Jangan Sembrono, Inilah 6 Hal yang Wajib Dipahami Saat Buka Deposito

Deposito-1

Keinginan bisa menjalani hidup yang bahagia dan sejahtera terutama dalam hal finansial, membuat banyak orang mulai menabung sejak dini. Ada yang menyalurkan tabungannya untuk membeli rumah, kendaraan bermotor, emas hingga Unit Link dan Reksa Dana yang mampu memberikan keuntungan besar dalam jangka waktu panjang. Ya memang tak bisa dipungkiri bahwa investasi merupakan solusi paling sempurna jika ingin menambahkan harta kekayaan.

Namun bagaimana jika ingin melakukan investasi dalam bentuk tabungan uang tunai? Tenang saja, Anda bisa memilih produk deposito. Secara mudahnya, deposito adalah salah satu instrumen investasi yang sangat cocok untuk pemula. Kalangan generasi milenial atau kelompok lebih muda yang mulai menatap keuangan pribadinya, deposito bisa menjadi pilihan investasi termudah yang risikonya sangat kecil.

Baca juga: Cara Berinvestasi Bagi Karyawan dengan Gaji Minim, Berikut Panduannya!

Tidak seperti investasi emas, Reksa Dana, saham bahkan properti atau kendaraan bermotor yang nilai jual/belinya sangat fluktuatif tergantung pasar, deposito cukup berbeda. Bahkan jika beberapa instrumen investasi harganya bisa anjlok atau melonjak tiba-tiba sesuai dengan kondisi perekonomian pasar global atau nasional, deposito justru relatif tidak berpengaruh. Fakta inilah yang akhirnya membuat deposito tetap jadi bentuk investasi tradisional yang banyak dipilih masyarakat pada umumnya.

Baca juga : 10 Saham Blue Chip Terbaik di Indonesia Beserta Harganya

Apalagi untuk melakukan investasi deposito, Anda tidak perlu ribet karena hampir setiap bank yang beroperasi di Indonesia, pasti memiliki produk deposito dengan pilihan jangka waktu dan bunga yang cukup bersaing. Namun meskipun prosesnya sangat mudah, Anda tidak boleh sembrono. Ada beberapa hal yang tetap wajib dipahami dengan berbagai risiko dan keuntungan yang ditawarkan. Karena jika dikelola dengan keliru, deposito tidak akan bisa memberikan keuntungan investasi sesuai harapan.

6 Hal yang Wajib Dipahami Sebelum Anda Membuka Deposito di Bank

1. Perhatikan Jangka Waktu Deposito yang Diambil

Deposito-2

Seperti namanya, deposito adalah tabungan berjangka. Di mana untuk bisa mendapatkan keuntungan, Anda hanya bisa mengambil tabungan itu di waktu yang telah ditentukan. Untuk itulah hal pertama yang wajib Anda pahami ketika hendak membuka deposito adalah mengetahui jangka waktunya. Pada umumnya bank akan memberikan pilihan deposito 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan hingga 24 bulan dan seterusnya. Di mana semakin panjang jangka deposito tersebut, makin besar pula keuntungan yang diperoleh.

Anda boleh memilih jangka waktu 24 bulan misalnya, tapi wajib diperhitungkan pula dengan keinginan sekaligus kebutuhan. Jika memang hanya ingin memperoleh manfaat secara cepat, pilihannya mungkin jangka waktu 3 atau 6 bulan, tapi total tabungan yang diperoleh jelas tidak sebesar deposito selama 24 bulan. Jika sudah tahu kapan jangka waktu yang dibutuhkan, Anda harus ingat betul kapan tanggal jatuh tempo untuk pencairan deposito tersebut.

2. Ketahui Teknik Penyaluran Deposito

Setiap bank tentu memiliki prosedur sekaligus teknik produk deposito yang ditawarkan kepada nasabah. Kembali lagi, deposito jangka panjang jelas memiliki keuntungan yang lebih besar daripada deposito jangka pendek. Kenapa begitu? Karena panjang-pendeknya jangka waktu deposito, akan berimbas pada nilai likuiditas sekaligus teknik penyalurannya. Kalau memang bank menawarkan likuiditas lebih besar pada deposito jangka pendek, Anda bisa memilihnya setelah mempertimbangkan teknik penyalurannya terlebih dulu.

Baca juga: Wajib Tahu, Inilah Faktor-Faktor Penyebab Harga Saham Naik Turun

3. Besaran Deposito

Deposito-3

Hal berikutnya yang wajib dipahami lagi sebelum membuka deposito bank adalah mengetahui syarat minimal besaran yang ditetapkan oleh bank. Ya, setiap bank memiliki kebijakannya masing-masing soal ini. Ada yang menetapkan nominal minimal Rp5 juta untuk investasi deposito, ada juga beberapa bank yang bahkan menetapkan nominal minimal di kisaran ratusan ribu saja.

Dari besaran deposito minimal itu, Anda bisa menghitung simulasi dana yang bakal diperoleh sesuai dengan jangka waktu yang dipilih. Jangan ragu untuk menanyakan perihal ini kepada pihak bank, karena setiap calon nasabah tentu berhak memperoleh informasi dan menentukan besaran sesuai kemampuan dan kemauan mereka. Jika simulasi peroleh dana dan besaran setoran deposito masih di batas kemampuan finansial Anda dan sesuai harapan, Anda bisa langsung memilih produk deposito tersebut. Wajib diingat juga jika deposito lebih dari Rp7,5 juta, Anda wajib membayarkan pajak sebesar 20% dari total nilai deposito.

4. Tata Cara Pencairan Deposito

Deposito-1

Meskipun memakai konsep yang sama yakni menabung uang tunai, tabungan dan deposito adalah dua produk keuangan yang berbeda. Jika tabungan, Anda bisa menarik uang tunai kapan saja dan di mana saja sesuai keperluan. Mau pagi hari atau dini hari saat ada keperluan mendesak, dana tabungan bisa ditarik tunai lewat ATM. Namun jika Anda memilih deposito, penarikan alias pencairan dana tidaklah bisa sewaktu-waktu.

Seperti namanya yang adalah tabungan berjangka, deposito memiliki tata cara pencairannya sendiri yang disesuaikan dengan jangka waktu pilihan. Untuk mencairkan deposito pun, Anda baru bisa melakukannya jika sudah jatuh tempo sekaligus melengkapi syarat yang diminta. Memang, ada beberapa deposito yang bisa dicairkan sebelum jatuh tempo, hanya saja nasabah diwajibkan membayar denda sesuai dengan kebijakan bank. Untuk itulah lagi-lagi Anda wajib memahami tata cara pencairannya supaya bisa memperoleh manfaat investasi yang maksimal

5. Besaran Bunga Deposito

Deposito-4

Sebagai produk perbankan, deposito juga memiliki besaran bunga yang disesuaikan oleh pihak bank. Supaya bisa memperoleh besaran bunga terbaik, ada baiknya Anda mencari tahu informasi deposito masing-masing bank dan membandingkannya. Bila besaran bunga deposito sebuah bank sesuai dengan keinginan dan bakal memberikan keuntungan besar, Anda bisa mempertimbangkan untuk membuka deposito di bank tersebut. Mayoritas memang bunga deposito makin besar jika jangka waktu yang Anda pilih makin panjang.

Baca juga: Mau Investasi Tanah? Inilah Hal-Hal yang Wajib Anda Hindari

6. Jatuh Tempo Deposito

Inilah hal terakhir yang wajib dipahami mengenai deposito yakni soal jatuh tempo. Ketika Anda membuka deposito di sebuah bank, wajib mencatat betul kapan tanggal jatuh tempo secara terperinci. Jangan lewat satu hari, karena bisa memberikan dampak di luar harapan. Ya, seandainya saja Anda memilih deposito selama 12 bulan mulai Maret 2019 sampai Maret 2020, maka harus segera mencairkan dana deposito itu di bulan Maret 2020, sesuai dengan tanggal jatuh tempo.

Deposito-5

Bagaimana jika terlambat? Secara otomatis, pihak bank akan melanjutkan deposito hingga perhitungan jangka waktu 12 bulan berikutnya yakni baru bisa dicairkan pada 2021. Tentu saja akan cukup merepotkan bukan jika deposito gagal dicairkan dan harus menunggu lagi hanya karena lupa? Karena itu, pahami betul kapan tanggal jatuh tempo, jika perlu buat reminder alias pengingat pada smartphone satu atau dua hari sebelum deposito tersebut jatuh tempo.

Dengan tisiko yang cukup minim tapi keuntungan maksimal, tak heran kalau deposito tetap menjadi investasi pilihan banyak orang. Meskipun ada Reksa Dana atau forex dengan tawaran keuntungan fantastis atau investasi rumah/emas yang harganya selalu naik, memilih investasi lewat deposito tetap jadi primadona. Bagi Anda yang masih hidup melajang dan memiliki pekerjaan tetap, ada baiknya mulai mempertimbangkan deposito sebagai bentuk investasi di masa depan. Siapa tahu uang yang Anda simpankan bisa memberikan manfaat besar di kemudian hari nanti.

Scroll to Top