Meski Jadul, 10 Ide Bisnis Minuman Halal ini Berpeluang Untung Besar!

Minuman-minuman asli di Indonesia ada yang sudah berusia puluhan atau ratusan tahun. Beruntung ada yang namanya teknologi, aneka kuliner tradisional ini masih bisa ditermukan di beberapa wilayah kendati memang jumlah penjualnya semakin sedikit saja. Tak kalah dengan aneka minuman modern seperti es kopi susu kekinian, cheese tea, bobba tea, es kepal milo hingga olahan matcha, penggemar minuman tradisional masih tetap bertahan karena memiliki citarasa khas Indonesia.

Dan jika bicara mengenai citarasa Nusantara, tentu tak bisa lepas dari embel-embel halal karena memang mayoritas penduduk Indonesia adalah pemeluk agama Islam. Label halal di Indonesia sendiri memiliki kaitan yang cukup erat dengan kesuksesan sebuah produk. Dengan pangsa pasar muslim yang sangat luas, berjualan minuman halal di Indonesia bisa dibilang sangat menguntungkan. Bahkan bukan tak mungkin kalau aneka kuliner halal itu mampu menguasai pasar sekalipun memang merupakan minuman tradisional.

Baca juga: 10 Peluang Usaha Minuman Kemasan yang Wajib di Coba Karena Mudah

Untuk itulah bagi Anda yang tengah mencari inspirasi produk minuman halal yang bercitarasa asli Indonesia, mungkin beberapa minuman tradisional berikut ini bisa jadi pertimbangan. Dengan membuat pengemasannya lebih menarik, promosi gencar di media sosial dan lengkap Sertifikat Halal (SH) dikantongi, produk minuman Anda sekalipun jadul, bakal tetap laris manis.

Inilah 10 Jenis Minuman Tempo Dulu yang Halal dan Paling Digemari

1. Wedang Ronde

Wedang Ronde

Bagi penduduk Jawa, wedang ronde adalah salah satu minuman tradisional yang sangat dikenal dan dibutuhkan terutama saat cuara dingin. Dengan kuah yang cenderung panas karena diberi campuran jahe, minuman ini biasanya memiliki isian bola-bola yang terbuat dari tepung ketan. Bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), berjualan wedang ronde bisa jadi peluang bisnis yang bagus. Apalagi dengan kondisi cuaca peralihan musim panas dan penghujan seperti ini, semangkuk wedang ronde jelas bikin tubuh hangat.

Supaya produk Anda lebih menarik minat masyarakat luas, Anda bisa mencoba mengurus sertifikasi halal untuk minuman yang konon aslinya adalah kuliner khas tradisional China bernama Tangyuan ini. Dengan menjual semangkuk wedang ronde yang sudah bersertifikat halal, Anda tentu bisa memasarkannya hingga ke seluruh penjuru Tanah Air, hingga beberapa negara muslim di Asia Tenggara.

2. Bandrek

Sejak zaman dulu, tanah Pasundan dikenal sebagai daerah dengan suhu cukup dingin. Tak heran kalau masyarakat Sunda membutuhkan minuman yang bisa menghangatkan tubuh mereka. Dari latar belakang itulah, bandrek terlahir. Dibuat dari susu yang dicampur jahe dan gula aren, bandrek tentu bisa jadi minuman kekinian. Supaya membedakan bandrek yang Anda jual dengan pedagang lain, mengurus sertifikasi halal ke MUI bisa menjadi pertimbangan yang menarik.

Baca juga: Panduan Lengkap Prosedur Pembuatan Sertifikat Halal MUI

3. Es Teler

Masyarakat luar negeri boleh berbangga dengan cocktail. Namun Indonesia memiliki minuman segarnya sendiri yakni es teler. Minuman manis menyegarkan ini dijual mulai dari Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga pengusaha restoran bintang lima. Meskipun ada banyak minuman kekinian, es teler tetap mampu bertahan bahkan varian isi dan rasanya makin beragam. Berjualan es teler yang menarik hati lengkap dengan sertifikat halal? Bisa dipastikan produk itu bakal laris manis!

4. Bajigur

Bajigur

Selain bandrek, minuman tradisional asal Jawa Barat yang cukup populer juga adalah bajigur. Dibuat dari gula aren dan santan yang diberi campuran jahe, bajigur memiliki fungsi layaknya bir di luar negeri yang mampu membuat tubuh hangat. Menolak punah, saat ini ada banyak produsen bajigur instan yang membuat pangsa pasarnya masih terbuka lebar. Apalagi jika bajigur yang Anda tawarkan sudah memperoleh label halal, tentu akan laris manis dipasarkan di cafe-cafe kekinian.

5. Kunyit Asam

Jamu adalah salah satu minuman tradisional asli Indonesia yang memiliki banyak varian. Salah satu yang begitu populer ialah kunyit asam. Diyakini mampu mengatasi berbagai masalah perempuan, kunyit asam disukai kaum Hawa dari seluruh lapisan masyarakat. Tak heran kalau produsen minuman raksasa juga mengenalkan kunyit asam sebagai produk unggulan mereka. Bahkan pelaku UMKM juga masih banyak yang setia menawarkan kunyit asam kepada masyarakat. Tertarik melakukannya? Usahakan miliki dulu label halal agar kunyit asam Anda punya nilai ekspor tinggi.

6. Bir Pletok

Bir Pletok
┬ęDiahDidi

Meskipun namanya bir, minuman ini sama sekali tidak memiliki kandungan alkohol. Ya, minuman segar asli Betawi ini terbuat dari campuran rempah Indonesia seperti jahe, daun pandan wangi, serai hingga kayu secang. Diyakini bisa memperlancar peredaran darah, bir pletok punya peluang besar jadi minuman unggulan anak muda masa kini. Supaya bisa dinikmati seluruh kalangan, Anda bisa mengurus sertifikasi halal agar bir pletok yang ditawarkan makin memiliki nilai jual tinggi.

7. Es Dawet (Cendol)

Dibuat dari tepung beras yang diberi kuah santan dan gula merah cair, tak ada yang bisa menolak kesegaran minuman asli Banjarnegara ini. Meskipun ada bobba milk tea yang kini begitu populer, cendol alias dawet asli Indonesia tak bisa diremehkan. Bahkan kini sudah banyak saja es dawet yang ditawarkan ke restoran besar dan membuatnya mampu bersaing dengan minuman kekinian. Berjualan cendol yang sudah berlabel halal? Tentu bakal makin laris manis apalagi saat Ramadan tiba.

8. Wedang Uwuh Khas Yogyakarta

Wedang Uwuh

Jika melihat namanya, wedang uwuh bisa diartikan bebas sebagai minuman ‘sampah’ yang dibuat dari jahe. Istilah sampah sendiri datang dari aneka bahan yang diperlukan untuk membuat wedang uwuh seperti kayu secang, cengkeh, jahe, serai pala, kapulaga hingga gula batu. Banyaknya bahan baku itu membuat minuman ini seolah-olah tampak seperti ‘sampah’ ketika disajikan semuanya dalam satu gelas. Ingin membuatnya ‘naik kelas’? Cobalah mengurus sertifikasi halalnya.

Baca juga: 30 Contoh Usaha Waralaba Modal Kecil yang Menguntungkan

9. Teh Talua

Teh Talua

Sumatera Barat dikenal sebagai salah satu provinsi di Indonesia dengan kuliner yang luar biasa lezat dan mengenyangkan. Namun tanah Minangkabau memiliki minuman khas yang sayang dilewatka yakni teh talua alias teh telor. Terbuat dari teh yang dicampur dengan telor, gula dan perasan jeruk nipis, minuman ini jelas memiliki citarasa unik tak tergantikan. Dengan mayoritas penduduk Minang adalah beragama Islam, berjualan teh talua yang halal tentu sangat menjanjikan.

10. Lahang

Lahang

Lagi-lagi tanah Sunda memiliki salah satu minuman tradisional berkhasiat yang wajib dikenalkan ke generasi masa kini. Namanya adalah lahang dan dikenal sebagai minuman isotonik tradisional Jawa Barat. Termasuk kudapan langka, lahang terbuat dari nira atau air sadapan sari aren yang membuatnya memiliki citarasa manis dan gurih. Dengan khasiatnya yang begitu luar biasa, lahang tentu memiliki potensi besar sebagai minuman isotonik asli Nusantara apalagi jika dilengkapi dengan label halal.

Bagaimana? Cukup luar baisa menarik bukan aneka minuman tradisional Nusantara di atas? Anda jelas bisa memilih salah satu di antaranya untuk dipasarkan dan jadi produk unggulan. Sebisa mungkin lakukan pengurusan sertifikat halal ke MUI terhadap minuman-minuman tradisional agar tetap bertahan. Namun satu hal yang harus diingat, bahwa kuliner halal bukanlah hanya karena dibuat dari bahan yang aman, tapi juga harus diproduksi, dikemas hingga dipasarkan sesuai dengan aturan luhur agama Islam.

Loading...