Inilah 7 Kesalahan Menulis Deskripsi Produk Saat Jualan Online

Kegiatan belanja online

Majunya teknologi internet rupanya menjadi peluang bagi siapapun yang ingin memulai bisnis. Yap, berjualan online kini menjadi usaha yang dipilih banyak orang karena selain bisa dilakukan di mana saja, jualan online mampu memberikan hasil yang besar. Belum lagi karena hanya membutuhkan gawai dan akses internet, Anda bahkan bisa jualan di sela-sela pekerjaan utama atau kegiatan sehari-hari.

Tidak membutuhkan modal besar, banyak karyawan hingga sewa lokasi, Anda bisa berjualan apapun secara online. Misalkan saja jualan baju impor, jualan sepatu branded, peralatan dapur, aksesoris hewan peliharaan, gawai dan elektronik bahkan sampai jasa. Karena sangat efektif dan efisien inilah membuat pelaku online shop alias olshop meningkat drastis.

Baca juga: Inspiratif! 6 Perempuan Indonesia ini Jadi Miliarder Berkat Bisnis Kecantikan

Munculnya berbagai marketplace sebagai tempat Anda membuka toko online juga semakin meningkatkan total transaksi belanja online. Hanya saja fakta ini membuat persaingan produk pun makin ketat. Dengan terus bertambahnya para penjual, Anda tentu harus tahu kiat menarik konsumen. Salah satunya adalah menuliskan deskripsi produk secara tepat dan benar.

Sayangnya masih banyak penjual online yang memandang remeh deskripsi produk sehingga tulisan mereka tidak menarik. Imbasnya produk mereka pun tak akan dilirik konsumen. Nah, supaya tidak mengalami hal tersebut ada baiknya Anda mempelajari beberapa hal berikut ini supaya tidak melakukan kesalahan saat menulis deskripsi produk yang dijual online.

Hindari 7 Kesalahan Saat Menulis Deskripsi Produk Jualan Online Berikut Ini

1. Tak Punya Target Konsumen

Katalog hijab online

Satu hal paling awal yang harus dilakukan setiap penjual online adalah wajib mengetahui target konsumen mereka. Misalkan saja Anda berjualan hiijab atau perlengkapan muslimah, tentu target konsumen adalah perempuan muslim. Begitu juga jika berjualan gawai dan aksesoris handphone, targetnya mayoritas tentu kaum pria atau generasi muda, alih-alih ibu rumah tangga.

Dengan mengetahui target konsumen produk barang atau jasa yang Anda tawarkan secara online, maka bisa merangkai kalimat deskripsi produk secara tepat. Tak mungkin Anda menggunakan bahasa gaul untuk produk perlengkapan dapur. Gunakan kalimat yang profesional terutama kalau konsumen Anda adalah masyarakat umum demi memberikan kredibilitas positif pada toko online Anda.

2. Deskripsi Terlalu Lebay

Keunggulan produk tak boleh berlebihan

Beberapa penjual mungkin berpikir bahwa semakin panjang deskripsi maka itu artinya bagus. Padahal deskripsi produk yang tepat untuk toko online adalah padat dan tak terlalu panjang. Hindari kalimat bertele-tele bahkan sampai terlalu mempaparkan keunggulan produk. Apalagi jika sampai berkesan hiperbola, alih-alih tertarik, konsumen justru mengira Anda mengada-ngada.

Tulis saja keunggulan dan manfaat produk yang nyata dan sesuai karena memang itu jadi pertimbangan calon konsumen. Namun jangan lupa untuk menyertakan fitur-fitur produk kepada pembeli sebagai referensi tambahan. Hanya saja untuk fitur ini, pastikan sesuai dengan apa yang tertera pada produk meskipun usahakan untuk tidak copy-paste mentah-mentah.

3. Kalimat Deskripsi Produk Membingungkan

Deskripsikan produk secara profesional

Masih berkaitan dengan kepercayaan calon konsumen, janganlah bikin kalimat deskripsi produk membingungkan. Gunakan saja kalimat sehari-hari tapi masih mengikuti kaidah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Minimalkan kata bahasa asing, supaya konsumen lebih mudah paham. Hal ini bisa Anda lakukan ketika Anda berjualan gawai dari luar negeri.

Misalkan saja Anda menawarkan produk iPod keluaran terbaru. Alih-alih menjelaskan kalau iPod itu punya kapasitas ratusan GB, lebih baik Anda tuliskan di deskripsi bahwa iPod itu mampu menampung ribuan lagu. Konsumen pun bakal lebih paham dengan penjelasan yang lebih singkat, jelas dan tidak pakai kata asing bikin bingung.

4. Tidak Berinteraksi dengan Calon Konsumen

Interaksi penjual dan konsumen

Sebelum deskripsi produk itu diunggah, ada baiknya jika Anda periksa terlebih dulu. Jika perlu, sediakan penjelasan pertanyaan dan jawaban yang mungkin akan dilontarkan oleh calon konsumen. Penjual yang baik tentu bersikap ramah terhadap seluruh calon konsumen entah mereka pasti membeli atau tidak. Usahakan kalau Anda melakukan interaksi dan menjawab pertanyaan secara cepat.

Bukan hanya di toko online pribadi entah dipasarkan melalui Instagram atau Facebook, e-commerce juga menyediakan kolom chatting dengan penjual. Pastikan Anda benar-benar tahu seperti apa produk yang dijual supaya bisa menjawab pertanyaan calon konsumen secara langsung. Seller yang aktif dan interaktif jelas lebih dipercaya dan dipandang bertanggung jawab.

5. Tidak Unggah Foto Produk Asli

Kegiatan belanja online

Dalam berjualan online, gambar atau foto yang memberikan kesan visual memang memiliki daya tarik kuat dalam hal pemasaran. Untuk itulah ada banyak sekali tips yang menyebut supaya penjual menggunakan foto produk yang menarik pada deskripsi. Hal ini benar dan Anda tidak dilarang untuk mempercantik foto, hanya saja pastikan untuk memakai gambar sesungguhnya.

Kalaupun harus diedit, biasanya cuma sebatas memotong atau memutar gambar. Dikhawatirkan jika terlalu berlebihan mengedit, saat produk diterima konsumen dan tak sesuai gambar, bisa kecewa yang berdampak buruk ke omzet toko online Anda. Jangan juga menggunakan gambar produk orang lain karena dikhawatirkan bakal menyebabkan masalah hak cipta.

6. Meremehkan Mesin Pencari

SEO Google

Karena Anda menjual produk secara online, tentu tak bisa terlepas dari yang namanya mesin pencari, seperti Google. Agar produk Anda masuk di rekomendasi teratas pada Google, wajib mempelajari kaidah SEO. SEO mencakup kata kunci wajib hingga berbagai keyword turunan yang harus diketahui penjual supaya produk mereka laku di pasaran.

Jika deskripsi produk Anda sudah mengikuti aturan SEO, tentu bakal masuk dalam indeks mesin pencari internet. Bahkan bukan tak mungkin kalau produk Anda masuk di halaman teratas sehingga lebih sering dipilih oleh calon pembeli. Ada banyak sekali penelitian yang menyebutkan bahwa produk barang atau jasa yang memahami SEO, mencatat omzet yang lebih besar daripada yang tidak.

Contohnya saja pencari transportasi online, jika Anda mengaitkan kata kunci harga ojek termurah, maka bisa saja website jasa layanan transportasi online yang Anda kelola lebih dipilih karena muncul di halaman teratas pada mesin pencari. Untuk bisa menetapkan kata kunci yang tepat, bisa melakukan riset pada Google.

7. Tak Ada Video Tutorial Produk

Video produk tutorial

Salah satu cara mempercantik deskripsi produk yang dijual adalah dengan menyertakan video tutorialnya. Misalkan saja Anda menjual hijab atau pashmina segi empat, berikan saja beberapa tutorial dari vlogger. Atau saat berjualan produk perlengkapan dapur seperti food processor, sertakan video supaya konsumen bisa mudah merangkai dan menggunakan produk itu di rumah.

Baca juga: 7 Strategi Jitu Kembangkan Bisnis UMKM Agar Siap Hadapi Pasar Global

Dengan adanya video tutorial yang begitu interaktif, konsumen tentu bakal puas dan lebih percaya dengan toko online Anda. Meskipun terdengar sederhana, kesalahan yang tidak memberikan tambahan video tutorial produk justru membuat marketing tidaklah maksimal.

Nah, bagaimana? Masih sering melakukan kesalahan-kesalahan di atas? Maka besar kemungkinan kalau produk barang atau jasa yang Anda jual belum memenuhi harapan. Supaya bisa memenuhi target penjualan, segera lakukan perbaikan pada deskripsi produk. Dengan deskripsi yang jelas dan bersifat persuasif tanpa harus berlebihan, konsumen tentu akan tertarik. Cepat atau lambat, produk yang Anda jual bakal laris manis di pasaran. Semangat!

Scroll to Top