5 Pilihan Investasi Teraman di Tengah Hantaman Virus Corona

2020 tampaknya memang bukan tahun yang baik untuk sektor ekonomi dan bisnis. Bahkan dalam skala global, bisa dibilang bakal semakin memburuk lantaran dampak wabah virus corona (Covid-19). Virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan, China ini hingga Selasa (3/3) dilaporkan sudah terdeteksi di lebih dari 58 negara. Dengan total infeksi menembus 90 ribu orang terjangkit dan 3.000 lebih di antaranya meninggal dunia.

Dengan jumlah kasus yang terus meledak setiap harinya, mau tak mau WHO sebagai otoritas kesehatan tertinggi di dunia pun langsung menaikkan tingkat ancaman Covid-19 ke level teratas sejak Sabtu (29/2) kemarin. Apa yang dilakukan WHO ini bukan tanpa alasan karena Covid-19 sudah sampai ke benua Afrika, tepatnya Nigeria. Tak heran kalau akhirnya situasi ini langsung memberikan dampak yang signifikan dalam peta perekonomian dunia.

Kendati Indonesia sendiri hingga Senin (2/3) baru memastikan ada dua pasien positif Covid-19, dampak negatif sudah mulai terasa. Salah satu sektor yang mungkin paling dibuat remuk redam karena penyakit ini adalah investasi, terutama produk reksa dana saham. Bukan tanpa alasan, karena anjloknya portfolio reksa dana saham secara tak langsung dipengaruhi oleh menurunnya produktivitas dan pendapatan domestik China, sehingga membuat saham negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia ini merana.

Gangguan perekonomian di China itu mempengaruhi negara-negara lain termasuk Indonesia lantaran Tiongkok adalah salah satu dari empat negara partner perdagangan terbesar. Tentunya melihat kondisi ini, investor memang patut cemas tetapi tak usah berlebihan. Dengan kemajuan dunia medis, harapan agar vaksin Covid-19 segera ditemukan pun banyak diungkapkan.

Baca juga: 10 Tips Belajar Saham Bagi Pemula di Tahun 2020

Nah, lepas dari betapa mengkhawatirkannya wabah Covid-19, Anda tentu harus tetap berpikir rasional dan memikirkan kekuatan finansial diri. Buang jauh-jauh pikiran untuk mencairkan dana-dana investasi dan menimbunnya dengan berbagai kebutuhan hanya karena kecemasan berlebihan. Anda justru wajib mulai mempertimbangkan beberapa produk investasi lain yang dipandang masih sangat aman dan kebal dari hantaman Covid-19.

Inilah 5 Produk Investasi Terbaik di Tengah Wabah Virus Corona

1. Logam Mulia – Emas

investasi emas

Dengan perekonomian yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan zaman, ada satu instrumen investasi yang sangat dikenal sejak dulu hingga sekarang. Investasi yang seolah-olah tak peduli pada pergerakan bursa saham dan selalu dianjurkan orang-orang tua. Yap, benar sekali jika jawaban Anda adalah investasi logam mulia.

Memang tak bisa dipungkiri kalau logam mulia selalu identik dengan simbol kekayaan, sehingga sampai sekarang siapapun yang mempunyai logam mulia dalam jumlah besar akan dianggap makmur. Tahan terhadap oksidasi atau korosi, logam mulia memang jadi pilihan terbaik untuk menyimpan kekayaan karena nilainya tidak akan tergerus sekalipun di tengah peperangan atau musibah bencana alam. Setidaknya ada empat logam mulia yang dikenal yakni perak, paladium, platina dan tentunya emas.

Seperti yang sudah bisa ditebak, emas merupakan logam mulia yang paling digemari untuk jadi investasi karena memang memiliki harga tertinggi. Banyak orang berpendapat bahwa emas adalah pelindung harta ketika terjadi inflasi. Kenapa begitu? Karena saat inflasi terjadi, harga emas justru cenderung naik. Sekadar informasi, harga beli emas setelah Indonesia memastikan ada dua pasien positif Covid-19 adalah Rp810 ribu per gram dan harga jual emas kembali adalah Rp732 ribu per gram pada Senin (2/3) kemarin.

Selain karena harganya cenderung stabil, emas pun bisa dijual sewaktu-waktu ketika dibutuhkan. Untuk memulai investasi emas pun saat ini makin mudah dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Menabung emas di Pegadaian misalnya, Anda bisa membuka rekening secara online dan menabung dengan biaya mulai Rp50 ribu!

2. Reksa Dana Non Saham

Reksa Dana Non Saham

Telah jadi rahasia umum bahwa saham merupakan produk investasi yang paling menguntungkan. Bahkan salah satu orang terkaya di dunia yakni Warren Buffett adalah seorang investor saham. Saham memang menjanjikan keuntungan terbesar, tapi juga mempunyai risiko paling tinggi pula. Anda pun harus mengeluarkan modal yang cukup besar jika ingin bisa menanamkan uang di investasi saham.

Beruntung, saat ini ada solusi untuk mengatasinya yakni melalui reksa dana. Secara mudah, reksa dana adalah wadah sekaligus pola pengumpulan dana dari sejumlah investor untuk diinvestasikan di pasar modal oleh Manajer Investasi (MI) profesional. Hanya saja seperti yang telah disebutkan sebelumnya, reksa dana saham justru menjadi produk investasi terburuk di tengah serangan corona ini.

Namun tenang saja, reksa dana memiliki banyak sekali jenis dan masih bisa dipertimbangkan dalam kondisi wabah Covid-19 seperti saat ini. Beberapa reksa dana yang bisa dipilih adalah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana proteksi. Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang diinvestasikan seluruhnya ke instrumen pasar uang seperti SBI (Sertifikat Bank Indonesia) atau deposito berjangka dengan tenor di bawah setahun.

Baca juga: Dibandingkan Emas, Inilah 8 Kelebihan Investasi ReksaDana!

Sementara itu reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang sebagian besar alokasi investasinya ditempatkan pada surat utang jangka panjang (obligasi). Terakhir untuk reksa dana proteksi, adalah jenis reksa dana yang akan melindungi 100% pokok investasi investor pasa saat jatuh tempo. Jangka waktu investasi untuk reksa dana proteksi ini telah ditentukan sebelumnya oleh MI tetapi bisa dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa jaminan adanya perlindungan terhadap dana pokok investasi.

3. SBN (Surat Berharga Negara)

Surat Berharga Negara

Pernahkah Anda mendengar yang namanya SBN alias Surat Berharga Negara? Secara mudahnya, SBN adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan kini menjadi salah satu instrumen investasi yang paling menjanjikan. Seperti namanya, melalui SBN ini, negara berhutang kepada masyarakat dan akan dibayar dalam jangka waktu tertentu. Hutang itupun digunakan untuk pembangunan sehingga sudah pasti keuntungannya kembali ke masyarakat pula.

Tidak hanya itu saja, keunggulan paling utama dari SBN yang bisa membuatnya menjadi produk investasi terbaik saat ini adalah karena suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata bunga deposito di bank pemerintah. Contohnya saja dengan SBR002 yang menawarkan bunga 7,5%. Jika Anda membeli SBN itu sebesar Rp20 juta, maka bakal memperoleh keuntungan Rp1,5 juta/tahun dan terus meningkat seiring dengan lama tenor yang ditetapkan.

Lantaran merupakan surat utang pemerintah, Anda pun tak perlu khawatir dana tidak kembali. Bahkan sekalipun wabah Covid-19 semakin meluas di Indonesia, pemerintah tetap akan membayar lunas seluruh pembelian SBN masyarakat. Daripada meminjamkan uang ke teman yang belum tentu bakal kembali atau tidak, lebih baik meminjamkan dana ke pemerintah yang sudah pasti akan dibayar lunas dan memberikan bunga besar pula.

Demi mempermudah calon investor terutama generasi milenial, SBN juga bisa dibeli secara online di beberapa bank-bank besar seperti BRI, BNI, Mandiri, BCA, Bank Permata dan Bank DBS. Tak cuma instansi bank, SBN juga disediakan oleh beberapa perusahaan fintech terpercaya. Untuk tahun 2020 ini, pemerintah menawarkan enam kali instrumen SBN ritel yakni pada bulan Januari, Februari, Juni, Agustus dan Oktober.

4. Dolar Amerika Serikat (USD)

Dolar Amerika Serikat

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penyakit Covid-19 memang membuat remuk perekonomian Tiongkok. Di saat seperti inilah, menyalurkan Rupiah ke dalam bentuk Dolar AS (Amerika Serikat) alias USD adalah pilihan tepat. Kenapa begitu? Karena Dolar AS dipandang sebagai pilihan produk investasi yang cukup efektif dalam melawan inflasi besar-besaran. Sebagai negara dengan kondisi ekonomi terbaik di dunia, AS sepertinya memiliki ketahanan yang cukup memuaskan di tengah virus corona.

Kendati dilaporkan telah ada 102 kasus virus corona di Amerika, negara yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump itu masih bisa tersenyum lebar karena kurs USD terhadap Rupiah masih di angka Rp14.160. Tercatat dalam satu dekade terakhir, tren nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah memang terus meningkat hingga sebesar 47,7%.

Baca juga: Cara Mudah Investasi Dollar untuk Pemula Biar Untung dan Aman

Hanya saja untuk melakukan investasi Dolar AS ini, Anda haruslah cukup sabar dan tidak boleh gegabah. Meskipun memang sangat tahan inflasi, pada dasarnya nilai Dolar AS tidaklah bisa diprediksi. Daripada harus ribet selalu mengawasi nilai kurs mata uang asing, ada baiknya kalau Anda memilih melakukan investasi Dolar AS dengan cara menabung di bank. Beberapa bank swasta dan nasional sudah menawarkan produk tabungan Dolar AS ini.

Lantaran menggunakan jasa pihak perbankan, Anda pun tak perlu cemas mengenai keamanan lembaran-lembaran Dolar AS. Pihak bank pun menjamin keamanan aset Anda. Sehingga dengan begitu, Anda bisa menjual uang asing tersebut ketika nilai tukar Dolar AS memang ada di titik yang paling tinggi dan menguntungkan.

5. Tabungan Deposito

tabungan deposito

Terakhir, jenis investasi yang bisa dibilang paling aman dan minim risiko untuk dijalankan di tengah teror penyakit virus corona ini adalah deposito. Kenapa disebut paling aman, karena Anda sudah pasti menyimpan uang di bank. Selama pihak bank itu dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), seluruh aset deposito yang Anda miliki sudah pasti aman. Mau musibah bencana alam, wabah penyakit atau peperangan sekalipun, deposito akan tetap berjalan sesuai kesepakatan.

Hingga sejauh ini, pihak bank memberikan batas maksimal untuk deposito adalah Rp2 miliar. Namun supaya bisa memperoleh perhitungan suku bunga terbaik dan berbagai keuntungan lainnya, ada baiknya memang Anda melakukan perbandingan terlebih dulu pada masing-masing bank. Berbeda dengan investasi emas yang bisa dijual sewaktu-waktu, deposito haruslah tunduk pada kesepakatan tenor yang dibuat pihak bank dan nasabah di awal.

Jika belum jatuh tempo, biasanya dana deposito tidak akan bisa dicairkan. Sekalipun memang bisa cair, ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap nasabah seperti membayar biaya. Untuk itulah pertimbangkan dengan matang terlebih dulu sebelum memutuskan menyimpan seluruh tabungan ke produk deposito.

Baca juga: 10 Investasi Return Terbaik Bagi Anda di Tahun 2020

Kesimpulan

Melihat ulasan di atas dan menimbang keuntungan yang ditawarkan, memang bisa dibilang kalau investasi-investasi tersebut palinglah aman di tengah serangan virus corona. Alih-alih membiarkan dana ada di dalam rekening dan tidak bertambah signifikan, mungkin bisa memilih salah satu instrumen investasi tersebut.

Daripada harus hidup dalam kecemasan dan terus khawatir atas kondisi perekonomian dunia yang membuat semua harga bisa melonjak hingga resesi global, ada baiknya kalau Anda mengamankan finansial diri dengan tetap melakukan investasi. Tentunya investasi yang dijalankan dengan serius, akan bisa menjamin kesejahteraan dan menjadi penopang di tengah kondisi ekonomi tak menentu lantaran Covid-19.

Tinggalkan komentar