7 Jenis Tabungan Terbaik Bagi Milenial Supaya Finansial Lebih Sehat

Tabungan terbaik untuk milenial

Sepenting Apa Tabungan Bagi Generasi Milenial? Memiliki kehidupan finansial yang sehat merupakan salah satu impian semua orang. Hidup lebih tenang, tidak di kejar-kejar tagihan di luar jumlah penghasilan dan bisa hidup dengan sejahtera.

Maka dari itu, menabung seharusnya menjadi kebiasaan yang kita miliki karena kehidupan finansial yang sehat tidak akan terjadi tanpa pengaturan keuangan yang baik dan kebiasaan menabung adalah salah satu kunci agar alokasi dana bisa lebih terencana mencapai tujuan finansial yang kita inginkan.

Apa itu pengertian sebenarnya dari menabung, dan apa bedanya dengan investasi?, anda bisa terlebih dahulu membaca penjelasan apa itu tabungan ini sebelum membaca artikel ini, namun jika sudah paham, anda bisa lanjutkan membaca.

Tapi sayangnya, berdasarkan riset yang di lakukan oleh IMR (Indonesia Millennial Report) ternyata para milenial cenderung tidak suka menabung, berikut fakta yang di dapatkan :

  • Para milenial hanya menyisihkan 10% untuk menabung
  • Lebih dari setengah pendapatan di gunakan untuk kebutuhan harian
  • Tetap memikirkan asuransi walaupun dana untuk hiburan jauh lebih besar
  • Dana untuk zakat/beramal masuk dalam daftar 3 pengeluaran terkecil (5%), dana terkecil lainnya adalah pembayaran cicilan/hutang (3,3%) dan investasi (2%)

Hal ini mungkin karena gaya hidup di era digital yang serba praktis seringkali membuat para milenial kesulitan untuk menabung dan lebih menggunakan uangnya untuk hal konsumtif.

Selain itu, alasan lainnya yang membuat kita jadi loyo dalam menabung karena tidak tahu tujuan dana tabungan secara kongkrit dan tujuan mana saja yang prioritas.

Padahal pada tahun 2030 mendatang, ternyata Indonesia diprediksi akan mengalami yang namanya bonus demografi, dimana penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar di banding usia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun.

Pada negara-negara yang telah mengalami periode ini, bonus demografi menjadi momentum kemajuan ekonomi yang sangat pesat dikarenakan para penduduk usia produktif tersebut benar-benar produktif dalam bekerja dan bisa mengelola keuangannya sehingga kehidupan ekonomi pertiap orang mengalami kemajuan.

Lalu bagaimana dengan generasi milenial yang tetap mempertahankan gaya hidup konsumtif? Mereka di prediksikan akan bangkrut pada masa pensiunnya. Maknanya adalah, pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kehidupan harian dan harus menggunakan dana orang lain (dana teman, anak, cucu dsb).

Sekarang kita bayangkan jika perilaku itu dilakukan oleh sebagian besar penduduk Indonesia yang usianya produktif tersebut hingga tahun 2030 kedepan! Nah, jadi besarnya jumlah penduduk usia produktif bisa menjadi berkah atau juga ancaman ya?

Untuk itu, lebih baik kita mempersiapkan diri sedini mungkin untuk memiliki kebiasaan menabung. Karena menabung itu sepenting itu gengs! Biar gak loyo, kita perlu tahu nih prioritas tabungan apa yang harus kita miliki. Ini dia jenis-jenis tabungan yang perlu di pertimbangkan para milenial sebagai suatu prioritas.

Apa saja itu?

1. Tabungan Dana Darurat

7 Jenis Tabungan Terbaik Bagi Milenial

Dana darurat adalah dana yang kita persiapkan untuk keadaan tidak terduga di masa depan, misalnya PHK secara tiba-tiba atau kita usaha kita sedang macet sehingga tidak memberikan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.

Siapapun orangnya, apapun profesinya, dan berapapun usianya perlu menyiapkan dana darurat ini, termasuk para milenial. Membangun dana darurat merupakan bagian yang sangat penting dari perencanaan keuangan. Karena ketika kita tidak menyiapkan dana darurat kira-kira apa yang terjadi? Mungkin kita harus meminjam uang pada teman atau saudara. Itu kalau pinjamanya tersedia, kalau tidak?

Berbeda cerita jika kita sudah menyiapkan dana darurat, kita bisa lebih tenang dan masih bisa hidup dengan layak selama beberapa bulan kedepan, sambil berusaha memperbaiki kondisi. Selain itu, dana darurat juga bisa di pakai jika keuangan sedang tipis-tipisnya tetapi ada keperluan mendesak yang perlu di bayar.

Tetapi jangan lupa untuk mengisinya kembali. Jadi mulai siapkan dana darurat dari sekarang, dari setiap kita terima gaji/ penghasilan.

Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan dana darurat?

Pertama-tama, tentunya kita perlu tahu berapa dana darurat yang harus di siapkan kemudian mulai menyicilnya dengan jangka waktu tertentu sesuai kemampuan kita dan menyimpan dana tersebut di tempat yang aman seperti deposito.

Sebagian perencana keuangan menyarankan agar kita memiliki dana darurat sebesar 6 bulan biaya hidup. Coba hitung, jadi berapa jumlah dana darurat yang harus kita kumpulkan?

2. Tabungan Untuk Investasi

Tabungan Investasi

Dana selanjutnya yang harus kita siapkan adalah dana untuk berinvestasi. Berdasarkan data IMR diatas, alokasi dana investasi adalah dana yang paling sedikit sekali di sisihkan. Padahal investasi itu cukup penting, kenapa?

Salah satu alasan utamanya adalah karena inflasi biasanya terjadi setiap tahun dimana nilai uang kita saat ini akan terus berkurang di masa depan.

Misalnya nih, pada tahun 2019 kita punya uang sebesar Rp. 10.000.000, di tahun 2030 nilai uang tersebut mungkin akan jauh lebih kecil dengan asumsi rata-rata inflasi di Indonesia sebesar 5,3%-8% pertahunnya. Sehingga kita perlu menyiapkan supaya nilai aset yang kita miliki tidak tergilas inflasi.

Dengan berinvestasi, misalnya pada jenis reksadana yang pertambahan nilainya 18%, nilai aset kita terus bertambah dan bisa mengikuti inflasi sehingga saat kita membutuhkan dana tersebut, kita bisa menggunakannya sesuai tujuan awal.

Bisa di bilang bahwa investasi adalah jalan untuk memenuhi financial goals jangka panjang ataupun menengah (tergantung karakteristik investasinya), misalnya ingin punya dana pensiun, atau dana pendidikan anak.

Jangan lupa bahwa investasi pasti punya resiko gagal, tapi jangan menyerah dan takut duluan sehingga enggan berinvestasi. Supaya investasi yang kita lakukan berhasil, sebelum mulai berinvestasi sebaiknya kita mencari tahu tentang jenis dan tipsnya terlebih dulu atau bisa berdiskusi pada orang yang lebih ahli.

Karena investasi itu banyak jenisnya, misalnya dari reksadana saja ada reksadana pendapatan tetap, pasar uang, campuran dan reksadana saham, belum lagi aset berupa tanah, bangunan dan lain-lain. Anda bisa memilih jenis investasi terbaik bagi anda.

3. Tabungan Traveling

Tabungan Traveling

Tabungan yang satu ini juga tidak kalah penting loh! Memang ini tidak wajib, tapi kalau ingin hidup kita lebih bahagia dan seimbang, kita juga perlu punya tabungan untuk travelling. Traveling tidak perlu mewah, jauh dan terpatok pada orang lain.

Karena tujuan intinya merefresh jiwa supaya tetap seimbang dan bisa berfungsi secara full lagi dengan melakukan aktivitas yang kita suka. Ingat, yang kita suka ya, bukan yang orang lain suka.

Karena kan yang ingin jiwanya menjadi fresh kembali adalah kita, bukan orang lain. Jadi jangan sampai karena orang-orang banyak yang posting liburan di pantai, kita juga ikut-ikutan padahal lebih sukanya gunung. Jangan sampai seperti itu ya!

Sebaiknya kita alokasikan tabungan traveling ini pertahunnya. Tetapi penggunaannya bisa diatur sendiri, misalnya traveling setiap 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun. Berapa alokasi dana yang perlu disiapkan untuk traveling?

Tergantung kebutuhan travelingnya, maka dari itu setiap awal tahun kita bisa membuat list dan memilih kemana kita ingin pergi dan meriset kebutuhan transport, makan dll hingga total yang harus kita kumpulkan.

4. Tabungan untuk Rencana Berkeluarga

Tabungan menikah

Mungkin sebagian milenial yang baru saja bekerja atau belum punya pasangan merasa belum siap memikirkan tabungan jenis ini sehingga terkadang tabungan untuk berkeluarga dilupakan dan tiba-tiba saat ingin menikah mencari-cari pinjaman untuk resepsi.

Coba bayangkan, betapa senangnya jika kita bisa membiayai biaya pernikahan sendiri tanpa merepotkan orang lain, punya rumah sendiri atau bisa membiayai pendidikan anak hingga kuliah.

Tapi kan tabungan berkeluarga itu banyak, untuk menikah, untuk biaya dan pendidikan anak, belum lagi jika ortu kita butuh bantuan dana. Mana yang terlebih dahulu kita prioritaskan?
Jawabannya, nabung aja dulu jika penggunaannya belum bisa prediksi secara kongkret.

Tetapi ingat bahwa dana tersebut adalah untuk kebutuhan-kebutuhan berkeluarga dimasa depan. Sebelumnya kita juga tetap menghitung kira-kira berapa jumlah dana yang harus di kumpulkan untuk masing-masing kebutuhan berkeluarga. Sehingga pengalokasiannya pun jelas dan tetap terkendali.

5. Tabungan Untuk Asuransi

Asuransi jiwa

Walaupun gaya hidup milenial yang cenderung konsumtif tapi ternyata para milenial masih memikirkan resiko keuangan dimasa yang akan datang dengan membeli asuransi. Asuransi berdasarkan fungsinya ada beberapa jenis, dua diantaranya adalah asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Manakah yang wajib di miliki oleh milenial?

Sebenarnya keduanya penting, tapi jika pendapatan kita masih terbatas lebih baik kita memilih asuransi kesehatan karena resiko terkena sakit umumnya lebih urgent. Tetapi jika perusahaan tempat kita bekerja sudah mendaftarkan pada asuransi jiwa maka itu lebih baik.

Kita harus menyisihkan pendapatan untuk asuransi sedini mungkin dan sesuai dengan jaminan yang kita butuhkan, sehingga ketika kita sakit tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya pengobatan karena semuanya sudah tercover.

Pemerintah juga melalui BPJS mengeluarkan jenis asuransi kesehatan yang bisa anda manfaatkan, karena terjangkau. Berikut cara mendaftar asuransi BPJS secara lengkap. Anda bisa mencoba Asuransi BPJS tersebut.

6. Tabungan Untuk Beramal

Tabungan amal

Ukuran dana amal yang kecil bukan berarti para milenial tidak suka beramal. Tetapi manajemen alokasi keuangan yang mungkin lebih banyak di alokasikan untuk hal konsumtif akhirnya mau tidak mau dana beramalpun jadi seadanya.

Bagaimanapun, sebagai manusia beramal merupakan sebuah kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Karena tanpa beramal secara finansial (bagi yang mampu) jiwa sosial kita terasa kering sehingga membuat kita kurang peka dengan keadaan lingkungan yang membutuhkan bantuan dana.

Padahal dampak dari masalah lingkungan yang kita diamkan akan berimbas juga pada diri kita atau keturunan kita sendiri. Dengan beramal pula, sesuai dengan keyakinannya masing-masing, amal kebaikan yang kita tuaikan akan dinilai oleh sang Maha Pencipta.

Hal ini bisa membuat kita lebih kuat secara spiritualitas. Apalagi jika kita mampu memiliki tabungan untuk beramal yang nantinya bisa berpengaruh untuk membantu pendidikan anak yang tidak mampu, perbaikan lingkungan dan lain sebagainya karena jumlahnya cukup untuk menghasilkan dampak positif tersebut dengan lebih cepat.

Jadi,tidak ada salahnya mulai dari sekarang mencoba untuk menentukan berapa jumlah dana ingin di amalkan dan untuk apa, sebelum sdikit demi sedikit mengumpulkannya dan mencari tempat-tempat yang sesuai supaya alokasi dana amal kita lebih tepat sasaran.

7. Tabungan Dana Pensiun

Tabungan pensiun

Dana pensiun seringkali kurang mendapat perhatian dari para milenial karena merasa tidak akan berhenti bekerja dalam waktu dekat dan lebih memilih mengalokasikan uangnya untuk kebutuhan masa kini daripada menyiapkan dana pensiun.

Definisi pensiunpun masih diasosiasikan dengan seseorang yang sudah tua renta mengambil dana pensiunnya tiap bulan. Itu memang ada benarnya, tapi tidak sepenuhnya benar. Inti dari pensiun menurut para praktisi keuangan adalah kondisi dimana kita tidak lagi bekerja untuk menghidupi kebutuhan kita sehari-hari.

Kondisi itu tidak hanya bisa di dapatkan oleh orang tua yang berusia 60 tahun-an, tapi lebih muda dari itupun bisa atau biasa kita kenal dengan pensiun dini.

Kenapa sih penting menyiapkan dana pensiun sedini mungkin?

Sebagai manusia kita harus mengakui bahwa suatu saat produktifitas kita pasti akan menurun sehingga kita tidak bisa lagi mengandalkan kemampuan yang dulunya bisa mendatangkan pendapatan untuk memenuhi kehidupan kita.

Di periode itu seharusnya kita sudah punya aset yang bisa menghidupi kebutuhan hidup kita, kalaupun tetap ingin bekerja itu bukan untu “sesuap nasi” tapi karena kerja adalah hobby.

Yang kedua, perlu diketahui bahwa inflasi yang terjadi sekitar 7% tiap tahun pastinya akan mengurangi nilai aset yang kita miliki saat kita pensiun 20-30 tahun kedepan.

Selain itu, jika kita tidak mulai menyiapkan dana pensiun untuk 20-30 tahun kedepan dan memulainya semisal hanya 5 tahun menjelang pensiun, kita harus lebih bekerja keras supaya dimasa pensiun tetap bisa hidup layak dan sejahtera. Ini karena dana pendapatan kita habis di gunakan untuk life style dimasa muda. Kira-kira dengan usia hampir senja masih mampukah kita untuk bekerja sekeras itu?

Seperti tabungan lainnya, hal pertama untuk bisa menyiapkan dana pensiun adalah mengetahui berapa jumlah dana pensiun yang dibutuhkan.

Cara untuk mengumpulkan dana pensiunpun bisa macam-macam, bisa dengan mengikuti program DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) secara perorangan atau jika kita adalah seorang pegawai yang sudah terdaftar dalam tabungan dana pensiun kita bisa menabung lewat program tersebut.

Kita juga bisa terbantu dengan menyimpan dana pensiun lewat reksadana yang memberikan pertambahan nilai investasi yang cukup besar.

Setelah pensiun, anda bisa memanfaatkan dana pensiun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau menggunakannya untuk membuka usaha yang aman saat anda memasuki masa pensiun.

Itulah 7 jenis tabungan yang harus dimiliki milenial. Tenang, tabungan tidak harus ada dalam satu malam, karena tabungan itu tentang rencana, proses dan disiplin untuk mendapatkan kehidupan finansial yang sehat dimasa mendatang. Jadi milenial, siap nih mencicil tabungan prioritas?

Loading...
Scroll to Top