Lengkap! Inilah Cara Trading Forex Indonesia 2020

Saat ini, semua hal rasa-rasanya dilakukan serba online. Mau cari informasi? Online. Mau mencari teman? Online. Mau membeli barang dan memesan alat transportasi? Semua bisa dilakukan secara online. Bahkan untuk memperoleh penghasilan, internet adalah jalannya.

Bukan hal aneh memang, karena perkembangan teknologi gawai dan internet yang makin canggih membuat gaya hidup online semakin dilakukan masyarakat. Apalagi di saat pandemi Covid-19 yang menganjurkan semua orang melakukan pembatasan sosial dan wajib #DiRumahAja, mau tak mau akhirnya melakukan aktivitas lewat sarana internet.

Sedih karena kehilangan pekerjaan di tengah wabah corona? Tak perlu bingung. Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk melakukan trading forex.

Baca juga: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan Trading Forex Autopilot

Seperti namanya, trading forex adalah sebuah bentuk jual beli alias perdagangan yang melibatkan aset forex (foreign exchange) atau mata uang asing. Dilakukan di pasar keuangan, trading forex mulai dikenal pada era 2000-an saat masyarakat dunia makin tergantung ke internet dan gawai.

Namun tahukah Anda, sebetulnya trading forex sudah mulai muncul di tahun 1990-an saat orang-orang melakukan trading saham. Setelah berdirinya Bursa Berjangka Jakarta di bulan Agustus 1999, perkembangan broker-broker lokal di Tanah Air makin pesat dan akhirnya menawarkan aset forex yang menjanjikan keuntungan besar dan pasar sangat likuid.

Buka Akun Forex

buka akun forex sebagai awal trading
© forexindonesia

Seperti layaknya bisnis lain, untuk menjadi seorang pelaku alias trader dalam kegiatan trading forex, ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Misalnya saja pastikan Anda adalah seseorang yang selalu berpikir logis dan pandai melakukan analisa. Karena dalam mengambil keputusan saat trading forex, Anda haruslah mampu membaca berbagai indikator supaya meraih keuntungan.

Kalau sudah mempelajari betul hal-hal mendasar dari pasar forex, Anda bisa memilih salah satu broker dan melakukan pendaftaran. Agar proses pendaftaran berjalan lancar, pastikan betul Anda memiliki modal sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. Supaya bisa mengetahui situasi di pasar forex tapi enggan merugi, manfaatkan betul fitur akun demo pada broker, sebelum akhirnya terjun ke akun live trading.

Nanti dengan semakin banyak pengalaman transaksi yang sudah dilakukan, Anda bakal memperoleh profit makin besar. Kelak jika profit itu sudah cukup, Anda bisa mencairkannya langsung ke dalam rekening pribadi dan memperoleh penghasilan. Menyenangkan bukan? Agar semua bisa terwujud, pastikan memilih broker-broker yang sudah dipercaya.

Broker-Broker Forex Terpercaya di Indonesia

Supaya seluruh kegiatan trading bisa berjalan aman sesuai dengan harapan, pastikan Anda memilih broker berkualitas yang sudah memperoleh regulasi dan diawasi BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Broker yang sudah mendapat izin dari BAPPEBTI artinya telah mempunyai kredibilitas yang tak bisa diragukan. Berikut empat broker lokal yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Octa.id

  • Situs resmi: www.octa.id
  • Kantor pusat: Pusat Bisnis Thamrin City Lantai 6, Suite 618, Jalan Thamrin Boulevard, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat – 10230
  • Platform: MetaTrader 4
  • Spread: Mengambang, mulai dari 1 pip
  • Rebate: US$5 per lot
  • Biaya trading: US$5, dibebankan setelah orderan ditutup
  • Deposit: US$100-100.000
  • Batas penarikan: US$5-100.000
  • Instrumen: Forex, logam mulia, energi, indeks
  • Leverage: 1:500

2. HSB.co.id

  • Situs resmi: www.hsb.co.id
  • Kantor pusat: Mayapada Tower 2 Lt.14 Jln. Jend. Sudirman Kav. 27 RT.4/RW.2, Karet, Kec Setiabudi, Jakarta Selatan 12920
  • Bahasa: Bahasa Indonesia
  • Deposit dan penarikan dana: Melalui Mandiri, BNI dan BCA
  • Platform: HSB trader
  • Aset perdagangan: Forex, indeks, saham dan komoditas
  • Minimal deposit awal: Rp1,2 juta (fixed rate setara dengan $100)
  • Leverage: 1:200
  • Minimal lot: 0.1 lot

3. GKInvest

  • Situs resmi: www.gkinvest.co.id
  • Kantor pusat: Multivision Tower Lt. 20, Jl. Kuningan Mulia Lot 9B – Jakarta Selatan 12980
  • Platform: MetaTrader 5, website dan mobile
  • Aset perdagangan: Forex, indeks saham, minyak dan logam mulia (emas dan silver)
  • Spread: Mengambang mulai dari 1.6 pips (forex), 0.26 (emas), 0.033 (perak) dan 0.05 (minyak)
  • Minimal deposit awal: $200
  • Leverage: 1:100
  • Minimal lot: 0.1 lot

Baca juga: Apa itu Trading Forex dan Bagaimana Memulainya?

4. MIFX.com

  • Situs resmi: https://mifx.com
  • Kantor pusat: Gedung Sahid Sudirman Center Lt.17, Jl.Jendral Sudirman kav.86, Jakarta 10220
  • Platform: MetaTrader 4 (PC dan mobile), Monex Multi Terminal (untuk kebutuhan banyak akun)
  • Aset perdagangan: Forex, logam mulia (emas dan perak), minyak mentah
  • Spread: Mengambang
  • Minimal deposit awal: Rp5 juta (akun classic), Rp100 juta (akun preferred) dan Rp250 juta (akun priority)
  • Leverage: 1:100
  • Minimal lot: 0.1 lot

Cara Kerja Trading Forex

cara kerja trading forex
© jatimtimes

Dibandingkan dengan pasar saham sekalipun, nilai perdagangan pasar forex jauh lebih besar. Sekadar informasi, Bank for International Settlements (BIS) pada Agustus 2012 melaporkan jika volume pasar valas menyentuh lebih dari US$3,1 triliun per hari, sementara pasar saham diperdagangkan rata-rata di kisaran US$2 triliun per hari.

Berbeda dengan pasar finansial lainnya, pasar forex juga tak memiliki pusat secara global. Karena perdagangan mata uang dilakukan secara elektronik melalui sistem Over the Counter (OTC). Artinya, pasar forex berlangsung melalui perangkat komputer secara online dan terhubung ke seluruh dunia. Operasional pasar forex pun terjadi selama 24 jam dengan pembagian zona waktu.

Lantas bagaimana forex itu diperdagangkan? Secara mudahnya, Anda ingin membeli dolar AS sebesar US$100 dengan nilai tukar Rp14.700 per dolar. Sehingga artinya, Anda harus menyiapkan uang Rp1.470.000 untuk memperoleh US$100. Lalu ketika satu bulan kemudian dolar meningkat hingga menembus Rp16 ribu per dolar, Anda bisa menjual US$100 dengan nilai total Rp1,6 juta. Dari selisih harga beli dan jual, Anda bakal meraup keuntungan Rp130 ribu.

Istilah-Istilah Penting dalam Trading Forex

Meskipun cara kerja perdagangan forex tampak sederhana, ketika Anda benar-benar fokus menjadi trader, ada sejumlah hal yang harus dipelajari. Karena ketika Anda melakukan trading di pasar keuangan lewat perantara broker, ada banyak sekali hal yang harus dipelajari termasuk istilah-istilah penting yang sangat mempengaruhi kegiatan trading. Berikut di antaranya.

istilah dalam trading forex
© didimax

1. Pip

Istilah pip kerap dipakai untuk menggambarkan perubahan harga dari sebuah aset, khususnya pada trading forex. Besaran pip bisa dilihat pada empat angka desimal pada seluruh mata uang, kecuali yang berkaitan dengan yen Jepang/JPY (pergerakan pip ada pada angka kedua desimal). Contoh pip seperti pada pasangan USD/JPYyang memiliki nilai 1 pip sebesar 0.01, sementara EUR/USD memiliki nilai 0.0001.

2. Exchange Rate

Seperti namanya, exchange rate adalah nilai suatu mata uang jika dibandingkan dengan mata uang asing lainnya. Misalkan saja EUR/USD mempunyai exchange rate 1.3200, artinya adalah satu euro setara dengan 1.3200 dolar AS. Dalam pasar forex, biasanya disediakan data exchange rate yang bakal selalu diperbarui secara berkala.

3. Leverage

Dalam dunia forex, leverage digambarkan sebagai pengungkit yang memungkinkan investor atau trader melakukan transaksi lebih besar daripada modal. Leverage ini disediakan oleh broker dan biasanya besarannya berbeda-beda mulai 1:1 hingga 1:1000. Artinya kalau leverage ditetapkan sebesar 1:1000, broker itu membolehkan trader melakukan trading 1000 kali lipat lebih besar daripada nilai deposit yang dimiliki.

Baca juga: Istilah-Terminologi Penting dalam Forex yang Wajib Diketahui

4. Margin

Margin sendiri merupakan jaminan saat trading. Bisa dijelaskan juga bahwa margin adalah jumlah deposit yang dibutuhkan trader untuk mempertahankan posisi dalam bertransaksi. Misalkan saja ada margin 1% yang artinya kalau Anda mengikuti transaksi US$200 ribu, hanya butuh modal US$2.000 saja.

5. Spread

Secara mudahnya, spread adalah selisih antara harga jual (bids/quotes buy) dan harga beli (ask/quotes sell). Sehingga bisa disimpulkan kalau spread merupakan penghasilan dari broker. Saat trader menjual aset, maka broker akan melakukan pembelian, begitu juga sebaliknya. Spread tiap broker cenderung tak sama dan biasanya di kisaran 3-7. Masing-masing broker pasti menentukan besaran spread sendiri.

6. Stop/Cut Loss

Istilah ini merujuk pada fitur yang disediakan broker untuk trader, dalam menghentikan kerugian yang ada. Karena sudah jadi rahasia umum bahwa pasar forex memang memiliki peluang untung dan rugi yang sama-sama besar. Namun saat ini para trader bisa meminimalisir kerugian lewat Cut/Stop Loss (SL). SL adalah nilai batasan terendah sehingga saat pergerakan harga mencapai SL, sistem akan langsung menutup orderan.

Pentingnya Strategi dalam Trading Forex

strategi trading forex
© jatimtimes

Tak ubahnya bisnis pada umumnya, seseorang melakukan trading forex jelas untuk meraup keuntungan. Supaya keuntungan itu dapat diperoleh dengan stabil, Anda harus memiliki strategi yang tepat. Seorang trader populer asal Singapura, Rayner Teo pernah menjabarkan mengenai lima strategi berbeda dalam trading forex. Apa saja? Simak ulasannya berikut ini:

1. Position Trading

Merupakan strategi jangka panjang, Position Trading memungkinkan trader menahan posisi mereka selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Kalau Anda menjadikan forex sebagai investasi, maka strategi ini sangatlah cocok. Karena jangka panjang, Position Trading membutuhkan analisa lebih mendalam sebelum membeli mata uang tertentu seperti memahami trend following.

2. Day Trading

Lebih menyukai trading forex jangka pendek yang biasanya cuma butuh waktu sehari? Maka strategi Day Trading atau Intraday sangat cocok. Dengan strategi ini, Anda harus entry dan exit di hari yang sama. Anda akan bisa mengetahui keuntungan dan kerugian di hari yang sama pula. Karena merupakan jangka pendek, timeframe untuk Day Trading biasanya 1H sampai 4H.

3. Transition Trading

Inilah strategi baru yang ditemukan oleh Teo. Dari penuturannya, Teo menemukan Transition Trading saat melakukan perdagangan eksklusif dengan timeframe yang rendah. Untuk bisa melakukan strategi ini, Anda haruslah memiliki insting yang cukup kuat. Karena ketika pasar bergerak sesuai dengan perkiraan, Anda bisa langsung meningkatkan Take Profit (TP) atau SL ke timeframe yang lebih tinggi. Sehingga Transition Trading sangat tepat digunakan oleh trader yang selalu mengawasi kondisi pasar.

4. Scalping

Pernah mendengar strategi scalping? Strategi ini memiliki tujuan untuk meraih untung cepat pada timeframe rendah. Agar bisa sukses, harus melakukan analisa dan open posisi dengan singkat sehingga trader wajib mempunyai ketepatan dan tingkat konsentrasi tinggi. Karena itulah, scalping tidak disarankan untuk trader-trader pemula karena jika sembrono, bisa merugi.

5. Swing Trading

Berbeda dengan Position Trading yang jangka panjang, Swing Trading lebih cocok untuk trader yang melakukan trading forex dalam jangka menengah-panjang. Dengan strategi ini, berarti Anda menempatkan Buy atau Sell saat pembalikan harga sehingga bisa meraih keuntungan maksimal ketika harga bergerak. Biasanya untuk Swing Trading memakai timeframe 1D atau 1W dengan open posisi menempatkan Buy di Support dan Sell di Resistance. Indikator Moving Average cocok untuk strategi ini.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh, Apa itu Forex?

Tata Cara Open Posisi Saat Trading Forex untuk Pemula

Rasa-rasanya hampir semua trader setuju bahwa Open Position (OP) dalam trading merupakan hal krusial dan penuh misteri. Apalagi bagi trader pemula, biasanya saat melihat garis harga mulai naik maka langsung Buy. Namun ketika Buy, justru uang berkurang. Sebaliknya ketika garis pada grafik harga menurun, ada yang melakukan Sell dan berharap untung, tapi justru malah merugi (Loss).

Untuk menjawab kebingungan-kebingungan tersebut, Anda haruslah memeplajari cara OP forex yang benar. Jangan meremehkan perkara OP ini, karena justru di sinilah penentuan untung seorang trader:

1. Perhatikan Spread Saat Pilih Pasangan Forex

spread dalam trading forex
© analisaforex

Jangan bingung kalau harga Buy dan Sell di platform trading berbeda dan memiliki selisih beberapa pip di belakang koma. Kondisi ini terjadi karena adanya spread yang ditetapkan broker. Spread bakal berubah sesuai pergerakan harga, sehingga hampir setiap OP trading awal bakal bernilai negatif. Tentunya semakin besar spread, makin besar pula biaya trading sehingga akan mempengaruhi profit. Ada baiknya bagi trader pemula, pilih saja pasangan forex dengan spread rendah seperti EUR/USD, GBP/USD atau USD/JPY.

2. Tentukan Timeframe

menentukan timeframe trading forex
© analisaforex

Jika sudah menentukan pasangan mata uang, buka saja grafik harga dan pasang indikator teknikal. Biasanya dalam platform trading seperti MetaTrader, Anda tinggal klik simbol pasangan mata uang untuk membuka grafik. Lalu tinggal drag dan drop saja indikator pada layar grafik. Jika grafik forex sudah muncul, klik kanan di layar dan pilih Timeframe. Timeframe sendiri memperlihatkan jangka waktu pergerakan harga yang nampak di grafik. Trader profesional sepakat memilih timeframe 1H (daily) yang dianggap terbaik.

3. Wajib Analisis Pasar

pasang indikator analisa pasar
© analisaforex

Jika sudah OP, barulah Anda bisa melakukan analisis. Ada banyak sekali analisis teknikal yang bisa dipilih dengan berbagai indikator seperti contohnya Bollinger Bands. Untuk memasang salah satu indikator, pilih saja menu Insert pada toolbar dan tentukan indikator yang dimau. Kurang terlalu memahami indikator? Biarkan saja pada adanya dan pilih OK agar indikator terpasang di grafik harga.

4. Lakukan OP

proses open posisi
© analisaforex

Kalau sudah memahami ke mana dan seperti apa harga bakal bergerak, Anda bisa melakukan langkah terakhir yakni OP. Jangan terburu-buru memilih tombol Sell atau Buy, karena meskipun instan, risikonya lebih besar. Sehingga untuk trader pemula, pilih menu New Order pada toolbar. Akan ada dua tipe order yakni Market Order (Instant Execution) yang akan melakukan OP pada harga saat ini dan Pending Order yang melakukan OP di kemungkinan level harga masa depan.

Pemula diharapkan menguasai Market Order sebelum menuju Pending Order. Nanti jika sudah semakin mampu memprediksi pergerakan harga, Anda bisa pasang Pending Order dengan tipe Sell Limit ketika harga pas ada di garis Upper Band atau Middle Band.

Pertanyaan yang Muncul Soal Trading Forex

Sebagai pemula yang benar-benar belum pernah terjun ke dunia trading forex, tentu akan ada banyak sekali pertanyaan yang muncul dan mengganjal. Pertama, pemula kerap kali bertanya mengenai indikator yang paling tepat dalam trading forex. Termasuk yang ingin tahu? Maka jawabannya adalah tak ada satupun indikator yang terbaik.

Baca juga: 10 Tips Trading Forex Sukses untuk Trader Indonesia

Karena indikator ini diciptakan sebagai prediksi sekaligus identifikasi. Di mana indikator-indikator tersebut sangat tergantung dengan strategi, karakter trader dan kondisi pasar. Pertanyaan berikutnya adalah mengenai besaran pip yang bisa diraih, yang mana rupanya adalah keliru. Kok bisa? Karena Anda tak boleh memasang target keuntungan berdasarkan besaran pip lantaran pasar forex sangat dinamis dan tidak konsisten.

Sehingga kalau memasang target untung lewat pip, bisa saja merugi karena kondisi pasar tidak sesuai. Terakhir soal timeframe yang tepat, jawabannya adalah disesuaikan dengan strategi yang dipilih. Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, setiap strategi trading forex memiliki ketentuan timeframe berbeda-beda.

Kesimpulan

Memang untuk bisa menjadi seorang trader yang benar-benar profesional dan disegani, membutuhkan pengalaman yang lama. Ada banyak sekali istilah, strategi hingga tata cara Open Posisi yang harus dilakukan dengan tepat jika mengincar keuntungan besar. Namun tetang saja, trader pemula yang mempelajarinya secara serius juga akan tetap bisa meraih cuan sesuai harapan asalkan benar-benar bergabung di broker berkualitas

Bagikan ;