketika kita menyewakan properti tersebut kepada orang lain. Keuntungan yang kedua adalah dari capital gain karena harga properti cenderung selalu naik di masa depan. Berinvestasi dengan kepemilikan properti ini bisa di lakukan untuk meningkatkan income kita di usia 30-an, selain sebagai simpanan di masa depan.

Apalagi instrumen investasi yang disarankan di usia 30-an? Selain properti, Anda juga bisa merencanakan 70-80% alokasi investasi pada instrumen yang agresif seperti saham. Kenapa saham?

Karena saham di nilai bisa memberikan imbal hasil yang lebih optimal dalam rentang waktu 5 hingga 10 tahun ke depan melalui capital gain. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari dividen saham. Jadi pilihlah saham-saham yang rajin membagikan dividennya jika Anda berniat mencari keuntungan lewat dividen juga.

Baca juga, 5 Cara Investasi Emas Agar Anda Makmur di Masa Depan

Lalu bagaimana dengan sisanya?

Sisanya sebesar 20-30% bisa Anda alokasikan pada dana tunai, reksadana atau peer to peer lending. Intinya bisa Anda gunakan untuk tujuan-tujuan keuangan di bawah 2 tahun (jangka pendek).

Tips Berinvestasi di Usia 30-an

Bagaimana, sudah mulai tergambar bagaimana Anda akan melakukan investasi di usia 30-an? Nah, berikut adalah tips yang mungkin bisa Anda pertimbangkan saat berinvestasi!

  • Pikirkan tujuan keuangan dan rentang waktunya
  • Ikuti seminar/ pelatihan untuk meningkatkan kapasitas diri
  • Buka kran penghasilan lain (selain income utama)
  • Taruh 70-80% alokasi investasi pada instrumen yang agresif untuk tujuan jangka panjang

Investasi di Usia 40-an

Investasi di Usia 40-an

Selanjutnya kita akan membahas cara berinvestasi di usia 40-an. Jika Anda berusia 40 dan sudah mulai berinvestasi sejak usia lebih muda maka di usia ini mungkin Anda tidak akan terlalu mengalami banyak kebingungan. Namun bagaimana dengan mereka yang baru sadar tentang pentingnya berinvestasi? Apakah ini berarti sudah terlambat?

Jika Anda baru memulai investasi di usia ini tenang saja, tidak ada kata terlambat meskipun Anda tipe investor yang konvensional. Biasanya, tingkat toleransi terhadap resiko di usia ini termasuk menengah dan juga tidak terlalu agresif.

Pada usia ini biasanya kita sudah bisa lebih mapan soal keuangan. Tidak lagi berkutat dengan dana darurat dan malah sudah bisa memulai percakapan tentang masa pensiun.

Selain itu kita juga sudah punya kran keuangan dari beberapa sumber. Hanya saja ada sebagian orang yang baru saja ‘ngeuh’ tentang investasi sehingga yang jadi masalah selanjutnya adalah kemanakah baiknya uang saya di investasikan?

Portofolio Investasi yang Disarankan di Usia 40-an

Nah untuk Anda yang termasuk investor yang konservatif, maka Anda bisa mengalokasikan dana investasi melalui obligasi, reksadana pendapatan tetap, dan peer to peer lending.

Berbeda lagi jika Anda tipe investor menengah di usia 40-an, Anda bisa menaruh dana investasi sebesar 60% ke saham. Lalu sisanya 40% bisa Anda alokasikan ke beberapa instrumen dengan imbal hasil menengah.

Tapi jika Anda termasuk yang berani mengambil resiko lebih besar (investor agresif), Anda bisa mengalokasikan dana investasi untuk saham sebesar 70-80% lalu sisanya di taruh pada instrumen investasi dengan potensi imbal hasil menengah.

Sebenarnya ada hal yang lebih penting lagi, yakni melakukan divesifikasi investasi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan Anda. Hal ini di lakukan untuk memperkecil resiko yang mungkin terjadi saat kita berinvestasi.

Tips Berinvestasi di Usia 40-an

Berikut adalah tips investasi untuk Anda yang berusia 40 tahunan!

  • Identifikasi tipe investasi diri sendiri
  • Pelajari tujuan keuangan yang paling dibutuhkan di masa depan, misalnya untuk dana pensiun 10-15 tahun lagi
  • Pertimbangkan instrumen investasi dengan potensi imbal hasil yang tinggi dan juga menengah
  • Lakukan diversifikasi investasi sesuai kebutuhan

Cara Berinvestasi di Usia 50-an

Sementara pada usia 50-tahunan biasanya kita sudah berbicara tentang masa pensiun dan siap menikmati masa tua dengan nyaman. Saat memasuki masa ini, Anda bisa melakukan perubahan instrumen investasi dari dana yang sudah diinvestasikan saat berusia 20 hingga 40 tahunan.

Sebab Anda pasti membutuhkan dana tunai setelah tidak lagi menerima penghasilan dari pekerjaan utama atau sudah tidak lagi bekerja yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan.

Nah, meskipun Anda sudah pensiun bisa jadi Anda tetap ingin tetap aktif dan produktif dalam beraktifitas. Misalnya Anda ingin mendirikan usaha di usia pensiun. Anda juga butuh dana tersendiri. Maka dari itu, apakah instrumen keuangan yang pas untuk menampung dana ini?

Apa Portofolio Investasi yang Disarankan di Usia 50-an

Anda bisa menyimpan dana pensiun ini ke obligasi, Investasi deposito, reksadana pasar uang atau uang tunai. Menaruh uang di peer to peer lending juga bisa Anda pertimbangkan untuk investasi jangka pendek seperti ini. Karena imbal hasilnya juga cukup besar, hingga bisa mencapai 18%.

Tips Berinvestasi di Usia 50-an

Berdasarkan karakteristik dan tujuan investasi di usia 50 tahun-an maka ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat mulai berinvestasi di usia 50-an.

  • Pelajari tentang instrumen keuangan aman
  • Pelajari instrumen investasi dengan resiko yang rendah dan mudah di cairkan
  • Tetap perhatikan potensi tingkat return yang di berikan

Penutup

Menyadari adanya perbedaan tujuan keuangan yang kemungkinan akan di hadapi di setiap jenjang usia membuat kita lebih bersiap dalam memilih instrumen investasi. Sebab setiap instrumen investasi memiliki cara kerja dan resiko yang berbeda. Kita hanya perlu memilih mana yang paling memungkinkan untuk memenuhi tujuan keuangan kita di setiap masa. Nah, teknik menyiapkan portofolio sesuai rentang usia mungkin bisa menjadi salah satu solusi yang bisa di pertimbangkan.

Bagaimana, sejauh apa Anda mempersiapkan teknik berinvestasi untuk mendapatkan potensi imbal hasil terbaik? Semoga tips investasi di usia 20, 30,40 dan 50-an diatas bermanfaat untuk Anda. Selamat berinvestasi!

Bagikan ;

Tinggalkan komentar