Daftar Bank Penyalur Kredit Usaha Rakyat KUR Terbaru 2020

daftar bank penyalur Kredit Usaha Rakyat KUR

Memulai bisnis di tahun yang baru memang menjadi resolusi banyak orang dalam menghadapi 2020 ini. Apalagi jika melihat perkembangan ekonomi dunia yang terus bergejolak, rasa-rasanya setiap orang harus begitu kreatif dalam menciptakan inovasi demi kesejahteraan finansial diri sendiri.

Hanya saja alasan paling klasik yang membuat seseorang enggan mulai berbisnis sendiri adalah karena modal. Ya, untuk memulai bisnis apapun bidang yang Anda pilih, sudah pasti membutuhkan modal. Ketika modal tak ada, jelas keinginan menjadi wirausaha harus ditunda dulu. Nekat ingin mengumpulkan modal lewat pinjaman bank? Tak masalah. Namun Anda harus tahu kalau ketika memperoleh pinjaman dari bank, harus menghadapi bunga kredit.

Bunga kredit yang kelewat tinggi jelas akan membuat tagihan membengkak dan membebani keuangan bisnis. Apalagi jika bisnis Anda masih terhitung baru dan belum bisa menghasilkan omzet serta profit sesuai harapan. Tenang saja tak perlu cemas dan putus asa dulu, karena ada kok produk pinjaman bank yang tidak memberikan bunga besar yakni KUR alias Kredit Usaha Rakyat.

Baca juga: 4 Tabungan Digital Terbaik Tawarkan Banyak Keunggulan

KUR sendiri merupakan program pemerintah yang memang bertujuan untuk menganggulangi kemiskinan sekaligus pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Karena program pemerintah, perhitungan bunga untuk KUR pun sangat rendah.

Sampai saat ini KUR sudah melibatkan banyak stakeholder mulai dari pemerintah, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), LPK (Lembagai Penjamin Kredit) dan Lembaga Keuangan. Untuk tahun 2020 ini saja, ada 45 penyalur KUR yang terdiri dari bank, koperasi hingga lembaga pembiayaan.

Kabar Gembira, Bunga KUR Turun di 2020

Bunga KUR turun

Semakin meningkatnya perekonomian Indonesia, pemerintah pun meningkatkan kucuran dana KUR. Diutamakan untuk sektor usaha produktif, pada 2020 ini pemerintah menetapkan target KUR harus bisa tersalur sebanyak 60% dari total dana Rp190 triliun. Besaran KUR ini jelas menjadi kabar gembira karena meningkat 36% dari dana tahun 2019 yang sebesar Rp140 triliun.

Bukan cuma jumlahnya yang bertambah, plafon maksimum KUR Mikro juga ditingkatkan dua kali lipat darp Rp25 juta ke Rp50 juta. Seolah masih kurang, pemerintah pun sepakat untuk menurunkan suku bunga KUR dari 7% di tahun 2019 menjadi 6% per Januari 2020. Dengan besaran bunga KUR menurun dan jumlah dana meningkat, sejumlah bank yang ditunjuk sebagai penyalur pun siap mendukung kebijakan pemerintah.

Baca juga: Inilah 7 Tabungan Anak Terbaik yang Bisa Anda Percaya

Melihat fakta di atas, tentu ini merupakan angin segar bagi mereka yang ingin memulai sebuah bisnis. Apalagi jika Anda bergelut di bisnis produktif, tentu mengajukan aplikasi KUR bisa jadi salah satu pertimbangan terbaik dalam memperoleh modal usaha. Tak hanya di bank BRI, Mandiri, BNI dan BTN saja yang menjadi penyalur KUR, saat ini juga banyak bank-bank umum swasta nasional yang ditunjuk pemerintah untuk menyebar luaskan manfaat KUR.

Inilah 8 Bank Penyalur KUR di Tahun 2020

1. KUR BRI (Bank Rakyat Indonesia)

KUR BRI

Tidak ada yang bisa mengalahkan BRI (Bank Rakyat Indonesia) dalam penyaluran KUR. Hingga tahun 2020 ini, bank milik pemerintah yang berdiri pada 16 Desember 1895 itu masih bertahta di posisi teratas sebagai bank penyalur kUR terbesar di Indonesia.

Pada tahun 2019 kemarin, BRI sudah menyalurkan KUR sebesar Rp83,2 7triliun ke 3,9 juta debitur. Nilai itu sekitar 95% dari target KUR 2019 BRI yang mencapai Rp89,67 triliun.

Dari nilai tersebut, sektor produksi yang menerima KUR BRI tercatat masih 52%. Dari riset yang dilakukan BRI, mereka masih cukup optimis untuk penyaluran KUR di tahun 2020 terutama dari sektor produksi.

Sejauh ini ada 62 juta pelaku UMKM di Indonesia dan BRI baru melayani 11 juta di antaranya. Ada tiga produk KUR yang ditawarkan oleh BRI yakni KUR Mikro, KUR Ritel dan KUR TKI.

Untuk KUR Mikro, debiturnya adalah perorangan yang memiliki usaha aktif minimal enam bulan. Sementara untuk KUR Ritel calon debiturnya adalah perorangan atau badan usaha produktif. Terakhir untuk KUR TKI, bisa dimanfaatkan untuk individu calon TKI yang akan berangkat kerja yang ingin memulai usaha di kampung halamannya.

2. KUR Bank Mandiri

Tercatat sebagai bank dengan aset, pinjaman dan deposit terbesar di Indonesia, bank Mandiri memang dipilih pemerintah untuk menyalurkan KUR kepada pelaku UMKM di Tanah Air. Hingga Oktober 2019 kemarin, Mandiri sudah menyalurkan KUR sebesar Rp20,12 triliun atau sekitar 80,51% dari target Mandiri di tahun lalu. Total KUR itu diserahkan Mandiri kepada 255.935 debitur.

Tidak berbeda dengan BRI, penyaluran KUR Mandiri ke sektor produksi belum sesuai target pemerintah karena baru mencapai 50,14% atau sekitar Rp10,09 triliun. Namun melihat geliat UMKM dan perekonomian Indonesia, Mandiri mengajukan kuota KUR di tahun 2020 senilai Rp30 triliun. Sejauh ini ada empat jenis KUR di Mandiri yakni KUR Mikro, KUR Ritel, KUR Penempatan TKI dan KUR Khusus.

Untuk KUR Mikro dan KUR Penempatan TKI sama-sama memperoleh limit kredit maksimal Rp25 juta dengan jangka waktu dua tahun. Sementara KUR Ritel diberikan kepada pelaku bisnis menengah dengan limit Rp25-200 juta.

Baca juga artikel terkait bank mandiri, yaitu cara mendaftar internet banking mandiri.

Terakhir, KUR Khusus menargetkan kelompok bisnis yang dikelola bersama menggunakan Mitra Usaha untuk komoditas perkebunan, peternakan dan perikanan dengan limit Rp25-500 juta.

3. KUR BNI (Bank Negara Indonesia)

KUR BNI

Sebagai salah satu BUMN, BNI (Bank Negara Indonesia) juga terpilih sebagai penyalur KUR untuk pelaku usaha kecil dan menengah di Tanah Air. Di tahun 2020 ini, BNI mengajukan kuota KUR mereka meningkat 40% dari pencapaian Rp16 triliun di tahun 2019. Senada dengan BRI dan Mandiri, target KUR ke sektor produksi juga belum sesuai harapan karena cuma meraih 55%.

Tidak terlalu jauh dengan dua bank sebelumnya, produk KUR di BNI ada tiga jenis yakni KUR Mikro dan KUR TKI dengan pinjaman maksimal Rp25 juta serta KUR Ritel dengan nilai maksimal Rp500 juta. Supaya bisa lolos penilaian dan memperoleh KUR, calon debitur haruslah mempunyai bidang usaha yang sudah berjalan minimal enam bulan dan tidak memiliki pinjaman di bank lain. Setelah itu baru menyiapkan persyaratan administrasi seperti KTP, KK dan surat izin usaha.

4. KUR BTPN (Bank Tabungan Pensiun Nasional)

Meskipun berstatus sebagai bank devisa, BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) ditunjuk oleh pemerintah sebagai salah satu penyalur KUR kepada masyarakat Indonesia.

Berdiri pada tahun 1958, perjalanan BTPN sebagai salah satu bank swasta yang cukup dipercayai ini cukup panjang. Setelah melantai di BEJ (Bursa Efek Jakarta) pada 12 Maret 2008, saham mayoritas BTPN dipegang oleh Texas Pacific Group (TPG) sebelum akhirnya merger dengan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia dan Japan Financial Services Authority.

Baca juga: 7 Deposito Syariah Terbaik di Indonesia yang Bisa Anda Coba!

Untuk produk KUR, BTPN menawarkan KUR Mikro yang merupakan produk pinjaman tanpa jaminan kepada pedagang atau pengusaha UMKM. Plafon untuk KUR Mikro maksimal Rp25 juta dengan jangka waktu terlama 36 bulan.

Tak cuma akses finansial lewat KUR Mikro, BTPN juga memberikan Program Daya BTPN agar para nasabah bisa mengembangkan keterampilan bisnis. Asalkan tidak memiliki pinjaman lain yang sedang berjalan, calon debitur akan memperoleh KUR Mikro sesuai kebutuhan.

5. KUR BCA (Bank Centeral Asia)

Dengan statusnya sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, kekuatan BCA (Bank Central Asia) dalam produk pembiayaan memang sudah tak bisa dipungkiri lagi.

Meskipun bukan bank plat merah, BCA juga terpilih sebagai salah satu penyalur KUR sejak September 2016 lalu. Melalui KUR BCA Plus, bank yang kini dimiliki oleh Djarum ini siap untuk membantu menyalurkan dana dari pemerintah kepada para pelaku usaha kecil dan menengah.

KUR BCA Plus menawarkan pinjaman sebesar Rp50-500 juta kepada para pengusaha produktif terutama di bidang ritel. Calon debitur bisa merupakan individu atau pemilik usaha berbadan hukum resmi, serta usaha harus berjalan setidaknya enam bulan.

Jika syarat awal sudah dipenuhi, jangan lupa untuk menyertakan dokumen pelengkap seperti fotokopi KTP, KK, rekening tabungan dan jaminan (sertifikat aset). Selain KUR BCA Plus, produk pinjaman lain yang ditawarkan BCA seperti Kredit Modal Kerja, Kredit Pembiayaan Usaha dan Kredit Investasi.

6. KUR BTN (Bank Tabungan Negara)

KUR BTN

BTN (Bank Tabungan Negara) baru memperoleh izin dari OJK dan pemerintah untuk menyalurkan KUR pada akhir 2017.

Hanya saja saat itu plafon yang diberikan masih sangat kecil yakni cuma Rp275 miliar di tahun 2018. Masuknya bank yang selama ini fokus di pembiayaan perumahan ini melengkapi bank-bank BUMN lain seperti BRI, Mandiri dan BNI yang sudah terdaftar sebagai penyalur KUR.

Ada tiga produk KUR yang disalurkan BTN yakni KUR Mikro, KUR Kecil dan KUR Linkage. Untuk KUR Mikro nilai pinjamannya tertinggi hanyalah Rp25 juta, sementara KUR Kecil mencapai maksimal Rp500 juta.

Terakhir KUR Linkage diberikan kepada lembaga linkage yang kemudian diteruskan ke pelaku usaha kecil, dengan nilai kredit mencapai Rp2 miliar!

7. KUR Bank Bukopin

Berdiri pada 10 Juli 1970, Bukopin adalah salah satu bank yang diberi mandat pemerintah dalam menyalurkan program KUR. Terpilihnya Bukopin memang tak lepas dari komitmen manajemen dalam membantu masyarakat Indonesia. Memang sebagai bank swasta kelas menengah, fokus bisnis Bukopin ada pada empat sektor yakni UKM, mikro, konsumer dan komersial.

Untuk produk KUR, Bukopin memang menawarkan pinjaman dengan bunga rendah dan tanpa jaminan. Ada dua skema yang bisa dipilih calon debitur yakni KUR Mikro dan KUR Ritel.

Untuk KUR Mikro memiliki besaran maksimal Rp20 juta sementara KUR Ritel di kisaran Rp20-500 juta. Pastikan Anda melengkapi aplikasi pengajuan dengan legalitas usaha, dokumen identitas pribadi dan pastinya tak punya pinjaman aktif supaya lolos pengecekan KUR.

8. KUR Bank Sinarmas

Kredit Mikro Sinarmas

Untuk sebuah bank swasta masuk sebagai daftar penyalur KUR memang tidak mudah. Setidaknya mereka harus memiliki rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan alias NPL) di pinjaman mikro maksimal 5%.

Selain NPL, bank swasta tersebut juga harus mempunyai portofolio kredit usaha mikro di atas 5% dari total outstanding kredit. Dianggap memenuhi kriteria itu oleh OJK, bank Sinarmas pun terpilih sebagai penyalur KUR.

Bank yang berdiri pada 18 Agustus 1989 ini memiliki dua produk unggulan KUR yakni KUR TKI dan Kredit Mikro. Untuk KUR TKI, merupakan KTA (Kredit Tanpa Agunan) kepada calon TKI dalam mengganti biaya pengurusan dokumen, pelatihan, pemberangkatan hingga penempatan.

Plafon dan jangka pinjamannya sendiri harus disesuaikan dengan struktur biaya BNP2TKI. Dengan bunga mulai 0,4% flat per bulan, calon TKI bisa memperoleh dana maksimal Rp25 juta dan dicicil sesuai masa kontrak.

Sementara untuk produk Kredit Mikro, ada dua jenisnya yakni Simas KUK (Rp50-500 juta) dan Simas UKM (Rp500 juta – Rp2 miliar). Kredit Mikro bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan bisnis seperti modal kerja sampai investasi sarana pendukung bisnis.

Dengan berbagai pilihan KUR, Anda sebagai pelaku bisnis tentu bisa memilih yang paling sesuai dengan kemampuan pemasukan dan kebutuhan usaha. Gunakanlah pinjaman KUR itu secara bertanggung jawab dengan tidak pernah melakukan penundaan tagihan. Jika semua berjalan lancar, Anda tentu bisa menjalankan bisnis cukup tenang, nyaman dan mencapai kesejahteraan finansial sesuai harapan.

Loading...
Scroll to Top