8 Cara Menghindari Gaya Hidup Boros Untuk Milenial, Wajib Dicoba!

Banyak yang bilang kalau masa dewasa di mana baru saja lulus dari pendidikan tinggi dan memperoleh pekerjaan begitu menyenangkan dan menantang. Yap, usia-usia produktif ketika Anda merasakan gaji pertama tentu sangat ditunggu-tunggu. Ketika akhirnya bisa memperoleh penghasilan dengan usaha sendiri, rasa-rasanya ingin membelanjakannya sepuas mungkin.

Tak ada yang salah dengan berbelanja sepuas mungkin sebagai ‘balas dendam’ setelah bekerja. Hanya saja bagi generasi muda produktif alias milenial yang terlahir di rentang tahun 1982 – 1996, gaya hidup yang kelewat konsumtif kadang membuat mereka malah boros. Jangankan memiliki tabungan, tak sedikit yang bahkan sudah kehabisan gaji hanya dalam waktu beberapa hari saja!

Apa penyebab boros itu?

Tentu saja ada banyak, terutama jika terlalu mengikuti gaya hidup. Apalagi dengan perkembangan media sosial dan teknologi masa kini, lifestyle konsumtif begitu dirasakan oleh anak-anak muda di kota-kota besar. Meskipun meraup penghasilan hingga dua digit alias belasan juta Rupiah, mereka doyan nongkrong di cafe-cafe mewah dan berlibur hingga membeli barang branded yang hasilnya menghabiskan penghasilan dalam waktu singkat.

Baca juga: Gaji di Bawah Rp2 Juta? Inilah Rahasia Menabung yang Ampuh!

Dibandingkan generasi lainnya, milenial bisa dibilang termasuk yang sangat boros dalam hal keuangan. Bahkan menurut survei yang dilakukan Rumah123 seperti dilansir detikFinance, hanya ada 5% dari kaum milenial yang sanggup membeli rumah di tahun 2020.

Di mana 95% di antaranya terancam tidak memiliki tempat tinggal. Apa penyebabnya? Selain memang harga rumah yang terus meningkat sementara penghasilan cenderung tetap, faktor yang tak kalah penting adalah perilaku boros di kalangan milenial.

Tentu Anda tidak mau dong memiliki masa depan finansial yang tidak sesuai harapan? Untuk itulah bagi Anda generasi milenial, ada baiknya mulai memikirkan kehidupan beberapa tahun mendatang. Nah supaya bisa menahan laju nafsu belanja konsumtif, berikut ini ada beberapa cara untuk menghindari gaya hidup boros di kalangan milenial yang wajib dicoba.

Inilah 8 Cara Hindari Kebiasaan Boros di Kalangan Milenial

1. Bikin Rekening Tabungan

Memiliki rekening tabungan

Cara yang paling ampuh pertama dan sangat mudah untuk menghindari hidup boros adalah dengan memiliki tabungan. Jika Anda selama ini menabung uang di celengan konvensional yang diletakkan di dalam lemari baju, maka kuno. Celengan konvensional justru memiliki peluang besar untuk dipecahkan atau diambil lagi uangnya sewaktu-waktu. Supaya niat menabung bisa dilakukan dengan tepat, maka Anda harus membuat rekening tabungan.

Saat ini berbagai bank sudah menyediakan fitur menabung dengan rekening yang tidak memiliki fitur kartu ATM atau mobile/internet banking. Ketidakhadiran fitur-fitur itu bertujuan supaya Anda tak bisa mengambil uangnya sewaktu-waktu.

Bahkan jika cara ini masih kurang bisa membuat Anda menabung, bisa mencoba membuka rekening tabungan deposito, di mana setorannya dilakukan secara autodebet setiap tanggal tertentu setelah Anda gajian. Deposito bahkan tak bisa diambil sebelum jatuh tempo yang artinya membuat Anda ‘terpaksa’ menabung.

Ingin mencoba tabungan jenis lain?

Maka bisa memilih tabungan emas yang ditawarkan oleh Pegadaian. Seperti layaknya menabung biasa, Anda harus menyetorkan uang tunai ke tabungan tersebut, lalu nanti oleh pihak Pegadaian, uang itu akan dikonversikan sesuai dengan harga beli emas yang berlaku. Tabungan emas juga bisa jadi pilihan milenial yang ingin menghindari gaya hidup boros sekaligus belajar berinvestasi.

2. Bawa Uang Tunai Terbatas

Ada riset yang menyebutkan bahwa semakin banyak membawa uang tunai, maka semakin besar keinginan untuk belanja. Kok bisa? Karena secara tak sadar, diri Anda merasa punya uang sehingga terus-menerus berbelanja. Jika dibiarkan, hal ini jelas membuat perilaku boros semakin tumbuh subur. Untuk itulah saat ini biasakan membawa uang tunai dalam jumlah terbatas di dalam dompet.

Baca juga: Apa itu Reksadana? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Dengan uang tunai yang terbatas, Anda akan menahan laju keinginan berbelanja serta terhindar dari aksi kejahatan karena mungkin hanya membawa pecahan kecil. Apalagi saat ini sudah banyak sekali inovasi dompet digital alias e-wallet yang memungkinkan Anda melakukan transaksi secara cashless. Hanya saja wajib diingat, pastikan Anda menyediakan saldo pas-pasan pula di e-wallet supaya mencegah keinginan gila belanja.

3. Bikin Anggaran Belanja

Membuat anggaran belanja

Cara termudah berikutnya untuk menekan perilaku boros adalah dengan membuat anggaran belanja. Entah belanja mingguan atau bulanan, anggaran belanja akan menjadi pedoman kebutuhan yang harus dibeli. Supaya bisa membuat anggaran belanja yang tepat, Anda harus membagi beberapa pos pengeluaran mulai dari yang kebutuhan primer hingga sekunder.

Dengan anggaran belanja, Anda akan tahu beberapa kebutuhan yang ternyata tidak terlalu diperlukan dan bisa dihindari untuk dibeli di kemudian hari. Biasanya pembagian keuangan yang tepat adalah mengalokasikan 40% penghasilan untuk pembelanjaan bulanan.

Sehingga contohnya jika gaji bulanan Anda adalah Rp5 juta, maka Anda cuma bisa membuat anggaran belanja maksimal Rp2 juta saja. Meskipun begitu, sebaik apapun anggaran belanja dibuat, hal yang paling penting adalah menepatinya.

4. Selektif Pilih Teman

Semakin Anda dewasa, ada yang bilang kalau jumlah teman makin berkurang. Hal ini tak harus bikin sedih, karena memang seperti itulah hidup. Tak ada salahnya untuk mulai selektif memilih teman. Bukan berarti Anda menutup diri, hanya saja menghindari teman-teman yang berpeluang memberikan dampak buruk seperti bergaya hidup boros.

Banyak milenial yang terjebak memiliki kebiasaan boros karena pergaulan lingkungan. Misalkan saja teman-teman kantor yang tiap hari nongkrong di coffee shop mahal, sahabat yang selalu travelling ke luar negeri setiap bulan, hingga doyan berbelanja barang-barang branded. Mungkin sesekali melakukan hal-hal konsumtif itu demi kepuasan batin tak masalah, tapi jangan sampai Anda melakukan berbagai hal di atas hanya karena ingin dianggap kekinian. Untuk itu supaya tidak salah gaul, cobalah selektif pilih teman.

Baca juga: Memulai Investasi yang Ideal, Berapa Persen dari Penghasilan?

Ada baiknya jika Anda melihat gaya hidup orang-orang terkaya di dunia seperti Jeff Bezos (pendiri Amazon), Bill Gates (pendiri Microsoft), Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), Larry Page (pendiri Google) hingga Jack Ma (pendiri Alibaba) yang mungkin hanya memiliki segelintir teman-teman dekat.

Orang-orang dengan harta kekayaan fantastis itu bahkan tidak terlalu suka melakukan kegiatan konsumtif seperti menggunakan barang mewah ala sosialita. Alih-alih tampak tajir melintir, mereka justru lebih suka melakukan kegiatan amal. Sebuah gaya hidup yang mungkin patut dilakukan oleh milenial daripada sekadar nongkrong di mall.

5. Hindari Berhutang

Hindari berhutang

Hutang adalah lingkarang setan. Mungkin kebutuhan Anda bisa terpenuhi saat ini tapi di kemudian hari bakal terbebani oleh tagihan. Apalagi jika hutang sudah menggunung entah penggunaan credit card, kasbon di kantor, pinjam ke teman atau saudara hingga mengajukan pinjaman online (pinjol), tentu akan membuat diri Anda stres. Kebiasaan berhutang sendiri muncul karena memang gaya hidup boros lantaran pengeluaran lebih besar daripada penghasilan.

Karena itulah cara paling ampuh untuk menghentikan sifat boros adalah dengan sebisa mungkin tidak berhutang. Anda yang memiliki kartu kredit, gunakan semampunya saja dan baru dipakai saat benar-benar dalam kondisi membutuhkan. Kalau memang punya hutang, usahakan sebisa mungkin untuk membayar tepat waktu dengan penghasilan yang dimiliki supaya bisa hidup tenang dan memiliki kesejahteraan finansial di kemudian hari.

6. Kurangi Kebiasaan Nongkrong

Gaya hidup doyan pesta

Salah satu hal yang membuat banyak milenial di kota-kota besar begitu boros adalah doyan nongkrong. Mulai dari nongkrong di coffee shop mahal yang harga produk minumannya puluhan ribu Rupiah atau sekadar party di cafe-cafe setiap malam. Jangan kaget, pengeluaran nongkrong ini bahkan bisa menyentuh ratusan ribu hingga jutaan Rupiah setiap kali melakukannya.

Mungkin bagi Anda yang memiliki penghasilan belasan hingga puluhan juta Rupiah, nongkrong bukanlah masalah. Namun jika setiap hari Anda nongkrong atau party, lama-kelamaan uang juga akan habis. Bukan hanya uang, kesehatan diri juga bisa bermasalah karena kebiasaan nongkrong ini. Karena itulah supaya tidak boros, cobalah untuk mengurangi hobi nongkrong dan lebih dialihkan ke hal-hal yang positif seperti berolahraga, membaca novel atau yang lebih penting, menghabiskan waktu dengan orangtua dan saudara di rumah.

7. Bijak Gunakan Media Sosial

Media sosial saat ini dianggap sebagai salah satu pemicu kebiasaan boros di kalangan milenial. Apalagi jika Anda sering melihat akun media sosial orang yang hidupnya begitu konsumtif seperti doyan beli barang mewah atau liburan ke luar negeri, tentu tanpa sadar bakal muncul keinginan untuk melakukan hal serupa. Jika Anda adalah sosok yang mudah terpengaruh, tentu bisa-bisa mengikuti jejak gaya hidup konsumtif.

Tak cuma itu saja, di media sosial juga ada banyak sekali online shop yang menawarkan produk barang atau jasa mereka. Perempuan termasuk kelompok yang lebih mudah tergiur window shopping seperti ini. Awalnya hanya melihat-lihat media sosial sebagai kegiatan mengisi waktu luang, tapi kemudian mendadak tergiur dan ingin berbelanja saat melihat sebuah produk yang memiliki tampilan lucu.

Baca juga: Pilihan Investasi Terbaik Saat Masih Kuliah ini Layak Anda Coba!

Karena itulah, supaya bisa mengerem sifat boros, Anda harus benar-benar bijak menggunakan media sosial. Jangan terlalu sering melihat ke atas, melihat ke orang-orang yang setiap pekan travelling, setiap hari nongkrong di restoran atau cafe mewah hingga mempunyai berbagai gawai mahal.

Cobalah untuk melihat kehidupan orang-orang menengah ke bawah yang bekerja banting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarga, padahal penghasilan yang diperoleh di bawah UMR. Dengan melakukan hal ini, Anda mungkin akan lebih banyak bersyukur dan akhirnya merasa malu karena terlalu boros.

8. Mulai Rencanakan Investasi

Produk-produk investasi

Nah, inilah cara terakhir yang bisa Anda terapkan demi menahan kebiasaan boros. Yap, Anda harus mulai mencari tahu mengenai produk-produk investasi. Yap, investasi merupakan langkah terbaik bagi mereka yang ingin memperoleh kesejahteraan finansial di usia tua nanti. Anda tentu tak ingin bukan sampai tua masih hidup mengontrak dan tak memiliki aset? Karena itu, usia produktif sekitar 20-35 tahun adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi.

Beruntung saat ini ada banyak sekali produk investasi yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Misalkan saja jika ingin yang aman dan terjamin bisa memilih investasi emas, tanah, properti hingga tabungan deposito.

Namun kalau ingin lebih menantang dan untung lebih besar, Anda bisa mencoba investasi saham IHSG, reksadana, P2P Lending sampai Bitcoin. Supaya bisa menentukan instrumen investasi yang tepat, jangan ragu untuk mencari banyak info baik dari membaca artikel di Google hingga bertanya ke sosok yang memang ahlinya.

Kesimpulan

Jika Anda mencoba menerapkan delapan cara di atas, maka sudah bisa dipastikan kalau Anda bakal terhindar dari gaya hidup boros. Memang benar, Andalah sosok yang paling berhak dalam mengelola penghasilan entah untuk ditabung atau untuk foya-foya.

Hanya saja ingatlah satu hal setiap kali hendak hedon, apakah Anda mau muda bersenang-senang dan tua hidup susah atau muda hidup hemat dan bisa tua kaya raya? Tentu siapapun ingin memperoleh pilihan kedua. Nah, untuk bisa melakukannya, cobalah untuk mengerem gaya hidup boros semaksimal mungkin. Semangat!

Loading...