Terkumpul dalam 1 Tahun! Ini 10 Cara Nabung Dana Nikah Paling Efektif

Bagi Anda yang sedang berencana untuk menikah, pastinya perlu memikirkan berbagai kebutuhan untuk pernikahan. Karena kebutuhan pernikahan itu sangat banyak sekali jika di detailkan. Mulai dari lamaran, seserahan, akad hingga pesta pernikahannya. Jika hanya melihat sekilas, mungkin kebutuhan dana nikah jaman now bikin kita agak bergidik dan takut.

Pasalnya, make up untuk pengantin dan keluarga saja sudah sangat mahal. Belum lagi gedung, catering, dekor, dokumentasi dll. Bikin pusing! Apalagi jika ingin menikah dalam waktu 1 tahun kedepan.

Tapi tunggu dulu!

Pasti ada jalan keluar kok untuk mewujudkan pesta pernikahan yang indah, sesuai kebutuhan dan tetap sakral. Tapi untuk itu tetap saja kita butuh menabung dana pernikahan.

Karena pernikahan adalah hal yang sakral, pastinya kita tidak mau hari spesial tersebut gagal hanya karena kita gagal menabung. Nah bagaimana cara paling efektif untuk mengumpulkan dana pernikahan? Yuk, simak tipsnya satu persatu!

1. Membuat Rencana Konsep Pernikahan Sesuai Budget

Membuat Rencana Konsep Pernikahan Sesuai Budget

Tips pertama yakni membuat konsep pernikahan. Ini berfungsi untuk mengestimasi biaya pernikahan yang perlu di keluarkan nantinya.

Misalnya ingin pesat pernikahan outdoor, indoor atau perpaduan dari keduanya. Selain itu Anda dan pasangan perlu mencari tempat yang tepat untuk melaksanakan konsep pernikahan tersebut.

Sebagian dari kita mungkin sangat ingin memiliki pesta pernikahan yang mewah dan remarkable. Sebenarnya itu sah-sah saja, tapi usahakan agar tidak berhutang dan malah menyulitkan Anda dan pasangan untuk mewujudkannya.

Karena jika sudah memikirkan untuk menikah maka kita siap membangun keluarga seumur hidup, yang artinya biaya setelahnya justru lebih penting ketimbang menghabiskan pesta 1 hari saja.

Saat ini, sudah banyak kok ide-ide konsep pernikahan yang aesthetic namun tetap on budget. Anda hanya perlu kreatif merisetnya.

Baca juga : Kakeibo, Cara Mengatur Keuangan Supaya Bisa Hemat dan Cepat Kaya!

Anda bisa mencari tahu dengan bertanya ke teman-teman atau saudara yang sudah pernah melangsungkan pernikahan dan juga memanfaatkan internet serta media sosial.

2. Membuat Rincian Anggaran Pernikahan

Setelah punya gambaran umum tentang konsep pernikahan yang Anda dan pasangan inginkan, hal yang sangat penting agar sukses menabung untuk tujuan apapun adalah membuat rincian anggaran dengan detail.

Termasuk pernikahan. Walupun di lapangan tidak akan akurat 100% tetapi, dengan membuat rincian dana pernikahan yang di kumpulkan tidak akan terlalu jauh meleset dari anggarannya.

Misalnya saja biaya-biaya seperti sewa gedung, catering, make up dan baju, dekor, live music, mc, biaya tidak terduga dll. Jangan lupakan hal-hal kecil yang justru penting seperti biaya membuat undangan atau fee satpam/keamanan.

Jika sudah di rinci semua, cari tahu biaya yang perlu di siapkan untuk masing-masing item sesuai kapasitas tamu undangan.

Sebagai informasi saja, tamu undangan biasanya tidak datang sendirian tapi bisa bersama pasangan atau kerabat yang menemani jadi pastikan Anda memasukannya dalam hitungan.

Baca juga : 10 Tips Memilih Tabungan Pendidikan Untuk Anak

Setelah semuanya terakumulasi, lalu mulailah hitung dengan waktu target Anda menikah. Jika tahun depan, maka ada waktu 12 bulan. Misalnya saja dana pernikahan yang di perlukan berkisar Rp. 100 juta, maka :

  • Rp. 100 juta/ 12 bulan = Rp. 8,3 juta/ bulan
  • Rp. 8,3 juta/ 2 orang (Anda dan pasangan) = Rp. 4,15 juta/ bulan

Jadi masing-masing perlu menyisihkan Rp. 5 juta/ bulan. Itu adalah ilustrasi saja, namun intinya dalam merinci anggaran pernikahan usahakan sedetail mungkin dan sampai bisa di simpulkan berapa jumlah yang harus di sisihkan tiap bulan oleh Anda dan pasangan. Jangan lupa, untuk menghitung total biaya tersebut bersama inflasi yang terjadi di tahun depan yakni sekitar 7%.

3. Alokasikan 20-30% Gaji Untuk Tabungan Nikah

alokasikan gaji untuk dana pernikahan

Sebenarnya Anda tidak perlu mengalokasikan hingga 50% gaji untuk dana pernikahan. Karena tentunya Anda perlu menyeimbangkan dengan kebutuhan lainnya. Jumlah yang di sarankan untuk mengumpulkan dana pernikahan adalah 20% sampai 30% dari pendapatan.

Misalnya gaji Anda Rp. 10 juta/ bulan. Maka Rp 2 juta-Rp 3 juta bisa Anda sisihkan untuk tabungan nikah. Rp 3 juta x 2 = Rp. 6 juta/ bulan (Anda dan pasangan) Tidak perlu memaksakan budget jika kondisi tidak memungkinkan.

Di banding mempersulit diri, Anda bisa mengatur kembali anggaran yang telah di buat atau jika Anda mendapatkan bonus dari kantor Anda bisa mengalokasikannya untuk menambah tabungan nikah.

4. Pisahkan Rekening Tabungan Untuk Pernikahan

Salah satu masalah yang sering di hadapi oleh orang yang sedang berusaha menabung adalah uang tabungan terpakai karena memakai rekening yang sama.

Biasanya karena secara tidak sadar terpakai atau karena ketika akhir bulan dan ada godaan diskon, jumlah saldo terlihat cukup besar, padahal itu adalah uang tabungan. Sehingga kita mulai mencari-cari alasan untuk menggunakannya dan keinginan untuk membelanjakan uang tabungan semakin tinggi.

Supaya dana pernikahan benar-benar berhasil terkumpul, sebaiknya Anda dan pasangan juga membuat rekening khusus untuk tabungan nikah. Dengan begitu Anda bisa lebih fokus menabung. Teknisnya, Anda wajib memisahkan rekning gaji dengan rekening dana pernikahan.

5. Masukan Tabungan Nikah Pribadi Sebelumnya ke Dalam Rekening Khusus Untuk Menikah

Biasanya, orang yang benar-benar niat menikah sudah memikirkan biaya pernikahan bahkan sebelum memiliki atau yakin dengan pasangannya.

Nah jika sebelumnya Anda sudah menabung untuk menikah, maka dana pribadi ini bisa di tambahkan ke dalam rekening khusus menikah yang telah Anda rencanakan. Dengan begitu, dana pernikahan Anda dan pasangan menjadi semakin ringan.

Tetapi, jika dana bulanan untuk menabung sudah di rasa cukup Anda bisa menyimpannya di rekening tabungan pribadi untuk mengantisipasi kekurangan budget saat menjelang pernikahan.

Walaupun sudah mengalokasikan dana tak terduga pada rincian anggaran, tapi untuk lebih berjaga-jaga tidak ada salahnya Anda menyimpan dana tersebut jika harus mengcover kelebihan budget.

6. Atur Biaya Nge-Date Supaya Tetap Terkontrol

Membuat Rencana Konsep Pernikahan Sesuai Budget

Tidak apa-apa jika sekali-kali Anda dan pasangan ingin makan di restoran yang cukup fancy. Namun jika sudah berencana menikah, ada baiknya untuk mengatur biaya nge-date agar tidak boros. Mungkin Anda dan pasangan bisa menerapkan gaya pacaran hemat.

Hemat bukan berarti pelit. Tapi Anda dan pasangan bisa mengatur kemana dan berapa budget yang di keluarkan setiap kali nge-date supaya keuangan tetap terkontrol.

Dengan budget tersebut Anda bisa pergi kemana saja untuk bersenang-senang, asalkan sesuai budget. Karena biasanya, jika sudah keluar bersama orang yang di cintai orang menjadi kurang memperhatikan pengeluaran.

Misalnya Anda nonton ke bioskop setiap minggu bersama pasangan. Nah, Anda mungkin bisa mengubah kebiasaan ini dengan menonton film di rumah bersama. Atau mungkin Anda terbiasa makan bersama di restoran setiap pulang kerja, mulai sekarang Anda dan pasangan bisa makan malam di rumah saja.

7. Coba Beli Beberapa Produk Investasi yang Likuid

Untuk membantu Anda dalam mencapai tujuan keuangan dana pernikahan, ada baiknya Anda tidak hanya menyimpan dalam satu rekening tabungan saja tapi Anda bisa juga membeli beberapa produk investasi yang likuid.

Kenapa perlu investasi yang likuid? Mengingat target waktu pernikahan yang tidak lama, (tidak sampai 5 tahun) sehingga usahakan untuk memilih instrumen yang memiliki likuiditas tinggi.

Misalnya saja emas, p2p lending atau reksadana pasar uang. Produk-produk investasi tersebut biasanya memiliki return yang agak lebih tinggi dari pada tabungan bank dan deposito.

Jika Anda membeli beberapa produk investasi, Anda dan pasangan bisa membeli beberapa produk investasi tersebut dan menjualnya saat menjelang pernikahan.

8. Tambah Terus Tabungan di Rekening Pribadi Untuk Mengcover Kekurangan

Jika Anda belum menyiapkan dana pernikahan sebelumnya dan baru saat ini saja, maka jangan lupa untuk menambah tabungan di rekening pribadi.

Hal ini berfungsi untuk meng-cover kekurangan. Selain tabungan bersama, Anda dan pasangan juga perlu menggemukan tabungan pribadi. Sehingga ketika terjadi kekurangan, Anda tidak perlu pusing mencari pinjaman.

Baca juga : 5 Dasar Literasi Finansial yang Penting Bagi Perempuan Saat Berinvestasi

Karena arus kas Anda bertambah, ada baiknya untuk menunda-nunda menabung. Jadi setelah terima gaji, langsung alokasikan 20%-30% untuk dana menikah. Jika ada bonus Anda bisa menyimpannya di rekening tabungan pribadi.

9. Mencicil Keperluan Nikah Sesuai Budget dan Pos Kebutuhan

Mencicil Keperluan Nikah Sesuai Budget dan Pos Kebutuhan

Anda dan pasangan juga bisa mencicil keperluan pernikahan berdasarkan pos kebutuhan yang sudah di prediksikan. Sebelumnya Anda pasti mencatat detail kebutuhan pernikahan beserta biayanya.

Dengan begitu Anda juga bisa mengontrol mana-mana saja dari kebutuhan pernikahan kalian yang sudah dan belum tercukupi.

Selain itu, Anda juga bisa memantau sudah sampai mana progres pemenuhan keperluan-keperluan pernikahan. Misalnya saja :

Pos Sewa Gedung

  • Sewa gedung Rp. 20.000.000
  • Progress Cicilan : Rp. 20.000.000

Pos MUA dan Baju Pengantin

  • MUA dan baju pengantin : Rp. 15.000.000
  • Progress Cicilan : Rp. 7.500.000 (kurang 50%)

Pos Catering

  • Catering : Rp. 10.000.000
  • Progress cicilan : Rp. 5.000.000 (kurang 50%)

Nah, dengan begitu Anda bisa lebih tenang karena dana pernikahan benar-benar sudah tersalurkan sesuai pos kebutuhan dan prioritasnya.

Bagaimana jika kenyataannya melibihi budget? Untuk kondisi ini ada beberapa opsi yang bisa Anda pilih tergantung kebutuhan dan ketersediaan dana tambahan.

10. Hemat dan Mencatat Pengeluaran Sehari-hari

Untuk Anda yang berencana menikah, penting sekali untuk mulai berhemat dalam pengeluaran sehari-hari. Mungkin yang biasanya suka makan siang dan malam di luar, bisa mulai membawa bekal dari rumah.

Jangan lupa juga mulai mencatat pengeluaran sehari-hari supaya keuangan tetap terkontrol dan tidak mengganggu proses mengumpulkan dana pernikahan.

Sebenarnya berhemat maupun mencatat pengeluaran Anda pribadi bukan hanya penting saat Anda hendak menikah tapi ini juga merupakan bentuk tanggung jawab Anda pribadi dalam mengelola uang yang Anda miliki.

Baca juga : 7 Jenis Tabungan Terbaik Bagi Milenial Supaya Finansial Lebih Sehat

Jika sudah terbiasa mulai dari hal terkecil seperti ini, nantinya Anda tidak akan terlalu kesulitan mengelola aset bersama selama menikah dan berkeluarga.

Penutup

Selain 10 tips tersebut, sebenarnya ada hal yang sangat penting untuk di terapkan yakni komitmen dan disiplin dalam menabung. Tanpa kedua hal ini, rasanya akan sulit mengalokasikan uang untuk menikah secara konsisten. Terlebih jika Anda tipe orang yang suka belanja atau mudah tergoda diskon.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar bisa berhasil mengumpulkan dana untuk menikah. Pesta pernikahan memang tidak harus mewah, namun dengan persiapan yang matang pernikahan tetap bisa indah. Semoga 10 tips di atas bisa membantu Anda dan pasangan menabung dana pernikahan lebih cepat.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar

XM Trading Forex dan Saham, Bonus 15 sampai 500$
Daftar sekarang