6 Tips Ampuh Agar Milenial dan Gen Z Bisa Hadapi Resesi Global 2023

Dalam beberapa waktu terakhir, pembahasan mengenai risiko resesi global 2023 memang semakin banyak diperbincangkan. Apalagi dengan tahun 2022 yang sudah mencapai bulan November, berbagai pembahasan soal resesi terus didengungkan.

Banyak prediksi bertebaran di internet mengenai kondisi perekonomian global yang bisa memburuk karena resesi tahun depan.

Tentu saja sebagai kelompok masyarakat usia produktif, ancaman resesi bukanlah hal yang bisa dibiarkan begitu saja oleh kalangan milenial dan gen Z.

Apalagi kedua kelompok anak muda ini dianggap memiliki gaya hidup yang terlalu konsumtif, sehingga bukan tak mungkin sangat rentan dengan resesi.

Nah, supaya bisa memahami kemungkinan yang terjadi saat resesi global 2023 termasuk apa yang harus dilakukan demi meminimalisir ancamannya, ulasan berikut ini sangat layak untuk Anda ikuti.

Hal-Hal yang Wajib Diketahui Soal Resesi Global 2023

Hadapi Resesi Global 2023
© Getty Images

Perbincangan mengenai ancaman resesi global 2023 sebetulnya bukanlah isapan jempol belaka.

Hans Kwee selaku Dosen FEB Trisakti dan MET Atmajaya Jakarta mengungkapkan pendapatnya soal resesi ini dalam sebuah artikel berjudul Krisis Ekonomi 2023, seperti dilansir Business Insight.

Menurut Kwee, peluang resesi ekonomi yang bakal dialami seluruh dunia tahun depan ini juga diyakini oleh World Bank dan IMF.

Baca, Wajib Tahu, 7 Hal Penting Sebelum Mulai Berinvestasi

Bahkan seorang profesor ekonomi dari Universitas New York, Nouriel Roubini, memprediksi kalau dunia akan mengalami era baru krisis staglasi yang cukup hebat dan belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2023 mendatang.

Hanya saja pertanyaannya, separah apakah?

Bagi milenial yang sudah hidup di akhir abad ke-20, tentu sangat mengingat badai krisis ekonomi 1997 yang dialami hampir seluruh negara-negara di Asia.

Kala itu di era krisis moneter (krismon), Indonesia benar-benar limbung karena suku bunga BI (Bank Indonesia) melambung sangat tinggi, inflasi jadi tidak terkendali dan menyentuh level 70% (normalnya 3% – 4 %), rupiah benar-benar ambruk luar biasa sampai perekonomian nasional terkontraksi hebat.

Tentu saja horor krismon 1997 itu sempat menghantui dan menjadi kekhawatiran atas potensi resesi global 2023.

Hanya saja Anda tak perlu terlalu cemas karena resesi tahun depan diprediksi tidak bakal separah era krismon, karena inflasi yang dialami Indonesia diprediksi pada kisaran 3% saja.

Kendati demikian, Menkeu Sri Mulyani seperti dilansir CNBC Indonesia tetap memaparkan adanya peluang triple horror di tahun 2023 yang bakal dialami dunia termasuk negeri ini.

Ketiga hal itu adalah risiko inflasi, suku bunga tinggi dan perlambatan ekonomi yang semuanya bermuara para resesi.

Kondisi dunia yang tengah mengalami krisis energi (semakin diperparah oleh situasi geopolitik Rusia-Ukraina), krisis pangan dan krisis keuangan (keduanya dipicu oleh pandemi Covid-19) adalah skenario yang masih dihadapi pada 2023.

Untuk Indonesia sendiri, Menkeu Sri Mulyani memang tak menampik bahwa setelah pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM subsidi, inflasi sudah mulai tampak meroket.

Baca, 23 Bisnis Online Terbaru Potensial Generasi Muda

Di mana menurut perhitungan pemerintah, inflasi nasional kini sudah meningkat hingga 1,8% semenjak keputusan harga BBM subsidi dinaikkan secara resmi.

Demi menekan laju inflasi, Presiden Jokowi tetap memerintahkan jajarannya untuk menggelontorkan bantuan sosial (bansos) berupa BLT (Bantuan Langsung Tunai) BBM sebagai kompensasi dan tetap menjaga daya beli masyarakat.

Indonesia sendiri sebetulnya sempat tergelincir ke jurang resesi selama wabah corona dan bisa terlepas pada November 2021.

Tentu kini harapan agar perekonomian negara lebih kuat adalah sesuatu yang didamba masyarakat negeri ini.

Jangan sampai Indonesia benar-benar terperosok lagi ke lubang resesi seperti yang dialami beberapa negara maju dan berkembang saat ini yakni Sri Lanka, Bangladesh hingga Argentina.

Tips Wajib Bagi Milenial dan Gen Untuk Hadapi Resesi Global 2023

Ilustrasi Anak-Anak Muda, Hadapi Resesi Global 2023
© Vintage Tone

Melihat bagaimana resesi global 2023 bukanlah sekadar ancaman tanpa perhitungan, tentu sepatutnya generasi muda melakukan berbagai tindakan antisipasi.

Tak peduli jika Anda saat ini masihlah gen Z dan fresh graduate yang baru memulai pekerjaan, sejumlah tips berikut ini wajib dipelajari.

Sehingga ketika resesi di tahun 2023 benar-benar terjadi, anak-anak muda tetap mempunyai finansial yang kokoh.

Seperti apa tipsnya? Berikut beberapa di antaranya”

1. Beli Asuransi

Masih muda dan melajang tak perlu punya asuransi? Jelas salah besar. Apalagi dalam ancaman resesi global 2023, sudah seharusnya milenial dan gen Z mempunyai asuransi minimal asuransi kesehatan dan asuransi jiwa bagi mereka yang sudah berumah tangga.

Karena saat resesi terjadi, kita bisa saja mengalami musibah atau bahkan sakit berkepanjangan.

Kondisi ini bakal makin buruk saat penghasilan menurun sehingga tak mendapat pengobata maksimal, yang malah mengancam nyawa. Untuk itu supaya terhindar dari kondisi seperti itu, punya asuransi kesehatan adalah kewajiban.

2. Cash Flow Harus Sehat

Tentu saja dalam kondisi ekonomi yang tidak sehat, satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menjaga kesehatan cash-flow alias arus keuangan.

Cobalah lebih bijak dalam berbelanja dan mengontrol pengeluaran semaksimal mungkin. Beli barang yang memang dibutuhkan, bukan sekadar diinginkan semata.

Dengan pengaturan arus keuangan yang tepat, Anda jauh lebih mampu mengontrol anggaran dan siap menghadapi perekonomian tak menentu saat resesi.

3. Wajib Dana Darurat

Tips berikutnya yang harus dilakukan kaum-kaum muda agar kokoh menghadapi ancaman resesi global 2023 adalah wajib mempunyai dana darurat.

Karena bagaimanapun juga, dalam kondisi ekonomi tak menentu seperti ini kita harus mempersiapkan diri pada situasi terburuk.

Misalnya saja resesi membuat sejumlah perusahaan bangkrut dan terpaksa melakukan PHK, kita yang sudah punya dana darurat tentu akan lebih tenang.

Bagi milenial dan gen Z yang masih hidup melajang, setidaknya miliki dana darurat dengan besaran 3-6 kali penghasilan bulanan.

Sedangkan untuk milenial yang sudah berkeluarga, dana darurat yang disiapkan harus dua kali daripada yang melajang yakni 6-12 kali gaji tiap bulan.

Ketika dana darurat sudah terkumpul, setidaknya mampu membiayai pengeluaran minimal enam bulan ke depan sampai kondisi finansial kembali stabil.

Dengan mengumpulkan dana darurat seefektif mungkin, Anda akan bisa terhindar dari yang namanya utang.

4. Hindari Utang Konsumtif

Tidak bisa dipungkiri kalau anak-anak muda seperti milenial junior dan para gen Z terlalu memiliki gaya hidup konsumtif sehingga begitu boros.

Jika dibiarkan kondisi ini bakal menjadi besar pasak daripada tiang, menjadikan mereka rela melakukan apapun demi gaya hidup termasuk berutang.

Baca, 5 Investasi Tepat Dikala Suku Bunga Naik

Namun saat resesi terjadi, utang konsumtif adalah salah satu hal yang wajib dihindari terutama jika jangka panjang lantaran membebani finansial pribadi.

5. Kerja Berkualitas

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, resesi akan membuat banyak perusahaan gulung tikar dan terpaksa melakukan PHK pada sejumlah karyawannya.

Agar terhindar jadi karyawan yang dipecat, penting bagi kita untuk memberikan performa kerja berkualitas dan memberikan dampak positif ke perusahaan.

Bukan tak mungkin karena kinerja yang positif, Anda justru bisa memperoleh kenaikan gaji dan promosi jabatan.

6. Cari Penghasilan Tambahan

Dan inilah tips terakhir untuk menghadapi resesi global 2023 yakni dengan mencari sebanyak mungkin penghasilan tambahan.

Cobalah menjadi orang yang jeli membaca peluang dan menawarkan kemampuan diri.

Beruntung di era yang serba online saat ini, potensi memperoleh penghasilan tambahan sangat terbuka lebar.

Misalkan saja Anda berbakat dalam dunia kepenulisan, bisa mulai menawarkan jasa menulis atau bahkan mengelola blog pribadi.

Bagi Anda yang jago desain dan fotografi, jasa desain di internet dan karya foto bisa jadi pertimbangan yang bukan tak mungkin memberikan tambahan penghasilan dalam jumlah besar.

Jika Anda seorang pekerja kantor/instansi yang tak mungkin cari side job, cobalah menambah penghasilan dengan memperbanyak jam lembur.

Bagaimana? Terbukti kan kalau resesi global 2023 bukanlah akhir dari segalanya. Tentunya kalangan muda tak boleh menyerah terlebih dulu karena ancaman krisis ekonomi bisa teratasi jika sudah memiliki strategi yang tepat.

Intinya saat resesi benar-benar terjadi, melakukan penyesuaian gaya hidup, tetap menabung dan mencari penghasilan tambahan bakal membantu kita bertahan.

Yuk Bagikan

Tinggalkan komentar