Baru Buka Usaha? Ini Cara Cermat Atur Keuangan Bagi Entrepreneur Pemula

Bagi entrepreneur pemula (fully entrepreneur) pemasukan yang tidak tentu pasti menjadi tantangan yang harus di hadapi. Hal ini dapat terpahami, karena kondisi bisnis yang baru merintis biasanya belum stabil secara sistem, penentuan pasar, maupun pendapatan.

Apalagi jika modal bisnis Anda terbatas, tentu ketidakpastian ini sangat challenging sekali. Banyak pebisnis pemula yang menyerah dan gagal karena tidak tahan dengan kondisi keuangan yang tidak menentu.

Jangankan pebisnis pemula, pebisnis yang sudah lama pun bisa roboh jika keuangan tidak di kelola dengan cermat. Padahal, kita bisa loh mengusahakan cara pengelolaan keuangan yang tepat untuk pebisnis supaya bisa survive menghadapi dinamika awal bisnis dengan cara-cara berikut!

1. Memisahkan Keuangan Bisnis dan Pribadi

Memisahkan Keuangan Bisnis dan Pribadi

Selain pengelolaan keuangan bisnis, keuangan pribadi/keluarga tentu harus dikelola. Jangan sampai tercampur aduk, tiba-tiba merasa punya uang banyak dalam rekening dan ketika belanja bingung apakah uang tersebut adalah uang klien, untuk modal, untuk sewa kantor atau.

Begitupun sebaliknya, saat berbelanja urusan bisnis ternyata keuangan pribadi yang harus terpakai sehingga kesulitan untuk memenuhi keutuhan sehari-hari Anda dan akhirnya harus berutang. Jadi bisa dibilang bahwa tugas pengelolaan keuangan bagi entrepreneur itu ada dua, yakni mengelola keuangan bisnisnya dan juga mengelola keuangan pribadi/keluarganya.

Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana caranya memisahkan keuangan bisnis dan pribadi?

Ada tips simpel yang bisa Anda lakukan untuk memisahkan pengelolaan keuangan bisnis pribadi yaitu dengan cara menggaji diri sendiri dan membuat rekening terpisah. Membuat anggaran gaji untuk owner sangatlah penting supaya jika suatu saat bisnis Anda sedang bermasalah tidak sampai membuat Anda mengalami kekurangan finansial yang hebat karena keuangan pribadi Anda dengan segala persiapaan tabungannya sudah siap memback up. Mengenai besarannya, bisa Anda tentukan sesuai kondisi bisnis Anda saat ini.

Nah, apakah Anda sudah menggaji diri sendiri?

Jika belum, Anda bisa mencobanya mulai saat ini. Masalah bonus, tunjangan dan lain-lain bisa menyusul, yang penting Anda memiliki anggaran gaji Anda sebagai owner.

Baca juga : Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Setelah Memiliki Anak

Tips kedua berkaitan dengan penempatan rekening keuangan bisnis dan pribadi Anda. Anda sangat di anjurkan untuk tidak menyatukan keuangan bisnis dan pribadi dalam satu rekening agar lebih mudah mengatur urusan keduanya.

Anda bisa menggunakan rekening pribadi untuk menampung transfer gaji bulanan Anda sebagai owner dan menggunakannya untuk keperluan hidup sehari-hari. Jangan sampai karena rekening tidak dipisah, saat bisnis sedang high season dan jumlah uang di rekening cukup besar Anda jadi kalap untuk berbelanja padahal uang tersebut seharusnya di gunakan untuk pengembangan bisnis yang lebih besar lagi sesuai planning bisnis Anda. Jadi sebaiknya buatlah rekening terpisah antara keuangan bisnis dan pribadi.

2. Mencatat Cash in- Cash out

Pencatatan pemasukan dan pengeluaran sangatlah penting bukan hanya untuk keuangan bisnis Anda tapi juga keuangan pribadi Anda sebagai owner.

Jika Anda tidak memiliki pencatatan keuangan pribadi, Anda akan kesulitan untuk melacak pengeluaran yang habis entah kemana. Banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan jika memiliki catatan keuangan/ money tracking seperti menentukan living budget yang tepat dan mengontrol keuangan supaya lebih stabil.

Biasanya jika kita sudah disibukan dengan aktifitas pekerjaan sehari-hari fokus kita untuk hal lain akan berkurang. Sehingga saat kita mengeluarkan uang bisa jadi kurang tersadari apakah pengeluaran tersebut bersifat proritas atau tidak dan apakah pengeluaran tersebut masih on budget ataukah kita jadi harus mensabotase dana-dana lainnya karena melebihi budget.

Dengan melakukan pencatatan keuangan Anda bisa mengetahui living budget yang tepat untuk Anda seperti biaya makan yang tepat, biaya tempat tinggal yang pas, biaya skin care yang cocok, biaya playing dll.

Saat ini melakukan pencatatan keuangan bisa sangat mudah, Anda tidak pelu membawa buku catatan dan juga ballpoint kemana-mana. Anda cukup mendownlod aplikasi financial tracker gratis, seperti money manager, money lover, wallet dan lain sebagainya di aplikasi store smartphone Anda.

3. Tidak Pelit Tapi Berhemat

Tidak Pelit Tapi Berhemat

Salah satu kebiasaan pengusaha sukses sebenarnya adalah berhemat. Mungkin mereka yang sudah sukses memiliki gaya hidup mewah, tapi hal itu adalah sebagian kecil dari penghasilan mereka.

Hal ini tentu akan sulit dilakukan jika mereka tidak terbiasa berhemat sedari awal sebelum mereka mencapai kesuksesan seperti hari ini mengingat godaan untuk membelanjakan uang bermilyar-milyar yang mereka miliki pasti sangat tinggi.

Tinggal gesek sana-gesek sini , semuanya mudah! Tapi mereka tidak melakukan itu. Kehidupan mewah yang mereka bisa capai saat ini adalah bagian dari penghargaan atas kerja keras mereka selama ini dan hal itu tidak membuat mereka bangkrut karena pengeluaran tersebut sesuai dengan pemasukannya.

Sehingga tidak mungkin jika perilaku berhemat ini bukan merupakan habit yang dipupuk sejak lama. Untuk Anda yang masih pemula, Anda memiliki kesempatan panjang dalam melatih mental keuangan untuk berhemat.

Jangan takut akan hidup kekurangan, karena hemat itu berbeda dengan pelit. Kalau kita hemat, kita akan cenderung untuk membayar apa yang harus di bayar. Tetapi kalau pelit, kita tidak membayar apa yang seharusnya di bayarkan.

Kita bisa berhemat sesuai jenjang perkembangan bisnis yang kita kelola saat ini. Hindari pengeluaran yang berlebihan walaupun kita mendapatkan project yang cukup besar atau bisnis sedang ramai-ramainya, terutama jika bisnis masih awal berdiri.

4. Memiliki Prioritas

Pola lainnya yang di miliki para pengusaha sukses dalam keuangan pribadinya adalah mereka pasti memiliki prioritas dalam mengelola keuangannya. Seringkali kita memiliki tujuan keuangan yang sangat banyak.

Tetapi beberapa praktisi keuangan menyebutkan bahwa sebaiknya kita hanya memiliki 3 tujuan keuangan dalam satu waktu. Karena kita perlu realistis dengan pemasukan yang bisa dapatkan saat ini. Jangan sampai memiliki life style seperti artis-artis atau konglomerat yang bergaya hidup mewah padahal kita sebenarnya belum mampu untuk itu.

Jadi ketika kita sudah menerima pendapatan atas bisnis kita, sebelum membeli ini itu, berinvestasi ini itu, coba tanyakan kepada diri sendiri apakah hal tersebut yang benar-benar kita butuhkan, apakah itu yang menjadi prioritas keuangan saat ini?

Dengan memiliki prioritas, kita bisa membelanjakan uang yang kita miliki denganlebih tepat sasaran. Inilah mengapa menggaji diri sendiri sebagai owner bisnis sangat penting, yakni supaya bisa membatasi diri kita untuk mengeluarkan uang yang tidak sesuai dengan omset dan perkembangan bisnis kita yang masih butuh banyak perbaikan sana-sini untuk bisa selangkah ke step bisnis selanjutnya.

5. Mulai Berinvestasi

Mulai Berinvestasi

Investasi juga penting untuk pebisnis pemula, tentunya jika Anda sudah menetapkan prioritas keuangan. Dengan berinvestasi, Anda bisa belajar untuk menyiapkan berbagai keperluan bisnis dan non bisnis Anda.

Jadi selain mengurus bisnis yang sedang Anda rintis, Anda juga bisa menaruh sebagian pendapatan untuk tujuan tambahan modal usaha atau hal lainnya dengan beberapa instrument investasi seperti reksadana dan tabungan emas.

Saat ini berinvestasi menjadi sangat realistis untuk Anda yang masih pemula. Anda bisa memulainya bahkan dengan Rp.10.000 untuk reksadana dan Rp.500 saja untuk tabungan emas.

Selain itu berinvestasi reksadana maupun tabungan emas sangatlah mudah karena bisa dilakukan secara online dengan pendaftaran yang simpel. Jika Anda pemula, pastikan memilih aplikasi investasi reksadana yang sudah memiliki izin OJK (Otoritas Jasa Keuangan) agar legalitas dan keamanan investasi yang Anda tanam bisa terjamin.

Saat ini sudah ada beberapa aplikasi reksadana yang telah lolos OJK yang bisa membantu Anda berinvestasi reksadana seperti aplikasi Ajaib, Bareksa, Tanam Duit, Bibit. Sementara untuk menabung emas, Anda bisa menggunakan aplikasi marketplace Tokopedia.

Seperti yang kita ketahui bahwa lolos pengujian OJK tidaklah mudah, sehingga aplikasi-aplikasi tersebut cukup bisa Anda andalkan secara layanan, sistem maupun keamanannya.

6. Komitmen dan Konsisten Dalam Financial Planning

Selain ke 5 hal di atas, sikap yang tak kalah penting untuk di terapkan oleh entrepreneur pemula adalah komitmen dan konsistensi dalam menjalankan financial planning. Mulai dari pemisahan pengelolaan keuangan, menjalankan alokasi keuangan sesuai prioritas hingga siap untuk berinvestasi meskipun Anda masih tergolong entrepreneur pemula.

Anda harus berani berkomitmen untuk mengelola keuangan pribadi Anda, disamping pengelolaan keuangan bisnis jika ingin memiliki kehidupan finansial yang lebih baik. Perlu Anda ketahui bahwa pengelolaan keuangan pribadi adalah salah satu bentuk dari self love karena itu artinya Anda peduli dengan kehidupan Anda yang lebih baik di masa mendatang.

Karena berdasarkan sebuah studi di Amerika pada sejumlah employee di tahun 2017, keuangan merupakan penyebab terbesar terjadinya stres. Bukan soal pasangan, bukan soal lainnya.

Masalah keuangan bisa berkembang lebih kompleks pada psikologi seseorang, misalnya orang jadi cepat marah, hubungan dengan anak dan keluarga memburuk hingga berpengaruh pada penurunan produktifitas kerja.

Tentu hal ini tidak Anda inginkan bukan?

Sehingga setiap kali Anda tergoda untuk melakukan pembelanjaan secara impulsif yang nantinya akan membuat kantong Anda ‘bolong’ Anda bisa mengingat komitmen yang Anda buat untuk berhasil dalam pengelolaan keuangan.

Jika Anda termasuk orang yang tidak terbiasa dengan administrasi seperti pencatatan keuangan harian, Anda bisa belajar meluangkan waktu hanya 10 menit saja di malam hari sebelum tidur untuk melihat struk dan mengingat pengeluaan lainnya (yang tidak terdapat struk pembelian) dan memaskan data pengeluaran di hari tersebut.

Untuk masa awal-awal mungkin Anda akan sulit melakukannya, rasa malas dan bosan akan cukup tinggi karena Anda tidak terbiasa. Tetapi jika hal tersebut sudah Anda lakukan minimal 2-3 bulan secara konsisten, Anda tidak akan lagi merasa terbebani karena Anda mulai bisa merasakan sisi manfaat dari catatan keuangan tersebut.

Tanpa terasa target/tujuan keuangan Anda bisa tercapai karena Anda jadi terbiasa mengecek saldo yang tersisa dari alokasi-alokasi makan, atau refreshing Anda selama sebulan misalnya.

Itulah 6 cara mengatur keuangan untuk entrepreneur pemula. Pengelolaan keuangan pribadi sangatlah penting apalagi jika Anda seorang entrepreneur atau freelancer yang masih harus hidup dalam ketidakpastian keuangan.

Karena kebiasaan Anda dalam mengelola uang akan berpengaruh bukan hanya pada keuangan pribadi Anda tapi juga masa depan bisnis Anda. Jadi mulailah mengelola keuangan pribadi Anda sebagai entrepreneur.

Bagikan ;