Apa Itu Koperasi? Bagaimana Cara dan Syarat Mengajukan Pinjaman di Koperasi

Kebutuhan hidup memang tak selamanya berjalan mulus. Terkadang harus dihadapkan dengan persoalan mendadak yang berkaitan dengan uang. Persoalan tersebut kerap kali membuat sesoerang menjadi bingung karena uang simpanan atau tabungan tidak mencukupi.

Mau tidak mau, Anda akan melakukan pinjaman kepada saudara terdekat, tetangga, yayasan, bahkan pihak bank. Tetapi, pada kenyataannya mereka belum tentu siap sedia untuk membantu. Jika meminjam kepada saudara atau tetangga boleh jadi, saat itu mereka tidak memiliki uang yang Anda butuhkan.

Begitu pun ketika Anda meminjam ke sebuah bank, pastinya ada syarat yang harus dipenuhi dan tidak bisa cair dalam waktu singkat.

Apabila Anda sedang mengalami persoalan di atas, janganlah khawatir karena masih ada cara lain yang bisa ditempuh. Salah satunya adalah meminjam dana yang Anda perlukan kepada koperasi. Baik itu koperasi yang berada di lingkungan rumah, kantor, dan sebagainya.

Pada mulanya koperasi ini memang ditujukan pada anggotanya saja dalam hal simpan pinjam. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan untuk tetap eksis di dunia persaingan usaha, koperasi ini menyediakan sebuah produk pinjaman yang diperuntukan bagi non anggotanya.

cara dan syarat meminjam di koperasi

Tentunya ada perbedaan yang signifikan apabila tidak menjadi anggota. Tetapi jangan khawatir koperasi ini bisa menyediakan dana yang diperlukan dalam waktu singkat untuk yang membutuhkan.

Baca juga : 15 Cara Mencari Modal Pembiayaan Usaha | Tanpa Meminjam Bank

Walaupun bisa pinjam dalam waktu singkat, tetap saja ada sebuah prosedur persyaratan yang harus dipenuhi. Tetapi bedanya, syarat tersebut tidak melalui rangkaian adminstarasi yang cukup panjang.

Lalu, seperti apakah cara dan syarat mengajukan pinjaman di koperasi tersebut? Mari, simak bersama ulasannya di bawah ini!

Syarat Mengajukan Pinjaman di Koperasi

Untuk Anda yang akan meminjam dana di koperasi, tentunya ada beberapa prosedur atau syarat yang harus dipenuhi yaitu sebagai berikut:

  1. Terdaftar Sebagai Warga Negara Indonesia. Biasanya penduduk yang terdaftar sebagai warga negara Indonesia memiliki Kartu Tanda Penduduk dengan disertai Nomor Induk Kependudukan atau NIK.
  2. Keanggotaan bersifat perseorangan dan bukan dalam bentuk badan hukum.
  3. Membayar simpanan wajib dan simpanan pokok sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Besar kecilnya pembayaran biasanya ditentukan oleh pengurus koperasi serta kesepakatan dengan warga.
  4. Mengetahui dan Menyetujui anggaran dasar, anggaran rumah tanggan, dan juga kententuan yang tengah berlaku dalam koperasi.

Jika Anda sudah membaca dan mempelajari syarat untuk mengajukan pinjaman di koperasi. Ada baiknya untuk segera mendaftarkan diri menjadi anggota koperasi. Karena dengan menjadi anggota koperasi, Anda akan dimudahkan untuk melakukan pinjaman.

Cara Mengajukan Pinjaman di Koperasi

Setelah mengetahui syarat-syarat mengajukan pinjaman, maka selanjutnya adalah membahas tentang cara mengajukan pinjaman di koperasi. Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

1. Mengisi Formulir Pinjaman
2. Berstatus sebagai anggota koperasi atau calon anggota koperasi
3. Membawa fotocopy KTP, bagi yang sudah menikah wajib untuk membawa KTP suami atau Istri
4. Membawa fotocopy kartu keluarga, slip gai, rekening listrik, dan juga anggunan.

Setelah persyaratan di atas lengkap Anda bawa, maka tahap selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut :

  • Mengajukan dana pinjaman dengan cara melengkapi proposal tujuan penggunaan dana. Pihak koperasi tentunya akan menanyakan tujuan Anda untuk meminjam pinjaman tersebut.

Anda bisa menuliskannya untuk berbagai macam keperluan seperti modal usaha, kesehatan, dan keperluan lainnya yang memang dibutuhkan.

  • Setelah pengurus koperai melihat pengajuan pinjaman Anda. Maka mereka pun akan mempertimbangkan terlebih dahulu tentang proposal pengajuan pinjaman tersebut.

Namun, tak perlu khawatir bila Anda telah meneuhi syarat-syarat yang diberlakukan oleh koerasi. Maka pinjaman pun bisa cair dengan segera.

  • Bila persyaratan lengkap dan proposal pengajuan telah Anda isi serta telah disetujui pihak pengurus. Maka Anda sudah bisa menerima dana pinjaman dari koperasi.

Biasanya setelah disetujui, pihak pengurus akan memberikan sebuah berkas perjanjian tentang pengembalian dan pinjaman. Dana tersebut bisa dikembalikan sesuai dengan kesepakatan antara Anda dengan pengurus koperasi.

Baca juga : 10 Situs pinjam uang online terpercaya di Indonesia

Tipe Beban Bunga di Pinjaman Koperasi

pinjaman di koperasi

Bila Anda mengajukan pinjama di koperasi, ada beberapa tipe beban bunga yang harus Anda ketahui. Dengan tujuan agar saat pengembalian nanti, Anda bisa mengaplikasikannya sesuai dengan pinjaman yang diajukan. Adapun tipe beban bunga yang dimaksud adalah sebagai berikut:

• Bunga Menurun

Merupakan tipe bunga yang pembayarannya dipengaruhi oleh besarnya nilai pinjaman pokok. Contohnya bila Anda mengajukan pinjaman dengan nominal yang kecil, maka bunga yang dibayar pun akan semakin kecil.

• Bunga Flat

Tipe bunga flat ini selalu digunakan untuk pinjaman dalam waktu jangka pendek. Artinya nominal bunga yang dibayarkan akan selalu sama setiap bulannya.

• Bunga Menurun Efektif

Pembayaran bunga menurun efektif ini bisa diketahui, manakala petugas koperasi menghitung saldo akhir di setiap bulannya. Karena itulah, bunga yang bisa Anda bayarkan terbilang menurun efektif.

Keuntungan Mengajukan Pinjaman di Koperasi

Ada beberapa keuntungan yang harus Anda ketahui ketika mengajukan pinjaman di koperasi. Tentunya ini akan menjadikan pertimbangan besar untuk Anda untuk bisa meminjamnya. Adapun keuntungan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Prosedur Peminjaman Tergolong Mudah

Bagi para anggota koperasi, pastinya sepakat dengan ulasan ini. Sesuai dengan tujuan kperasi yaitu menyejahterakan anggotanya, maka prosedur pinjaman ini akan dipermudah.

Selain itu, pengurus dan anggota koperasi pastinya saling mengenal sehingga tidak perlu lagi melakukan survey apapun terlebih harus menggunakan survey lewat BI Checking.

2. Proses Pencairan Pinjaman Tergolong Cepat

Selain dimudahkan dalam hal prosedur peminjaman, proses pencairannya pun tergolong cepat. Semuanya tergantung kepada pengurus dan juga anggota. Bila pinjaman yang diajukan harus ada saat itu juga, maka pihak pengurus pun akan mengeluarkannya.

3. Peminjaman Dilakukan Tanpa Jaminan

Keuntungan berikutnya bila mengajukan pinjaman di koperasi adalah bisa dilakukan tanpa jaminan. Rata-rata koperasi yang ada di Indonesia tidak memberlakukan sistem tersebut. sehingga memudahkan para anggota yang memang tidak memiliki sertifikat rumah, tanah BPKN mobil dan juga motor.

4. Suku Bunga Ringan

Koperasi akan selalu komitmen dengan tujuan yang diberlakukannya, yaitu menyejahterahkan anggotanya. Karena itu suku bunga yang diberikan pun sangat ringan dibandingkan meminjam kepada bank.

Selain untuk mensejahterakan, pendirian koperasi pun bukan diperuntukkan sebagai ajang mencari keuntungan.

Mereka hanya ingin, warga di sekitarnya bisa sejahtera lewat pinjaman yang biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Baik itu untuk modal usaha ataupun untuk hal lainnya yang bermanfaat.

Sejarah Koperasi di Indonesia

Sebelum masuk pada pembahasan cara dan syarat mengajukan pinjaman di koperasi. Ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu akan sejarah koperasi di Indonesia. Hal ini untuk mengingat kembali peran serta orang-orang terdahulu yang memang ingin rakyat Indonesia sejahtera.

Koperasi ini berasal dari benua Eropa. Dimana sistem koperasi tersebut ditemukan oleh Robert Owen seorang pria berkewarganegaraan Skotlandia.

Setelah sistem koperasi merajalela di Eropa, barulah pada tahun 1896 koperasi tersebut masuk ke Indonesia. Koperasi tersebut diperkenalkan oleh Patih R.Aria Wirja dimana ia sangat miris melihat pegawai negedri dan juga rakyat Indonesia yang menderita akibat rentenir yang memberikan bunga cukup tinggi.

Patih R.Aria Wiria Atmaja pun berinisiatif untuk mendirikan bank bagi mereka. sistem yang digunakan yaitu koperasi kredit dimana ia mengadopsi sistem dari Jerman.

Saat di Jerman itulah beliau bertemud dengan seorang asisten residen Belanda bernama De Wolffvan Westerrode. Wolffyan mengajukan agar Patih mengubah koperasi kredit menjadi Bank pertolongan, tabungan, dan juga pertanian.

Lambat laun, koperasi tersebut mulai mengalami perkembangan hingga Indonesia merdeka pun sistem koperasi tersebut masih berjalan. Melihat potensi yang luar biasa serta antusiasnya masyarakat.

Maka, pada tanggal 12 Juli 1947 Mohammad hatta yang dijuluki sebagai bapak koperasi mengadakan sebuah kongres koperasi pertama di Tasikmalaya. Pada hari itu pula ditetapkan sebagai Hari koperasi Indonesia dan membentuk sebuah Sentral Organisai Koperasi Rakyat di Indonesia yang bertempat di Tasikmalaya.

Dalam kongres tersebut, Mohammad Hatta pun mengusulkan 3 macam koperasi sebagai berikut:

  1. Pertama, adalah koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai.
  2. Kedua, adalah koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan).
  3. Ketiga, adalah koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan usaha rumahan guna memenuhi kebutuhan modal.

Di akhir pembicaraannya, Mohammad Hatta pun mengatakan bahwa tujuan koperasi bukan untuk mencari keuntungan melainkan untuk memenuhi kebutuhan bersama anggota koperasi.

Jenis Koperasi Menurut Fungsinya

Seiring dengan berjalannya waktu, koperasi pun mulai mengalami perubahan. Termasuk perubahan jenis koperasi. Adapun jenis koperasi yang harus Anda ketahui adalah sebagai berikut:

1. Koperasi Pembelian atau Konsumsi

merupakan sebuah koperasi yang memiliki fungsi untui membeli atau mengadakan barang serta jasa guna memenuhi kebutuhan anggota. Maka dari itu, para anggota bisa membeli barang-barang atau jasa dari koperasi tersebut.

2. Koperasi Penjualan atau Pemasaran

Koperasi berfungsi sebagai pemyelanggara atau penyediaan fasilitas barang atau jasa dari anggota. Artinya koperasi tersebut bisa menyediakan barang-barang yang bisa dijual. Barang atau jasa tersebut berasal dari para anggotanya.

3. Koperasi Produksi

Koperai yang menghasilkan barang atau jasa. Oleh karena itu para anggotanya bisa bekerja sebgai karyawan atau pegawai koperasi. Status dari anggota pun sebagai pekerja koperasi dan juga sebagai pemilik.

4. Koperasi Jasa

Koperasi yang berfungsi untuk menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan para anggota. Contohnya seperti, asuransi, angkutan mobil, simpan pinjam, dan lain sebagainya. Status dari anggota sebagai pengguna dan pemilik dari layanan jasa koperasi tersebut.

Prinsip Dasar Koperasi Simpan Pinjam

Berdasarkan ketentuan Undang-undang koperasi, prinsip dasar koperasi simpan pinjam ini ialah terdapat anggota dengan sukarela dan terbuka. Kemudia dikelola mandiri dengan demokratis. Serta kekuasaan tertinggi ada pada rapat anggota.

Para anggota koperasi akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk SHU atau Sisa Hasil Usaha. Tentunya SHU tersebut akan dibagi secara merata kepada para anggota. Adapun ketika menjalankan usaha, koperasi tersebut mendapatkan modal yang berasal dari :

  • Simpanan Pokok yang didapat dari anggota koperasi ketika mereka pertama kali membayar untuk menjadi anggota. Dan simpanan ini dibayarkan sekali saja.
  • Simpanan Wajib, para anggota wajib membayar koperasi pada setiap bulannya
  • Simpanan Sukarela, simpanan ini mirip dengan tabungan sehingga jumlah dan waktu pembayarannya pun tidak ditentukan
  • Dana Cadangan merupakan sisa hasil usaha yang tidak dibagikan kepada anggota. Namun digunakan untuk menambah modal usaha koperasi
  • Modal pinjaman ini diurus oleh pengurus koperasi kepada pihak yang biasa meminjamkan modal seperti bank atau sebuah lembaga keuangan yang terpercaya
  • Hibah, Hadiah, atau donasi merupakan dana yang diberikan kepada koperasi untuk dikelola dan diberikan pinajaman kepada anggota koperasi. Dana tersebut tentunya bsia digunakan untuk modal usaha atau kepentingan lainnya.

Penutup

Nah, itulah dia pembahasan mengani cara dan syarat mengajukan pinjaman di koperasi. Tentunya koperasi ini sangat bermanfaat bagi warga Indonesia. koperasi ini juga merupakan warisan dari para pahlawan terdahulu yang berjuang untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, jika Anda tertarik untuk menjadi anggota bisa mengikutinya di wilayah tempat tinggal Anda ataupun dikantor-kantor yang menyediakan koperasi ini. Jika ada sistem yang mudah, mengapa tidak dimanfaatkan dengan baik. Semoga bermanfaat!