Jangan Menyerah! Ini Cara Bangkit dari Kegagalan Bisnis

Sumber gambar : unsplash.com/ the blowup

Merasa terpuruk karena gagal berbisnis adalah hal yang wajar. Dalam hidup, tidak semuanya bisa berjalan dengan mulus sesuai dengan yang kita harapkan. Walaupun sudah bekerja keras selama ini, nyatanya tidak menjamin semuanya akan baik-baik saja.

Apalagi sejak masa pandemik covid hingga masa PPKM saat ini hampir semua sektor usaha menjadi lesu. Tidak sedikit juga yang harus gulung tikar dan melakukan PHK.

Tapi, bukan berarti semuanya berakhir begitu saja. Kegagalan bisnis sebenarnya seperti memiliki 2 sisi mata uang logam, dimana memiliki peluang 50 : 50 dengan keberhasilan Anda. Justru banyak sekali pebisnis besar yang lahir dari kegagalan demi kegagalan yang mereka alami sehingga bisa mengispirasi jutaan orang.

Tentu saja bangkit dari kegagalan bukanlah perkara yang mudah. Oleh karena itu, beberapa tips berikut ini wajib Anda ketahui supaya bisa segera bangkit lagi dari kegagalan usaha. Bagi Anda yang masih pemula, juga bisa menjadikannya persiapan supaya bisa lebih baik ketika menghadapi kegagalan bisnis. Selamat menyimak!

1. Melatih Pikiran Agar Tidak Terjebak Dalam Situasi

Sumber gambar : unsplash.com/ Tim Goedhart

Kita semua tahu bahwa tidak ada yang menyenangkan dari sebuah kegagalan. Emosi dan pikiran negatif pastinya akan bermunculan dalam benak kita. Namun melatih pikiran agar tetap solutif adalah kemampuan yang sangat penting untuk para pengusaha dalam menghadapi kegagalan. Bahkan bisa di bilang, hal ini yang pertama harus di lakukan.

Jika emosi dan fikiran negatif cukup kuat kita rasakan maka biarkan dulu. Loh, mengapa begitu? Bukannya kita harus berpikir dan juga bersikap positif supaya bisa menemukan solusi?

Justru ini adalah upaya untuk menjaga pikiran agar tidak terjebak di dalam situasi dan tetap mengarah kepada solusi.

Alih-alih langsung berpikiran positif dan menekan emosi, lebih baik Anda mencari cara untuk melepaskan emosi yang efektif dan efisien untuk mendapatkan mental yang lebih tenang. Dengan begitu Anda bisa berpikir lebih jernih dan punya energi untuk mengarahkan diri pada solusi.

Baca yuk, 9 Penyebab Kegagalan Start-up

Anda juga bisa melatih diri agar tetap tenang. Ibaratnya dalam situasi kemacetan di lalu lintas, dibanding memencet klakson terus menerus lebih baik memutar musik yang menenangkan bukan?

Karena tingkat stres yang terlalu tinggi akan menghambat Anda untuk melihat situasi dan solusi secara lebih jernih. Apalagi jika yang dihadapi adalah kegagalan usaha, yang bisa jadi melibatkan nominal uang yang tidak sedikit serta aset berharga lainnya.

2. Miliki Mindset Kegagalan Sebagai “Uang Sekolah”

Diawal pembahasan, di sebutkan kalau kegagalan itu memiliki perbandingan 50 : 50 dengan kesuksesan. Masih ingat?

Mungkin banyak dari kita, mengumpulkan uang Rp 10 juta untuk modal usaha butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Sehingga saat harus kehilangan uang tersebut, tentu sangat berat rasanya.

Nah, tapi kita tidak bisa memungkiri kalau banyak sekali orang sukses yang awalnya gagal namun pada akhirnya bisa melewati proses tersebut. Sedangkan, orang yang benar-benar gagal memilih menyerah saat menghadapi kegagalan. Kira-kira menurut Anda mengapa mereka memiliki sikap yang berbeda?

Hal ini karena mereka yang pada akhirnya bisa sukses menganggap bahwa uang tersebut adalah “uang sekolah” untuk berbisnis. Sehingga kegagalan itu dianggap sebuah proses seperti halnya Anda sekolah di sistem pendidikan formal. Selama Anda bersekolah, sadar tidak kalau biaya yang di keluarkan bisa sampai dengan ratusan juta?

Mungkin Anda tidak merasakan karena di bayarkan orangtua. Tapi nyatanya, bukan hanya uang sekolah yang di bayarkan, tapi juga uang seragam, perlengkapan sekolah, uang bensin, dan lainnya yang jumlahnya tidak sedikit. Apakah karena mengeluarkan uang tersebut, akhirnya sekarang kita menyebutkan bahwa orangtua kita bangkrut? Kan tidak.

Nah begitu juga dengan “uang sekolah” untuk berbisnis. Disisi lain, jika Anda sudah membayar “uang sekolah” maka akan sangat disayangkan ketika Anda memilih untuk mundur dan tidak mendapatkan apa-apa.

3. Temukan Faktor-faktor Penyebab Kegagalan Bisnis

Sumber gambar : unsplash.com/ Chris Benson

Seperti yang sudah di sebutkan pada poin pertama, melatih pikiran agar tetap solutif adalah wajib bagi para pengusaha. Mulailah melihat kegagalan dari berbagai sisi dan perspektif yang berbeda. Coba amati, pelajaran apa yang bia Anda ambil dari berbagai kejadian yang Anda alami. Dengan begitu, mental entrepreneurship Anda akan semakin terasah.

Nah, jika pikiran dan emosi sudah lebih tenang kini saatnya mencari faktor-faktor penyebab kegagalan dan melakukan evaluasi. Sikap mental yang tenang ini sangat diperlukan supaya Anda bisa lebih mudah menemukan letak masalahnya.

Secara umum, permasalahan bisa terbagi dalam beberapa kategori utama yakni orangnya dan juga bisnisnya. Orang yang dimaksud disini adalah diri Anda sendiri.

Sebab banyak juga pengusaha pemula yang hanya sekedar ikut-ikutan dalam menjalankan bisnisnya dan tidak memiliki mental sebagai pengusaha. Sehingga saat mengalami kegagalan, bukannya bangkit mereka justru hanya menyalahkan orang lain dan keadaan.

Faktor yang kedua adalah bisnisnya. Ada banyak hal yang bisa menjadi sumber kegagalan, diantaranya dai segi :

  • Produk : Kurang melakukan riset produk, produk tidak diminati, produk kurang berkualitas atau terlalu mahal
  • Keuangan bisnis : Cashflow macet, budgeting yang tidak efektif dan efisien
  • Marketing : Kemasan yang tidak menarik, tidak paham asumsi target pasar, media pemasaran yang tidak tepat
  • Atau hal lainnya.

Begitu banyak faktor yang kemungkinan menjadi sebab kegagalan dari bisnis Anda. Setidaknya buatlah daftar masalah yang di alami oleh bisnis Anda dan mulai mencari tahu bagaiamana cara untuk memperbaikinya satu persatu.

Anda bisa membuat skala prioritas berdasarkan yang paling mudah atau yang paling realistis terlebih dahulu. Jangan lupa untuk berdiskusi dengan teman ataupun rekan seprofesi supaya Anda bisa mengembangkan solusi dengan lebih baik.

4. Pahami Potensi Diri Sendiri

Banyak entrepreneur pemula yang menyerah saat mengalami kegagalan bisnis. Tahukah Anda kalau salah satu sebab dari hal ini karena mereka tidak memahami betul potensi pribadinya. Mereka tidak tahu apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan dirinya.

Masih ingat dengan kata-kata Einstein tentang kesuksesan berikut ini?

“Semua orang itu jenius. Tapi jika Anda menilai seekor ikan dengan kemampuannya memanjat pohon, dia akan hidup seumur hidup dengan percaya bahwa dirinya bodoh.”

Misalnya begini : Jika Anda seorang pemalu dan introvert, berjualan online tentu akan lebih mudah dibandingkan harus langsung bertemu dengan orang-orang secara langsung. Hal ini tentunya harus tetap di bekali dengan kemampuan copywriting dan wawasan online marketing lainnya.

Biasanya kita punya potensi tertentu namun masih terkubur karena rasa tidak percaya diri yang sangat besar.

Baca yuk, Tertarik Memulai Start-Up, ini 6 Tips Bagi Pemula

Tapi justru dengan mengenali dan memaksimalkan potensi dalam diri bisa menjadi gerbang kesuksesan yang menanti. Dengan memahami bahwa setiap diri itu unik dan memiliki potensinya masing-masing, Anda bisa bisa segara bangkit dan mulai memanfaatkan harta karun tersebunyi tersebut.

5. Tidak Berhenti Mencari Peluang

Sumber gambar : unsplash.com/ Kaleidico

Tips selanjutnya untuk bangkit dari kegagalan bisnis adalah dengan mencari peluang apapun di sekitar Anda. Oleh karena itu terapkan mindset open minded agar Anda bisa mendengar dan melihat peluang-peluang yang ada.

Apalagi di era digital seperti saat ini, kita bisa mendapatkan informasi secara gratis selama terhubung dengan internet. Bahkan Bill Gates pernah bilang : “Jika Anda terlahir miskin, itu bukan salah Anda. Tapi jika Anda mati miskin, itu salah Anda.”

Coba pikirkan peluang apa saja yang bisa di lakukan dalam jangka waktu dekat. Tidak perlu langsung mencari ide yang brilian. Yang penting jangan biasakan untuk menunda-nunda dan mencari alasan.

Manfaatkan sumber daya yang Anda miliki untuk mendapatkan peluang-peluang bisnis baru. Baik itu untuk menyelesaikan masalah pada bisnis maupun untuk mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Misalnya Anda punya waktu untuk scrolling sosial media, maka pastikan Anda juga mencari peluang di sana.

Selain itu saat Anda sudah bervaluasi dan mendapatkan poin-poin penting dari kegagalan usaha, Anda harus bisa memutuskan apakah bisnis tersebut layak di lanjutkan ataukah memulai sesuatu yang baru.

6. Buat Perencanaan Bisnis yang Lebih Baik

Warren Buffett pernah berkata : “Si bodoh dengan rencana bisa mengalahkan Si jenius yang tanpa rencana”. Hal ini menggambarkan kalau perencanaan dan eksekusi yang tepat itu benar-benar penting dalam meraih kesuksesan.

Begitupun dalam bisnis, setelah berevaluasi dan mengetahui asumsi-asumsi penting gunakan hal tersebut untuk membuat perencanaan bisnis yang lebih baik. Sehingga bisnis yang Anda jalankah lebih punya arah kemana ia akan berjalan.

Terutama bagi Anda yang masih pemula, tidak perlu harus terlalu “sempurna”. Sesuaikan saja dulu saja dengan data Anda pahami dan pelajari dari kegagalan yang lalu.

Seiring banyaknya pengalaman di lapangan dan mentalitas pengusaha Anda mulai terbentuk Anda akan jadi lebih tahu apa yang harus di lakukan. Dengan begitu Anda bisa terhindar dari kegagalan yang sama.

Setidaknya Anda bisa lebih mendetailkan hal-hal yang Anda anggap masalah. Misalnya saja dalam hal pemasaran, dulu Anda tidak tahu bagaimana cara mengukur apakah pemasaran yang di jalankan berjalan efektif atau tidak.

Inilah yang menjadi sebab budget pemasaran Anda terkuras habis. Maka sekarang, pelajari apa standart-standart pengukuran suatu instrumen pemasaran yang Anda pilih terlebih dahulu dan sesuai dengan target dan jenis usaha.

Atau bahkan mungkin Anda tidak begitu paham kepada siapa menjual produk Anda, dimana menjualnya dll. Jika hal ini menjadi evaluasi terbesar Anda, maka Anda bisa memulainya dari sini. Jadi buatlah skala prioritas dengan alasan yang logis dan realistis.

Penutup

Banyak sekali pengusaha yang justru menjadikan kegagalan sebagai titik balik dari kehidupan mereka. Anda perlu menarik nafas sejenak untuk memulai perjalanan kembali. Ingat bahwa hampir tidak ada pebisnis yang tidak pernah mengalami kegagalan. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, kenali dan manfaatkanlah potensi yang Anda miliki.

Kesadaran dan pengendalian diri menjadi kunci penting bagi seorang entrepreneur. Mindset-mindset progresif juga perlu di adopsi, sehingga Anda tidak terlalu lama terpuruk dalam kegagalan. Dengan begitu Anda bisa mengukur kembali bisnis dan bisa mencari solusi yang lebih jernih. Semoga dengan beberapa tips diatas Anda semakin yakin bisa segera bangkit dari kegagalan bisnis, dan selamat berproses!

Yulinda Nurlisdiana: Hai, saya Yulinda Nurlisdiana, penulis di folderbisnis