Tahun 2020 Segera Berakhir, Ini Cara Evaluasi Keuangan Pribadi Anda

Tinggal satu bulan lagi kita akan meninggalkan tahun 2020, apakah Anda sudah mulai melakukan evaluasi tentang kondisi keuangan Anda?

Karena biasanya ketika awal tahun kita mungkin punya tujuan-tujuan keuangan yang ingin di raih di tahun ini. Umumnya kita juga ingin punya kondisi keuangan yang sehat dan sejahtera. Nah bagaimana kabarnya dengan tujuan dan kondisi keuangan Anda saat ini?

Memeriksa kondisi keuangan memang tidak melulu harus di akhir tahun. Tapi akhir tahun memang waktu yang pas melakukan untuk evaluasi yang nantinya bisa digunakan untuk input resolusi keuangan kita di tahun yang baru.

Dengan memeriksa kondisi keuangan, kita jadi bisa tahu dengan sejujurnya sisi manakah yang sudah cukup, harus di improvisasi atau harus di ubah dari kondisi keuangan kita.

Menurut financial planner Prita Ghozie, kita bisa menilai kondisi keuangan dengan 4 standart, yakni :

  • Tidak sehat
  • Sehat
  • Mandiri
  • Tetap Sejahtera

Kita pastinya idealnya kita ingin memiliki keuangan yang berada dalam tahap tetap sejahtera bukan? Sebelum masuk pada pembahasan cara mengevaluasi keuangan pribadi, ada baiknya kita perhatikan dulu indikator-indikator yang bisa merepresentasikan kondisi keuangan kita sudah mencapai tetap sejahtera di bawah ini.

Indikator Keuangan Sejahtera

indikator keuangan sejahtera

1. Dana Darurat Minimal 3-12 Kali Pengeluaran Rutin

Dana darurat ini sangat penting, terutama di masa pandemi seperti sekarang. Standart jumlah dana darurat yang baik dimiliki oleh pribadi bisa berubah sesuai kondisi.

Contohnya, dalam kondisi biasa dana darurat yang dibutuhkan biasanya hanya 3 kali jumlah pengeluaran rutin saja. Tapi di masa krisis atau pandemi kita di sarankan memiliki hingga 12 kali nilai pengeluaran rutin kita.

Mungkin kita merasa cukup berat melakukannya, tapi inilah yang harus di lakukan. Karena apapun bisa terjadi di masa pandemi ini.

Baca juga : Strategi Mengatur Keuangan Dengan Gaya Hidup Minimalis dan Sederhana

Supaya kita tidak panik jika harus menghadapi hal yang di luar dugaan seperti kehilangan sebagian pendapatan atau bahkan PHK maka darurat ini wajib di kumpulkan.

2. Sudah Mampu Mengelola Utang

Kedua, kita juga perlu mengukur bagaimana kemampuan kita dalam mengelola utang. Mungkin dalam kehidupan kita sehari-hari kita perlu di bantu dengan utang. Seperti utang dalam mencicil rumah, kendaraan atau pinjaman lainnya. Nah, hal yang perlu kita perhatikan adalah :

  • Jangan sampai jumlah utang yang kita besarnya adalah 1/2 atau lebih dari aset yang kita miliki
  • Jumlah cicilan yang di bayarkan tidak lebih dari 1/3 pemasukan bulanan kita

Nah jika salah satu dari indikasi kemampuan pengelolaan di atas ada yang melebihi satndart,maka kita harus berhati-hati. Itu bisa menandakan kondisi keuangan kita sedang tidak sehat.

3. Sudah Mampu Mengendalikan Gaya Hidup

Biasanya setiap orang punya gaya hidup tertentu yang di pilih secara pribadi. Coba tanyakan pada diri Anda sendiri, apa barang atau jasa yang selalu Anda beli setiap bulan yang harusnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan baik secara fisik atau mental. Misalnya membeli tanaman, sepeda lipat,dll.

Namun, ada kalanya orang membeli sesuatu dan menjadikannya gaya hidup hanya untuk di perlihatkan kepada orang lain. Nah inilah yang bahaya.

Karena di banding mendapatkan manfaat dari barang atau jasa yang kita beli, kita justru terjebak dalam kebiasaan membeli untuk keinginan dilihat orang yang tidak akan ada habisnya. Jika kita sudah bisa mengendalikan gaya hidup, keuangan bulanan kita pasti akan tetapa terkendali.

4. Memahami Portfolio Aset Pribadi

Portfolio aset pribadi adalah data mengenai kumpulan aset yang sudah kita miliki. Misalnya berapa jumlah tabungan yang dimiliki, berapa jumlah investasi emas, reksadana, SBN Ritel, saham dan seterusnya. Jika kita punya kebiasaan mengevaluasi aset pribadi kita, itu artinya kita benar-benar memahami bagaimana portfolio aset dan cara mengelolanya.

5. Memiliki Rumah Tinggal Sendiri

punya rumah tinggal sendiri

Walaupun saat ini rumah tinggal yang Anda miliki belum ditempati karena berbagai hal, tapi kepemilikan rumah tinggal ini adalah hal yang sangat penting dalam merepresentasikan kondisi keuangan kita.

Karena dengan memiliki rumah tinggal, artinya kita memiliki suatu aset untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam hal fisiologis. Jika kita memiliki rumah tinggal sendiri, maka kita tidak harus bergantung kepada orang lain.

Namun kalau kita belum memiliki rumah tinggal sendiri, maka kita harus menumpang atau menyewanya. Kita memang tidak harus memiliki rumah tinggal saat ini tapi kepemilikan rumah tinggal sendiri bisa di jadikan salah satu target yang perlu di kejar nantinya karena menjadi indikator bahw kita sudah bisa mandiri.

6. Sudah Bisa Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Terkhusus untuk Anda yang sudah memiliki anak, kemampuan menyiapkan dana pendidikan anak adalah salah satu hal yang bisa di jadikan indikator kondisi keuangan Anda.

Biaya pendidikan anak yang di siapkan berdasarkan jenjangnya yakni dari tk sampai dengan kuliah. Berapapun jumlah anaknya, tentu sebagai orangtua Anda ingin semua anak mendapatkan pendidikan yang minimal sama.

7. Sudah Bisa Menyiapkan Dana Pensiun

Biasanya generasi usia 20-an tidak terlalu ingin memikirkan dana pensiun. Karena menganggap bahwa pensiun itu masih sangat lama.

Tapi, anggapan ini salah loh! Justru kita perlu menyiapkan dana pensiun kita sedini mungkin supaya keuangan kita tetap dalam kondisi yang sehat. Kesiapan dalam merencanakan dana pensiun ini bisa menjadi tanda bahwa Anda menuju kondisi keuangan yang sejahtera.

8. Memiliki Proteksi Keuangan

Proteksi keuangan bukanlah tabungan ataupun investasi. Tapi proteksi keuangan ini berfungsi untuk melindungi diri atau keluarga dari resiko-resiko hidup yang bisa mengancam kesejahteraan keuangan kita. Misalnya saja sakit atau meninggal saat di usia produktif.

Nah biasanya kita kenal dengan asuransi kesehatan ataupun asuransi jiwa. Asuransi in sangat banyak jenisnya, Anda bisa mempelajarinya terlebih dahulu sebelum memituskan membeli asuransi.

Pastikan bahwa Anda dan semua anggota keluarga terlindungi oleh asuransi. Karena bahkan sejak usia bayi pun bisa sakit. Sehingga walaupun salah satu anggota keluarga sakit, keuangan keluarga bisa tetap aman.

Cara Mengevaluasi Keuangan Pribadi

Cara Mengevaluasi Keuangan Pribadi

Sebenarnya indikator-indikator keuangan yang sejahtera di atas, secara tidak langsung mungkin sudah bisa menjadi bahan untuk berevaluasi.

Namun agar lebih terarah dan spesifik kini saatnya kita akan membahas cara evaluasi keuangan secara langkah demi langkah. Apa saja yang harus di lakukan?

1. Menghitung Berapa Rasio Hutang

Ada beberapa instrumen pertanyaan yang bisa Anda gunakan untuk mengevaluasi dan menghitung rasio hutang Anda, yakni :

  • Berapa jumlah keseluruhan hutang yang sedang di tanggung hingga saat ini?
  • Berapa jumlah hutang yang harus di bayarkan tahun depan?
  • Hutang apa saja?

Seperti yang telah di sebutkan sebelumnya, bahwa rasio hutang sebaiknya tidak melebihi 30% jumlah pendapatan tiap bulan kita. Jika sudah melebihi, Anda tahu kalau kondisi ini harus segera di ubah.

Karena jika Anda membiarkannya, kesehatan keuangan malah akan bertambah buruk. Anda bisa merencanakan untuk menambah pendapatan atau mengurangi pengeluaran yang dirasa tidak perlu agar rasio hutang menjadi lebih kecil lagi.

2. Menghitung Jumlah Dana Darurat dan Dana Pensiun Serta Tabungan Lain

Ada 2 jenis dana yang umumnya perlu di persiapkan oleh setiap orang yakni dana darurat dan dana pensiun. Coba hitung dulu berapa dana darurat yang idealnya perlu di kumpulkan sesuai pengeluaran Anda masing-masing.

  • Berapa dana darurat yang ada saat ini, apakah sudah sesuai dengan standart ideal 3-12 kali pengeluaran?
  • Jika belum, maka berapa kurangnya?
  • Jika sudah namun terpakai, berapa jumlah yang harus kita kembalikan ke dana darurat?
  • Apakah instrumen penempatan dana darurat sudah tepat?

Begitupun dengan dana darurat dan tabungan lainnya (jika ada). Untuk perhitungan dana pensiun, sudah di bahas secara rinci pada artikel lain. Tapi secara umum Anda bisa mengajukan pertanyaan yang sama.

3. Menghitung Jumlah Investasi yang Telah Berhasil Anda Kumpulkan

menghitung jumlah investasi yang dikumpulkan

Kini saatnya Anda bersiap menghitung seberapa banyak jumlah investasi yang telah berhasil Anda kumpulkan selama tahun ini. Setidaknya minimal 5-30% bisa kita sisihkan dari total penghasilan perbulannya untuk berinvestasi. Berikut adalah pertanyaan yang bisa Anda tanyakan pada diri sendiri kaitannya dengan evaluasi investasi :

  • Berapa persen dari pendapatan Anda yang bisa di kumpulkan untuk berinvestasi?
  • Jika masih kurang dan belum bisa berinvestasi, apa alasannya?

Dengan menjawab pertanyaan tersebut, Anda bisa mencari tahu sebab-sebab Anda masih kurang atau bahkan tidak bisa berinvestasi. Karena bisa jadi uang yang sebenarnya masih bisa di gunakan untuk investasi malah lari untuk memenuhi kebutuhan konsumtif yang tidak terlalu penting.

4. Menghitung Pertumbuhan Semua Aset yang di Miliki

Selain menghitung jumlah investasi yang berhasil di kumpulkan, ada baiknya juga mengevaluasi bagaimana pertumbuhannya. Sebenarnya aset bukan hanya berupa investasi, tapi apapun hal yang memiliki nilai tukar.

Hal ini penting, agar Anda tidak kecolongan saat menempatkan dana pada sebuah aset. Jangan sampai tahu-tahu aset Anda lenyap karena tidak tahu perkembangan aset yang sedang menurun drastis dan kondisinya kritis.

Catat aset mana yang mnegalami pertumbuhan ataupun sebaliknya. Cari tahu sebabnya dan pelajari bagaimana pola mengumpulkan aset.

Hal ini bisa menjadi input untuk resolusi keuangan Anda di tahun depan dalam hal pengumpulan aset, supaya aset Anda di tahun depan bisa bertumbuh lebih cepat atau minimal nilainya tidak menurun secara drastis.

5. Catat Semua Target Keuangan dan Sudah dan Belum Terlaksana

Setelah menghitung dan memahami lebih detail tentang kondisi hutang, investasi, dana darurat dan hal-hal penting lainnya, kini saatnya Anda melihat kembali tujuan-tujuan keuangan yang sudah Anda buat di awal tahun ini. Coba bandingkan dengan hasil yang Anda dapatkan dari evaluasi-evaluasi di atas. Mana yang sudah dan belum bisa terlaksana.

Baca juga : 9 Tips Mengatur Keuangan Freelancer Agar Hidup Sejahtera

Dengan begitu Anda jadi tahu apakah masalahnya terletak pada kereastisannya, pengendalian dari diri Anda sendiri, ataukah hal lain. Ini juga bisa menjadi alasan dan bahan untuk membangun tujuan keuangan di tahu depan.

6. Pikirkan Tujuan Keuangan Di Tahun Depan dan Bagaimana cara Meraihnya

Pikirkan Tujuan Keuangan Di Tahun Depan dan Bagaimana cara Meraihnya

Walaupun mungkin ada rasa kecewa dan menyesal ketika melakukan evaluasi keuangan, tapi yang bisa Anda lakukan saat ini adalah menjadikannya sebagai pelajaran.

Mulai pikirkan tujuan keuangan yang baru untuk tahun depan. Jangan lupa pertimbangkan hasil evaluasi yang Anda dapatkan sebelumnya, baik dari segi jumlah, dan cara mencapainya. Sehingga Anda bisa lebih bijak dalam menetapkan tujuan keuangan dan mencari cara meraihnya.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar