6 Cara Cerdas Pakai Kartu Kredit Saat Pandemi Covid-19

Apakah Anda termasuk yang tidak percaya kalau ada cara cerdas pakai kartu kredit (Credit Card/CC)?

Bukan hal yang aneh, karena memang selama ini kartu kredit selalu memberikan kesan negatif. Ada banyak sekali laporan orang-orang yang terjerat hutang CC, sehingga membuat finansial berantakan dan hidup bermasalah. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, CC justru menjadi sebuah produk keuangan yang dijauhi.

Hmm, apakah memang sebegitu mengerikan memakai CC?

Padahal tidaklah selalu demikian.

Baca juga: 5 Tips Pilih Financial Planner Bagi Milenial Agar Keuangan Lebih Baik

Menggunakan CC secara tepat dan bijaksana justru akan membuat Anda tertolong, bahkan di masa pandemi Covid-19 seperti ini. Seperti yang diketahui, wabah corona membuat orang-orang harus mengurangi kegiatan sosial dan bertemu orang lain. Sedangkan ketika kita membayar sesuatu menggunakan CC, tentu memakai metode cashless yang meminimalkan tangan saling bersentuhan seperti bayar dengan uang tunai.

Hanya saja supaya kartu kredit ini menjadi penolong alih-alih penjerumus, ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan. Seperti apa? Berikut akan kami bahas cara cerdas pakai kartu kredit anti ribet.

Jangan Cemas, Ini 6 Cara Cerdas Pakai Kartu Kredit

1. Ketahui Kemampuan Bayar

Di masa pandemi Covid-19 seperti ini, kebutuhan justru makin melonjak gila-gilaan. Apalagi di awal pandemi, ada banyak produk yang harganya melambung dan sangat dibutuhkan seperti hand-sanitizer, marker sampai cairan disinfektan. Produk-produk yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan keluarga dari virus ini justru mencatat kenaikan harga signifikan dan jelas bikin pusing.

Dalam kondisi seperti ini, ada banyak sekali yang memanfaatkan tawaran merchant untuk membeli produk kesehatan menggunakan CC. Apakah wajib dilakukan? Lakukan pertimbangan dulu. Anda harus tahu betul-betul bagaimana kemampuan membayar, barulah kemudian lakukan pembayaran dengan CC. Jangan sampai Anda nekat belanja terus demi memenuhi kebutuhan keluarga dengan CC, tanpa sadar kalau penghasilan telah dipotong oleh perusahaan akibat wabah corona.

Contohnya jika sebelum pandemi Anda memperoleh penghasilan Rp10 juta per bulan, maka ketika Covid-19 menerjang dipotong lantaran kebijakan WFH (Work From Home) menjadi tinggal Rp8 juta per bulan. Agar tetap bisa pakai CC tanpa perlu cemas berlebih, pastikan Anda berbelanja bulanan maksimal di kisaran Rp2-4 juta per bulan. Dengan total tagihan CC yang maksimal 50% dari gaji bulanan, Anda tentu masih tetap bisa membayarnya.

2. Cetak Tagihan Lalu Belanja

ilustrasi penggunaan kartu kredit
ilustrasi penggunaan kartu kredit © Freepik/rawpixel.com

Cara cerdas pakai kartu kredit berikutnya adalah biasakan berbelanja setelah mencetak tagihan. Apalagai kalau Anda termasuk pengguna CC aktif, wajib cetak tagihan secara rutin supaya mengetahui berapa saldo tersisa di dalam CC, sekaligus berapa besar pembelanjaan yang sudah dipakai. Jangan sampai Anda belanja terus tanpa sadar sudah melewati batas alias over limit, sehingga CC tak bisa dipakai lagi dan tak mampu bayar.

Dengan berbelanja setelah tagihan dicetak, Anda akan tahu apa saja yang sudah Anda beli selama ini. Sehingga Anda bisa melakukan koreksi diri dengan menghapus pembelanjaan tidak penting atau cuma sekadar ‘lapar mata’ saja. Namun selain itu, berbelanja setelah mencetak tagihan juga membuat Anda punya banyak waktu, sampai tanggal jatuh tempo di bulan berikutnya.

3. Hindari Tarik Tunai

Beberapa pengguna CC terkadang suka menarik tunai di ATM ketika uang cash mereka makin menipis. Menyenangkan, memang. Karena Anda bahkan bisa menarik uang tunai sampai limit yang dimiliki CC. Misalkan saja Anda masih punya limit Rp5 juta, maka sebesar itulah besaran uang tunai yang dapat ditarik di ATM. Hanya saja, langkah ini justru malah bisa bikin boros dan termasuk salah satu hal yang tidak dianjurkan saat pakai CC.

Kenapa begitu?

Karena rupanya setiap kali Anda menarik uang tunai di ATM, maka akan mendapat bunga dan biaya admin yang wajib dibayar. Selama tagihan penarikan uang tunai ini belum lunas, maka bunga bakal terus berjalan yang jika dibiarkan, jelas akan membebani finansial. Solusi untuk menghadapi masalah ini adalah tarik uang tunai di merchant yang menawarkan gratis biaya admin.

Baca juga: Tips Keuangan Saat PHK Karena Dampak Resesi Ekonomi

Selain hindari tarik tunai di ATM, usahakan juga uang-uang tersebut tidak dipakai untuk membayar kredit konsumtif lainnya. Misalkan saja KKB (Kredit Kendaraan Bermotor), KPR (Kredit Pemilikan Rumah), KTA (Kredit Tanpa Agunan) sampai KMG (Kredit Multi Guna). Karena membiasakan diri untuk gali lubang tutup lubang alias bayar hutang dengan cara hutang ke tempat lain, itu adalah cara termudah untuk mengalami kehancuran finansial.

4. Manfaatkan Cicilan 0%

ilustrasi penggunaan kartu kredit
ilustrasi penggunaan kartu kredit © vecteezy/stockgiupro

Tidak banyak yang sadar bahwa cara cerdas pakai kartu kredit yang sangat penting adalah dengan memahami besaran bunga bulanan. Yap, setiap merchant tentu mempunyai aturan tersendiri soal perhitungan bunga tagihan untuk pengguna CC. Ada yang menetapkan bunga 0,99%, bungga 1,5% bahkan bunga 2,99% untuk tagihannya. Tentu semakin besar bunga, akan sangat membebani apalagi jika Anda termasuk mengalami pemotongan penghasilan di masa pandemi.

Karena itulah, ketika hendak berbelanja, pilih merchant yang menawarkan bunga cicilan 0%. Bunga cicilan 0% artinya membuat Anda hanya perlu membayar sebesar harga produk, tanpa ditambah bunga. Contohnya ketika anak butuh laptop untuk kebutuhan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) di rumah, maka Anda bisa beli laptop seharga Rp4 juta di marketplace yang menawarkan cicilan bunga 0% selama enam bulan.

Sehingga artinya, Anda cuma membayar seharga laptop itu yakni Rp4 juta selama enam bulan yakni dicicil sekitar Rp670 ribu. Bandingkan jika Anda ngotot beli di merchant yang memberikan bunga 2,5%, maka artinya tagihan bulanan bakal lebih besar.

5. Belanja Sesuai Rencana

Sudah mengetahui kemampuan bayar, sudah cetak tagihan sebelum belanja, menghindari mengambil uang tunai di ATM sampai memanfaatkan cicilan bang 0% tapi tetap kedodoran saat pakai CC? Maka yang perlu dibenahi adalah perilaku dalam belanja. Agar benar-benar bisa menerapkan cara cerdas pakai kartu kredit, maka usahakan untuk berbelanja sesuai rencana.

Misalkan saja, Anda harus berbelanja kebutuhan rumah tangga mulai dari beras, gula, minyak dan kebutuhan dapur serta mandi lain dengan total Rp2 jutaan, maka sejumlah itulah yang harus dipakai. Jika perlu, tulis barang-barang yang harus dibeli, agar ketika ke pusat perbelanjaan tidak mudah tergiur ke produk lain. Anda harus memperkuat mental supaya tak mudah tergiur merchant yang sering menawarkan promosi seperti pemotongan bunga cicilan bulanan, di saat Anda berbelanja.

Baca juga: Kakeibo, Cara Mengatur Keuangan Supaya Bisa Hemat dan Cepat Kaya!

6. Jangan Tunggu Tagihan Jatuh Tempo

ilustrasi penggunaan kartu kredit
ilustrasi penggunaan kartu kredit © Freepik/rawpixel.com

Satu hal yang harus Anda ingat, setiap CC pasti memiliki bunga tagihan kredit yang disesuaikan dengan aturan bank penerbit kartu. Supaya tidak terjerat bunga tagihan CC, pastikan membayar tagihan kartu sakti ini sebelum jatuh tempo. Misalkan saja Anda memperoleh gaji setiap tanggal 25 dan jatuh tempo CC pada tanggal 30, maka usahakan maksimal di tanggal 28, Anda harus melunasi tagihan.

Bahkan jika perlu, di hari Anda memperoleh gaji, langsung saja bayar tagihan kartu kredit sehingga tak perlu cemas dikenai bunga dan denda. Sebisa mungkin hindari opsi pembayaran tagihan minimun, karena justru akan membebani Anda di bulan-bulan berikutnya. Kalau memang penghasilan sedang berkurang selama wabah corona, usahakan membayar setengah dari total tagihan CC, agar lebih ringan. Namun tetap, kelola keuangan dengan baik agar bisa membayar seluruh tagihan dan CC dapat aktif kembali.

Kesimpulan

Bagaimana? Sebetulnya tidak sulit kan dalam menerapkan cara cerdas pakai kartu kredit? Anda tinggal mengikuti anjuran di atas dan kemudian menikmati kebahagiaan bisa berbelanja dengan CC tanpa cemas. Karena memang pada dasarnya, CC yang digunakan secara tepat justru akan sangat membantu kebutuhan, terutama di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Kebutuhan terpenuhi dan finansial tak bermasalah, yuk lebih bijak gunakan CC.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar