10 Cara Memilih Investasi Reksadana yang Aman

Bagaimana sih cara memilih reksadana yang aman dan tentunya menguntungkan?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu jelas kerap kali dilontarkan oleh mereka yang hendak berinvestasi. Tidak salah memang kalau para pemula ini memilih reksadana, karena instrumen investasi yang satu ini bisa dibilang cukup aman dan mampu memberikan hasil optimal.

Dibandingkan dengan investasi saham murni, profit reksadana memang lebih kecil, tapi sebanding dengan risikonya.. Sehingga sangat cocok jadi pilihan pemula yang baru saja belajar investasi. Seperti yang diketahui, pemula kadang masih belum cukup berani untuk mengambil risiko terlalu tinggi.

Selain mereka yang enggan ambil risiko, reksadana juga sangat cocok untuk kalangan masyarakat yang sibuk. Karena memang dalam pengelolaannya, reksadana menjadi tanggung jawab MI (Manajer Investasi). MI wajib mengelola dan dari masyarakat pemodal dan dialokasikan ke dalam efek-efek menguntungkan.

Baca juga: Apa itu Reksadana? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Namun meskipun sudah ada pihak MI yang bertanggung jawab mengelola dana, Anda tak bisa berdiam diri begitu saja. Investor terutama pemula harus tahu bagaimana sih cara memilih reksadana yang tepat dan aman. Apa-apa saja pertimbangan yang wajib dilakukan, supaya akhirnya meraup keuntungan maksimal dari investari reksadana.

Inilah Cara Memilih Reksadana yang Aman dan Menguntungkan

1. Harus Berizin OJK

investasi berizin OJK
investasi berizin OJK © The Economic Times

Cara memilih reksadana yang pertama dan paling mendasar yang harus diterapkan semua investor adalah mengecek legalitasnya. Yap, Anda wajib tahu apakah produk reksadana itu mempunyai izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sebagai pengawas transaksi di pasar keuangan, atau tidak.

Bahkan bukan hanya produk reksadana saja, pihak MI sebagai pengelola dari reksadana itu juga harus dipastikan mengantongi izin OJK atau belum. Meskipun terdengar sederhana, faktanya pengecekan izin OJK pada reksadana dan MI ini sering dilupakan investor.

Mayoritas para investor terutama pemula, abai atas izin OJK ini. Mereka mudah tergiur pada reksadana atau MI yang menjanjikan keuntungan berkali-kali lipat, dengan modal awal kecil dan bisa diambil sewaktu-waktu.

Hasilnya? Alih-alih untung, banyak investor kehilangan uang karena oknum abal-abal yang menawarkan investasi bodong malah kabur.

2. Wajib Baca Prospektus

Jika sudah memastikan bahwa reksadana dan MI pengelola benar-benar berizin dari OJK, maka langkah berikutnya adalah memahami betul prospektus.

Apa itu prospektus dalam reksadana?

Sebuah buku manusial berinvestasi reksadana yang memuat seluruh informasi penting mulai dari pihak MI, kelengkapan izin operasional, kebijakan investasi, biaya investasi dan transaksi hingga tata cara pembelian dan penjualan reksadana.

Dengan informasi yang luar biasa penting inilah, prospektus haruslah jadi item wajib baca para investor baik pemula atau senior sebelum menyetorkan modal.

3. Kenali Jenis-Jenis Reksadana

mempelajari jenis-jenis reksadana
mempelajari jenis-jenis reksadana © insideyourira

Setelah mengecek perizinan dan membaca prospektus, cara memilih reksadana secara tepat berikutnya adalah memahami kalau ada banyak jenis reksadana. Setidaknya di Indonesia, ada empat produk reksadana yang kerap ditawarkan ke masyarakat pemodal.

Baca juga: 4 Jenis Investasi Reksadana Menguntungkan dan Aman

Berikut penjelasan singkatnya supaya Anda bisa menentukan produk reksadana sesuai kebutuhan dan kemampuan:

  • Reksadana Pasar Uang: Uang para pemodal ditempatkan pada aset pasar uang seperti deposito berjangka, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), SBPU (Surat Berharga Pasar Uang) dan obligasi. Reksadana jenis ini cocok untuk investasi jangka pendek
  • Reksadana Pendapatan Tetap: Alokasi uang dari para pemodal ditempatkan pada efek utang atau obligasi, dimana aturannya adalah minimal 80%. Dengan return lebih besar daripada reksadana pasar uang, produk ini cocok untuk investasi jangka menengah
  • Reksadana Campuran: Seperti namanya, aset yang dipilih pada reksadana campuran sangat beragam yakni deposito, obligasi hingga saham. Lantaran menawarkan risiko rendah tapi potensi return tinggi, reksadana jenis ini cocok untuk investor pemula atau konservatif
  • Reksadana Saham: Sekitar 80% dana masyarakat pemodal ditempatkan pada berbagai efek saham dan sisanya ke pasar uang. Dibandingkan yang lain, produk ini lebih cocok untuk investasi jangka panjang minimal lima tahun

4. Pertimbangan Return

Tak perlu malu mengakui, bahwa memang pada dasarnya orang-orang memilih berinvestasi karena mendamba keuntungan. Hal itu tentunya juga jadi tujuan para calon investor reksadana. sehingga jadi salah satu cara memilih reksadana yang sangat tepat.

Supaya memperoleh tingkat return tertinggi dari sebuah produk reksadana, ada baiknya Anda mengecek besaran CAGR (Compound Annual Growth Rate) tahunan. CAGR sendiri merupakan laju pertumbuhan majemuk tahunan, sehingga memuat nilai rata-rata return dalam kurun waktu tertentu.

Jika perlu, bandingkan tingkat return pada sebuah produk reksadana dengan aset investasi lain seperti mengecek besaran return reksadana saham dengan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Dengan begitu Anda tahu mana yang lebih untung dan memperoleh pilihan tepat.

5. Pahami Risiko

paham risiko reksadana
paham risiko reksadana © fortunebuilders

Dalam investasi apapun itu pilihannya, yang namanya return alias keuntungan selalu sejalan dengan potensi risiko. Jadi bisa disimpulkan bahwa makin besar untung yang ditawarkan, risiko meruginya juga sudah pasti makin besar pula.

Dengan memperhatikan tingkatan risiko pada masing-masing reksadana, Anda tentu akhirnya bisa memilih dengan bijak karena sesuai dengan batas kemampuan penerimaan. Dalam beberapa aplikasi mobile agen penjualan reksadana, biasanya disediakan fitur untuk melihat penurunan risiko maksimal sebuah produk reksadana.

Kalau Anda memperhatikan indikator penurunan risiko maksimal, maka Anda tak akan salah pilih lagi. Ingat, jangan terlalu sembrono pilih reksadana saham yang menjanjikan untung besar tanpa memahami risiko yang ada, karena ketika hal buruk terjadi dan seluruh dana lenyap, Anda tentu bakal bingung.

6. Besaran Dana Kelolaan

Satu hal yang sering dilupakan investor dalam tata cara memilih reksadana yang aman dan menguntungkan adalah tidak mengetahui besaran AUM (Asset Under Management) atau dana kelolaan MI. Padahal tahapan ini penting karena bisa memperlihatkan rekam jejak dari sisi MI.

Baca juga: 5 Pilihan Bank Penjual Reksadana Terbaik 2020

Melalui dana kelolaan, Anda bisa mengukur dan menilai seberapa besar kemampuan MI sekaligus apakah reksadana itu bisa dipercaya atau tidak. Karena bagaimanapun juga, makin besar AUM, maka makin tinggi pula tingkat kepercayaan investor.

Kok bisa begitu?

Karena jika MI mampu bertanggung jawab pada dana kelolaan yang besar, artinya MI tersebut sangat layak dipilih dan memperoleh kepercayaan investor.

7. Biaya-Biaya yang Ditetapkan MI

paham biaya reksadana
paham biaya reksadana © businessinsider

Lantaran dalam pengelolaannya reksadana menjadi tanggung jawab MI, tentu ada sejumlah biaya transaksi dan juga investasi yang ditetapkan oleh MI. Biaya-biaya alias expense ratio inilah yang harus Anda ketahui, agar paham cara memilih reksadana yang menguntungkan.

Beberapa biaya yang biasanya ditetapkan oleh MI memuat management fees, biaya bank kustodian, biaya trading, biaya marketing dan lain-lain.

Satu hal yang harus Anda tahu, makin kecil expense ratio yang ditetapkan, menjadi bukti kalau MI tersebut memang benar-benar piawai dan sangat efisien. Sehingga kalau Anda ingin untung besar, bisa mempertimbangkan untuk memilih MI tersebut.

8. Tentukan Platform

Perkembangan zaman yang serba online, tentu berimbas pada investasi reksadana. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini yang sebisa mungkin membatas kegiatan di luar rumah, ada baiknya Anda memilih produk reksadana sekaligus MI yang menawarkan layanan lewat internet.

Yap, saat ini ada banyak agen penjual reksadana yang memberikan layanan melalui platform online sehingga mempermudah investor.

\Anda bisa memilih platform online yang ditawarkan mulai dari aplikasi mobile atau berbasis website. Bahkan saat ini ada pula supermarket atau marketplace reksadana online yang makin memudahkan Anda memilih produk reksadana.

9. Perihal Jangka Investasi

perhitungan jangka investasi
perhitungan jangka investasi © milesbrown

Kalau membahas mengenai keuntungan investasi, tentu akan berkaitan dengan jangka waktu. Semakin panjang jangka waktu yang Anda pilih dalam berinvestasi, tentunya peluang untung pun makin besar.

Namun dalam reksadana, Anda bisa menentukan sendiri jangka investasi yang sesuai dengan kebutuhan mau 1-3 tahun, 3-5 tahun hingga lebih dari 5 tahun. Agar dapat memilih jangka investasi yang tepat, investor wajib memahami apa tujuan keuangannya.

Baca juga: Inilah Panduan Beli Reksadana Lewat Aplikasi Online

Kalau Anda ingin investasi reksadana itu bertujuan mengumpulkan dana pensiun atau membeli rumah saat tua nanti, maka reksadana saham yang menawarkan investasi jangka panjang sangat tepat.

Namun kalau Anda butuh investasi dalam jangka pendek dengan tujuan punya uang tambahan saat Lebaran tahun depan, maka reksadana pasar uang bisa dipertimbangkan.

10. Amati Kinerja Reksadana Pilihan

Nah, cara memilih reksadana yang terakhir adalah dengan mempertimbangkan kinerja reksadana pilihan.

Bagaimana cara melihat kinerja reksadana? Lewat informasi yang dimuat dalam fund fact sheet.

Berbeda dengan prospektus, fund fact sheet adalah laporan produk reksadana yang memang diterbitkan oleh perusahaan MI. Dalam fund fact sheet, Anda bisa tahu seperti apa kinerja reksadana yang ditawarkan termasuk dana kelolaan dan portfolio.

Anda pun dapat mengetahui besaran NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang merupakan penggambaran nilai total kekayaan bersih per hari. Saat NAB meningkat tiap bulannya, investor sudah pasti mendapat selisih keuntungan.

Dalam informasi portfolio, Anda bisa mengetahui bagaimana cara MI mengalokasikan dana para pemodal ke efek-efek tertentu. Contohnya sebuah produk reksadana mempunyai portfolio efek di obligasi swasta, deposito, obligasi pemerintah dan kas. Dengan begitu, Anda bisa tahu secara transparan dan berinvestasi lebih tenang.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar