Alasan – Pilihan Aset Investasi Untuk Mahasiswa Saat Pandemi

Ingin berinvestasi tapi masih berstatus sebagai mahasiswa?

Ingin melakukan trading tapi masih jadi anak kos?

Ingin punya banyak cuan di masa pandemi Covid-19?

Tak perlu cemas, karena ternyata ada kok sejumlah investasi untuk mahasiswa yang bisa Anda pertimbangkan dan tetap menjanjikan keuntungan bahkan selama wabah corona. Hanya saja memang karena statusnya masihlah sebagai pelajar perguruan tinggi dan notabene belum punya penghasilan tetap, ada beberapa hal yang wajib Anda pertimbangkan.

Dibandingkan melakukan investasi atau halnya trading para pekerja yang sudah punya gaji, investasi untuk mahasiswa jelas punya perbedaan. Mulai dari jenis aset yang dapat dipilih, modal yang dimiliki sekaligus trik untuk melakukannya. Karena seperti yang sudah kita ketahui, mahasiswa kebanyakan memperoleh sumber penghasilan dari kiriman orangtua.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Lho Beda Investasi dan Trading Saham

Memang ada banyak mahasiswa yang juga menjadi part-timer atau mengelola bisnis sendiri, sehingga punya penghasilan saat ini. Hanya saja kewajiban utama mereka sebagai pelajar di kampus, membuat kegiatan investasi atau juga trading tidak seleluasa mereka yang sudah bekerja. Apalagi jika Anda melakukannya di kala pandemi Covid-19 seperti saat ini, tantangan tentu makin besar.

Namun satu keuntungan melakukan investasi di kala pandemi adalah mahasiswa saat ini masih banyak yang melakukan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), terkait dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Daripada PPKM hanya rebahan di rumah ketika tidak ada jadwal kelas online, ada baiknya Anda memperhatikan ulasan investasi untuk mahasiswa saat pandemi berikut ini.

Kenapa Mahasiswa Harus Mulai Investasi Saat Pandemi?

© Trade Brains

Masih berusia muda dan mayoritas ditopang finansial oleh orangtua, memang kenapa sih mahasiswa harus mulai melakukan investasi? Di kala pandemi Covid-19, pula?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu kerap terlintas di kalangan anak-anak muda lainnya. Tidak ada yang menyalahkan, karena memang selama ini mayoritas orang berpendapat bahwa kegiatan investasi apalagi trading memang lebih cocok dilakukan oleh mereka yang sudah berumah tangga, berusia di atas 30 tahun dan memiliki pekerjaan tetap.

Padahal di zaman perekonomian yang serba tak tentu seperti wabah corona saat ini, setiap orang haruslah paham bagaimana caranya mengatur finansial secara tepat. Tak perlu menanti harus berkeluarga, memiliki anak atau penghasilan double digit terlebih dulu, iika ingin menata finansial. Berikut sejumlah alasan kenapa investasi untuk mahasiswa adalah hal yang wajib dipertimbangkan meski pandemi:

  • Hingga Sabtu (18/9) pagi ini, sudah ada lebih dari 4,1 juta kasus Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020. Kondisi ini jelas membuktikan wabah corona masih belum akan usai dan berimbas ke perekonomian. Meskipun Indonesia sudah bebas dari resesi, tidak dengan inflasi (kenaikan harga). Nah, supaya bisa bertahan jika inflasi nanti menggila, investasi adalah pilihan tepat
  • Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, mahasiswa masih memperoleh uang kiriman dari orangtua. Hanya saja pandemi membuat perekonomian orangtua bisa saja sulit dan kiriman uang saku berkurang. Untuk itulah mahasiswa harus bisa menciptakan sumber penghasilan baru lewat investasi
  • Mempelajari investasi untuk mahasiswa secara tepat sangatlah membantu dalam mencapai tujuan keuangan. Misalkan saja setelah lulus Anda ingin punya sepeda motor atau mobil sendiri untuk bekerja, travelling ke luar negeri hingga modal untuk mulai bisnis sendiri. Nah, tujuan-tujuan keuangan tersebut bisa terwujud jika Anda mulai investasi sejak dini
  • Semakin tinggi semester yang dijalani, mahasiswa jelas makin sibuk dan kemungkinan untuk mengelola bisnis sendiri atau jadi part-timer makin sulit. Namun jika Anda memiliki aset investasi tak perlu cemas. Instrumen-instrumen investasi akan tetap bisa menambah nilai mereka tanpa perlu Anda pantau, jadi biarkan uang yang bekerja
  • Hidup jauh dari orangtua, kadang membuat mahasiswa kehabisan uang tunai dan terpaksa hutang teman. Namun jika Anda punya aset investasi, hutang tak perlu dilakukan karena aset tersebut bisa dicairkan dan uang tunai pun didapat, finansial pun tetap sehat
  • Alasan terakhir kenapa investasi untuk mahasiswa layak dicoba saat pandemi ini adalah supaya bisa bikin hati tenang. Meskipun dimulai dengan modal ringan, aset dan jangka waktu investasi yang tepat akan membuat Anda tenang karena dana darurat sudah diamankan secara benar, tidak habis untuk nongkrong di cafe

Bagaimana? Ada banyak sekali alasan yang membuat anak-anak muda harus mulai mempertimbangkan investasi untuk mahasiswa, bukan? Nah, jika Anda sudah memahaminya, hal berikut yang wajib diketahuhi adalah memilih aset yang tepat.

Aset-Aset Investasi untuk Mahasiswa yang Bisa Dipilih

© VectorStock/Nakigitsune

Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, aset investasi untuk mahasiswa tentu berbeda dengan mereka yang sudah terjun di dunia kerja profesional. Yang membuat berbeda adalah karena mahasiswa cenderung belum punya penghasilan sendiri dan profil risiko yang masih cukup tinggi. Namun tak perlu cemas, dengan aset yang tepat, cuan pun didapat seperti berikut ini:

Baca juga: Tips dan Hal-Hal Penting Jika Mau Investasi Tas Mewah

1. Reksadana

Inilah aset investasi untuk mahasiswa yang paling banyak dipilih. Yap, apalagi kalau Anda termasuk yang tertarik dengan bursa efek, reksadana jelas bisa dipiliih.

Memangnya, kenapa kok tidak langsung saham?

Bukankan saham merupakan salah satu instrumen investasi dengan profit terbesar?

Benar. Hanya saja saham juga merupakan instrumen investasi dengan risiko kerugian terbesar pula.

Kembali lagi bahwa profil risiko mahasiswa sebagai investor cukup tinggi, sehingga jika langsung berinvestasi pada aset dengan high return, high risk, tentu bakal berisiko. Lebih lagi trading saham, diperlukan pemantauan lantai bursa yang aktif dan pengetahuan seputar pergerakan harga saham termasuk analisa dan fundamental emiten, yang tentunya memaksa trader fokus sepenuh hati.

Nah, solusi agar mahasiswa tidak pusing memikirkan pasar efek di tengah-tengah jam kuliah tapi juga tetap bisa berinvestasi adalah pada aset reksadana. Yap, reksadana lebih unggul dalam hal modal yang terjangkau, serta adanya MI (Manajer Investasi) yang bakal mengelola modal investor Ada tiga reksadana yang bisa dipilih mahasiswa yakni pasar uang, syariah dan pendapatan tetap.

Reksadana pasar uang punya likuiditas yang tinggi sehingga bisa mudah ditarik jadi uang tunai dalam waktu singkat. Kemudian reksadana pendapatan tetap (fix income) bisa dikelola secara fleksibel untuk keperluan investasi jangka menengah atau panjang, seperti obligasi perusahaan swasta. Sedangkan reksadana syariah, sangat cocok bagi kaum Muslim.

2. Deposito

© VectorStock/MicroOne

Tak ingin ambil pusing dan mau cari aman dalam investasi? Deposito jelas salah satu aset investasi untuk mahasiswa. Dengan deposito, uang yang Anda alokasikan akan aman dijamin oleh bank dan pemerintah, hingga tiba waktunya jatuh tempo. Berbeda dengan tabungan konvensional, besar bunga yang ditawarkan deposito lebih besar sehingga Anda makin untung.

Apalagi saat ini ada banyak sekali bank-bank digital yang melayani pembukaan deposito secara online lewat aplikasi di smartphone, sehingga mahasiswa tak perlu ribet ke kantor cabang bank. Anda bahkan bisa mengaturnya secara otomatis seperti penggunaan fitur autodebet, sehingga ketika uang kiriman orangtua atau penghasilan masuk ke rekening, langsung dialihkan otomatis ke rekening deposito.

Deposito pun tidak harus bertahun-tahun, karena Anda bahkan bisa memulainya dalam waktu tiga bulan atau enam bulan saja. Lantaran tak bisa diambil sewaktu-waktu selayaknya tabungan konvensional, Anda tak akan tergiur gaya hidup konsumtif.

3. Emas

Tak perlu banyak penjelasan, emas adalah aset investasi untuk mahasiswa. Bahkan tak hanya mahasiswa, logam mulia ini dipandang cocok untuk dipilih siapapun. Mau tua, muda, laki, perempuan, penghasilam besar, penghasilan pas-pasan hingga investor berpengalaman atau pemula. Karena memang mengalokasikan uang untuk emas, tidak akan ada ruginya.

Bahkan di kala pandemi Covid-19, emas sampai berhasil menembus harga Rp1 juta per gram pada tahun 2020 silam! Membuktikan kalau aset safe haven satu ini memang mampu bertahan dalam perekonomian sulit, dan bahkan makin diburu. Tenang saja, Anda tak perlu langsung beli satu gram emas, karena saat ini investasi emas bisa dimulai lewat kepingan 0,5 gram bahkan lebih kecil.

Jika memang modal investasi sebagai mahasiswa terbatas, Anda bisa memilih Tabungan Emas yang ditawarkan oleh Pegadaian. Anda tinggal setor uang, maka Pegadaian secara otomatis melakukan konversi ke harga emas murni 24K realtime. Jika memang emas murni masih dirasa mahal, Anda pun bisa mempertimbangkan investasi logam mulia dalam bentuk perhiasan.

Baca juga: 6+ Kesalahan Investasi yang Tidak Dilakukan Crazy Rich

4. P2P Lending

© Shutterstock

Anak-anak muda tentu sering meminjamkan uang ke rekan-rekannya. Sering uang tak kembali? Tentu merasa kesal. Nah, jika Anda memang suka meminjamkan uang tapi ogah tak kembali, P2P Lending bisa jadi solusi. P2P Lending sebetulnya adalah platform yang mempertemukan investor sebagai calon kreditur, dengan calon-calon debitur berkualitas.

Kemajuan teknologi membuat banyak sekali perusahaan Fintech (Financial Technology) yang menawarkan konsep P2P Lending. Dengan perhitungan bunga lebih besar daripada deposito, uang dari investor akan dikelola sedemikian rupa kepada calon debitur yang sudah pasti punnya kemampuan membayar. Sehingga jika jatuh tempo, Anda bakal dapat uang investasi kembali dan tambahan bunga.

5. SBN Ritel

© VectorStock/AlisaRut

Nah, inilah aset investasi untuk mahasiswa yang terakhir. SBN (Surat Berharga Negara) Ritel pada dasarnya mirip dengan obligasi (surat hutang) swasta. Yang membedakan, seluruh jenis SBN Ritel baik yang konvensional atau syariah dijamin oleh negara. Lantaran dirilis oleh pemerintah, Anda tak perlu cemas uang bakal melayang, dan ikut aktif terlibat dalam pembangunan Indonesia.

Setiap tahun pemerintah akan merilis SBN Ritel yang punya ketentuan besaran kupon berbeda. Dengan masa jatuh tempo 2-3 tahun dan modal pembelian mulai dari Rp1 juta, tentu sangat cocok bagi mahasiswa. Bahkan di kala pandemi Covid-19, pemerintah tetap menerbitkan SBN Ritel yang tentunya bisa jadi aset investasi menjanjikan.

Kesimpulan

Bagaimana? Ternyata ada banyak aset investasi untuk mahasiswa yang menjanjikan, bukan? Apalagi pilihan-pilihan aset itu tetap mampu bertahan dan mencetak cuan meskipun pandemi Covid-19. Dengan banyak sekali alasan kenapa anak-anak kuliah harus mulai mempertimbangkan investasi, Anda tentu bisa memilih yang paling tepat sesuai kebutuhan dan budget yang dimiliki.

Baca juga: Hal-Hal yang Wajib Diketahui dan Waspadai dari Saham Gorengan

Ingat, tujuan utama dalam berinvestasi adalah memiliki finansial yang lebih baik. Sehingga dalam perekonomoian sulit dan serba tak tentu seperti saat wabah corona saat ini, Anda tak perlu cemas. Bahkan sekalipun jika kiriman uang dari orangtua tidak lancar, Anda tetap bisa bertahan di perantauan berkat keuntungan investasi seperti P2P Lending, SBN Ritel, maupun reksadana.

Jadi tunggu apalagi? Segera pilih aset investasi untuk mahasiswa yang sesuai kebutuhan Anda, dan raih keuntungan maksimal. Kata siapa mahasiswa tak bisa mapan finansial? Mahasiswa juga bisa hidup tenang dan bahagia selama pandemi Covid-19, kok! Semangat!

Tinggalkan komentar