6 Investasi Cuan Besar Saat Ramadhan Untuk Milenial dan Gen Z

Bagi anak-anak muda milenial atau generasi Z, bulan suci Ramadhan biasanya dipenuhi dengan jadwal buka bersama alias bukber dengan teman-teman. Menyenangkan? Tentu saja. Namun bagaimana kalau mulai menyisihkan lebih banyak anggaran bukber untuk investasi? Yap. Investasi cuan besar ternyata sangat cocok dimulai di bulan puasa saat ini.

Bukan tanpa alasan kenapa kelompok muda harus mulai mempertimbangkan mengenai aset-aset investasi cuan besar saat ini. Seperti yang Anda tahu, dunia masih mengalami pandemi Covid-19 berkepanjangan. Lantaran perekonomian masih lesu, investasi tentu menjadi salah satu cara terbaik untuk membuat finansial tetap sehat.

Lantas, kenapa harus mulai melirik investasi cuan besar ketika Ramadhan?

Karena saat Ramadhan, pengeluaran untuk makanan dan minuman biasanya berkurang (atau mungkin cenderung meningkat?). Belum lagi dengan pembagian THR (Tunjangan Hari Raya) jelang Idul Fitri, membuat Anda generasi muda produktif tentu memiliki uang berlebih. Nah, uang berlebih ini sangatlah tepat dialihkan untuk investasi.

Baca juga: 8 Kesalahan Investasi Mata Uang Kripto yang Sering Dilakukan Pemula

Berbelanja memang boleh-boleh saja, hanya saja kembali lagi karena perekonomian masih serba tak tentu akibat pandemi Covid-19, membuat siapapun wajib bijaksana perihal pengelolaan finansial. Nah, supaya makin menguntungkan dan sejahtera di kemudian hari, berikut beberapa investasi cuan besar yang wajib dilirik milenial dan generasi Z di bulan Ramadhan ini.

Aset Investasi Cuan Besar yang Wajib Dipilih Saat Bulan Puasa

1. Saham Syariah

suasana BEI
© The Jakarta Post

Dalam beberapa tahun terakhir, minat generasi muda khususnya para milenial junior dan generasi Z senior berusia produktif (20-30 tahun) terhadap investasi saham memang makin besar. Hanya saja banyak Muslim yang masih galau memilih saham karena cemas melanggar aturan Islam. Merasa seperti itu? Maka Anda mungkin bisa mempertimbangkan saham syariah.

Yap, semakin menggeliatnya perekonomian syariah rupanya membuat produk-produk keuangan syariah populer. Salah satunya adalah saham syariah yang termasuk investasi cuan besar. Seperti namanya, saham syariah adalah efek saham yang tidak bertentangan dengan aturan Islami sehingga emiten yang bergabung di dalamnya tidak berbisnis judi atau instansi keuangan berbunga.

Agar makin memudahkan investor, BEI (Bursa Efek Indonesia) menerbitkan secara berkala seluruh emiten syariah dalam DES (Daftar Efek Syariah) setiap bulan Mei dan November. Dengan begitu Anda bisa melihat kinerja emiten dan akhirnya memilih yang punya fundamental terbagus agar cuan besar tapi tetap halal dan sesuai perekonomian syariah.

2. Reksadana Syariah

kondisi pasar modal
© The Jakarta Post

Merasa investasi saham terlalu mahal? Maka reksadana tentu bisa jadi pilihan.

Memang apa sih beda saham dan reksadana?

Baca juga: 5 Start-Up Investasi Pertanian Terbaik Indonesia

Secara mudahnya, reksadana adalah sekelompok produk investasi yang dikelola MI (Manajer Investasi). Reksadana bisa berwujud obligasi, deposito, surat hutang atau saham. Sementara saham, merupakan bukti kepemilikan perusahaan yang artinya investor harus punya batas minimal pembelian saham.

Dengan reksadana, Anda bisa memulai investasi menggunakan modal yang sangat terjangkau mulai dari Rp100 ribu. Sementara saham? Sudah pasti harus jutaan Rupiah. Untuk itulah reksadana syariah termasuk salah satu investasi cuan besar yang sangat cocok bagi milenial dan generasi Z yang memiliki penghasilan masih pas-pasan atau UMR.

Lantaran ada sosok MI yang mengelola uang setoran, Anda tentu tak perlu repot-repot. Tinggal pilih saja instrumen investasi yang disukai dan biarkan MI mengalokasikan dana Anda seoptimal mungkin untuk meraih profit sesuai rencana, sambil tetap tidak melanggar hukum Islami.

3. Emas

emas batangan
© Goldcore

Dan inilah investasi cuan besar yang sepertinya tak pernah lekang oleh waktu. Emas memang jadi aset terbaik untuk menyimpan uang secara aman dan menjanjikan. Meskipun saat ini harga emas cenderung menurun dibandingkan ketika pandemi Covid-19 masih mewabah (tembus Rp1 juta per gram), logam mulia ini tetap jadi pilihan paling aman.

Anda tentu sering mendengar anjuran orangtua untuk membeli emas saat memperoleh gaji, bukan? Karena memang harga emas bisa dianggap stabil dan baik untuk jangka panjang. Apalagi saat ini Pegadaian menyediakan produk Tabungan Emas, dimana Anda bisa menyetorkan uang tunai yang langsung dikonversikan ke harga emas paling update.

Tak harus menyetorkan senilai satu gram emas, Tabungan Emas bahkan bisa dijalankan dengan setoran Rp50 ribu saja. Sehingga sangat menguntungkan anak-anak muda yang masih sering boros, bukan? Nanti ketika harga jual emas melambung, maka itu waktu yang tepat untuk memetik cuan selama bertahun-tahun lamanya.

4. Tabungan Berjangka

ilustrasi deposito
via Payok

Tak mau saham atau reksadana yang berisiko? Atau juga enggan membeli emas? Maka investasi cuan besar berikutnya yang bisa dipertimbangkan adalah tabungan berjangka alias deposito. Bisa dibilang, tabungan berjangka merupakan aset investasi yang teraman karena dijamin oleh instansi perbankan resmi.

Baca juga: 5 Cara Investasi Emas Agar Anda Makmur di Masa Depan

Hanya saja kalau dibandingkan, besaran keuntungan deposito tentu masih di bawah saham, reksadana atau emas sekalipun. Tetapi jika Anda cuma bertujuan untuk menabungkan uang tunai dan enggan dipakai untuk kegiatan yang tidak penting, deposito jelas keputusan terbaik. Terutama bagi generasi muda lajang yang mudah tergiur berbelanja online.

5. Pendanaan P2P Lending

logo P2P Lending
via investasi.online

Selain saham atau reksadana, tren investasi yang populer di kalangan milenial dan generasi Z kali saat ini adalah pendanaan fintech P2P (Peer-to-Peer) Lending. Dengan modal terjangkau yakni mulai Rp100 ribu, fintech P2P Lending menawarkan keuntungan hingga 16% per tahun. Tentu supaya meraup untung sesuai harapan, pastikan fintech itu terdaftar OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Ada banyak sekali cerita fintech abal-abal yang bukannya mengelola uang investor secara bijaksana, tapi justru membawa kabur. Invesatsi fintech ini juga wajib diperhatikan betul mengenai hukum syariah sehingga jangan sampai mengganggu ibadah di bulan suci Ramadhan. Pastikan pilih yang aman, terpercaya dan profesional.

6. SBN Ritel

ilustrasi uang Rupiah
© Okezone

Dan inilah investasi cuan besar terakhir yang dapat dipertimbangkan generasi muda saat ini, SBN (Surat Berharga Negara) Ritel. Seperti namanya, SBN Ritel merupakan produk investasi yang dijamin pemerintah, sehingga sudah pasti terjamin dan tak perlu Anda cemaskan. Dibandingkan deposito, keuntungan yang ditawarkan SBN Ritel cenderung lebih besar.

Baca juga: Apa Bedanya ORI dengan Jenis SBN Ritel lain? Yuk Cari Tahu!

Sebagai produk instrumen investasi pendapatan tetap, pemerintah akan membagikan hasil investasi berupa kupon kepada investor secara berkala, pada setiap bulannya. Sehingga ini artinya Anda bakal memperoleh penghasilan tambahan yang tentunya menggiurkan. Ada dua jenis SBN yang dikeluarkan yakni SUN (konvensional) dan SBSN (syariah).

Untuk tahun 2021 ini, pemerintah Indonesia bakal menerbitkan enam SBN dengan dua di antaranya sudah selesai yakni ORI019 (26 Januari-18 Februari) dan SR014 (26 Februari-17 Maret). Sisanya akan ada empat SBN yang bisa dipertimbangkan jadi investasi cuan besar yakni SBR010 (21 Juni), SR015 (27 Agustus), ORI020 (27 September) dan ST008 (1 November).

Kesimpulan

Melihat makin beragamnya investasi cuan besar yang ditawarkan, tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat. Anda pun bisa mulai menyisihkan penghasilan dan mulai mempertimbangkan kegiatan foya-foya selama puasa Ramadhan. Sehingga dengan begitu, finansial bakal lebih menjajikan tak hanya selepas Idul Fitri, tapi juga beberapa waktu ke depan.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar