8 Kesalahan yang Terjadi Saat Bisnis Franchise, Jangan Sampai Dilakukan

Ingin memulai sebuah usaha tapi enggan diribetkan dengan urusan pemasaran? Atau mungkin ingin menjalankan bisnis yang sudah memiliki branding cukup kuat di masyarakat? Maka satu-satunya solusi adalah memilih bisnis waralaba alias franchise. Yap, jika Anda termasuk pemula yang ingin memulai sebuah bisnis, waralaba adalah pilihan terbaik karena risiko kerugiannya tak terlalu besar.

Berbeda dengan mengawali bisnis yang benar-benar dari ide Anda sendiri, bisnis waralaba tak perlu bersusah payah. Anda hanya tinggal memilih franchise yang diminati, mengeluarkan sejumlah uang untuk berinvestasi dan kemudian memperoleh omzet serta keuntungan. Tak perlu diribetkan dengan urusan bahan baku atau pemasaran, karena pengelola franchise akan melakukan untuk Anda.

Baca juga: Inilah 10 Bisnis Franchise dengan Modal Kurang dari 10 Juta Rupiah

Tidak hanya menguntungkan investor, bisnis franchise juga sangat menguntungkan bagi pemiliknya. Karena Anda berpeluang memperluas pangsa pasar dari dana pihak lain. Bahkan dalam waktu yang relatif singkat, sebuah bisnis dengan konsep franchise memiliki peluang lebih cepat untuk tumbuh dan memiliki jangkauan lebih luas. Hanya saja, ternyata masih ada beberapa kesalahan yang tanpa sadar dilakukan para pemilik dan investor bisnis franchise.

8 Kesalahan yang Kerap Dilakukan Pemula Saat Bisnis Franchise

1. Cari Modal dari Hutang

Pinjaman uang dari bank

Yang namanya bisnis franchise, tentu harus membutuhkan modal yang cukup besar terutama untuk operasional. Meskipun mungkin Anda sudah memperoleh bahan baku dari pemilik bisnis, tetap harus memperhitungkan soal menyewa lokasi hingga menggaji calon karyawan. Namun yang paling penting adalah mempersiapkan modal untuk membeli paket-paket yang ditawarkan pemilik waralaba.

Karena jumlahnya cukup besar, beberapa calon investor sampai nekat mengajukan pinjaman ke bank. Apakah ini salah? Tidak, hanya kurang bijaksana. Ketahuilah bahwa mengajukan pinjaman ke pihak lain menjadikan Anda memiliki beban tagihan. Tentu menjadi masalah kalau ternyata franchise yang Anda buka di lokasi tertentu tidak memperoleh omzet sesuai harapan. Padahal Anda diwajibkan terus membayar tagihan, sehingga yang terjadi adalah keuangan Anda bisa kacau dan merugi.

2. Sembrono Pilih Partner

Rekan bisnis waralaba

Tidak hanya berlaku bagi calon investor, pemilik franchise juga bisa saja keliru dalam memilih partner bisnis. Sebagai calon investor, ada baiknya Anda mempelajari sepak terjang sebuah waralaba sebelum memilihnya. Begitu pula dengan pemilik waralaba, jangan langsung gelap mata ketika ada calon pembeli yang bersedia memilih paket franchise tertentu.

Lakukan pendekatan pribadi dan profesional supaya baik pemilik dan pembeli waralaba bisa menjalin hubungan yang baik. Bahkan jika perlu, sewa konsultan hukum atau pengacara untuk mendapatkan nasihat yang lebih ahli sebelum memilih calon partner. Dengan adanya konsultan hukum, Anda tak perlu khawatir jika sudah melakukan kontrak bisnis sehingga franchise bisa berjalan lebih bertanggung jawab.

3. Terburu-Buru Buka Cabang

Inilah kesalahan yang paling sering dilakukan pemilik waralaba yakni tergiur buka cabang. Apalagi jika ada banyak calon investor yang tertarik dengan paket franchise. tentu bikin tak sabar. Kondisi ini memang tidak lepas dari pendapat bahwa tolak ukur kesuksesan bisnis adalah punya cabang di mana-mana. Padahal jika Anda sebagai pengelola dan calon investor belum siap, cabang baru yang sudah dibuka bisa kacau dan akhirnya malah mengganggu operasional bisnis secara keseluruhan.

Baca juga: Kisah Inspiratif Bos Maicih, Raup Ratusan Juta Perbulan Berkat Keripik Singkong Pedas

4. Tak Berpengalaman

Kendati memang bisnis waralaba tidaklah ribet, tapi Anda tak bisa meremehkan. Meskipun banyak pendapat yang menyebutkan jika franchise adalah pilihan bisnis terbaik untuk pemula, tetap harus waspada. Pengalaman adalah kunci utama sebuah waralaba bisa sukses atau tidak. Sehingga baik pemilik atau pembeli, ada baiknya kalau Anda berkonsultasi dengan orang yang terbukti berpengalaman. Tanyakan banyak hal mulai dari bagaimana mengembangkan bisnis hingga membuatnya stabil sebelum terburu-buru memperluas pangsa pasar.

5. Manajemen Bisnis Berantakan

Pelatihan karyawan

Jika Anda adalah seorang pemilik bisnis franchise, jangan berani-berani menawarkan paket waralaba sebelum menyempurnakan manajemen bisnis. Kenapa begitu? Karena kalau Anda sembrono ingin buka cabang dan cuma tergiur pada modal yang datang tapi tidak membenahi manajamen operasional, bisa-bisa bisnis waralaba itu malah kacau dan merugi besar.

Ada baiknya jika Anda sering-sering mengadakan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) kepada seluruh karyawan. Dengan begitu, karyawan Anda bakal lebih berkualitas sehingga jika ditempatkan di cabang-cabang franchise, akan terlihat profesional. Jika manajemen bisnis sudah terbentuk dengan teratur, maka ketika hendak membuka cabang franchise bakal lebih mudah.

6. Beli Franchise Kekinian

Franchise kekinian

Perkembangan perekonomian masyarakat Indonesia yang makin sejahtera memang tak bisa dipungkiri membuat bisnis franchise semakin laris-manis. Beberapa konsep waralaba bahkan begitu digandrungi dan menuai sukses mulai dari waralaba laundry, jaringan kedai kopi, biro-biro wisata hingga berbagai kuliner kekinian yang tengah viral. Tak ada salahnya memang jika Anda memilih sebuah franchise kekinian karena sedang begitu diminati masyarakat.

Namun alangkah bijaknya, jika Anda tidak memilih sebuah franchise hanya karena sedang populer. Pertimbangkan kalau Anda ingin bisnis waralaba yang dipilih bisa bertahan bertahun-tahun lamanya. Apakah lima tahun ke depan orang-orang masih suka minum es kopi susu? Tujuh tahun ke depan jasa salon helm hingga biro wisata masih diperlukan?

Baca juga: Jangan Sampai Menyesal, Ini 6 Tips Pilih Rekan Bisnis yang Tepat

Daripada membeli sebuah paket franchise yang cuma bertahan musiman dan sedang tren, lebih baik memilih yang sudah terbukti bertahan bertahun-tahun lamanya. Namun jika memang Anda teguh pada pendirian dan memilih waralaba kekinian, pastikan sang pemilik franchise sudah memiliki tujuan jangka panjang pada bisnisnya dan berbagai ide inovatif dan strategi yang masuk akal dan berpeluang menguasai pasar.

7. Kurang Pemahaman Atas Franchise

Waralaba thai tea

Kesalahan berikutnya yang sering dialami calon investor adalah membeli paket franchise tanpa memahami seperti apa bisnis itu berjalan. Ketahuilah, ketika Anda memulai waralaba, Anda tak memiliki hak mengubah sistem yang sudah ditetapkan pemilik. Memang secara teknik Anda adalah pemilik toko, tapi harus tunduk pada aturan sang pemilik franchise.

Untuk itulah kembali lagi dengan mempelajari kontrak secara keseluruhan, karena ada pasal-pasal yang mengatur seberapa besar hak pemilik franchise. Bisa saja sang pemilik tiba-tiba mengurangi jumlah produksi, meningkatkan biaya pemasaran atau bahan baku hingga meminta Anda membeli peralatan baru. Karena sang pemilik franchise memegang kendali penuh, bisa juga mereka tetap untung sementara Anda malah buntung. Kenapa bisa begitu? Karena ketika Anda menjalankan bisnis franchise, wajib membayar royalti sesuai kontrak sekalipun omzet yang Anda terima tidaklah besar.

8. Kurang Riset Mendalam

Minuman viral bubble tea

Bicara soal pemahaman bisnis franchise pemilik waralaba juga harus mempelajari bagaimana cara membangun dan memperluas jaringan franchise. Ada baiknya kalau sebelum membuka cabang baru dan menerima seorang investor, lakukan riset ke wilayah tersebut. Apakah produk waralaba Anda bisa laku? Berapa besar operasional yang harus dikeluarkan hingga strategi pemasaran terhadap calon konsumen baru.

Riset mendalam juga harus dilakukan calon pembeli franchise, di mana jangan terlalu percaya dengan penghargaan atau liputan positif yang diterima sebuah bisnis waralaba. Jika perlu, amatilah berbagai komentar atas bisnis itu di website hingga mempelajari apa yang disukai dan tidak disukai konsumen. Dengan riset yang mendalam, Anda sebagai calon investor dan pemilik bisnis franchise bakal lebih siap dengan berbagai kemungkinan. Bukan tak mungkin kalau akhirnya bisnis waralaba yang digeluti bakal semakin kuat dan pastinya makin sukses. Semangat!

Loading...