Inspiratif! 6 Perempuan Indonesia ini Jadi Miliarder Berkat Bisnis Kecantikan

Srikandi-Srikandi bisnis kecantikan Indonesia
Srikandi-Srikandi bisnis kecantikan Indonesia

Perempuan adalah sosok yang cantik. Terlahir dengan keindahan ragawi yang membuat siapapun terpesona, perempuan memang sudah bisa memikat sejak hari pertama mereka dilahirkan. Namun kecantikan perempuan sejatinya bukanlah sekadar etalase untuk menarik perhatian. Ada perempuan-perempuan hebat yang memanfaatkan daya tariknya di bidang bisnis hingga mampu meraup omzet ratusan juta sampai miliaran rupiah.

Menjadi jawaban bahwa setiap perempuan ingin terlihat cantik, para pebisnis wanita ini pun menyediakan aneka produk dan jasa sebagai solusinya. Dijalankan dengan penuh semangat, tekun belajar, berdoa dari hati, kerja keras dan tentunya perjuangan penuh emosional, mereka pun mampu meraih kesuksesan seperti sekarang. Nah, supaya makin menginspirasi, yuk kenalan dengan Srikandi-Srikandi di bisnis kecantikan Indonesia!

Inilah 6 Pebisnis Wanita Sukses Indonesia Berkat Bisnis Kecantikan

1. Nurhayati Subakat

Nurhayati Subakat - Wardah
Nurhayati Subakat – Wardah

Mencari produk kecantikan muslimah asli Indonesia? Maka Wardah jelas muncul sebagai brand nomor satu. Kesuksesan Wardah itu rupanya berasal dari buah pikiran Nurhayati Subakat, perempuan kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat. Dilansir Wolipop, perempuan yang kini berusia 69 tahun itu berkisah bahwa sebelum ‘melahirkan’ Wardah, Nurhayati pernah membuat produk untuk salon bernama Putri untuk skala home industry pada tahun 1985.

Tercatat sebagai lulusan terbaik Farmasi ITB, perempuan yang pernah bekerja selama lima tahun di Wella Cosmetic inipun akhirnya memulai Wardah pada tahun 1995. Dengan tujuan menciptakan produk kosmetik Islami, Wardah awalnya dijual dengan cara direct selling hingga MLM (Multi-Level Marketing). Keinginan agar bisnis terus berkembang, Wardah pun melakukan re-branding besar-besaran semenjak 2004-2009 ketika fenomena hijabers dimulai.

Mulai dari situ, penjualan dan omzet Wardah terus meningkat hingga pada 2012 menyentuh kenaikan 100%! Kini Wardah sudah menjelma menjadi produk kecantikan Islami raksasa yang sudah diekspor dan punya popularitas besar di Asia Tenggara. Dalam satu tahun, kapasitas produksi Wardah mencapai 95 juta produk personal care dan make up. Kini Nurhayati pun memiliki target baru yakni menjadikan Wardah sebagai 10 besar brand kosmetik dunia dalam waktu 10 tahun ke depan.

2. Medina Zein

Medina Zein - MD Glowing
Medina Zein – MD Glowing

Kalau nama-nama lain menyediakan produk kecantikan, maka Media Zein juga menyediakan layanan kecantikan. Lewat klinik kecantikan bernama MD Glowing, adik ipar aktris Ayu Azhari inipun sukses jadi miliarder. Menyediakan aneka paket perawatan kulit, perempuan berusia 26 tahun ini rupanya telah menggeluti dunia bisnis kala masih kuliah sebagai reseller di usia 17 tahun.

Lulus dari sekolah keperawatan, keinginannya berbisnis sempat ditentang sang ibu yang ingin Medina kuliah hingga S3. Medina bahkan pernah bekerja di rumah sakit yang cuma bertahan dua bulan saja. Berkat bisnis reseller kecil-kecilan, Medina berhasil mengumpulkan modal Rp 30 juta dan memulai bisnisnya. Iseng-iseng ikut kursus estetika singkat, Medina justru sukses dengan produk skincare dan tujuh cabang klinik MD Glowing yang ditaksir punya omzet menembus Rp 3 miliar/bulan.

3. Livienne Russelia

Livienne Russelia - PT CDM
Livienne Russelia – PT CDM

Tidak ada yang namanya kesuksesan bisa diraih dalam semalam. Hanya mereka yang benar-benar ‘tahan banting’, tidak pernah menyerah meskipun berulang kali terjatuh bakal bertahan di tengah kerasnya dunia bisnis. Dan hal itulah yang dialami betul oleh LIvienne Russelia. Sebelum sukses dengan perusahaan PT Cakra Daya Makmur yang bergerak di berbagai produk kecantikan, Livienne pernah merasakan perihnya kegagalan.

Baca juga: Ingin Jadi Pengusaha Wanita Sukses? Ini 5 Tantangan yang Harus Dihadapi!

Memulai bisnis karena kondisi ekonomi suami memburuk, perempuan berusia 43 tahun ini mengawalinya dengan berjualan makanan kecil. Tanpa ada rasa gengsi, Livienne bahkan menjual sarung tangan, sepatu hingga maju dengan modal seadanya. Barulah pada 2006, dirinya mulai berjualan produk kecantikan impor dengan modal ratusan juta rupiah yang kemudian bangkrut karena aturan pemerintah kala itu.

Tak menyerah, ibu dua anak ini pun meneliti tren produk kecantikan yang diminati masyarakat. Adalah Vienna yang merupakan produk perawatan kulit pertamanya dari bahan susu kambing. Diawali dari industri rumahan dengan lima karyawan, Livienne pun mendirikan pabrik di kawasan Tangerang pada tahun 2010 dengan ratusan karyawan. Sembilan tahun berjalan, produk Livienne makin variatif dan diekspor hingga ke Korea Selatan, Nigeria, Kamerun, Oman dan Dubai.

4. Lizzie Parra

Lizzie Parra - BLP
Lizzie Parra – BLP

Mulai terjun ke bisnis kecantikan sebagai beauty influencer, Lizzie Parra kini adalah salah satu pebisnis perempuan milenial sukses di dunia kecantikan. Pernah tercatat sebagai Product Executive Yves Saint Laurent di L’Oreal Indonesia, perempuan bernama asli Elizabeth Christina Parameswari ini memberanikan diri untuk resign.

Meninggalkan zona nyamannya, Lizzie pun mencoba jadi Make Up Artist (MUA) dan influencer yang kerap me-review aneka produk kecantikan di Youtube, Instagram dan blog. Semakin dikenal di dunia maya, Lizzie pun mengenalkan brand kosmetiknya sendiri pada tahun 2015 bernama By Lizzie Parra (BLP). Di awal kemunculannya, BLP merilis lip coat yang dijual online seharga Rp 100 ribu yang rupanya langsung laris manis dan diburu konsumen.

Lizzie pun mulai memperbaiki sisi marketing bisnisnya dan bekerjasama dengan Tokopedia. Empat tahun berjalan, BLP kini sudah punya 28 produk berbeda dengan penjualan minimal 1.000 paket/hari. Tak hanya online, perempuan berusia 32 tahun ini pun sudah membuka outlet resmi BLP pertama di Lotte Shopping Avenue pada Februari 2018.

5. Trisya Suherman

Trisya Suherman - Bambu Spa
Trisya Suherman – Bambu Spa

Hobi merawat diri ke salon justru menjadi inspirasi bisnis Trisya Suherman. Dengan modal awal Rp 30 juta, perempuan yang akrab disapa Icha inipun memulai bisnis salon, perawatan kecantikan dan spa pada tahun 2008 dengan menyewa sebuah ruko kecil di Cengkareng. Supaya berbeda dari spa-spa pada umumnya, Icha pun menggunakan bambu sebagai alat terapi tubuh sehingga salonnya bernama Bambu Spa.

Baca juga: 6 Tips Mulai Bisnis Jastip, Hobi Belanja yang Hasilkan Keuntungan Fantastis

Menggunakan bambu muda yang punya banyak sekali manfaat untuk kecantikan dan kebugaran tubuh, perempuan berusia 39 tahun ini pun bertekad serius di bisnis kecantikan. Lewat PT Louise and Chelsea Indonesia, Bambu Spa sudah menjadi salon franchise dan memiliki 16 cabang di mana tiga di antaranya milik Icha sendiri. Dilansir detikFinance, Icha mengaku bahwa setiap cabang Bambu Spa memiliki omzet rata-rata Rp 200 juta/bulan.

6. Priscilla Pangemanan

Priscilla Pangemanan - SASC
Priscilla Pangemanan – SASC

Seorang perempuan yang cantik luar-dalam adalah ungkapan yang cocok untuk Priscilla Pangemanan. Melalui Socially Aware Sexy Cosmetic (SASC) yang didirikan bersama dua sahabatnya yakni Felicia Sanjaya dan Michelle Karli pada 2017, Priscilla menggunakan konsep Social Enterprise. Dalam acara Fe-Money-Ist bulan Mei 2019, Priscilla menjelaskan bahwa SASC yang bertujuan memperkuat perempuan lewat kecantikan.

Di mana sebagian dari omzet SASC selalu didonasikan ke yayasan sosial/amal di seluruh Indonesia. Generasi Muda Peduli dan Yayasan Ibu dan Anak adalah sebagian lembaga yang sudah dibantu oleh SASC. Bermodalkan satu miliar rupiah, SASC yang bisa dibeli secara online itu kini sudah menyentuh omzet Rp 1 miliar per bulan setelah setahun berdiri. Produk SASC pun berkembang dari awalnya cuma lima menjadi 50 dengan harga kisaran Rp 130ribu – 400 ribuan.

Bagaimana? Sangat inspiratif sekali kan kisah bisnis keenam perempuan hebat di atas? Berkat kerja keras dan pemikiran hebatnya, mereka berhasil membuktikan bahwa perempuan hebat adalah mereka yang berhasil memanfaatkan kecantikan dirinya di hal yang positif dan memberikan manfaat ke masyarakat luas. Jadi, jangan pernah anggak remeh perempuan cantik lagi ya!

Loading...