Begini Cara Investasi Jual Beli Bitcoin Kripto (Aman, Murah) Buat Pemula

Meskipun pandemi Covid-19 belum juga usai dan resesi ekonomi masih menghantui Indonesia, dunia investasi sepertinya tidak akan mudah ambruk. Bahkan saat ini, instrumen investasi digital seperti mata uang kripto (cryptocurrency) yang diwakili oleh bitcoin makin populer. Memang seperti apa sih cara investasi jual beli bitcoin itu?

Secara singkat, perdagangan bitcoin jelas berbeda dengan investasi pada umumnya seperti emas, properti, deposito, saham hingga obligasi. Kenapa begitu? Karena yang diperdagangkan adalah mata uang virtual, sehingga tak memiliki bentuk fisik. Wah kalau begitu merugikan, dong? Justru tidak! Karena sejak tahun 2017, minat akan investasi bitcoin makin meningkat.

Bahkan di awal tahun 2021 ini saja, bitcoin menunjukkan kemampuannya untuk terus merangkak naik sekalipun juga sempat anjlok. Pada 21 Februari 2021 misalnya, bitcoin menyentuh Rp809 jutaan per ’keping’. Sementara pada hari Kamis (4/3) dini hari tadi, satu ’keping’ bitcoin mencapai Rp736 juta! Menggiurkan? Sudah pasti!

Baca juga: 5 Exchange Bitcoin Indonesia Terbaik dengan Izin Bappebti

Kenalan dengan Bitcoin

ilustrasi bitcoin (1)
© Financial Times

Dengan nilai tukar yang sangat fantastis, bitcoin pun akhirnya menjadi instrumen investasi yang paling menjanjikan. Sebelum menembus angka ratusan juta Rupiah, satu ’keping’ bitcoin di bulan November 2015 saja masih di kisaran Rp4,4 juta. Bisa dibayangkan dong mereka yang sudah membeli mata uang virtual ini enam tahun lalu? Tentu bakal sangat menggiurkan.

Nah, supaya bisa paham bagaimana sih cara investasi jual beli bitcoin secara tepat, tak ada salahnya kalau Anda memahami lebih lanjut soal mata uang virtual ini.

Bitcoin adalah salah satu mata uang virtual/digital yang dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Hingga saat ini, tak ada yang tahu siapakah Nakamoto itu, tapi bitcoin sudah dianggap sebagai alat pembayaran sah oleh beberapa pihak dalam transaksi digital. Karena mata uang virtual, bentuk bitcoin adalah rangkaian algoritma rantai blok (blockchain).

Berbeda dengan mata uang pada umumnya seperti Rupiah, Dollar atau Euro, bitcoin tak memiliki penerbit terpusat alias desentralisasi. Bitcoin berjalan tanpa adanya bank sentral dan tak menggunakan server karena ’kepingan-kepingan’ bitcoin merupakan file komputer dengan kode enkripsi tingkat tinggi yang terhubung dalam jaringan blockchain.

Terlindung dalam sandi-sandi rahasia yang luar biasa rumit membuat setiap transaksi bitcoin tak bisa disalin dan langsung tercatat di blockchain. Hal inilah yang menjadikan bitcoin sebagai mata uang kripto seperti Ethereum dan Litecoin. Seluruh transaksi bitcoin terjadi antara pengirim dan penerima langsung (peer-to-peer).

Regulasi Bitcoin di Indonesia

Sempat menuai kontroversi di awal, saat ini investasi aset kripto di Indonesia sudah diperbolehkan. Agar Anda bisa mempelajari cara investasi jual beli bitcoin dengan tenang, harus tahu bahwa perdagangan jual beli bitcoin dan aset kripto lainnya sudah mendapat izin Menteri Perdagangan dan Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) sebagai komoditas.

Dari aturan yang diresmikan Menteri Perdagangan tahun 2018 dan Bappebti di tahun 2019 itu, siapun kini bisa memperjual belikan bitcoin dan melakukan investasi. Hanya saja BI (Bank Indonesia) dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) melarang bitcoin dan mata uang kripto lain sebagai alat pembayaran di Tanah Air.

Baca juga: Apa Itu Sekuritas? 10 Tips Memilih Sekuritas Saham Bagi Pemula

Tata Cara Investasi Jual Beli Bitcoin

ilustrasi bitcoin (3)
© Securities

Bagi mayoritas Indonesia, bitcoin dan aset kripto lainnya memang merupakan instrumen investasi jenis baru. Bahkan kalau boleh digolongkan, bitcoin lebih menarik perhatian milenial dan generasi Z. Sementara kelompok generasi X dan baby boomer, kabarnya masih terpikat dengan emas.

Namun fakta itu tidak menjadikan Anda tak perlu mempelajari cari investasi jual beli bitcoin. Mengingat jika mata uang digital ini sanggup naik 354% di tahun 2020, tak ada salahnya meliriknya sebagai salah satu instrumen investasi. Tenang saja tak perlu cemas, bagi Anda pemula yang baru mengenal bitcoin, berikut langkah-langkah untuk berinvestasi:

1. Daftar di Platform Exchange

Langkah pertama dalam tata cara investasi jual beli bitcoin adalah dengan melakukan pendaftaran akun terlebih dulu di platform exchange. Pastikan Anda memilih platform exchange yang sudah terdaftar resmi di Bappebti dan bisa diakses di aplikasi mobile. Anda akan diminta mengisi nama, email, alamat, nomor ponsel dan menyetujui aturan platform exchange saat daftar.

Setelah formulir terisi, akan ada tahapan verifikasi KYC (Knowing Your Customer) yang merupakan bagian dari kebijakan AML (Anti Money Laundering). Dalam proses KYC biasanya calon investor diminta mengunggah foto KTP dan foto selfie dengan KTP. Tunggu sampai proses verifikasi KYC usai dan pihak platform exchange akan memberikan info akun telah terdaftar.

2. Setor Deposit

Setelah resmi menjadi anggota platform exchange, hal berikutnya adalah menyetorkan deposit agar bisa beli bitcoin. Mayoritas platform exchange menawarkan dua pilihan deposit yakni melalui Rupiah dan bitcoin. Biasanya setoran awal minimal Rp50 ribu yang bisa dilakukan lewat transfer bank, e-wallet, PPOB hingga kartu kredit.

Ada juga platform exchange yang menawarkan pengisian deposit dengan bitcoin langsung yang dilakukan lewat jaringan wallet blockchain. Dalam perkembangannya, kini beberapa exchange menawarkan pengisian deposit yang disimpan di rekening perusahaan seperti Indodax atau TokoCrypto dan bisa dicek saldonya sewaktu-waktu lewat aplikasi mobile.

3. Memahami Order

Setelah dua hal sebelumnya dilakukan, maka cara investasi jual beli bitcoin selanjutnya adalah langsung melakukan order transaksi. Karena saat ini bitcoin yang dibahas, maka lakukan pair bitcoin terhadap Rupiah (BTC-IDR). Pilih salah satu order di aplikasi atau website exchange seperti:

  • Limit (Maker): Pengguna membuat order baru. Saat posisi JUAL, limit order dipasang pada harga lebih tinggi daripada harga pasar. Sementara saat posisi BELI, dipasang pada harga lebih rendah daripada pasar. Tidak ada fee alias biaya jual-beli yang dibebankan untuk order maker
  • Market (Taker/Instan): Order yang mengikuti harga pasar, sehingga bisa dieksekusi langsung. Berbeda dengan order maker, order taker dibebankan biaya transaksi yang tentunya berbeda-beda setiap exchange. Hanya saja biasanya sekitar 0.1% – 0.3% dari nilai transaksi dalam Rupiah
  • Order Book: Merupakan data yang bisa diakses pada aplikasi exchange dan sudah tersusun berdasarkan harga dan jumlah
  • Fee Transaksi: Masing-masing exchange punya aturan tersendiri soal fee alias biaya transaksi. Beberapa fee yang diatur mulai dari fee jual-beli, fee penarikan yang ke rekening Rupiah, fee deposit ke rekening exchange dan fee transfer bitcoin ke exchange lain atau sesama member exchange

Jika Anda sudah menentukan jenis order yang akan dilakukan, Anda tinggal memasukkan harga dan jumlah bitcoin yang hendak dibeli atau dijual. Yang menarik dari investasi bitcoin adalah, satuan mata uang kripto ini bisa mencapai delapan digit di belakang koma.

Baca juga: Tips Untung Investasi Perhiasan Emas Untuk Perempuan Milenial

Sehingga sekalipun nilai tukar menembus ratusan juta Rupiah, Anda bisa melakukan transaksi puluhan atau ratusan ribu Rupiah. Sehingga nominal order akan menjadi 0.58412222 BTC yang membuat aset kripto ini bisa disesuaikan dengan modal. Saat membeli bitcoin, saldo Rupiah akan berkurang dan jumlah bitcoin bertambah sementara saat menjual, saldo Rupiah yang bertambah dan bitcoin berkurang.

4. Penarikan, Transfer dan Simpan Bitcoin

Ada tiga hal yang bisa dilakukan terhadap aset kripto selain memperdagangkannya. Anda bisa menarik dan mentransfer saldo bitcoin di exchange dengan cara menuliskan alamat wallet (mirip rekening bank) tujuan. Tentu ada biaya dan ketentuan minimal maksimal soal penarikan dan transfer bitcoin di jaringan blockchain ini.

Biasanya transaksi blockchain terjadi dalam waktu sekitar 30 menit dan bisa dicek langsung secara online di https://www.blockchain.com/id/explorer. Jika Anda ingin menyimpan bitcoin yang diperoleh, tinggal setorkan saja ke wallet yang dikelola pihak exchange atau memakai alamat wallet pribadi. Sementara kalau mau mencairkan saldo Rupiah, disesuaikan dengan bank.

7. Berani Coba Trading?

Ingin lebih dari sekadar tahu cara investasi jual beli bitcoin? Maka Anda dapat mencoba peruntungan sebagai trader. Biasanya exchange akan menawarkan beberapa fitur seperti analisa chart, order book, stop loss, short-selling dan OCO (One Cancles the Other) dalam kegiatan trading. Hanya saja pastikan Anda benar-benar paham bitcoin untuk melakukannya.

Kesimpulan

Bagaimana? Tidak sulit bukan mempelajar seperti apa sih cara investasi jual beli bitcoin? Dengan begitu kini siapapun bisa menjadi investor bitcoin secara mudah. Mengingat pergerakan aset kripto yang satu ini masih cukup ’panas’, tak ada salahnya melakukan diversifikasi investasi dengan mempertimbangkan bitcoin. Selamat mencoba!

Baca juga: Inilah 5 Investasi Terbaik Saat Bunga Acuan BI Turun

Bagikan ;

Tinggalkan komentar