Informasi Lengkap Bagaimana Cara Membeli Barang dari Luar Negeri

beli barang dari luar negeri
beli barang dari luar negeri
beli barang dari luar negeri

Tak bisa dipungkiri bahwa produk-produk luar negeri masih memiliki nilai lebih di kalangan masyarakat. Kesan bahwa produk impor itu berkelas dan lebih berkualitas daripada barang lokal membuat banyak orang Indonesia memilih belanja di luar negeri. Kendati punya harga yang lebih mahal daripada produk lokal, konsumen peminat produk impor faktanya semakin banyak.

Apalagi dengan adanya perkembangan teknologi, saat ini membuat barang-barang luar negeri dikenal luas oleh penduduk Indonesia. Mulai dari baju, sepatu, smartphone, produk kecantikan hingga aneka makanan ringan luar negeri sangat menarik perhatian. Hanya saja untuk memperoleh produk-produk impor ini, jelas tidak semudah saat berbelanja di Indonesia.

Baca juga: 8 Ide Bisnis untuk Pria saat Bulan Puasa yang Bikin Cepat Jadi Jutawan

Karena lintas negara, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan terutama mengenai pajak bea cukai. Apalagi sejak 10 Oktober 2018, pemerintah merilis Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.04/2018 tentang Perubahan PMK Nomor 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman. Dalam aturan ini dijelaskan bahwa pembebasan bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) barang lewat e-commerce turun dari USD100 (Rp1,4 jutaan) ke USD 75 (Rp1,079 juta).

Sehingga secara mudahnya, jika Anda belanja lebih dari Rp1,079 juta, bakal dikenai pajak impor. Nah, supaya semakin paham, berikut ini kami akan membahas lengkap mengenai bagaimana cara membeli barang dari luar negeri secara tepat dan bijak.

Inilah Tata Cara Pembelian Barang dari Luar Negeri

1. Gunakan Penyedia Jasa Titip (Jastip) Luar Negeri

cara beli barang dari luar negeri lewat jastip
cara beli barang dari luar negeri lewat jastip

Inilah cara membeli barang dari luar negeri paling mudah dan anti ribet yang bisa Anda pilih. Sesuai namanya, layanan jastip ini melibatkan seseorang yang tengah bepergian ke luar negeri, dan menawarkan jasa titip beli produk di negara yang tengah ia kunjungi. Misalkan saja ada orang yang tengah berkunjung ke Korea Selatan dan membuka jastip, Anda bisa melakukan order pembelian skincare idol K-Pop.

Lantaran dititipkan ke seseorang, Anda tak perlu bingung mengenai metode pembayaran dengan kartu kredit seperti lazimnya belanja di luar negeri. Anda bisa mentransfernya ke rekening bank lokal milik penyedia jastip. Nantinya barang titipan baru akan Anda terima setelah si jastip pulang ke Indonesia. Meskipun lebih terjangkau, kekurangan jastip adalah biasanya tidak bisa membeli produk-produk terlalu mahal dan berjumlah banyak.

Anda pun harus benar-benar memilih jastip yang berkualitas supaya tidak jadi korban penipuan. Ada banyak sekali orang-orang Indonesia di luar negeri yang menawarkan layanan jastip di Facebook, Instagram atau Twitter. Pilihlah yang bertanggung jawab dan sangat direkomendasikan banyak konsumen, supaya Anda tidak kecewa.

2. Belanja Online di E-Commerce Luar Negeri

cara beli barang dari luar negeri lewat e-commerce
cara beli barang dari luar negeri lewat e-commerce

Inilah cara kedua membeli barang dari luar negeri yakni lewat e-commerce. Anda yang sudah terbiasa belanja online, tentu tidak akan bingung dengan sistem pembelian e-commerce luar negeri ini. Ada banyak situs marketplace luar negeri terpercaya yang bisa Anda kunjungi dan menjual aneka produk impor seperti Amazon, eBay, Banggodd, Alibaba, AliExpress dan lainnya.

Jika produk yang Anda inginkan ada di e-commerce lain yang mungkin belum populer seperti di atas, maka Anda wajib waspada. Tak ada salahnya mencari tahu terlebih dulu dari berbagai ulasan blogger mengenai sebuah marketplace luar negeri. Beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan Anda dalam memilih e-commerce luar negeri adalah ketepatan waktu penerimaan hingga jaminan kualitas produk sampai di Indonesia.

Karena merupakan situs belanja online luar negeri, Anda juga harus benar-benar waspada dalam menuliskan data pribadi. Kalau perlu periksa dulu kebijakan perusahan e-commerce tersebut. Usahakan tidak menggunakan WiFi publik atau mungkin VPN gratisan luar negeri saat berbelanja produk impor, karena dikhawatirkan data-data pribadi Anda bisa diretas.

3. Pilih Metode Pembayaran yang Tepat

cara beli barang dari luar negeri lewat kartu kredit
cara beli barang dari luar negeri lewat kartu kredit

Jika sudah menemukan produk yang diinginkan, langkah berikutnya dalam berbelanja online adalah melakukan pembayaran. Lantaran Anda beli produk dari luar negeri, metode pembayarannya pun berbeda. Anda mungkin tidak akan bisa melakukan transfer bank lokal ke rekening bersama. Karena e-commerce luar negeri biasanya hanya menyediakan dua metode pembayaran yakni lewat kartu kredit (Visa/MasterCard) atau PayPal.

Jika membayar dengan kartu kredit, Anda harus ekstra hati-hati. Usahakan saat menuliskan data kartu kredit, url halaman situs e-commerce adalah ‘https://’. Huruf ‘s’ dalam url mengartikan bahwa website tersebut dilindungi sistem keamanan SSL (Secured Socket Layer). Namun khusus jika Anda belanja di marketplace China, cek label keamanan situs lewat nomor izin ICP yang biasanya tertera di bawah halaman utama.

Anda pun bisa menggunakan opsi kartu kredit virtual yang disediakan beberapa bank. Opsi ini membuat Anda bisa belanja online lewat kartu kredit tanpa memaparkan nomor yang asli. Sementara untuk metode PayPal bagi Anda yang tak punya kartu kredit, bisa membuatnya terlebih dulu di website resmi dan mengisinya dengan mata uang dollar.

4. Pilih Jasa Kirim Impor Berkualitas

cara beli barang dari luar negeri lewat FedEx
cara beli barang dari luar negeri lewat FedEx

Metode pembayaran sudah beres, maka tahapan berikut dalam tata cara belanja barang dari luar negeri adalah dengan memilih jasa pengiriman. Lantaran dikirim dari luar negeri yang melintasi benua dan samudera, produk yang Anda mau tentu datang dengan waktu lebih lama dan memiliki risiko lebih tinggi. Sehingga Anda harus tahu kalau akhirnya ongkos kirim bakal lebih mahal.

Beberapa jasa kirim produk luar negeri terpercaya adalah FedEx, DHL, USPS hingga POS Indonesia. Setiap jasa pengiriman jelas memiliki tarif yang berbeda-beda dan biasanya sudah termasuk kewajiban pembayaran bea masuk dan pajak impor. Namun jika menggunakan POS Indonesia, Anda harus mengambil barang di kantor pos terdekat dengan melunasi tagihan pajak impor terlebih dulu.

5. Pahami Pajak Bea Cukai

Dan inilah hal terakhir yang harus Anda perhatikan saat berbelanja barang dari luar negeri. Seperti aturan PDRI terakhir, kalau Anda belanja di bawah USD75 (Rp1,079 juta) maka bakal bebas bea masuk, PPh dan PPN impor karena dianggap sebagai produk hadiah. Namun jika di atas USD75, akan ada pajak impor yang wajib dibayarkan. Bahkan kalau Anda tidak memiliki NPWP, bakal membayar lebih mahal karena dibebankan PPh 20%, bukannya 10%.

Baca juga: 10 Ide Bisnis StartUp Paling Potensial di 2019, Layak untuk Dicoba!

Demi mempermudah konsumen yang doyan belanja produk luar negeri, Anda bisa memperhitungkan pajak impor lewat aplikasi kalkulator CEISA Mobile (Bea Cukai) di ponsel. Dalam aplikasi itu, Anda akan diminta untuk mengisi jenis impor, jenis barang yang dibeli, valuta sesuai dengan kurs Anda membeli barang tersebut, Free on Board (FOB), biaya kirim (Freight), asuransi dan informasi NPWP. Terakhir klik COUNT dan Anda akan memperoleh informasi bea masuk dan pajak impor yang harus dibayar.

Bagaimana? Ternyata tidak sulit bukan tata cara membeli barang dari luar negeri? Asalkan Anda mengikuti tahapan di atas, tentu bakal aman dan barang yang diinginkan bisa sampai dengan selamat. Wajib diingat bahwa apapun itu yang namanya berbelanja, Anda wajib memperhitungkan secara bijak. Jangan sampai pengeluaran terlalu besar sehingga membuat Anda punya tagihan tinggi yang membebani kehidupan. Selamat berbelanja dari luar negeri!

Scroll to Top