5 Jenis Investasi Properti Menjanjikan yang Bisa Dipilih

Sejak mewabah di Wuhan, China pada awal tahun 2020 lalu, pandemi Covid-19 sepertinya belum mau berhenti. Berbagai sektor ekonomi jelas menjadi korban dari wabah corona termasuk properti. Namun ternyata Anda tetap masih dapat meraih keuntungan asalkan tahu jenis investasi properti yang tepat.

Yap, investasi properti bukanlah bicara mengenai rumah saja. Ada banyak sekali jenis investasi properti yang dapat dipilih tentunya dengan perhitungan untung rugi yang berbeda. Di dalam kondisi perekonomian serba sulit seperti ini, investasi memang masih menjadi salah satu pilihan terbaik untuk mempunyai finansial baik di masa depan.

Fakta bahwa harga properti semakin mahal dari tahun ke tahun sebanding dengan jumlah lahan yang makin sempit dan populasi manusia bertambah, menjadikan properti tetap sebagai salah satu investasi yang layak dipertimbangkan. Meskipun memang saat ini ada banyak aset investasi baru seperti saham, reksadana, obligasi, forex, P2P Lending hingga cryptocurrency.

Lantas apakah jika pandemi Covid-19 semakin berkepanjangan, properti masih layak untuk dipilih dan mampu memberikan cuan berlipat? Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, asalkan Anda tahu jenis investasi properti yang tepat dan bagaimana pengelolaan risiko, tentu saja tetap menguntungkan. Karena bagaimanapun, properti adalah salah satu kebutuhan pokok manusia.

Baca juga: Cara Membeli Crypto di Indodax, TokoCrypto, Rekeningku dan Binance

Geliat Investasi Properti Selama Pandemi Covid-19

geliat investasi properti
© Rumah

Dalam waktu sekejap, pandemi Covid-19 memang membuat banyak hal berubah. Pembatasan sosial yang dilakukan hampir di seluruh negara, membuat perekonomian tersendat karena ada banyak orang kehilangan pekerjaan, daya beli yang rendah akibat penghasilan menurun sampai akhirnya inflasi berkepanjangan.

Tak heran kalau banyak negara yang akhirnya mengumumkan memasuki fase resesi termasuk Indonesia, sejak November 2020 lalu. Pada awal Februari 2021, BPS (Badan Pusat Statistik) mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi minus 2,07% di sepanjang 2020. Dari survei BPS pada 12-23 Oktober 2020, ada 6,78% perusahaan gulung tikar karena pandemi Covid-19.

Hari Ganie selaku Wakil Ketua Umum DPP REI (Real Estate Indonesia) kepada Bisnis memaparkan, penjualan subsektor perumahan berkurang sebanyak 50-60 persen. Bahkan untuk sektor perhotelan dan ritel anjloknya lebih parah hingga 95%. Tak heran kalau Hari menyebutkan jika pandemi Covid-19 adalah masa paling kelam bagi para pengembang properti.

Namun meskipun memang mengalami masa sulit, harapan bagi sektor properti dalam kondisi ekonomi yang limbung ini tidak sepenuhnya padam. Bahkan penjualan properti di level menengah selama Agustus-Desember 2020, disebut mengalami kenaikan menurut Paulus Totok Lusida, selaku Ketua Umum DPP REI kepada Liputan6.

Hal ini yang akhirnya membuat sektor properti secara nasional tetap tumbuh di kisaran 1,56%, meskipun subsektor di dalamnya ada yang mengalami penurunan. “Kenaikan penjualan ini terjadi karena pelanggan kelas bawah banyak yang membeli properti kelas menengah. Saya tak punya data pasti, tapi penjualan hunian kelas menengah mencapai lebih dari 80%,” papar Totok.

Totok melanjutkan, penjualan properti kelas menengah yang cukup memberikan angin positif pada tahun 2020 adalah hunian dengan rentang harga Rp300 juta – Rp1 miliar. Dirinya pun tak menampik kalau adanya inovasi kredit dari bank, membuat gairah sektor properti kelas menengah tetap membara.

Inovasi Bank, Berikan Harapan ke Sektor Properti

Bicara soal pembelian properti, saat ini memang bisa dilakukan tidak hanya secara tunai. Justru skema kredit untuk pembelian properti turut membantu pertumbuhan properti di masa sulit. Hal inilah yang diungkapkan oleh Ari Kurniaman selaku Corporate Secretary BTN (Bank Tabungan Negara) terkait pertumbuhan positif sektor properti saat ini.

Sedikit banyak anjuran untuk membatasi kegiatan sosial dan memperbanyak kegiatan di dalam rumah, membuat proyeksi KPR di tahun 2021 bisa saja tumbuh hingga lebih dari 2,3%. Senada dengan apa yang diungkapkan oleh REI, pihak BTN berpendapat kalau tren pembelian properti tertinggi justru dilakukan oleh kalangan bawah.

Menurut Ari, kebijakan Kementerian PUPR menjadi angin segar bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian, sehingga pengajuan KPR jadi makin mudah. Demi menyesuaikan diri dengan calon konsumen sambil tetap menjaga protokol kesehatan, pihak BTN pun melakukan inovasi marketing virtual termasuk pengajuan KPR online.

Sesuai dengan anjuran OJK (Otoritas Jasa Keuangan), BTN sudah memberikan restrukturisasi kredit kepada 300 ribu nasabah KPR sampai Maret 2021. Para debitur ini berasal dari segmen kredit UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) atau non UMKM. Tak heran kalau akhirnya BTN memasang target pertumbuhan kredit properti bisa mencapai 7-9% di tahun 2021 ini.

Baca juga: Sukuk Ritel, Investasi Syariah Modal Ringan yang Dijamin Negara

Tingkatkan Penjualan, Insentif PPN Properti Berlanjut

insentif PPN sektor properti
© universeinform

Ada yang bilang bahwa Indonesia akan menghadapi second wave wabah corona dan dihantui Covid-19 varian Delta yang diklaim jauh lebih menular. Bukan tak mungkin opsi lockdown akan diambil oleh pemerintah jika melihat banyaknya fasilitas kesehatan yang kolaps, akibat kasus positif harian yang terus memecahkan rekor.

Namun melihat bagaimana pihak perbankan sampai pemerintah mempermudah siapapun membeli hunian, tampaknya investasi properti masih tetap menjanjikan di tahun 2021. Apalagi didorong dengan percepatan program vaksinasi, perekonomian juga diharapkan membaik meskipun di pekan terakhir Juni ini, kasus Covid-19 sudah menembus dua juta orang.

Pemerintah pun tak tinggal diam dalam memberikan kemudahan siapapun memiliki hunian dengan harga terjangkau, lewat anggaran subsidi untuk perumahan. Beberapa program yang ditetapkan pemerintah itu seperti FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan), Subsidi Selisih Bunga dan lain-lain.

Bahkan di tahun 2020 kemarin, BI (Bank Indonesia) mengeluarkan kebijakan relaksasi LtV (Loan to Value). Lewat LtV ini, pihak BI menaikkan ketentuan plafon pemberian KPR untuk rumah kedua dan seterusnya. Bukan itu saja, pemerintah juga memutuskan untuk melakukan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) DTP (Ditanggung Pemerintah) untuk pembelian properti sampai penghujung 2021.

Adanya perpanjangan insentif PPN pembelian properti ini ditanggapi positif oleh REI. Totok pun berani memprediksi kalau pertumbuhan sektor properti bisa mencapai 20% di akhir tahun 2021, meskipun memang jika penjualannya dibandingkan dengan tahun 2019, masih di zona negatif.

Menurut Totok, insentif PPN properti ini memang harus diperpanjang karena saat ini para pengembang perumahan sedang dalam tahap pembangunan. “Maret sampai Mei 2021, penjualan meningkat 15% karena insentif PPN. Tapi bulan Mei penjualan menurun lantaran stok hunian mulai habis. Sehingga insentif PPN harus diperpanjang,” lanjut Totok.

Dari data REI, properti yang banyak terjual selama diberlakukannya insentif PPN didominasi rumah tapak di rentang harga Rp200 juta – Rp1 miliar, sebanyak 91,6% dari total penjualan. Yang menarik, penjualan rumah subsidi lewat program FLPP menurun karena stoknya habis. Sehingga dengan begitu, ini menjadi salah satu jenis investasi properti yang menjanjikan.

5 Jenis Investasi Properti yang Bisa Dibeli Saat Pandemi Covid-19

Dibandingkan investasi jenis lainnya, properti memang bisa dibilang yang paling butuh modal terbesar. Perihal keuntungannya pun tidak bisa diperoleh dalam waktu singkat seperti trading saham, forex atau cryptocurrency. Namun melihat geliat yang diperlihatkan sektor properti selama pandemi Covid-19 hingga saat ini, potensi untung itu masih terbuka lebar.

Ada banyak prediksi yang menyebutkan sektor properti nasional bakal pulih di tahun 2021 ini, terlepas dari adanya wacana lockdown karena terus menggilanya wabah corona selepas Idul Fitri. Salah satunya diutarakan oleh Ir Ryan Brasali MM selaku arsitek dari Universitas Katolik Parahyangan, seperti dilansir Berita Satu.

Menurut Ryan, konsumen kini makin meminati masalah arsitektural sebanding dengan makin meningkatnya pembangunan permukiman dan kawasan real estate. Kondisi ini jelas sangat mempengaruhi jenis investasi properti, sehingga Anda bisa menentukan seperti apa yang bakal diminati masyarakat ke depannya.

Supaya tidak bingung, berikut ini akan kami bahas lima jenis investasi properti yang paling menjanjikan untuk meraih keuntungan berlipas di masa depan:

1. Lahan

ilustrasi investasi lahan
© SRC Land

Jenis investasi properti yang pertama dan sudah dipercaya dari generasi ke generasi sangat menguntungkan adalah lahan. Lahan di sini bisa berarti tanah kosong, tanah kavling yang sudah dilengkapi berbagai prasarana hingga lahan untuk kebutuhan produktif baik pertanian maupun perkebunan. Meskipun ada banyak pilihan properti baru, lahan tidak pernah tergantikan.

Bahkan bagi orang-orang zaman dulu, memiliki lahan tak ubahnya dengan menyimpan tabungan karena harga lahan yang terus meningkat setiap tahunnya. Sebagai investasi jangka panjang, lahan alias tanah memang sangat menguntungkan apalagi kalau Anda punya lahan di area strategis, harganya tentu bisa melambung fantastis.

Hanya saja supaya bisa untung dari investasi lahan atau tanah ini, ada beberapa hal yang wajib Anda perhatikan. Apa saja? Berikut ulasannya:

Syarat Lahan yang Layak Jadi Investasi

Sebagai calon investor sekalipun pemula, Anda tidak bisa sembrono dalam membeli tanah yang hendak dijadikan instrumen investasi. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah meninjau legalitas, status dan landasan hukum atas lahan tersebut. Jangan ragu untuk menggunakan jasa notaris untuk memeriksa legalitas supaya lahan yang diincar terhindar dari sengketa.

Jika lahan yang hendak dipilih sudah terbukti legalitasnya, maka urusan penjualan kembali jelas bukan masalah. Nah supaya bisa memperoleh peningkatan harga, pastikan lahan yang Anda pilih ini ada di lokasi strategis. Sebuah lahan disebut ada di tempat strategis jika lokasi di sekitarnya memiliki nilai jual yang meningkat dari tahun ke tahun.

Supaya makin yakin, ketahui juga data kenaikan harga tanah di kawasan yang hendak Anda pilih supaya bisa mempertimbangkan prospek harga lahan tersebut dalam jangka panjang. Secara umum kenaikan harga tanah di kisaran 5% sampai 20% per tahun. Tentu semakin luas ukuran yang Anda miliki, keuntungannya jelas makin besar.

Namun bagaimana jika membeli lahan dengan harga terjangkau di lokasi yang mungkin tak terlalu strategis? Anda bisa mencari informasi ke dinas tata kota setempat, supaya tahu rencana pembangunan sebuah kawasan dalam jangka panjang. Begitu pula saat memilih tanah kavling, pilihlah tanah di area sudut atau hook karena tentunya lebih luas.

Baca juga: Strategi Investasi Cerdas Untuk Para Freelancer, Apa Saja Produknya?

Untung Rugi Pilih Jenis Investasi Properti Lahan

  • Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, lahan alias tanah termasuk salah satu jenis investasi properti menguntungkan karena kecenderungan harga yang meningkat tiap tahun lantaran faktor inflasi. Makin banyak manusia, lahan yang tersedia makin sempit sehingga harganya melambung
  • Berbeda dengan jenis investasi properti lainnya, lahan adalah sebidang tanah kosong yang memiliki banyak manfaat. Anda bisa menyewakan lahan kosong itu untuk area parkir, atau digunakan oleh petani sayuran sehingga tentunya menambah passive income
  • Kalau properti lain seperti rumah dan bangunan membutuhkan perawatan supaya tidak rusak, lahan tak seperti itu. Biaya yang mungkin Anda keluarkan hanyalah untuk mencengah lahan disalahgunakan oleh orang asing, hingga jasa tukang kebun agar lahan tetap terawat
  • Jika investasi emas berpeluang besar bisa hilang, tidak dengan lahan. Karena siapa yang mau mencuri lahan? Asalkan Anda memiliki surat atau bukti kepemilikan, dalam kondisi apapun lahan itu tetap milik Anda dan bisa disewakan atau dijual
  • Satu bidang lahan bisa memberikan cukup banyak penghasilan apalagi kalau Anda menjualnya per kavling. Capital gain ini bisa bertambah kalau Anda membangun rumah di atas lahan itu dan menjualnya dalam sistem cluster. Bahkan keuntungannya lebih besar daripada menjual satu area lahan langsung
  • Fakta bahwa lahan kosong makin sempit jumlahnya, membuat kompetitor untuk jualan lahan ini jauh lebih sedikit daripada properti. Sehingga peluang terjual cepat makin besar apalagi jika di kawasan menjanjikan
  • Kendati investasi lahan mampu memberikan keuntungan melimpah, kekurangannya yang terbesar adalah daya jual sangat dipengaruhi lokasi
  • Kekurangan berikutnya dari investasi lahan adalah tidak bisa dijadikan sumber penghasilan tetap. Meskipun memang bisa dijadikan area parkir, lokasi tempat pernikahan hingga lapak pedagang, mayoritas lahan-lahan kosong ini bersifat musiman sehingga kembali lagi, tergantung lokasi

2. Hunian

ilustrasi investasi hunian
© investopedia

Jenis investasi properti yang kedua dan paling banyak dipilih oleh masyarakat adalah hunian. Hunian di sini bisa berupa rumah yang Anda tinggali bersama keluarga, rumah untuk dikontrakkan hingga rumah untuk kos-kosan. Bukan tanpa alasan kenapa investasi properti berjenis hunian ini digandrungi, karena memang prospeknya sangat cerah.

Sebagai salah satu dari tiga kebutuhan pokok manusia, perkara hunian memang akan selalu dibutuhkan dalam kondisi apapun. Terutama saat pandemi Covid-19 yang dianjurkan membatasi kegiatan sosial, hunian tentu jadi pilihan untuk menghabiskan waktu sehari-hari sehingga menjadikan demand properti jenis hunian makin besar.

Syarat Hunian yang Layak Jadi Investasi

Tidak berbeda jauh saat Anda hendak membeli lahan, kalau Anda mengincar properti berjenis hunian tentu haruslah sudah terbukti legalitasnya. Pastikan hunian yang hendak Anda beli sudah memenuhi HGB (Hak Guna Bangunan) dan HGU (Hak Guna Usaha), yang nantinya akan lebih mudah untuk dikontrakkan atau disewakan.

Perkara lokasi juga bisa jadi pertimbangan karena memang area yang dekat dengan titik keramaian masyarakat seperti pusat perbelanjaan, perkantoran hingga kampus akan punya nilai jual lebih besar. Membeli hunian di area-area tersebut akan memungkinkan nilainya terus meningkat dan bisa ditawarkan dalam berbagai hal entah dikontrakkan, rumah petak sampai kamar kos.

Karena merupakan hunian, pastikan juga properti tersebut dilengkapi berbagai sarana dan prasarana yang diperlukan. Mulai dari akses air bersih, listrik, transportasi umum dan keamanan. Bahkan di pandemi Covid-19 saat ini, sebuah hunian dianggap lebih berharga jika punya jaringan internet demi mendukung WFH (Work From Home) atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Terakhir, ketahui sosok pengembang atau developer. Ada banyak sekali kasus penipuan pembelian rumah karena si pengembang membawa kabur uang milik konsumen. Supaya tak jadi korban penipuan, ada baiknya menilai kualitas developer dari proyek pemukiman yang sudah mereka kerjakan sehingga tahu bagaimana profesionalisme-nya.

Untung Rugi Pilih Jenis Investasi Properti Hunian

  • Keuntungan pertama jika Anda memilih jenis investasi properti hunian adalah kemudahan dalam pembelian. Anda bisa membeli secara tunai atau sistem KPR subsidi hingga non subsidi, sehingga dapat disesuaikan dengan penghasilan
  • Ada banyak sekali jenis hunian yang bisa Anda pilih entah rumah tipe 21/24, 36, 45, 60, 90, hingga 120. Anda juga bisa membangun rumah dengan desain yang diinginkan atau membeli rumah yang pernah dimiliki orang lain
  • Tak cuma bisa dihuni untuk diri sendiri, properti hunian dapat dijadikan rumah kontrakan, villa peristirahatan atau kos-kosan, apalagi jika mempunyai banyak kamar. Dengan begitu meningkatkan peluang memperoleh penghasilan pasif yang menjanjikan
  • Keuntungan berikutnya memilih jenis investasi properti hunian adalah Anda bisa menjadikannya sebagai aset jaminan. Contohnya ketika Anda hendak memulai bisnis lain dan modal masih kurang, tak perlu menjual hunian tersebut tapi tinggal jaminkan saja sertifikatnya ke perbankan dan kemudian memperoleh dana tunai langsung
  • Berbeda dengan lahan yang perawatannya tidak ribet, kerugian properti hunian adalah membutuhkan perawatan supaya nilainya tetap stabil. Setidaknya Anda harus menjaga rumah itu supaya atapnya tidak bocor atau dindingnya tidak retak. Apalagi kalau hunian itu dikontrakkan atau dijadikan kos-kosan, tentu biaya perawatannya bakal lebih besar
  • Kerugian berikutnya adalah nilai properti akan bisa anjlok bahkan hilang kalau hunian itu hancur. Tak seperti lahan kosong yang akan masih berharga asalkan punya sertifikat kepemilikan, rumah yang ambruk karena bencana alam atau hangus terbakar dan tinggal puing sudah pasti tidak akan laku sehingga Anda harus merenovasinya secara total
  • Tak berbeda jauh dengan lahan, nilai jual atau sewa dari properti hunian juga sangat tergantung dengan lokasi. Lokasi yang strategis lengkap dengan berbagai sarana umum jelas akan diminati banyak orang

3. Bangunan Perkantoran

ilustrasi bangunan perkantoran
© DC ALLIANCE/LV Hengzhong

Jenis investasi properti berikutnya yang juga bisa jadi pertimbangan adalah bangunan perkantoran. Yap, fakta bahwa banyak sekali pelaku bisnis yang butuh bangunan untuk menjadi kantor mereka tapi lahan yang tersedia untuk kantor makin sempit, membuat properti berjenis bangunan-bangunan kantor sangat menjanjikan.

Bagi Anda yang serius berbisnis properti dan memang ingin dijadikan investasi masa depan, bangunan perkantoran tentu akan memberikan profit yang cukup menjanjikan. Apalagi kalau Anda memiliki bangunan yang berukuran cukup besar dan berada di lokasi padat penduduk, tentunya bangunan tersebut layak disewakan atau dijual untuk kebutuhan kantor.

Syarat Bangunan Perkantoran yang Layak Jadi Investasi

Tak berbeda jauh saat mencari rumah sebagai hunian sehari-hari, ketika hendak berinvestasi pada bangunan yang dijadikan lokasi perkantoran, Anda tentu harus mengetahui legalitasnya. Terutama HGB dan HGU sampai izin keramaian, karena ketika sebuah bangunan dijadikan kantor, tentu akan dikunjungi banyak orang sehingga ada baiknya punya izin keramaian.

Baca juga: 6 Investasi Terbaik Untuk Perempuan Single Parent Agar Mandiri Finansial

Pastikan juga bangunan tersebut sudah dilengkapi dengan aliran listrik yang cukup besar, saluran air bersih dan tentunya jaringan internet yang sangat dibutuhkan oleh kegiatan perkantoran. Sebagai nilai tambah, pastikan bangunan itu memiliki lahan khusus untuk parkir untuk tempat kendaraan bermotor pada karyawan di perusahaan tersebut.

Tak harus di pinggir jalan atau tipe bangunan bertingkat, rumah-rumah yang berukuran besar dan luas di area pemukiman juga dapat disewakan sebagai bangunan perkantoran. Hanya saja seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Anda harus mengurus perizinannya terlebih dulu minimal ke Ketua RT dan Ketua RW setempat.

Untung Rugi Pilih Jenis Investasi Properti Bangunan Perkantoran

  • Lantaran digunakan untuk kebutuhan perkantoran, sudah pasti properti jenis ini memiliki harga jual atau bahkan harga sewa yang jauh lebih menguntungkan daripada properti jenis hunian biasa
  • Mempunyai investasi bangunan perkantoran juga akan memberikan nilai lebih pada aset investasi lantaran terlihat lebih profesional
  • Sama seperti properti jenis hunian, bangunan perkantoran juga bisa dijadikan aset jaminan kalau Anda membutuhkan uang tunai dalam waktu mendesak. Tentunya dengan besaran kredit lebih besar daripada jaminan hunian biasa
  • Lagi-lagi tak berbeda jauh dengan properti jenis hunian, kerugian investasi pada bangunan perkantoran ini adalah biaya perawatan yang lebih mahal. Anda memang bisa membebankan urusan perawatan pada pihak penyewa, tapi tetap saja karena digunakan untuk perkantoran, jumlah orang dan barang yang ada di dalamnya akan membebani bangunan
  • Berbeda dengan hunian biasa, bangunan perkantoran jelas punya modal yang lebih besar. Kalau hunian rumah mungkin bisa dimiliki dengan skema KPR subsidi, bangunan yang memang fokus untuk kebutuhan gedung perkantoran belum tentu bisa dibeli dengan cara KPR
  • Kerugian terakhir pada jenis investasi properti bangunan perkantoran adalah sangat tergantung dengan laju ekonomi. Seperti saat pandemi Covid-19 saat ini, bisa-bisa persewaan gedung perkantoran memang jadi lesu dan harga jual bangunan perkantoran makin murah. Namun justru di momen seperti ini, cocok jika Anda ingin membeli properti baru

4. Komersial

area komersial
© World Economic Forum

Jenis investasi properti komersial sebetulnya tak berbeda jauh dengan perkantoran. Jika perkantoran mungkin lebih fokus pada urusan administratif saja, properti yang disewakan atau dijual untuk tujuan komersial juga bisa menjadi lokasi produksi. Contohnya ruko (rumah toko), gedung perhotelan, gedung rumah sakit hingga gedung sekolahan.

Syarat Properti Komersial yang Layak Jadi Investasi

Dibandingkan properti jenis bangunan perkantoran, properti komersial jelas punya ukuran yang lebih besar dengan berbagai sarana yang tentunya lebih lengkap. Untuk itulah Anda harus melakukan uji legalitas bangunan jauh lebih teliti supaya tidak terkena masalah sengketa bangunan yang malah membuatnya gagal jadi lokasi properti komersial.

Lantaran bertujuan pada hal-hal bersifat komersial, properti jenis ini sudah pasti harus berada di area yang benar-benar strategis. Sertifikat HGB, HGU dan izin keramaian sudah pasti harus dimiliki apalagi kalau tujuannya untuk kegiatan komersial skala besar seperti restoran, mall, gedung rumah sakit, gedung sekolah, gedung pertunjukan kesenian dan olahraga.

Dengan lingkup bisnis yang lebih besar daripada bangunan perkantoran, Anda juga harus lebih selektif dalam memilih mitra, terutama kalau properti itu disewakan. Pastikan si penyewa memang bertanggung jawab mulai dari urusan perawatan properti sampai izin usaha. Jangan sampai properti yang Anda sewakan terkena masalah hanya karena si penyewa terseret kasus.

Untung Rugi Pilih Jenis Investasi Properti Komersial

  • Keuntungan pertama yang sudah pasti terlihat dari jenis investasi properti untuk tujuan komersil adalah keuntungan lebih besar. Apalagi kalau properti yang Anda miliki sangat luas, dilengkapi berbagai sarana dan tentunya berada di lokasi strategis, harga jual atau harga sewanya sudah pasti sangat fantastis dan meningkat terus
  • Dengan nilai yang lebih besar, aset properti komersial inipun dapat menjadi sebuah jaminan yang berharga dan mudah mendapat persetujuan pihak perbankan atau lembaga keuangan
  • Biasanya seluruh urusan perawatan properti komersial menjadi tanggung jawab pihak ketiga alias penyewa. Sehingga Anda tak perlu ambil pusing karena semua beban tanggung jawab menjadi kewajiban penyewa
  • Lantaran sudah pasti berlokasi di area yang strategis, peminat akan properti komersial selalu tinggi. Terutama kalau properti itu pernah disewa oleh bidang usaha yang menghasilkan keuntungan
  • Dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, properti komersial punya kekurangan yang sangat besar yakni harga beli sangat mahal. Kalau Anda ingin berinvestasi, setidaknya harus menyediakan modal cukup besar agar bisa memiliki properti komersial idaman
  • Tak berbeda jauh dengan properti bangunan perkantoran, properti komersial sangat tergantung dengan situasi ekonomi. Tentunya seperti saat resesi sekarang ini, peminat properti komersial akan menurun terutama jika Anda menyewakan area outdoor lantaran adanya anjuran pembatasan kegiatan sosial
  • Kekurangan terakhir ketika properti ini tak ada yang menyewa, Anda tetap harus mengeluarkan biaya perawatan yang pastinya tidak sedikit

5. Apartemen

gedung apartemen
© skandinavia

Nah, jenis investasi properti yang terakhir adalah apartemen. Sebetulnya apartemen tidak berbeda jauh dengan properti hunian karena memang pada dasarnya digunakan sebagai tempat tinggal. Sama seperti rumah, nilai apartemen juga cenderung meningkat terutama di kota-kota besar karena memang ketersediaannya tidak secepat permintaan pasar.

Syarat Apartemen yang Layak Jadi Investasi

Untuk bisa memilih apartemen yang layak dijadikan aset investasi, tentu ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Yang pertama adalah lokasi apartemen itu sendiri supaya nilai jualnya bakal terus bertambah. Kalau Anda memiliki apartemen di lokasi strategis dan dilengkapi berbagai fasilitas kehidupan, sudah pasti harga jual atau harga sewanya melambung.

Baca juga: Cara Berinvestasi di Usia 20, 30, 40 dan 50-an Serta Portofolionya!

Pastikan juga Anda mengetahui tipe-tipe apartemen karena ini bakal mempengaruhi target pasar dan besaran modal yang Anda miliki. Beberapa tipe apartemen yang populer seperti studio, one bed room, two bed room, kondotel hingga penthouse. Anda tentu tak bisa menawarkan apartemen jenis kondotel atau penthouse ke mahasiswa karena harganya sangat tinggi.

Hal terakhir yang harus memenuhi syarat bangunan apartemen jadi investasi adalah perihal pihak developer. Ada banyak pengembang apartemen, tapi pastikan pilih developer dengan track record yang berkualitas supaya bangunan apartemen yang Anda pilih benar-benar memuaskan, memenuhi seluruh legalitas hukum dan pastinya dilengkapi sarana penunjang.

Untung Rugi Pilih Jenis Investasi Properti Apartemen

  • Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, keuntungan jenis investasi properti apartemen adalah permintaan yang tinggi sementara ketersediaan lambat, sehingga harganya melambung
  • Sama seperti properti hunian rumah konvensional, apartemen ini bisa Anda tinggali sendiri sebagai aset investasi jangka panjang atau langsung Anda sewakan dan memperoleh passive income. Bahkan apartemen jenis kondotel atau penthouse sudah pasti punya harga sewa dan jual yang benar-benar fantastis
  • Untuk urusan perawatan, biasanya pihak pengelola apartemen sudah menawarkan layanan khusus sehingga Anda tak perlu repot. Namun ada juga apartemen yang membebankan perawatan pada pemilik, sehingga Anda bisa menyerahkan tanggung jawab kepada pihak penyewa kalau unit apartemen itu disewakan
  • Keuntungan terakhir yang mungkin jarang disadari adalah properti apartemen ini lebih ramah lingkungan. Kok bisa? Hunian vertikal jelas tidak membutuhkan lahan seluas perumahan konvensional
  • Lantaran apartemen dikontrol oleh pihak pengelola, ada beberapa biaya tambahan yang bakal dibebankan oleh Anda seperti biaya perawatan, sinking fund, biaya parkir sampai biaya keamanan. Beberapa pengelola apartemen juga menetapkan biaya renovasi setiap bulannya
  • Berbeda dengan KPR, bunga untuk pembelian apartemen skema KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) bisa berubah bahkan naik, terutama setelah berjalan tiga bulan. Kok bisa begitu? Karena biasanya pembelian dengan sistem KPA adalah floating rate
  • Sebagai hunian vertikal, apartemen juga memiliki risiko bencana lebih besar. Misalkan saja kebakaran di lantai atasnya bisa menjalar sampai gedung runtuh akibat gempa bumi hingga badai

Bagaimana? Ternyata jenis investasi properti tidak hanya satu dalam bentuk rumah saja, bukan? Tentunya ulasan panjang lebar di atas bisa menjadi pertimbangan kalau Anda hendak melakukan investasi properti. Tak perlu cemas jika harganya sedikit terkoreksi di tahun 2021 ini, tapi percayalah kalau properti nilainya akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Tinggalkan komentar