Cara Mudah Investasi Dollar untuk Pemula Biar Untung dan Aman

Hingga hari Rabu (26/2) malam kemarin, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (Dollar AS/USD) masihlah cukup tinggi. Tercatat satu Dollar AS dihargai Rp13.982, yang membuat mata uang Negeri Paman Sam itu masihlah perkasa di seluruh dunia.

Indonesia sendiri yang sudah dipimpin beberapa Presiden memang memiliki nominal tukar terhadap Dollar AS yang berbeda-beda. Namun nilai tertinggi tercatat pada Juni 1998, di mana saat itu harga satu Dollar AS menyentuh Rp16.650! Tak heran kalau akhirnya hingga saat ini, Dollar AS termasuk salah satu mata uang asing untuk ditabung atau diinvestasikan.

Ada banyak orang meraup keuntungan karena ketika mereka membeli USD1.000 pada tahun 2010 dengan nilai total Rp9 jutaan dan dijual di tahun 2020 dengan nilai total Rp13-14 jutaan, tentu sudah sangat menggiurkan. Mengaca pada perekonomian global yang terus bergejolak dan Dollar AS tetap di level positif, tentu menabung Dollar adalah salah satu pilihan terbaik.

Baca juga: Cara, Syarat Membuka Tabungan dan Menabung Emas Pegadaian

Hanya saja seperti dilansir Tirto, menurut Hans Kwee yang juga Direktur EMCO Asset Management, menyimpan Dollar lalu dijual saat nilai tukarnya melambung tidak sepenuhnya sebagai bentuk investasi. Produk investasi haruslah memiliki imbal hasil (yield). Sehingga proses jual beli Dollar demi meraup untung adalah aksi spekulasi. Apalagi Hans menambahkan, Dollar AS relatif sulit diprediksi secara tepat.

Namun dengan fakta bahwa Dollar AS tidak akan terkena devaluasi (perubahan nilai tukar) dan kurs cenderung masih menguat, menabung Dollar AS tetaplah jadi primadona. Apalagi kini banyak bank-bank swasta/nasional di Tanah Air yang menawarkan deposito Dollar AS sebagai bentuk investasi.

Cara-Cara Investasi Dollar AS yang Mudah dan Untung Bagi Pemula

1. Pelajari Investasi Valas

Pelajari Investasi Valas

Jika Anda adalah seseorang yang benar-benar pemula dalam dunia investasi, maka langkah paling pertama yang harus dilakukan ialah belajar. Yap, apapun investasi yang dipilih, Anda haruslah mempelajarinya terlebih dulu supaya bisa menentukan untung ruginya. Hal ini pula yang harus dilakukan pemula saat hendak investasi Dollar AS.

Sebagai bentuk valas (valuta asing), investasi Dollar AS termasuk yang mempunyai risiko cukup tinggi. Seperti yang disinggung Hans Kwee sebelumnya, Dollar AS relatif sulit diprediksi secara tepat sehingga memang ada banyak sekali variabel yang tak bisa dikontrol investor. Demi menghindari kerugian yang besar, pastikan kalau Anda mempelajari dan memahami investasi Dollar AS dari orang yang benar-benar berpengalaman.

Bahkan jika perlu, lakukan diversifikasi investasi mengingat kurs valas dunia yang terus bergejolak seiring dengan muramnyaperekonomian dunia. Diversifikasi investasi di sini maksudnya adalah mengalokasikan dana-dana untuk investasi tidak hanya kepada satu produk saja. Sehingga jika Anda memang ingin investasi Dollar AS, bisa mempertimbangkan untuk melakukan investasi logam mulia dan tabungan deposito berjangka juga.

2. Memperhatikan Kurs dan Biaya Transaksi

kurs dan biaya transaksi

Hal berikutnya yang harus diperhatikan oleh pemula saat hendak investasi Dollar adalah dengan mempelajari kurs beli dan kurs jual, beserta biaya-biaya transaksi. Supaya lebih mudah, Anda bisa langsung berkunjung ke money changer. Misalkan saja pada hari Kamis (27/2), harga jual Dollar AS adalah Rp14.285 sementara harga belinya Rp13.589. Artinya, jika Anda ingin membeli satu Dollar AS dari bank atau money changer, harganya Rp14.285.

Sementara jika Anda ingin menjualnya, bank atau money changer akan membeli dengan harga Rp13.589 per satu Dollar AS. Sebagai pemula, Anda wajib pahami terus kurs beli dan kurs jual harian, supaya bisa menentukan waktu yang tepat untuk bergerak menjual atau membeli mata uang asing. Kondisi berbeda jika Anda memilih investasi Dollar AS dengan cara deposito mata uang asing, karena ada perhitungan imbal hasil dari bank.

Baca juga: Dibandingkan Emas, Inilah 8 Kelebihan Investasi ReksaDana!

Hanya saja dalam produk deposito mata uang asing, biasanya imbal hasil yang ditawarkan bank tidak terlalu besar. Salah satunya adalah BCA yang menawarkan suku bunga 0,95% per tahun dengan besar setoran pertama adalah USD1.000 (sekitar Rp14 jutaan).

3. Pahami Waktu Beli dan Jual Dollar AS

jual beli Dollar AS

Apakah mungkin seorang pemula bisa untung dari transaksi jual beli Dollar AS? Jawabannya adalah bisa jika Anda memang mengerti betul kapan waktu terbaik untuk membeli dan menjual mata uang asing tersebut. Tentu saja ketika kurs Dollar AS terhadap Rupiah tengah melambung, itu adalah waktu yang buruk untuk membeli Dollar AS di bank. Sehingga ada baiknya Anda menjual simpanan Dollar AS yang dimiliki.

Namun sebaliknya ketika kurs Dollar AS terhadap Rupiah sedang anjlok dan memperlihatkan tren buruk, Anda bisa membeli mata uang asing tersebut dan menyimpannya. Supaya makin dapat untung, ada baiknya jika Anda mulai membandingkan nilai kurs Dollar AS di beberapa tempat. Sekadar informasi, kurs di money changer dan bank jelas memiliki perbedaan, sehingga kalau Anda memang ingin menjual Dollar-Dollar AS yang dimiliki, juallah di pihak yang bersedia membelinya dengan harga tertinggi.

Tetapi pastikan dulu kalau bank dan money changer itu memang sudah terpercaya sehingga Anda memperoleh lembaran Dollar AS yang asli. Lantaran nilai tukar mata uang asing senantiasa berubah, ada baiknya kalau Anda memiliki kemampuan negosiasi supaya makin memperoleh keuntungan dalam jumlah yang lebih besar. Satu kunci yang diterapkan oleh para investor uang asing adalah mereka memiliki target yang jelas, sehingga bisa transaksi di waktu tepat.

Contohnya saja Anda ingin meraup keuntungan sebesar 10%, maka ketika saat ini nilai tukar USD terhadap IDR di kisaran Rp14 ribuan, maka Anda baru bisa menjual Dollar AS itu ketika kurs-nya di level Rp15-16 ribuan.

4. Jangan Simpan Terlalu Lama

simpan Dollar AS

Kendati Dollar AS termasuk mata uang asing yang sangat kebal terhadap devaluasi, hal ini tidak membuat bentuk fisiknya bisa bertahan lama hingga belasan atau puluhan tahun. Supaya Dollar AS yang Anda miliki masih memiliki nilai nominal uang dan berlaku dalam hal investasi, Anda tentu harus menjaga betul tampilannya. Usahakan untuk tidak menyimpan Dollar AS terlalu lama di tempat yang tidak mendukung seperti terlalu lembab atau terlalu panas karena bisa robek, terkoyak, bolong hingga disantap rayap.

Seperti layaknya uang-uang kertas mata uang asing lainnya, Dollar AS juga kerap mengalami kerusakan fisik misalnya kertas jadi menguning, ada coret-coretan hingga lipatan tidak teratur. Jika simpanan Dollar AS milik Anda rusak, bukan tak mungkin nilainya menurun drastis dan bikin rugi. Untuk itulah kalau memang Anda mempertimbangkan melakukan investasi Dollar AS secara profesional, simpan saja lewat deposito di bank.

Baca juga: Mau Investasi Apartemen Terbaik? Ketahui Dulu Hal-Hal Berikut Ini!

Dengan menyimpan Dollar AS dalam bentuk deposito, Anda tentu sudah melakukan investasi valas yang tepat. Adanya perhitungan suku bunga, nasabah jelas akan memperoleh keuntungan dua kali. Mulai dari mendapatkan untung dari selisih penjualan dan pembelian Dollar AS, Anda juga akan memperoleh imbal hasil dari pihak perbankan atas suku bunga deposito.

5. Beli Dollar AS di Tempat Resmi

Money Changer BRI

Semakin berkembangnya perekonomian di Tanah Air, membuat masyarakat sudah makin paham juga soal pentingnya investasi. Hanya saja kondisi ini rupanya memicu oknum tak bertanggung jawab dalam menjalankan aksinya. Salah satunya adalah dengan menyediakan lembaran Dollar AS yang harga jualnya lebih murah daripada di bank atau money changer resmi. Tentunya bisa membeli Dollar AS jauh lebih murah dari kurs jual pasaran adalah idaman banyak orang.

Namun sebisa mungkin Anda jangan terlalu tergiur. Karena harga jual Dollar AS yang kelewat murah bisa saja mengindikasikan sebagai aksi penipuan. Tentu bakal rugi besar jika sudah terlanjur mengeluarkan jutaan Rupiah, ternyata lembaran Dollar AS yang dibeli palsu, bukan? Untuk itulah pastikan diri hanya membeli di lembara perbankan dan keuangan resmi seperti bank-bank swasta nasional, atau money changer berkualitas yang memiliki sertifikat.

6. Memilih Tabungan Dollar AS

tabungan Dollar AS

Nah, kalau Anda termasuk yang tidak mau ambil risiko dengan penyimpanan Dollar AS atau tak punya waktu mengamati krus jual dan beli mata uang asing, maka bentuk investasi valas terbaik adalah lewat tabungan deposito. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada dua keuntungan yang bakal Anda peroleh jika memilih investasi Dollar AS dalam bentuk deposito berjangka. Hanya saja tetap, belilah Dollar AS ketika harga jualnya tengah turun.

Pilihlah bank penyedia produk tabungan uang asing yang paling sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Anda. Mayoritas perbankan di Indonesia sudah memiliki jenis tabungan ini seperti BCA, BNI dan Mandiri. Supaya lebih mudah dalam pemantauan saldo dan melakukan pemindahan saldo, ada baiknya Anda membuka tabungan Dollar di bank yang sekaligus mengeluarkan rekening bank Anda.

Keuntungan Produk Tabungan Dollar AS

Selain kemudahan yang sudah disinggung di atas, sebetulnya manfaat dari membuka produk tabungan Dollar AS ada banyak sekali. Bahkan bagi Anda yang disibukkan dengan kegiatan sehari-hari, deposito Dollar AS bisa jadi pertimbangan karena tak perlu repot ke money changer untuk menabung.

Yap, nasabah diperbolehkan membuka tabungan dengan uang Rupiah yang nantinya oleh pihak bank dikonversikan otomatis ke dalam tabungan Dollar AS. Supaya makin mantap, berikut ini beberapa manfaatnya:

  • Saldo dihitung berdasarkan saldo harian dengan suku bunga valuta asing yang kompetitif
  • Nasabah bisa membuka rekening tabungan Dollar AS atas nama pribadi atau perusahaan hingga joint account
  • Memperoleh fasilitas buku tabungan, kartu ATM khusus hingga berbagai layanan perbankan lainnya. Bahkan beberapa bank memberikan opsi tabungan Dollar AS sebagai jaminan kredit untuk nasabah mereka
  • Nasabah bisa melakukan penarikan tunai dalam mata uang Rupiah atau Dollar AS dan valuta asing lainnya, di outlet bank bersangkutan

Baca juga: 10 Tips Belajar Saham Bagi Pemula di Tahun 2020

Biaya-Biaya Tabungan Dollar AS

Sama seperti saat hendak membuka tabungan konvensional, tabungan Dollar AS juga mempunyai biaya administrasi dan sejumlah aturan yang dibebankan kepada nasabah. Seperti apa? Berikut beberapa di antaranya:

  • Biasanya menerapkan setoran awal minimal antara USD100-1.000, sementara untuk setoran selanjutnya bisa mulai dari USD5. Begitu juga dengan saldo rekening haruslah di kisaran USD100-1.000 (sesuai aturan perbankan)
  • Ada biaya penutupan rekening, biaya administrasi, biaya penggantian kartu dan biaya di bawah saldo minimal

Bagaimana? Tidak terlalu sulit bukan dalam memulai investasi Dollar AS? Anda bisa memilih mana yang paling sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan, baik dalam bentuk tabungan di bank atau melakukan aksi spekulasi jual-beli Dollar AS. Apapun itu, pastikan Anda mampu meraup keuntungan besar dalam transaksi Dollar AS.

Tinggalkan komentar