10 Investasi Return Terbaik Bagi Anda di Tahun 2020

investasi return terbaik

Tahun 2020 sudah di depan mata. Apa sih harapan Anda di tahun baru nanti? Ooh, tentu semua orang ingin memiliki kesejahteraan finansial yang lebih baik dariapda 2019. Untuk mewujudkannya jelas berbagai hal dilakukan. Mulai dari mencari pekerjaan yang penghasilannya lebih besar, membuka bisnis yang menjanjikan hingga melakukan kontrol keuangan yang lebih bijaksana.

Tentunya untuk opsi terakhir adalah hal yang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Karena memang pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan hal-hal yang bersifat konsumtif.

Jika dibiarkan, keinginan untuk membeli berbagai hal itu bisa membuat penghasilan Anda habis sekalipun jumlahnya belasan atau puluhan juta Rupiah. Salah satu cara terampuh untuk bisa menahan laju hidup konsumtif adalah dengan mulai mempertimbangkan investasi.

Yap, investasi merupakan pilihan terbaik jika Anda ingin memiliki finansial yang jauh lebih baik. Dengan tahun 2020 yang sudah di depan mata dan hanya menyisakan beberapa jam lagi, Anda sudah seharusnya mulai mempertimbangkan yang namanya investasi.

Dengan investasi yang tepat, Anda tak akan kehilangan penghasilan yang dimiliki bahkan justru mampu membuatnya bertambah berkali-kali lipat. Apalagi dengan makin banyaknya instrumen investasi, kegiatan pengelolaan keuangan ini sudah seharusnya jadi gaya hidup masa kini.

Baca juga: 5 Perusahaan Sekuritas Terbaik di Indonesia

Kenapa Anda Harus Investasi?

Alasan harus investasi

Oxfam pernah membuat laporan bahwa jumlah harta empat orang terkaya di Indonesia sama dengan jumlah harta 100 juta penduduk miskin di Nusantara. Cukup miris memang, karena tampaknya orang-orang tajir itu bahkan bisa menambah jumlah uangnya tanpa perlu bekerja. Bagaimana bisa mereka memperoleh banyak uang? Tentu dengan bekerja cerdas dan melakukan investasi.

Salah satu orang terkaya di dunia yang juga investor legendaris yakni Warren Buffet pernah berkata, ‘Jika kau tak bisa membuat uangmu bekerja saat kau tidur, kau akan bekerja sampai mati’. Apa yang diucapkan Buffet itu jelas merujuk pada investasi.

Karena ketika Anda melakukan investasi entah properti, emas, saham, investasi reksadana hingga forex, uang-uang yang disimpan di instrumen investasi itu akan bertambah nilainya sekalipun Anda sedang tidur.

Masih belum merasa urgent untuk melakukan investasi?

Beberapa alasan berikut ini mungkin bisa meyakinkan diri Anda:

Pertama, Manfaat paling utama yang diperoleh dari investasi adalah memperoleh harta benda, kekayaan dan meningkatkan nilai aset.

Misalkan saja Anda beli tanah di tahun 1999 dengan harga Rp10 juta, maka ketika dijual pada 2019, bisa saja sudah menembus Rp1 miliar. Jelas saat tanah itu dijual, Anda bakal memperoleh pundi-pundi uang yang lebih besar, bukan?

Kedua, Banyak manusia dalam hidup ini mengandalkan penghasilan bulanan untuk menghidupi kehidupannya. Namun dengan berinvestasi yang tepat, Anda bisa dengan mudah mencapai kebebasan finansial lantaran aset-aset yang dimiliki.

Investasi properti misalnya, Anda bisa menyewakan tanah atau rumah yang dimiliki kepada orang lain dan kemudian memperoleh biaya sewa bulanan yang bisa saja lebih besar daripada gaji kantoran

Ketiga, Alasan berikutnya yang menguatkan niat investasi adalah mampu terhindar dari laju inflasi. Karena di setiap negara, tingkatan inflasi selalu berbeda dan bakal mempengaruhi berbagai produk yang dijual di pasaran.

Supaya finansial tidak goyah, Anda harus berinvestasi. Bisa dengan deposito atau mungkin investasi saham yang nilainya justru sejalan dengan inflasi yang meningkat

Keempat, Dengan perkembangan teknologi yang makin canggih, investasi tidaklah seribet dulu. Anda bahkan bisa memulai investasi emas di Pegadaian dengan membuka rekening emas dalam nominal kecil.

Atau mungkin investasi saham, bisa mencari yang menawarkan prosedur cicilan. Merasa modal masih kurang? Investasi reksadana adalah solusinya terbaik.

Terakhir, alasan yang sangat kuat membuat Anda harus mulai mempertimbangkan investasi adalah demi mencapai kesejahteraan finansial di usia tua.

Tentu siapapun ingin bisa tinggal di rumah sendiri, mempunyai kendaraan pribadi, jaminan asuransi kesehatan dan penghasilan dari dividen saham sekalipun sudah tak bekerja, bukan? Bagaimana cara mewujudkannya? Investasi

Baca juga: Memulai Investasi yang Ideal, Berapa Persen dari Penghasilan?

Instrumen Investasi yang Bisa Dipilih Berdasarkan Usia

usia tepat investasi

Melihat berbagai alasan investasi yang sudah disebutkan di atas, tampaknya memang investasi sudah seharusnya jadi kebutuhan bagi manusia masa kini. Hanya saja beberapa orang selalu berdalih bahwa untuk investasi adalah kegiatan orang-orang dengan berduit.

Alasan ini jelas tak masuk akal karena seperti yang sudah disebutkan, Anda bisa berinvestasi dengan modal yang sangat terjangkau yakni mulai Rp100 ribu.

Ada juga yang menyebutkan kalau investasi seharusnya dilakukan mereka yang sudah menikah saja karena banyak pengeluaran. Anak-anak muda yang masih di bawah 30 tahun atau melajang tak perlu repot memikirkan investasi karena lebih baik isi waktu dengan banyak hal konsumtif supaya puas.

Hal ini juga salah besar karena semakin dini Anda memula investasi, semakin cepat pula kemandirian finansial diperoleh. Karena memang pada dasarnya untuk berinvestasi tidak perlu menunggu harus menikah atau harus berusia tua.

Sekadar informasi, Buffet sudah mulai melakukan investasi ketika dirinya membeli saham di usia 11 tahun sebelum akhirnya dikenal sebagai investor terkaya sepanjang masa. Kemudian ada juga pemuda bernama Brandon Fleisher yang sudah meraup Rp468 juta dalam waktu 14 bulan saja. Berapa usia Fleisher saat melakukan investasi saham itu? Masih 17 tahun!

Nah, berangkat dari kisah-kisah sukses mereka tentu membuktikan bahwa usia muda merupakan waktu yang tepat berinvestasi. Supaya lebih tepat dalam pengelolaan keuangan, berikut ini beberapa instrumen investasi yang bisa dipilih sesuai dengan jenjang usia Anda:

Usia 20 – 25 Tahun

Jenjang usia 20-25 tahun masih dianggap begitu muda dalam urusan finansial. Ada yang masih sibuk kuliah, ada juga yang sudah memperoleh pekerjaan pertamanya. Namun di usia produktif awal ini, tampaknya semua orang setuju jika tidak semua anak muda telah memiliki kemandirian finansial.

Biasanya mereka menjalankan kehidupannya dengan uang saku pemberian orangtua atau mungkin penghasilan yang masih cukup pas-pasan.

Bahkan sekalipun penghasilannya sudah UMR, ada kalanya masih belum bisa mengelola dengan tepat. Tak masalah jika Anda melakukan kesalahan finansial di rentang usia ini. Hanya saja kembali lagi bahwa makin muda memulai, makin besar hasil investasinya. Karena itu ada baiknya Anda menyisihkan 60-70% dari penghasilan bulanan untuk investasi.

Kenapa cukup besar? Lantaran usia 20-25 tahun mayoritas belum berkeluarga dan masih tinggal dengan orangtua, sehingga tak perlu memikirkan biaya kehidupan sehari-hari layaknya orang berumah tangga. Jenis-jenis investasi jangka panjang seperti emas, reksadana dan tentunya saham yang kesemuanya bisa dimulai dengan modal terjangkau adalah pilihan terbaik.

Usia 26 – 30 Tahun

Di rentang usia 26-30 tahun tentu diharapkan Anda sudah memiliki penghasilan yang lebih stabil. Lantaran sudah cukup dewasa, Anda pun tidak akan terlalu berfoya-foya dalam kehidupan karena biasanya fase menghamburkan uang gaji telah berhenti di masa ini. Bahkan mungkin beberapa di antara Anda ada yang sudah mulai merencanakan pernikahan.

Karena makin dewasa, pemikiran tentu juga harus lebih bijaksana. Anda harus memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik daripada sebelumnya termasuk dalam urusan berumah tangga. Karena kebutuhan lebih besar apalagi jika sudah berkeluarga, alokasi investasi biasanya menurun yakni di kisaran 30-50% dari penghasilan bulanan.

Seperti apa instrumen investasi yang cocok? Bisa tetap memilih saham atau emas. Namun ada baiknya mulai mempertimbangkan juga deposito, unit link hingga membeli properti seperti rumah pribadi.

Usia 31 – 50 Tahun

Mereka yang berada di rentang usia 31-50 tahun jelas memang kebanyakan sudah berumah tangga. Sehingga bisa ditebak kalau pengeluaran jauh lebih besar daripada yang masih memilih jadi lajang. Tentunya di usia ini, penghasilan yang diperoleh seharusnya makin besar dan sebanding dengan kebutuhan. Bagi laki-laki, tanggung jawab tentu terbagi lagi untuk pasangan dan anak.

Untuk itulah pengeluaran seperti dana pendidikan, asuransi keluarga dan tabungan darurat menjadi hal-hal yang lazim dipikirkan tiap bulan. Namun meskipun begitu, bukan artinya Anda melupakan yang namanya investasi. Anda harus tetap melakukan investasi sebagai persiapan dana pensiun. Karena tentu Anda tak mau tetap bekerja di usia renta dan memiliki banyak hutang, bukan?

Di rentang usia ini, alokasi penghasilan untuk investasi biasanya hanya menyisakan 20-30% saja. Anda bisa memilih unit link, reksadana, emas hingga deposito untuk investasi yang tidak terlalu memberikan risiko besar, tapi tetap menjanjikan keuntungan stabil.

Beberapa investasi jangka menengah dan jangka pendek bisa jadi pertimbangan demi persiapan menghadapi keadaan darurat. Nah, jika Anda sudah cukup memahami kenapa investasi haruslah dimulai sejak dini, hal berikutnya adalah menentukan instrumen investasi terbaik sesuai dengan kemampuan dan pastinya kebutuhan.

Inilah 10 Investasi Dengan Return Terbaik

contoh investasi return terbaik

1. Investasi Saham

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa salah satu orang terkaya di planet Bumi ini adalah Buffet yang juga seorang investor saham legendaris. Hingga 2019 saja, kekayaan Buffet ditaksir menyentuh $67 miliar (sekitar Rp932 triliun)! Kesuksesan Buffet sekali lagi membuktikan bahwa saham adalah instrumen investasi yang memang paling menguntungkan dan memberikan return terbesar, dibandingkan investasi lainnya.

Namun peluang untung fantastis yang dijanjikan saham tentu sebanding dengan risiko yang diperoleh. Untuk itulah Anda harus benar-benar memiliki pengetahuan mendasar soal pasar modal termasuk memilih broker berkualitas, sebelum akhirnya memutuskan berinvestasi saham.

Saham jelas bukan investasi jangka pendek karena nilanya sejalan dengan inflasi, sehingga keuntungannya baru bisa diperoleh maksimal dalam waktu minimal lima tahun.

Baca juga: 10 Cara Beli Saham Online di 2020!

Bagi Anda yang adalah pemula, ada baiknya untuk menerapkan strategi tersendiri belum berinvestasi saham. Salah satunya adalah fokus ke saham blue chip yang memang memiliki risiko paling terukur dan keuntungan sangat stabil.

Lakukan investasi saham dengan sabar, selalu belajar dan memperhatikan pergolakan ekonomi sebelum akhirnya Anda bisa menjadi seorang investor sukses seperti Buffet.

2. Investasi Obligasi

Surat Utang alias obligasi adalah salah satu Efek yang ada di pasar bursa dan menjadi investasi yang cukup menjanjikan. Menurut istilah keuangan, obligasi masuk dalam golongan Efek yang bersifat utang seperti sukuk.

Secara mudahnya, obligasi adalah surat utang jangka menengah hingga jangka panjang yang bisa dipindah tangankan. Obligasi bisa dikeluarkan oleh Korporasi atau Negara.

Kendati mungkin tampak mirip dengan sukuk, obligasi memiliki beberapa perbedaan khusus. Misalkan saja obligasi memberikan bunga sementara sukuk tidak. Begitu pula dengan sukuk yang memberikan imbal hasil alias nisbah, sedangkan obligasi tidak.

Lantas mengapa investasi obligasi disebut memiliki return yang cukup baik? Karena pada umumnya bunga yang diberikan obligasi lebih tinggi daripada bunga Bank Indonesia (BI).

Lewat fakta bunga yang lebih tinggi inilah, investasi obligasi jelas lebih menguntungkan daripada Anda sekadar menabung di bank. Selain bunga tersebut, Anda pun berpeluang mendapatkan capital gain dari penjualan obligasi di pasar sekunder. Dan untuk keuntungan terakhir adalah risiko investasi obligasi bisa dibilang tidak ada, terutama jika obligasi itu dikeluarkan oleh pemerintah.

3. Investasi Emas

Apakah investasi yang sudah ada sejak zaman dulu hingga masa kini?

Benar sekali jika jawabannya adalah emas. Sekalipun peradaban manusia sudah berkembang dan perekonomian makin maju, emas tidaklah pernah pudar menjadi simbol kekayaan. Investasi emas pun sudah menjadi kebiasaan banyak manusia secara turun-temurun selama ratusan tahun lalu.

Keuntungan utama dari investasi emas adalah harga emas yang relatif stabil, cukup kuat menahan pergolakan inflasi dan tentunya sangat mudah dijual. Tak heran kalau banyak orangtua menyarankan anak-anak mereka membeli emas demi simpanan masa depan.

Bahkan saat ini, investasi emas sudah bisa dilakukan secara online yang membuat siapapun bisa beli emas dan menjualnya secara lebih efektif.

Dua lembaga keuangan yang melayani pembelian emas online adalah Pegadaian Digital dan Brankas LM Antam. Dengan investasi emas online, Anda tak perlu khawatir kecurian karena semua bentuk fisik emas akan langsung disimpan oleh Pegadaian atau Brankas Antam.

Bahkan untuk urusan jual emas jika seandainya butuh dana darurat, bisa juga dilakukan online dan uangnya otomatis masuk ke rekening pribadi. Seolah tak mau ketinggalan, berbagai marketplace juga menawarkan investasi emas dengan nominal sangat kecil yakni mulai Rp5.000.

4. Investasi SBN Sukuk Syariah

Jika sebelumnya sudah dibahas soal investasi obligasi, maka instrumen investasi lain yang bersifat sebagai utang adalah SBN (Surat Berharga Negara) Sukuk Syariah. Lantaran diterbitkan resmi oleh pemerintah Indonesia, Anda tak perlu khawatir dana yang diinvestasikan bakal lenyap karena Indonesia tak mungkin bangkrut.

Dianggap seaman deposito dan memberikan return lebih besar, SBN memang sengaja dikeluarkan pemerintah untuk melibatkan langsung masyarakat Indonesia dalam perekonomian negara.

Hingga sejauh ini SBN begitu laris di kalangan investor asing karena bunga yang ditawarkan lebih dari 6%. Di Indonesia ada tiga jenis SBN yang dikeluarkan oleh pemerintah yakni SBR (Savings Bond Ritel), Sukuk Tabungan dan ORI (Obligasi Negara Ritel).

SBR merupakan surat hutang yang dijual kepada WNI (Warga Negara Indonesia) sebagai alternatif investasi yang aman dan sangat mudah. Sementara Sukuk Tabungan adalah Surat Berharga Syariah Negara sehingga merupakan investasi sesuai hukum Islam.

Terakhir ORI merupakan surat hutang yang dijual pemerintah kepada investor ritel di pasar perdana. Biasanya untuk investasi sukuk, dana yang dibutuhkan mulai dari Rp1 juta.

5. Investasi P2P Lending

Berkembangnya Fintech (Financial Technology) di Indonesia membuat Anda tentu mengenal yang namanya pinjaman online alias pinjol. Mayoritas pinjol ini menawarkan konsep P2P (Peer to Peer) Lending, di mana mereka mempertemukan langsung antara investor dengan borrower yang butuh dana segar melalui platform pinjol ( pinjaman online ).

Kendati banyak sekali pemberitaan negatif soal pinjol seperti bunga yang luar biasa tinggi dan cara penagihan tidak manusiawi, masih banyak sekali Fintech yang menawarkan pinjol secara bijak dan terpercaya. Beberapa di antaranya yang telah resmi terdaftar OJK (Otoritas Jasa Keuangan) adalah Investree, Modalku, Akseleran, Amartha dan Koinworks.

Bagi Anda yang ingin memperoleh return besar dalam waktu singkat dan lebih cepat daripada investasi saham, P2P bisa jadi pilihan terbaik. Tak main-main, return yang ditawarkan P2P untuk investor mencapai 12%-16% per tahun.

Untuk berinvestasi P2P pun tak harus modal besar karena bahkan bisa dimulai dari Rp10 ribu. Hanya saja satu yang harus jadi pertimbangan Anda, pilihlah Fintech yang benar-benar profesional dan peminjam yang bertanggung jawab. Karena jika ada peminjam tak sanggup membayar, risiko sepenuhnya ditanggung investor.

6. Investasi Unit Link

Asuransi memang menjadi salah satu upaya manusia untuk melindungi kesehatan dan jiwanya atas hal-hal yang mungkin bisa terjadi di masa depan. Misalkan saja kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas atau mungkin sakit kronis yang tentu akan menghabiskan tabungan.

Dengan adanya asuransi, Anda bisa menjalankan kehidupan jauh lebih tenang. Namun saat ini asuransi juga menawarkan produk Unit Link yang memungkinkan nasabah melindungi diri sekaligus melakukan investasi.

Kok bisa?

Karena dalam produk asuransi Unit Link, ada komponen investasi di mana sebagian premi itu bakal ditempatkan dalam instrumen-instrumen investasi. Untuk itulah bagi Anda yang ingin memiliki asuransi tapi juga melakukan investasi tanpa ribet, ada baiknya untuk mulai memikirkan Unit Link.

Hanya saja memang jika dibandingkan saham dan reksadana, keuntungan Unit Link memang lebih rendah, tapi tetap mempunyai return menjanjikan.

7. Investasi Reksadana

Ingin melakukan investasi di pasar modal tapi tak punya waktu dan pengetahuan mumpuni?

Maka reksadana bisa jadi pilihan yang sangat tepat. Reksadana sendiri memang muncul sebagai solusi bagi para pemodal kecil yang benar-benar pemula tapi ingin memperoleh keuntungan.

Sebagai sebuah wadah, reksadana memang dirancang untuk mengimpun dana dari orang-orang bermodal.

Apa itu reksadana?, anda bisa membacanya ada artikel ini.

Lantas siapakah yang mengelola dana-dana tersebut?

Seorang Manajer Investasi (MI). Di tangan seorang MI yang profesional, reksadana akan diinvestasikan dalam portofolio Efek yang menjanjikan. Dalam perkembangannya, investasi reksadana bahkan bisa dimulai dengan modal Rp10 ribu.

Sebuah nominal yang sangat terjangkau bagi generasi muda, sehingga tak heran kalau reksadana kini jadi investasi favorit kalangan milenial. Supaya bisa memperoleh hasil sesuai target, pastikan Anda mempunyai tujuan keuangan jelas.

8. Investasi Deposito

Inilah jenis investasi tradisional yang sangat cocok bagi Anda jika tak ingin memikirkan berbagai risiko keuangan. Yap, melalui deposito Anda akan menabung sebagian dana dalam waktu tertentu dan bisa memperoleh bunga lebih besar daripada tabungan rata-rata.

Karena begitu mudah dilakukan, relatif aman dan sudah pasti untung, deposito merupakan jenis investasi yang paling banyak dilakukan selain emas.

Untuk membuka tabungan berjangka ini tidaklah sulit karena mayoritas hampir semua bank di Indonesia sudah memilikinya. Bahkan beberapa produk deposito juga menyertakan asuransi tambahan untuk nasabah yang mendadak mengalami musibah, sementara jangka waktu deposito masih berjalan.

Beberapa produk deposito yang bisa jadi pertimbangan adalah Tabungan Rencana Mandiri, Tahapan Berjangka BCA hingga Tabungan Pendidikan CIMB Niaga.

Baca juga: 7 Deposito Syariah Terbaik di Indonesia yang Bisa Anda Coba!

Memang jika dibandingkan dengan investasi saham, P2P atau emas sekalipun, deposito memiliki return yang paling kecil, tetapi tahapan berjangka menawarkan berbagai keuntungan bagi nasabahnya.

Deposito sangatlah cocok sebagai investasi jangka pendek sekaligus menumbuhkan sikap disiplin dalam menabung. Lantaran saat Anda memiliki kontrak deposito, setoran akan di-autodebet langsung dari rekening pribadi dan tidak akan bisa ditarik sebelum jangka waktu deposito berakhir.

9. Investasi ETF

ETF (Exchange Traded Fund) adalah salah satu instrumen keuangan di pasar saham. Dalam investasi ETF, bentuknya merupakan kontrak kolektif dan unit penyertaannya dicatat sekaligus diperjual-belikan di bursa saham. Mudahnya jika reksadana saham berisi portofolio saham itu sendiri, maka ETF adalah indeks seperti JSX LQ45 Index Fund (R-45ETF).

Sangat cocok dalam pasar saham internasional, investasi ETF memberikan beberapa keuntungan. Mulai dari sifatnya yang cukup likuid karena bisa diperdagangkan hingga investor memperoleh dividen.

Selain itu dengan investasi ETF, Anda sudah melakukan diversifikasi portofolio. Sehingga jika disimpulkan, saat Anda melakukan investasi ETF, maka artinya sudah melakukan investasi pada pasar secara umum tanpa harus mengeluarkan dana membeli saham satu demi satu.

10. Investasi Properti

Selain beli emas, apakah hal lain yang menjadi simbol harta benda sekaligus kekayaan? Tepat sekali jika jawaban Anda adalah properti. Entah tanah atau bangunan, investasi properti memang sangat menguntungkan sejak dulu hingga kini.

Melalui investasi properti, Anda bisa mendapatkan dua keuntungan yakni kenaikan harga properti itu sendiri dan hasil sewa properti yang bisa menjadi penghasilan pasif.

Tidak ada yang namanya rugi saat investasi properti karena harga rumah dan tanah jelas akan terus meningkat. Sekalipun Anda beli tanah di daerah perkampungan, 10-20 tahun lalu dengan industri dan pembangunan yang merata, harga jual properti itu bahkan bisa berkali-kali lipat daripada harga beli.

Bahkan jika Anda membeli rumah secara KPR (Kredit Pemilikan Rumah) selama 15 tahun, bisa dipastikan harga jual akhir rumah itu akan lebih besar daripada total uang yang keluar untuk melunasi KPR.

Dari 10 jenis investasi dengan return terbaik yang sudah dibahas, Anda tentu sudah bisa memiliki pilihannya tersendiri. Jika memang sudah mantap dan dana siap, jangan tunda lagi untuk melakukan investasi. Pastikan juga kalau Anda memiliki kemampuan finansial untuk terus mengelola investasi pilihan tersebut. Ada baiknya juga jika belajar dari banyak pengalaman para investor, supaya bisa memperoleh return sesuai harapan. Selamat berinvestasi, ya!

Kenapa Anda Harus Investasi?

Oxfam pernah membuat laporan bahwa jumlah harta empat orang terkaya di Indonesia sama dengan jumlah harta 100 juta penduduk miskin di Nusantara. Mereka melakukan Investasi, masih bertanya kenapa harus investasi?

Berapa modal investasi?

Anda bisa berinvestasi dengan modal yang sangat terjangkau yakni mulai Rp100 ribu.

Loading...
Scroll to Top