Keuntungan, Risiko dan Jenis Investasi Jangka Pendek

© VectorStock/achmadfauzi

Alasan terkuat seseorang enggan menjadi investor dan menggelontorkan uangnya pada sebuah produk keuangan adalah waktu yang terlalu lama. Investasi yang menguntungkan kerap harus dilakukan bertahun-tahun lamanya, sebelum meraih cuan. Namun tahukah Anda kalau ada sejumlah aset investasi jangka pendek yang bisa dipertimbangkan?

Tunggu, investasi jangka pendek?

Bukankah semua bentuk investasi itu harus dilakukan dalam waktu lama, ya?

Tidak sepenuhnya tepat.

Baca juga: Rebalancing Portofolio, Solusi Investasi Saat Pandemi

Karena ada juga sejumlah instrumen investasi jangka pendek yang dapat Anda lakukan dalam waktu singkat yakni kurun waktu 1-3 tahun. Dibandingkan dengan menabung, investasi jenis ini jelas memberikan keuntungan yang sudah pasti lebih banyak. Bagi Anda yang masih pemula, mempertimbangkan short term investing adalah pilihan terbaik.

Tidak seperti menabung uang yang nilainya cenderung tak bertambah (bisa saja bertambah di bank tapi bunga sangat rendah), investasi memang lebih menjanjikan. Asalkan Anda memilih instrumen investasi jangka pendek yang tepat dan memahami betul risiko yang bakal dialami, Anda akan bisa jadi investor yang bijaksana.

Keuntungan yang Ditawarkan Investasi Jangka Pendek

© Freepik/pch.vector

Jika disuruh memilih, pihak yang biasanya paling cemas untuk berinvestasi adalah kelompok karyawan dan investor pemula.

Karena masih pemula dan terlalu banyaknya berita-berita kasus penipuan investasi, membuat mereka banyak cemas untuk menggelontorkan dana pada aset investasi. Padahal jika dipilih secara tepat sesuai profil risiko, semua akan lancar saja.

Namun kalau Anda memang ingin memperoleh hasil memuaskan dalam waktu singkat, Anda bisa memilih sejumlah investasi jangka pendek yang ternyata menawarkan banyak keunggulan. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Cukupi Kebutuhan Harian

Tidak banyak yang menyadari bahwa investasi jangka pendek bisa membuat Anda mencukupi kebutuhan harian.

Yap, karena proses investasi dilakukan dalam waktu singkat, return yang diperoleh tak perlu tunggu lama-lama. SBN (Surat Berharga Negara) misalnya, ada yang menawarkan tenor selama dua atau tiga tahun, selalu mencairkan kupon bagi hasil setiap bulan yang tentunya akan membantu pemenuhan kebutuhan harian.

2. Return Cepat

Bisa dibilang ini adalah keunggulan paling utama dari investasi jangka pendek. Yap, karena waktu yang dibutuhkan singkat, sudah pasti Anda sebagai investor akan memperoleh return lebih cepat.

Tidak seperti emas yang butuh waktu minimal 3-5 tahun untuk membuat harganya melambung, aset-aset investasi singkat ini bisa memberikan hasil dalam waktu lebih cepat.

Trading forex, saham dan cryptocurrency misalnya, bisa memberikan hasil dalam waktu beberapa hari saja. Apalagi kalau Anda cukup memahami pasar modal dan pasar uang, termasuk berbagai spekulasi yang ada di dalamnya, memperoleh cuan besar dalam waktu singkat bukan hal yang tidak masuk akal lagi.

3. Solusi Kebutuhan Darurat

Masih berkaitan dengan sifatnya yang lebih fleksibel daripada instrumen investasi jangka panjang, short term investing ini bisa Anda cairkan kapanpun, terutama ketika butuh dana tunai dalam waktu cepat.

Emas misalnya, Anda juga bisa menjadikan logam mulai ini sebagai investasi dalam waktu singkat lewar cara dijual begitu saja ke toko emas.

4. Lebih Fleksibel

Alasan terkuat berikutnya seseorang yang enggan memilih investasi adalah harus menunggu waktu supaya modal bisa dikembalikan.

Namun jika Anda memilih investasi jangka pendek, pencarian modal ini bisa dilakukan lebih fleksibel. Yap, karena waktu yang singkat, Anda bisa saja sewaktu-waktu mengajukan penarikan dana.

Baca juga: 5 Aset yang Wajib Dimiliki Agar Bisa Survive

Seperti trading mata uang kripto misalnya, Anda merasa bosan dan ingin menarik uang di exchange, bisa melakukannya sekarang juga dan hanya menunggu waktu sesuai dengan aturan pihak exchange.

Lantaran cukup fleksibel dan tak harus menunggu jatuh tempo inilah, membuat short term investing sangat cocok untuk Anda yang begitu membutuhan uang tunai.

5. Bisa Pilih yang Rendah Risiko

Nah, keunggulan terakhir yang ditawarkan oleh investasi jangka pendek adalah Anda bisa memilih yang rendah risiko. Contohnya seperti deposito atau SBN yang punya risiko relatif rendah dibandingkan aset lainnya.

Karena deposito dilindungi oleh pihak bank yang diawasi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), sementara SBN oleh pemerintah Indonesia.

Lantaran ada pihak penjamin, Anda tak perlu cemas dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Misalkan saja Anda hanya ingin menyimpan dana dalam bentuk uang tunai, deposito minimal 12 bulan bisa dipilih.

Namun kalau Anda ingin yang keuntungannya lebih besar daripada tabungan berjangka tapi masih rendah risiko, SBN adalah pilihan terbaik.

Risiko-Risiko yang Harus Diwaspadai Investasi Jangka Pendek

© Macwell

Meskipun jangka pendek, apapun itu yang namanya instrumen investasi pasti memiliki risiko. Hanya saja risiko ini jangan dijadikan alasan untuk tidak berinvestasi.

Namun jadikan sebuah pertimbangan untuk lebih bijak dalam menentukan strategi keuangan. Karena bagaimanapun juga, investasi adalah pilihan terbaik untuk membuat finansial lebih sejahtera di masa depan.

Supaya Anda bisa menentukan instrumen investasi terbaik, berikut adalah sejumlah risiko yang dimiliki oleh investasi-investasi dengan waktu singkat. Apa saja? Intip ulasannya:

1. Risiko Cukup Besar

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Anda bisa memilih aset investasi jangka pendek yang punya risiko kecil. Namun mayoritas aset-aset investasi jalur cepat ini justru punya risiko kerugian yang cukup besar.

Trading saham, forex dan mata uang kripto misalnya, bukan tak mungkin Anda dapat kehilangan uang dalam jumlah besar dalam waktu beberapa hari saja.

Baca juga: Fakta Perkembangan Saham Syariah di Indonesia

Ambil contoh Bitcoin (BTC), yang menjadi primadona dalam trading cryptocurrency. Sempat menyentuh harga Rp900 juta per BTC pada bulan Mei lalu, membuat banyak orang terpikat dan menggelontorkan uang dalam jumlah besar.

Namun coba lihat pada hari Rabu (14/7) siang ini, harga Bitcoin ’hanya’ sekitar Rp471 juta alias anjlok 50% dalam waktu dua bulan saja.

Bukan cuma mata uang kripto, trading forex dan saham juga punya risiko kerugian yang sama besarnya. Meskipun memang nanti ketika harga melambung tinggi dalam waktu singkat, Anda akan memperoleh keuntungan yang berlipat-lipat.

2. Keuntungan Ada yang Kecil

Ada keuntungan yang besar, ada juga beberapa instrumen investasi jangka pendek yang punya keuntungan alias profit kecil. Deposito dan SBN misalnya, kedua instrumen yang bisa diinvestasikan dalam waktu 1-3 tahun saja ini punya perhitungan profit yang cukup rendah.

Bahkan emas pun, jika Anda baru beli bulan Januari 2021 dan ingin menjual di Juli 2021, selisih harganya pun tidak terlalu besar. Emas baru akan sangat menggiurkan saat Anda menyimpannya dalam jangka panjang, minimal tiga tahun. Karena memang tren harga emas cenderung naik, tetapi kalau waktu singkat, itu tidak terjadi.

3. Rentan Inflasi

Dari penjelasan sebelumnya, Anda tentu tahu bahwa investasi jangka pendek bisa dengan mudah naik turun harganya dalam waktu cepat.

Hal ini akhirnya membuat instrumen-instrumen tersebut begitu rentan terhadap inflasi, karena valuasi mereka tidak dapat bersaing. Lantaran rentan terhadap inflasi, sudah pasti bakal mempengaruhi keuntungan.

Deposito dan obligasi misalnya, perhitungan imbal hasil bisa saja berkurang ketika bank sentral memutuskan memangkas suku bunga acuan.

Sehingga ketika kondisi perekonomian memburuk seperti saat pandemi Covid-19 saat ini, inflasi yang meningkat jelas bukan waktu yang tepat untuk berinvestasi pada aset yang dipengaruhi suku bunga bank sentral.

4. Rendah Compounding

Dan risiko terakhir yang harus Anda pertimbangkan dari investasi jangka pendek adalah efek compounding. Secara mudahnya, efek compounding adalah bunga yang terus berbunga dan meningkat. Ketika Anda memilih investasi dalam waktu singkat, jelas compounding-nya belum maksimal.

Namun kalau Anda membiarkan dana investasi dalam instrumen yang punya jangka waktu lama, compounding jelas akan terus berlipat-lipat dan berbunga-bunga sehingga meningkatkan cuan.

5 Jenis Investasi Jangka Pendek Terbaik

© Freepik/pch.vector

Kendati punya sejumlah risiko, bukan berarti investasi jangka pendek memang tidak baik untuk dipilih.

Ada banyak investor dan terutama trader, yang justru mampu meraup cuan begitu besar lewat penerapan strategi investasi yang tepat. Penasaran ingin mencoba? Berikut sejumlah aset yang bisa Anda pilih:

1. Reksadana Pasar Uang

Kalau disuruh memilih, ada dua jenis reksadana yang tepat menjadi aset investasi jangka pendek yaitu reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap.

Hanya saja dari kedua jenis itu, reksadana pasar uang dianggap lebih menguntungkan karena dana yang terkumpul dari investor akan dikelola MI (Manajer Investasi) ke instrumen pasar uang.

Beberapa instrumen pasar uang yang dipilih seperti surat berharga pasar uang, sertifikat BI (Bank Indonesia), sertifikat deposito dan lain-lain. Sementara reksadana pendapatan tetap, 80% dana dari investor dialihkan untuk instrumen surat berharga berbasis utang (obligasi) di pasar modal.

Baca juga: Hal-Hal yang Perlu Diketahui dari Investasi Sukuk Korporasi

2. SBN

Ingin menyimpan uang ke dalam aset yang aman, memperoleh imbal hasil besar tapi lebih tinggi daripada deposito?

Maka SBN adalah jawabannya. SUN (Surat Utang Negara) ini memang jadi pilihan terbaik bagi para investor pemula, yang ingin memperoleh keamanan terjamin yakni pemerintah. Dibandingkan obligasi perusahaan, SBN dirasa lebih bikin tenang.

Setidaknya ada dua jenis SBN yang punya perhitungan imbal hasil tertinggi yakni SBR (Savings Bond Ritel) dan ORI (Obligasi Ritel Negara).

Tentunya baik SBR dan ORI punya perhitungan kupon berbeda, sesuai dengan ketetapan suku bunga bank sentral dan jangka waktu 2-3 tahun. Anda bisa membelinya mulai dari Rp1 juta per unit, sehingga sangat terjangkau oleh siapapun.

3. Forex

Salah satu produk pasar uang yang bisa menjadi investasi jangka pendek lewat trading adalah forex (foreign exchange) alias valas (valuta asing).

Anda bisa meraih untung lewat pergerakan mata uang asing dalam waktu 24 jam saja lewat perdagangan. Hanya saja pahami dulu seluk beluk pasar forex sebelum akhirnya menjadi trader, supaya risiko kerugian bisa diminimalkan.

4. Deposito

Sudah disinggung sebelumnya bahwa deposito merupakan salah satu instrumen investasi jangka pendek terpopuler di Indonesia.

Dibandingkan menyisihkan penghasilan ke dalam rekening tabungan biasa, kalau Anda ingin memperoleh imbal hasil lebih besar, maka pilih deposito yang menawarkan suku bunga lebih tinggi pastinya.

Untuk deposito jangka pendek, biasanya waktu yang ditawarkan bisa mulai dari 12 bulan atau lebih cepat, tergantung kebijakan perbankan.

Anda bisa belajar melatih diri untuk disiplin mengelola keuangan dan hidup hemat, lewat deposito. Uang aman tanpa bisa diambil dan tetap memperoleh bunga, lewat deposito. Menguntungkan, bukan?

5. P2P Lending

Inilah salah satu instrumen investasi zaman now yang banyak dipilih investor, terutama generasi milenial dan Z yang baru saja memperoleh pekerjaan.

Dengan menanamkan modal pada perusahaan fintech (Financial Technology) berbasis P2P Lending, Anda bisa memperoleh untung yang sangat besar dalam waktu yang relatif sangat singkat (kurang dari 12 bulan).

Kesimpulan

Pada dasarnya, investasi jangka pendek tidak begitu berbeda dengan jangka panjang. Ada keuntungan yang ditawarkan, tapi ada juga risiko kerugian yang menghantui. Sebagai investor, Anda tentu tak perlu cemas karena hanya tinggal memilih instrumen secara bijaksana, menyesuaikan dengan kemampuan finansial dan profil risiko, supaya tetap bisa meraih cuan besar.

Arai Amelya: Pecinta seni yang harus menikahi jurnalistik dan penulisan