Cara Melakukan Evaluasi Investasi, Perhatikan Poin Penting Ini!

Masih bingung bagaimana cara mengevaluasi kinerja investasi Anda? Yuk teruskan membaca artikelnya, karena kali ini kita akan membahas cara mudah melakukan evaluasi investasi dengan instrumen keuangan.

Kita tahu bahwa berinvestasi tidaklah sama dengan menabung. Kalau kita menabung, kita sudah tahu bahwa uang yang kita simpan saat awal jumlahnya tidak akan bertambah ketika di ambil lagi. Berbeda dengan menabung, dalam investasi nilai uang yang kita tanam bisa jadi bertambah atau juga malah berkurang. Tergantung pada kinerja investasi yang kita pilih.

Ada banyak instrumen keuangan yang bisa di jadikan sebagai alat berinvestasi. Yang cukup populer seperti saham, reksadana, dan juga obligasi. Mungkin Anda memiliki salah satu diantaranya atau bahkan semua dan sudah mengatur porsi pada setiap instrumen investasi keuangan tersebut.

Perubahan kondisi ekonomi seperti saat masa pandemik, asumsi geopolitik, dan hal lainnya membuat kita juga perlu mengevaluasi untuk melihat bagaimana kinerja keseluruhan dari investasi yang telah kita lakukan.

Sehingga kita bisa lebih cepat melakukan perubahan jika di perlukan. Memang apa manfaatnya jika kita mengevaluasi kinerja investasi?

Manfaat Melakukan Evaluasi Investasi

Manfaat Melakukan Evaluasi Investasi

Sebelum membahas caranya, untuk Anda yang baru pertama kali melakukan evaluasi investasi juga mungkin perlu tahu manfaatnya terlebih dahulu. Berikut adalah alasan mengapa mengevaluasi kinerja investasi sangat penting!

Bisa Menyesuaikan Portofolio Investasi dengan Lifestyle

Setiap tahunnya, pasti ada saja perubahan yang terjadi. Bahkan bagi banyak orang, perubahan kondisi makro ekonomi seperti yang terjadi saat pandemik melanda membuat kita harus menyetel ulang gaya hidupnya. Hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi kebiasaan berinvestasi. Bukan hal yang tidak mungkin, kita jadi kesulitan berinvestasi karena adanya perubahan ini.

Jadi, mengevaluasi kinerja investasi, bisa bermanfaat untuk menyesuaikan portofolio dengan perubahan gaya hidup. Dengan begitu kita bisa beradaptasi dengan perubahan dan tetap konsisten berinvestasi.

Re-arranging Portofolio Investasi

Manfaat melakukan evaluasi investasi yang selanjutnya adalah re-arranging atau menyusun ulang portofolio investasi. Kita mungkin sudah melakukan diversifikasi, misalnya 50% porsi investasi Anda tempatkan pada saham, misalnya pada saham-saham bue chip.

Bisa jadi tanpa kita sadari susunan portofolio sudah melebihi porsinya karena pertumbuhan setiap aset bisa berbeda-beda bukan? Nah dengan mengevaluasi investasi, kita bisa melakukan rebalancing atau mengembalikan komposisinya pada rencana awal sesuai tujuan investasi kita.

Mengontrol Nilai Kerugian

Kita tahu bahwa yang namanya investasi tidak selalu menguntungkan. Jadi sebagai investor, kita perlu bersiap akan hal ini. Oleh karena itu diversifikasi itu sangat penting dalam investasi. Namun mengontrolnya juga tidak kalah penting loh!

Maka dengan evaluasi yang di lakukan secara berkala, kita bisa lebih meminimalisir serta mengontrol kerugian dari investasi. Karena kita bisa tahu kapan saat yang tepat untuk melakukan pembatasan nilai kerugian. Sehingga dana investasi tidak lenyap begitu saja.

Tips Mengevaluasi Kinerja Investasi

Sekarang kita sudah paham mengapa melakukan evaluasi investasi itu sangat penting. Tapi mungkin Anda masih bingung apa yang harus di lakukan.

Jangan khawatir, karena kita akan segera membahas bagaimana langkah mengevaluasi investasi dan apa saja sih hal-hal penting yang harus di perhatikan?

1. Tracking Kinerja Investasi Menggunakan Aplikasi

Untuk mengevaluasi kinerja investasi, Anda memerlukan gambaran secara utuh bukan? Maka dari itu, langkah awalnya adalah dengan melacak bagaimana kinerja investasi secara mendetail. Caranya?

Jika Anda sebelumnya memilih beberapa produk investasi tentu Anda perlu memperhatikannya satu persatu. Dengan semakin majunya teknologi digital, kini Anda bisa memanfaatkan aplikasi-aplikasi portfolio tracker yang bisa melacak berbagai investasi secara keseluruhan.

Di dalam aplikasi terdapat fitur chart dan fitur-fitur lainnya Anda bisa semakin mudah melacak dan membandingkan kinerja investasi.

Contoh aplikasi yang bisa membantu dalam melacak aset investasi Anda misalnya Yahoo Finance, KSEI, dan lain sebagainya. Sekarang, coba cermati aset mana aset yang kinerjanya baik dan buruk dengan lakukan beberapa langkah pada poin selanjutnya.

2. Perhatikan dan Bandingkan Komposisi Investasi Anda

Untuk bisa membandingkan komposisi setiap produk investasi yang Anda pilih, tentunya kita memerlukan data. Pertama-tama, coba perhatikan bagaimana komposisi portofolio investasi Anda saat ini? Apakah sebagian besarnya di tempatkan pada reksadana, saham, ataukah obligasi?

Reksadana

Jika misalnya Anda menginvestasikan dana pada reksadana, Anda bisa memanfaatkan fund fact sheet (FFS) yang di terbitkan oleh Manager Investasi (MI) untuk mengevaluasi kinerja produk investasi yang Anda beli.

Fund fact sheet ini adalah semacam hasil analisa yang di lakukan MI setiap bulan terhadap kumpulan produk investasi yang ia pilih dengan menggunakan metode tertentu.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan account statement dari MI tentang produk reksadana Anda yang di kirimkan melalui email setiap bulannya.

Selain itu Anda bisa memperhatikan nilai NAB (Nilai Aktiva Bersih). Misalnya 2 tahun yang lalu Anda membeli produk reksadana ABCDE dari suatu MI untuk tujuan rencana menikah 5 tahun lagi dengan menempatkan sejumlah uang. Pada saat membeli reksadana ABCDE, NAB-nya adalah sebesar Rp 2.100/ unit. Cek berapa NAB-nya saat ini!

Jika NAB-nya lebih besar berarti Anda mendapatkan return investasi. Sebagai gambaran, contohnya pada saat ini ternyata NAB nya adalah Rp. 3.150/unit. Itu artinya Anda telah memperoleh return dari reksadana tersebut sebesar 50%.

Berbeda lagi jika Anda membeli reksadana dengan cara di cicil, maka yang perlu di perhatikan adalah NAB rata-ratanya karena nilai NAB tersebut mencerminkan NAB dari pembelian rata-rata reksadana Anda.

Dari NAB rata-rata, Anda bisa mengamati apakah selama ini Anda membeli reksadana pada harga yang cenderung mahal atau murah. Jika NAB rata-rataya lebih kecil daripada NAB saat ini bisa jadi Anda banyak melakukan pembelian reksadana ABCDE ketika harganya sedang tinggi. Anda bisa melakukan hal yang sama pada produk reksadana lain yang Anda miliki.

Saham

Jika komposisi investasi Anda juga terletak pada saham Anda bisa menjadikan beberapa hal berikut sebagai pertimbangan evaluasi!

  • Komposisi kapitalisasi saham : Coba lihat kembali komposisi saham yang Anda miliki dari segi kapitalisasinya. Hal ini dikarenakan perbedaan emiten berkapitalisasi besar, menengah dan kecil seringkali mempengaruhi pasar dalam jangka waktu yang berbeda.
  • Gaya investasi : Selain komposisi kapitalisasi saham, perhatikan juga gaya berinvestasi. Amati bagaimana pertumbuhan kinerja dan nilai saham Anda. Lalu gunakan analisis tersebut untuk melihat kondisi pasar supaya peluang keuntungan semakin tinggi.
  • Sektor emiten : Selanjutnya Anda juga bisa memperyimbangkan sentimen sektor saham yang Anda pilih. Coba cek di sektor mana saja investasi saham Anda. Cari tahu bagaimana kondisi sektor saham dan usahakan memilih variasi sektor terbaik.
  • Geografi : Apakah Anda hanya skala domestik saja? Jika Anda sudah siap, tidak ada salah mencoba berinvestasi di pasar internasional karena performa sahamnya akan berbeda dan memungkinkan melebihi kinerja saham di negara sendiri.

Obligasi

Sedangkan jika komposisi investasi Anda juga ada pada obligasi Anda bisa memperhatikan beberapa hal penting berikut sebagai acuan berevaluasi!

  • Komposisi sektor obligasi : Obligasi bisa di terbitkan oleh pihak swasta dan juga pemerintah. Nah, coba lihat komposisi obligasi pada portofolio Anda. Sebaiknya Anda memiliki obligasi dari keduanya.
  • Maturity dan Credit Quality : Perhatikan penyebaran maturityyield, dan interest risk pada portofolio obligasi Anda. Karena komposisi setiap obligasi berbeda-beda dalam hal tersebut. Selain itu, performa obligasi juga di pengaruhi oleh perubahan kondisi yang terjadi. Kemudian lakukan diversifikasi dengan bijak, selaraskan antara resiko dan imbal hasilnya sesuai dengan tujuan keuangan Anda..

3. Melakukan Riset Ulasan Performa

Langkah ke tiga yang bisa Anda lakukan untuk mengevaluasi kinerja investasi adalah dengan meriset ulasan performa. Tujuannya adalah melakukan perubahan jika di perlukan.

Misalnya saat ada alokasi maupun hal lain yang tidak sesuai dengan target investasi. Tapi tindakan perubahan seperti menjual, menahan maupun membeli saham dilakukan berdasarkan asumsi investor masing-masing.

Untuk mempermudah Anda dalam melakukan ulasan performa, Anda bisa mengecek bagaimana kinerja dan juga prospek emiten yang Anda pilih secara langsung.

Anda bisa menggunakan beberapa aspek penting ini untuk membantu menilainya, yakni : Fundamental perusahaan, Berbagai Indikator Performa dan juga Pendapat Analis.

Sementara jika Anda berinvestasi pada obligasi Anda bisa menjadikan Peringkat Kredit dan Durasi kepemilikan Obligasi sebagai acuan dalam melakukan riset performa obligasi yang Anda miliki. Apa itu?

Peringkat kredit adalah rating yang di berikan analis pada suatu obligasi.Jika peringkatnya menurun maka resiko obligasi semakin meningkat. Selain itu Anda bisa menjadi durasi kepemilikan obligasi Anda sebagai salah satu pertibangan dalam bertindak.

Hal ini karena waktu kepemilikan obligasi Anda akan berkurang dari waktu ke waktu sehingga kupon/bunga juga tidak akan mempengaruhi jumlah investasi Anda.

4. Lakukan Penilaian Secara Menyeluruh

Anda bisa melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap aset investasi dengan rutin setindaknya 1 kali dalam setahun. Saat berevaluasi, kondisi terkini menjadi hal penting yang perlu Anda pertimbangkan.

Jika Anda sudah punya data yang cukup, Anda bisa mengajukan dan menjawab pertanyaan ini pada diri sendiri :

  • Apakah portofolio yang kita miliki sudah bisa meraih tujuan keuangan yang telah di rencanakan sebelumnya?
  • Apakah aset investasi kita performanya cukup bagus hingga saat ini? Ataukah hanya sampai pada momen-momen/periode tertentu?

Jika Anda sudah bisa menjawabnya, maka selanjutnya Anda bisa mengambil tindakan. Penilaian performa tidak melulu tentang rugi melainkan kesesuaian dengan tujuan keuangan Anda.

Misalnya Anda adalah tipe investor agresif, jadi tentunya Anda ingin mendapatkan pertumbuhan investasi yang tinggi. Perhatikan, apakah performa investasi yang sudah Anda susun tersebut sudah seperti itu ataukah belum?

Anda bisa menjadikan aspek-aspek penting yang sudah di bahas pada poin sebelumnya sebagian acuan dalam menilai performa kinerja perusahaan. Jika diketahui bahwa kinerja emiten buruk atau Anda pikir ada hal-hal yang tidak sesuai maka bisa melakukan perubahan dengan diversifikasi. Namun jika masih baik Anda bisa meneruskannya.

Penutup

Setiap investasi memiliki resiko, oleh sebab itu kemampuan kita dalam mengelola resiko cukup penting. Salah satu caranya adalah dengan melakukan evaluasi kinerja investasi yang Anda lakukan secara rutin. Dengan beberapa tips di atas, semoga dapat membantu Anda mengevaluasi portofolio investasi sehingga Anda bisa lebih banyak mendapatkan manfaat dari investasi.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar