Inilah 7 Manajer Investasi Reksadana Terbaik dan Produknya

Di tangan Manajer Investasi reksadana terbaik, instrumen investasi yang satu ini memang mampu memberikan hasil maksimal. Hanya saja tak semua investor dibekali kemampuan untuk memilih Manajer Investasi alias MI yang berkualitas.

Tak heran kalau masih banyak pula korban dari investasi bodong, karena keliru dalam memilih MI. Kondisi seperti ini akhirnya membuat kesan akan investasi reksadana memburuk, sehingga membuat orang berpikir ulang untuk mengalokasikan dananya pada reksadana.

Padahal faktanya, reksadana adalah salah satu instrumen investasi terbaik yang sangat layak dipertimbangkan pemula. Anda yang sama sekali tak tahu investasi, bisa mempercayakan pengelolaan dana pada pihak MI.

Baca juga: Apa itu Reksadana? Berikut Penjelasan Lengkapnya!

Tak perlu cemas, MI bersama perbankan dan fintech memang ditunjuk sebagai agen penjual reksadana yang mana seluruh kegiatan usahanya, diawasi dan memperoleh izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Mereka yang bekerja di perusahaan MI, berstatus sebagai WMI (Wakil Manajer Investasi) yang juga dibekali izin OJK.

Ketika sebuah perusahaan MI masuk dalam kategori Manajer Investasi reksadana terbaik, maka bisa disimpulkan kalau mereka memang bisa menjalankan fungsi sebagai MI yang benar. Beberapa tugas yang harus dipenuhi MI adalah mengelola portfolio efek nasabah dan kegiatan lain yang tentunya sesuai aturan pasar modal.

Hingga saat ini menurut OJK, sudah ada 97 MI terdaftar di Indonesia yang bisa Anda pilih untuk berinvestasi reksadana. Namun dari puluhan itu, siapakah yang berhak menjadi Manajer Investasi reksadana terbaik? Berikut ulasannya!

Berkenalan dengan 7 Manajer Investasi Reksadana Terbaik di Indonesia

1. PT Danareksa Investment Management (DIM)

PT Danareksa Investment Management
PT Danareksa Investment Management

Kalau mencari siapakah MI pertama di Indonesia? Jawabannya adalah Danareksa. Sehingga tidak memasukkan Danareksa dalam daftar Manajer Investasi reksadana terbaik di Tanah Air ialah tidak mungkin. Memperoleh izin dari OJK (dulu disebut Bapepam) pada tahun 1992, di awal kemunculannya DIM merilis Danareksa Melati, Danareksa Anggrek dan Danareksa Mawar.

28 tahun berjalan, DIM kini sudah mengelola lebih dari 30 reksadana dengan dana kelolaan alias AUM (Asset of Management) menembus Rp21,88 triliun di akhir 2019 silam. DIM sangat menarik karena beberapa produk reksadana yang ditawarkan bisa berpotensi meraih untung lebih dari 100%.

Anda bahkan bisa mulai berinvestasi reksadana di DIM dengan modal minimal Rp100 ribu untuk Danareksa Seruni Pasar Uang II, Danareksa Syariah Berimbang, Danareksa Gebyar Indonesia II dan lain-lain. Yang cukup menggiurkan adalah Danareksa Syariah Berimbang yang diklaim memberikan untung 513% sejak dirilis pada Desember 2000.

2. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM)

PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen
PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen

Kalau dibilang apakah pesaing MMI sebagai Manajer Investasi reksadana terbaik yang mempunyai total AUM terbesar di semester pertama 2020, jawabannya adalah Batavia PAM. Sudah bergerak di bidang reksadana sejak 1996, Batavia PAM sudah mengantongi izin OJK di tahun yang sama.

Dari laporan Bareksa pada Mei 2020, Batavia PAM mencatat AUM sebesar Rp42,36 triliun sengan market share 9%. Catatan positif ini disebabkan karena sejak dikenalkan, produk-produk reksadana dari Batavia PAM meraih untung hingga 163,67%.

Baca juga: 4 Jenis Investasi Reksadana Menguntungkan dan Aman

Ada tiga produk reksadana unggulan milik Batavia PAM yang bisa Anda beli dengan modal awal Rp100 ribu saja. Ketika produk itu adalah Batavia Dana Kas Maxima yang adalah reksadana pasar uang, Batavia Dana Obligasi Ultima dan Batavia Dana Saham Syariah.

3. PT Schroder Investment Management Indonesia

PT Schroder Investment Management Indonesia
PT Schroder Investment Management Indonesia

Berdiri pada tahun 1991, Schroder Indonesia memperoleh izin OJK sekitar enam tahun kemudian yakni pada 1997. Sekadar informasi, 99% saham dari Schroder Indonesia dimiliki oleh Schroders Plc, perusahaan manajemen aset multinasional Inggris yang sudah berusia lebih dari dua abad.

Dilaporkan pada tahun 2019 lalu, Schroder Indonesia mencatat dana kelolaan sebesar Rp46,29 triliun sehingga membuat kinerja mereka jelas sangat terpercaya. Sama seperti MI-MI lain di Tanah Air, Schroder Indonesia juga menawarkan investasi reksadana dengan modal awal Rp100 ribu.

Beberapa produk reksadana andalan Schroder Indonesia yang bisa dipilih dengan modal awal Rp100 ribu, seperti Shcroder Dana Prestasi yang sudah mencatat untung sangat fantastis yakni sebesar 3.760,45% sejak dikenalkan pada Mei 1997. Lalu ada juga Shcroder Dana Prestasi Plus yang dirilis pada September 2000 dan melaporkan keuntungan total 3.046,38%. Terakhir ada juga Schroder Syariah Balanced Fund yang memperlihatkan keuntungan sebesar 153,25% semenjak dikenalkan untuk kali pertama pada April 2009.

4. PT BNP Paribas Asset Management

PT BNP Paribas Asset Management
PT BNP Paribas Asset Management

Meskipun berasal dari Prancis, BNP Paribas sukses masuk dalam daftar Manajer Investasi reksadana terbaik di Indonesia. Bahkan untuk urusan dana kelolaan, BNP Paribas masuk dalam daftar 20 besar. Dimana menurut laporan Bareksa, AUM milik BNP Paribas per Mei 2020 mencapai Rp17,68 triliun.

Yang membuat Anda wajib mempertimbangkan BNP Paribas adalah ada banyak produk reksadana milik mereka yang menorehkan prestasi. Kenapa bisa begitu? Karena BNP Paribas memang menawarkan produk mereka dengan cukup detail mulai dari target investasi pada sektor-sektor tertentu.

Beberapa produk yang ditawarkan BNP Paribas seperti BNP Paribas Ekuitas yang adalah jenis reksadana saham dan sudah dikenalkan sejak 2001, dengan tawaran untung tahunan sebesar 19,59%. Ada juga BNP Paribas Infrastruktur yang masih masuk reksadana saham khusus bidang infrastuktur. BNP Paribas Infrastruktur mencatat profit 11,47% per tahun.

Terakhir ada juga produk BNP Paribas Ekuitra yang masuk dalam jenis reksadana pendapatan tetap. Sejak dikenalkan pada tahun 2005, BNP Paribas Ekuitra bisa memberikan untung hingga 11,68% per tahun.

5. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia

Memperoleh izin dari OJK pada tahun 1997, atau setahun setelah MAMI berdiri, MI yang satu ini memang sangat layak dipilih. Apalagi tahun 2018 kemarin, MAMI berhasil meraih izin sebagai penasihat investasi terpercaya.

Baca juga: 5 Pilihan Bank Penjual Reksadana Terbaik 2020

Dengan 24 produk reksadana, MAMI yang menjadi bagian dari Manulife Financial, perusahaan finansial asal Kanada ini berhasil membukukan AUM per Mei 2020 sebesar Rp28,44 triliun. Yang sangat mencengangkan, MAMI rupanya menawarkan reksadana dengan harga yang amat sangat terjangkau, yakni mulai Rp10 ribu!

Yap, dengan Rp10 ribu, Anda bisa memperoleh beberapa produk reksadana di MAMI sperti Manulife Dana Saham (MDS) dengan keuntungan mencapai 16,23%, lalu Manulife Pendapatan Bulanan (MPB) II yang adalah reksadana pendapatan tetap yang menawarkan untung mencapai 6,39%. Lalu yang terakhir ada Manulife Dana Kas Syariah (MDKS) dengan keuntungan 6,01%.

6. PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI)

PT Mandiri Manajemen Investasi
PT Mandiri Manajemen Investasi

Manajer Investasi reksadana terbaik berikutnya adalah MMI. Sempat menjadi bagian dari Mandiri Sekuritas, MMI akhirnya berdiri sendiri dan beroperasional penuh pada 2004. Meskipun terbilang muda dibandingkan MI lain, perusahaan yang menjadi bagian dari bank BUMN Mandiri ini sudah mencetak prestasi.

Dilaporkan Bareksa, MMI mencatat dana kelolaan reksadana sebesar Rp45,52 triliun dengan market share 9 persen, sehingga membuat mereka sebagai juara pertama AUM terbesar di bulan Mei 2020. Tak heran kalau MMI akhirnya resmi menjadi MI nasional terbesar yang terdaftar di OJK.

Beberapa produk unggulan MMI seperti Mandiri Investasi Cerdas Bangsa (MICB) yang bahkan dapat dibeli dengan modal awal minimal Rp50 ribu, tapi mampu mencatat keuntungan total sebanyak 147,53% sejak dirilis pada Juli 2008. Ada juga Mandiri Pasar Uang Syariah (MPUS) yang dianggap sebagai reksadana risiko rendah, lantaran bisa meraih untung hingga 11% dengan modal awal Rp100 ribu.

Terakhir ada juga Mandiri Investa Dana Utama (MIDU) yang adalah reksadana pendapatan tetap, dengan risiko rendah-menengah, serta dapat dibeli menggunakan modal awal mulai Rp50 ribu saja. Tak heran kalau sejak dikenalkan pada September 2007, keuntungan total MIU mencapai 144,58%.

7. PT Bahana TCW Investment Management

PT Bahana TCW Investment Management
PT Bahana TCW Investment Management

Menutup jajaran Manajer Investasi reksadana terbaik adalah Bahana TCW yang tercatat sebagai MI terbesar nomor tiga dalam urusan dana kelolaan pada Mei 2020, yang mencapai Rp38.82 triliun! Setidaknya ada empat produk reksadana unguglan dari Bahana TCW yang bisa dipertimbangkan.

Baca juga: Inilah Panduan Beli Reksadana Lewat Aplikasi Online

Pertama adalah Bahana Dana Likuid (BDL) yang mencatat untung per tahun sebesar 6.05% dan sudah diluncurkan sejak April 2004. Lalu ada juga Bahana MES Syariah Fund yang dirilis pada November 2016, tapi berhasil mencatat keuntungan tahunan 14,7%.

Kemudian ada Bahana Pendapatan Tetap Makara Prima (MP) yang dikenalkan pada November 2004 serta menawarkan keuntungan per tahun sebesar 13,48%. Terakhir adalah Kehati Lestari (KL) yang merupakan jenis reksadana pendapatan tetap dengan tawaran profit tahunan hingga 16,14% dan telah dirilis sejak April 2007.

Bagaimana? Sangat menarik bukan dalam membahas jajaran Manajer Investasi reksadana terbaik di Tanah Air? Anda yang hendak memulai petualangan sebagai investor reksadana, tentu bisa memilih salah satu di antaranya supaya mampu memberikan hasil maksimal dalam hal investasi. Asalkan Anda cukup memahami seluk-beluk reksadana, instrumen investasi yang satu ini jelas sangat menjanjikan.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar