Cara Cerdas Hidup Tenang Bebas dari Lilitan Utang

Berutang memang bukanlah hal yang dilarang, karena setiap orang memiliki kebutuhan dan konteks finansialnya masing-masing yang mengharuskan untuk melakukan pinjaman/ berutang. Seperti kredit kepemilikan rumah atau usaha, pinjaman karena terkena musibah dll.

Tetapi, berutang menjadi hal yang harus di waspadai ketika kita mulai berutang untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Mengapa demikian?

Karena itu artinya, pengeluaran kita melebihi kemampuan finansial kita saat ini. Masalah ini akan sangat berpotensi berkembang lebih rumit sampai akhirnya tanpa kita sadari bahwa kita harus hidup was-was setiap hari karena dihantui tanggung jawab untuk melunasi utang.

Untuk bisa hidup tenang tanpa terlilit utang, bisa di atasi dari 2 sisi yaitu disisi bagaimana cara kita berutang dan juga bagaimana cara kita melunasi utang. Keduanya penting untuk pengelolaan kehidupan finansial yang lebih baik di masa mendatang. Jadi dimanakah posisi kita saat ini?

Apakah kita termasuk kedalam orang-orang yang belum dan kemungkinan akan mengambil pinjaman, ataukah sudah bahkan dan sedang mencari solusi untuk melunasi utang yang terlalu banyak. Kedua kondisi inilah yang akan kita bahas sekarang, yuk kita simak tips-tips berikut ini supaya kita bisa hidup tenang tanpa terlilit hutang!

Belajar Bijak Dalam Melakukan Pinjaman

Belajar Bijak Dalam Melakukan Pinjaman

Supaya bisa mendapatkan ketenangan hidup tanpa terlilit utang, langkah awal dimulai dari bagaimana cara kita berutang. Karena seperti yang telah di bahas sebelumnya mungkin kita memang tidak benar-benar bisa menghidari utang, tapi setidaknya kita memahami bagaimana melakukan pinjaman yang lebih bijak supaya tidak sampai menyebabkan bencana bagi keuangan kita di masa depan.

1. Kenali Tujuan Berutang

Sebelum mengajukan pinjaman lebih baik tanyakan kepada diri kita sendiri mengenai tujuan peminjamannya. Apakah itu memang pinjaman yang bersifat produktif misalnya untuk mendanai usaha dan menambah modal kerja, untuk keadaan darurat seperti mengalami sakit atau musibah lainnya sehingga perlu menambah biaya dengan cara meminjam, ataukah hanya untuk memenuhi life style kita saja.

Jika alasannya adalah untuk kebutuhan yang bersifat produktif atau darurat, pinjaman/utang bisa menjadi salah satu solusi dengan syarat kita tetap mengusahakan untuk membayarnya di masa yang akan datang. Tetapi, jika pinjaman tersebut hanya untuk mengikuti life style kita yang tidak ada batasnya lebih baik kita perhitungkan kembali sebelum memutuskan melakukan pinjaman.

Hal ini untuk menghindari kebiasaan ‘gali lobang tutup lobang’ yang nantinya menciptakan mental untuk menghindari membayar utang padahal utang adalah tanggung jawab yang harus kita lunasi.

Atau kita nyaman dengan berutang hingga akhirnya pusing sendiri setelah menyadari ternyata utangnya sudah menumpuk dan sulit untuk melunasi. Jadi, jika bukan untuk kebutuhan produktif atau darurat lebih baik tidak membiasakan diri melakukan pinjaman kecuali KPR/KTA untuk kepemilikan rumah.

2. Kenali Kemampuan Dalam Membayar Utang

Tips selanjutnya sebelum melakukan pengajuan pinjaman/utang adalah memahami kemampuan diri sendiri dalam membayar utang.

Karena biasanya, jumlah cicilan yang di bayarkan pada awalnya memang tidak melebihi 30% gaji/pendapatan tapi karena tergiur oleh gadget baru, koleksi make up atau tas terbaru, kulkas, tv, mobil, lama-lama tanpa terasa cicilan yang harus kita bayarkan tiap bulannya melebihi 30% gaji bahkan sampai mengganggu alokasi dana sehari-hari.

Jumlah pinjaman yang harus di bayarkan tiap bulannya menurut bebrapa praktisi keuangan tidak boleh lebih dari 30%. Sehingga jika Anda sudah memiliki tanggungan biaya KPR rumah sebesar 25% dari gaji Anda, maka jatah untuk melakukan pinjaman lainnya misalnya pinjaman online hanya 5% saja dari gaji Anda.

3. Pahami Syarat & Ketentuan Serta Bunga Pinjaman

Pinjaman baik bersifat offline dan online biasanya memiliki syarat & ketentan serta bunga pinjaman yang harus di bayarkan kalau kita mengajukan utang. Apalagi dengan segala kemudahan yang di tawarkan pinjaman online yang bersifat multiguna atau penundaan pembayaran (paylater).

Kita bisa dengan mudahnya melakukan pinjaman online untuk berbagai keperluan dengan limit tertentu yang kalau kita tidak kontrol akan menjadi boomerang bagi kehidupan finansial kita nantinya. Sudah ada banyak kasus orang-orang yang akhirnya harus di kejar-kejar penagih hutang.

Oleh karena itu, kita harus cermat dalam memahami bagaimana pinjaman online tersebut menghitung suku bunga pinjaman, resiko yang harus ditanggung jika telat membayar cicilan, sejauh apa pihak pinjaman online bisa mengakses data-data kita dan lain sebagainya.

4. Pilih Instrumen Utang Sesuai Kondisi yang di Alami

Jika memang kondisinya kita memang sedang tidak memiliki cash padahal kita benar-benar membutuhkannya, langkah pertama yang di sarankan oleh perencana keuangan adalah menggadaikan aset.

Ini karena bunganya yang tergolong kompetitif dan kita memiliki dorongan yang kuat untuk melunasi karena ingin menebus aset kita kembali. Tetapi selain itu ada hal yang perlu di perhatikan, yakni tentang seberapa lama kita membutuhkan pinjaman tersebut.

Misalnya terjadi penundaan gajian selama satu bulan, gunakan tarik tunai cash dari kartu kredit dengan bunga 2,25% karena jika kita menggunakan KTA memang bunganya lebih kecil tapi minimal peminjaman adalah 3 bulan itu artinya bunga yang harus di bayarkan juga akan lebih besar.

Cara Untuk Segera Bebas Utang

Cara Untuk Segera Bebas Utang

Seperti yang telah di bahas sebelumnya, bahwa kita mungkin tidak bisa untuk menghindari utang entah dikarenakan kebutuhan produktif, darurat atau bahkan hanya untuk lifestyle. Sebenarnya utang yng perlu benar-benar diwaspadai adalah utang nomor 3, yakni utang lifestyle. Tapi bagaimanapun juga, status bebas utang merupakan hal yang sangat membahagiakan bukan?

Hidup bisa lebih tenang tanpa terbebani tanggung jawab utang yang harus kita bayar. Kita juga bisa move on untuk mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan hidup kita lainnya seperti dana pensiun, dana pendidikan anak dll.

Untuk itu, bagi Anda yang sudah terlanjur berutang dan sedang berjuang untuk melunasi berbagai utang jangan menyerah dan tetap lunasi utang Anda. Langkah berikut ini mungkin bisa membantu Anda dalam melaksanakan proses pelunasan utang supaya proses tersebut berjalan dengan baik, fokus dan juga membantu kita menghindari kesalahan yang sama dalam berutang!

1. Mengakui Dengan Jujur Alasan Berutang

Langkah pertama bisa dimulai dengan mengakui dengan sejujur-jujurnya mengenai alasan kita berutang. Apakah untuk kebutuhan produktif, darurat ataukah malah kebanyakan karena dii kita sendiri yang tidak bisa menahan diri setiap ada promo atau diskon gadget baru, paket traveling, outfit, jajanan kekinian dll?

Dengan mengakui alasan kita berhutang kita jadi bisa lebih sadar untuk apa sebenarnya kita sampai berutang dan kedepannya hal ini bisa di jadikan asumsi untuk mengatur strategi.

2. Listing & Mengurutkan Utang yang Harus di Lunasi

Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan list/ daftar utang apa saja yang di miliki. Hal ini juga menjadi pengingat serta penguji apakah kita sudah benar-benar tepat mengidentifikasi alasan kita berutang.

Setelah list utang terkumpul barulah kita urutkan bukan hanya berdasarkan besarnya jumlah, tapi jug nilai bunga dan admin yang harus di bayarkan. Manakah yang nilai bungadan adminnya paling besar maka itulah yang harus segera dilunasi terlebih dahulu.

Karena saat ini, pinjaman besar atau kecil bisa jadi bunganya sama. Sehingga dari pada menunda utang yang bunganya besar untuk melunasi utang yang jumlahnya besar terlebih dahulu, lebih baik memprioritias utang tersebut supaya bunganya tidak menumpuk dan akhirnya kita malah kerepotan membayar bunganya yang menjadi sangat besar.

3. Cek Arus Kas Pribadi & Aset

Jika Anda sudah membuat daftar dan mengurutan utang mana yang paling prioritas hingga yang terakhir untuk di lunasi maka Anda tinggal memilikirkan bagaimana cara melunasinya dengan fokus dan konsisten.

Untuk melunasi utang, Anda perlu mengecek arus kas pribadi dan aset seperti tabungan, deposito, kepemilikan logam mulia dll terlebih dahulu. Apakah ada alokasi dana yang bisa di potong dan di gunakan untuk melunasi utang. Jika ada, maka tidak ada salahnya Anda sedikit lebih keat soal anggaran rutin demi mencicil melunasi utang dengan segera.

4. Cari Cara Untuk Menambah Penghasilan

Alternatif lainnya yang bisa Anda pilih untuk segera melunasi pinjaman adalah dengan mencari penghasilan tambahan sekalipun Anda seorang karyawan yang di gaji secara tetap perbulannya.

Karena saat ini, sudah banyak peluang kerja sambilan ataupun bisnis yang bisa dilakukan karyawan ibu rumah tangga bahkan mahasiswa sekalipun. Asalkan kita berusaha mencari dan menciptakan peluang tersebut.

Anda bisa memanfaatkan smartphone Anda untuk bisnis dropship misalnya. Atau jika Anda termasuk orang yang kreatif dan memiliki kemampuan desain grafis atau menulis maka Anda bisa menjadi freelancer graphic designer atau content/copy writer yang saat ini banyak di butuhkan oleh perusahaan-perusahaan.

5. Bernegosiasi Dengan Lembaga Keuangan Terkait

Jika mengatur arus kas, menggunakan aset atau menambah penghasilan sekalipun masih tidak mampu menutupi utang Anda dan kebetulan tenor utang Anda sudah jatuh tempo, maka Anda bisa mendatangi lembaga keuangan terkait dan bernegosiasi dengan mereka.

Anda bisa menjelaskan kondisi real Anda saat ini dalam melunasi utang kepada lembaga tersebut dan meminta penangguhan. Sampaikan pula dengan baik-baik, bahwa Anda memilki niat baik untuk melunasinya. Dengan begitu, masih ada kesempatan untuk Anda melunasi utang. Jika pihak lembaga keungan sudah setuju maka segeralah melunasi utang tersebut sesuai kesepakatan.

6. Memiliki Mental Sadar Diri

Jika sudah diberi keringanan oleh pihak lembaga keuangan aka jangan sampai kita bersikap tidak amanah dengan menghindari utang tapi malah membeli barang-barang lain yang sebenarnya tidak urgent di beli.

Karena lambat laun jika lembaga keuangan mengetahui moral kita yang seperti itu maka kita akan masuk dalam daftar black list. Suatu saat kita benar-benar perlu maka kita tidak akan dibantu. Oleh karena itu, kita perlu sadar life style dan sadar pula kemampuan finansial sendiri.

7. Menjual Aset Cicilan Untuk Melunasi Utang

Nah, mau tidak mau jika semua cara diatas sudah dilakukan tapi tetap masih kurang untuk melunasi utang maka jalan satu-satunya adalah menjual aset yang masih dicicil oleh hasil pinjaman kita. Opsi ini adalah cara yang perlu di lakukan demi mendapatkan kehidupan yang lebih tenang bebas utang di masa depan.

Baca juga : OVO PayLater Cicilan Tanpa Kartu Kredit Online

Semua tips diatas tidak akan ada artinya jika tidak di sertai dengan kesungguhan niat dan disiplin dari diri kita masing-masing. Karena diri kita sendirilah yang bisa mengontrol bagaimana harusnya bersikap menghadapi masalah keuangan pribadi.

Loading...