8 Jurus Jitu Keuangan untuk Pasangan yang Menikah di Usia 20 Tahunan

Bisa menikah di usia muda adalah sebuah anugerah. Salah satunya adalah Anda dan pasangan masih tampak seperti anak muda yang pacaran, tapi sudah terikat resmi dalam pernikahan. Tentunya pernikahan pasangan muda ini akan tampak sangat menggemaskan.

Belum lagi ketika nanti akhirnya dikaruniai buah hati, karena melahirkan di usia muda, tak sedikit yang mengira anak adalah adiknya lantaran orangtuanya masih muda. Bahkan ketika anak sudah tumbuh dewasa, Anda masih bisa tampak seperti kakaknya.

Kendati menawarkan banyak sekali keseruan, menikah di usia muda tidaklah terlepas dari berbagai masalah. Salah satunya yang mungkin cukup membebani adalah urusan finansial. Ketika Anda membangun pernikahan di usia 20 tahun, Anda yang adalah pria tentu harus menanggung keuangan istri dan anak di umur rekan-rekan Anda masih kuliah.

Baca juga: 11 Cara Menabung Terbaik Bagi Anda yang Terbiasa Boros

Pemikiran yang masih belum dewasa terutama urusan finansial inilah yang akhirnya membuat banyak pernikahan usia muda terpaksa kandas dalam waktu singkat. Nah, supaya Anda tidak mengalaminya berikut ini adalah beberapa tips mengatur keuangan untuk pasangan suami istri yang masih berusia muda.

8 Tips Mengatur Keuangan untuk Pasangan Suami Istri Muda

1. Ungkap Kondisi Keuangan

ungkap kondisi keuangan dengan pasangan

Jurus paling awal dan mendasar bagi pasangan muda yang baru saja menikah adalah saling mengungkap kondisi keuangan masing-masing. Supaya langkah awal ini bisa lancar dan menjadi pondasi awal finansial keluarga adalah Anda harus jujur kepada diri sendiri dan pasangan.

Terbukalah mengenai besar penghasilan bulanan yang Anda dapatkan setiap bulan, termasuk pengeluarannya. Misalkan saja Anda dan pasangan sama-sama bekerja dan memperoleh gaji Rp4 juta dan Rp6 juta, jelaskan kalau Anda memiliki pengeluaran wajib seperti membiayai kuliah adik Rp1,5 juta atau memiliki tagihan di kantor Rp2 juta.

Dengan kejujuran, Anda dan pasangan akan tahu berapa besar kemampuan penghasilan masing-masing. Nantinya, tentu akan lebih mudah berdiskusi mengenai alokasi keuangan keluarga. Contohnya penghasilan istri untuk belanja rumah tangga, penghasilan suami untuk biaya sekolah anak dan membayar angsuran rumah.

Setelah saling mengungkap kondisi keuangan masing-masing, Anda juga bisa mempertimbangkan mengenai memiliki rekening bank bersama atau mengelolanya secara individu. Ingat, jujur dan tetap menghargai kondisi keuangan pasangan baik kelebihan dan kekurangan adalah kunci sukses finansial keluarga.

2. Susun Anggaran Belanja

menyusun anggaran belanja keluarga

Jika sudah mengetahui kondisi keuangan masing-masing, jurus berikutnya adalah dengan menyusung bersama anggaran belanja. Tentu saja anggaran belanja keluarga ini akan sangat jauh berbeda dengan yang Anda alami ketika masih melajang.

Dalam anggaran keluarga, akan ada beberapa tagihan yang sifatnya wajib dan harus dibayar rutin untuk bulanan seperti tagihan listrik, air, internet, KPR rumah, cicilan kendaraan bermotor, hingga biaya sekolah anak. Supaya anggaran belanja bisa tepat guna, Anda harus mengutamakan terlebih dulu kebutuhan pokok.

Pangkas pengeluaran yang sifatnya tidak urgent jika finansial tidak memungkinkan seperti berburu diskon baju di mall, bayar bulanan pusat kebugaran hingga beli produk koleksi untuk memuaskan hobi. Selalu evaluasi anggaran belanja ini setiap bulan bersama pasangan, sehingga bisa mengetahui pengeluaran terbesar dan cara mengatasinya. Jika perlu, Anda harus mempunyai waktu khusus bersama pasangan dalam mengevaluasi anggaran belanja keluarga.

Baca juga: Waspada! Ini Tanda Keuangan Anda Tidak Sehat dan Solusi Mengatasinya

Misalkan saja Anda menetapkan hari Minggu untuk bersama pasangan di rumah, sekaligus membahas pengeluaran dan pemasukan harian. Agar jauh lebih hemat, lakukan belanja kebutuhan keluarga seperti beli produk dapur hingga kamar mandi dalam jumlah besar setiap sebulan sekali. Namun supaya keuangan tidak membengkak, catat dulu barang-barang yang wajib dibeli.

3. Rencanakan Tujuan Bersama

merencanakan tujuan keuangan bersama

Kendati Anda dan pasangan masih sama-sama muda, Anda tentu harus sudah mempunyai tujuan keuangan bersama ketika menikah kelak. Beberapa pasangan biasanya menghindari tahapan ini karena merasa ingin menikmati momen mesra berdua terlebih dulu, dan membiarkan urusan keuangan berjalan apa adanya.

Pemahaman ini salah besar, karena seharusnya setiap pasangan suami istri memiliki rencana tujuan bersama. Contohnya seperti memperhitungkan berapa besar biaya persalinan, biaya pendidikan anak hingga lulus perguruan tinggi, dana membeli kendaraan bermotor atau rumah sampai dana simpanan hari tua. Semakin cepat Anda merencanakan tujuan keuangan ini, tentu akan memiliki waktu yang cukup banyak untuk mewujudkannya.

Misalkan saja Anda saat baru menikah masih mengontrak atau tinggal dengan orangtua, pasang target dalam waktu 10 tahun harus mempunyai rumah sendiri. Jika harga rumah adalah Rp600 juta, maka dalam waktu 10 tahun Anda haruslah menabung Rp5 juta per bulan. Dengan mempunyai rencana tujuan keuangan yang jelas, tentu Anda dan pasangan akan lebih semangat dalam mencari penghasilan.

4. Pertimbangkan Asuransi

ilustrasi asuransi keluarga

Jurus jitu berikutnya dalam mengatur keuangan keluarga adalah mulai mempertimbangkan asuransi. Yap, dengan memiliki asuransi tentu Anda dan pasangan akan merasa lebih nyaman dan aman menghadapi hidup karena memiliki proteksi tersendiri.

Ada banyak sekali jenis-jenis asuransi yang bisa dipilih mulai dari asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi jiwa hingga asuransi kendaraan. Yang paling dibutuhkan jelas adalah asuransi kesehatan, berkaca pada biaya kesehatan saat ini yang makin besar. Mungkin pasangan sudah mempunyai asuransi kesehatan dari perusahaan yang melindungi seluruh keluarga, tapi tak ada salahnya Anda menambah produk asuransi kesehatan lagi.

Kemudian selain asuransi kesehatan, penting juga bagi pasangan muda merencanakan asuransi pendidikan. Dengan asuransi pendidikan, Anda bisa merencanakan masa depan buah hati kelak, hingga memungkinkan anak kuliah di luar negeri. Jika Anda sudah mulai mempertimbangkan asuransi untuk keluarga, tentu Anda sudah mulai berpikiran dewasa, terlepas dari usia masih sama-sama 20 tahunan.

Beberapa orang ada yang menganggap remeh perkara asuransi, dan menilai ini sebagai bentuk kekhawatiran akan kondisi finansial. Padahal semakin muda Anda memulai asuransi, maka usia tua Anda justru makin terjamin. Bahkan saat ini ada asuransi yang sekaligus produk investasi yakni asuransi unit link yang mungkin bisa Anda pertimbangkan.

5. Lirik Produk Investasi

ilustrasi investasi keluarga

Ada yang bilang kalau investasi itu hanya untuk orang-orang tua saja. Anak muda adalah waktunya berfoya-foya dengan penghasilan dan tak perlu ribet memikirkan masa tua. Ini adalah salah besar dan jangan sampai Anda terapkan ketika sudah berumah tangga. Mau Anda menikah di usia dewasa atau masih belia, sudah harus mempertimbangkan produk-produk investasi.

Dengan produk investasi, Anda bisa merangkai masa depan rumah tangga bersama dan memiliki finansial sejahtera di usia tua. Investasi yang paling mudah adalah deposito berjangka dan emas, karena jauh lebih minim risiko. Namun jika Anda dan pasangan mempunyai banyak mimpi-mimpi besar di masa depan, cobalah melirik investasi saham atau investasi reksadana yang jauh lebih menguntungkan.

Supaya bisa memilih produk investasi yang tepat, jangan segan untuk berkonsultasi dengan ahlinya. Ungkap juga kondisi keuangan keluarga, sehingga konsultan asuransi bisa memberikan nasihat sesuai kebuutuhan. Dengan berdiskusi mengenai kemampuan dan kebutuhan bersama, tentunya Anda bisa memperoleh produk investasi terbaik dan menjamin keuangan saat pensiun kelak.

6. Hindari Utang Konsumtif

pembayaran kartu kredit

Yang namanya anak muda, tentu begitu tergiur dengan kredit. Misalkan saja ingin membeli kendaraan bermotor, membeli gawai canggih bahkan hingga godaan pinjaman online. Sebagai pasangan muda yang baru menjalani rumah tangga, usahakan sebisa mungkin menghindari utang konsumtif yang tak berguna.

Bersama pasangan, cobalah membangun keinginan untuk mengurangi sifat boros. Apalagi jika Anda mempunyai kartu kredit, sebisa mungkin lebih bijak dalam melakukan pembelian. Jika dulu Anda hobi beli tiket konser atau belanja online dari luar negeri dengan kartu kredit, sebisa mungkin dikurangi terutama jika anggaran keuangan keluarga tidak memungkinkan.

Baca juga: 10 Kartu Kredit Terbaik dan Paling Banyak Digunakan di Indonesia!

Kalaupun memang mempunyai utang konsumtif dalam kartu kredit, usahakan untuk selalu membayar tagihannya tepat waktu demi mengurangi denda dan masalah keuangan lainnya. Bahkan jika Anda cukup tegas, hindari semaksimal mungkin penggunaan kartu kredit kecuali memang benar-benar butuh dan tak ada pilihan lain.

7. Rencanakan Liburan Hemat

liburan dengan pasangan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pasangan yang menikah dalam usia muda memang tampak seperti masih berpacaran. Tak heran kalau suami istri muda tentu masih hobi travelling berdua. Memang tak ada yang salah dengan travelling, hanya saja Anda harus tahu kalau biaya liburan berdua bukanlah sesuatu yang sedikit.

Apalagi jika Anda ingin liburan ke luar negeri dengan pasangan, tentu harus mempertimbangkan soal biaya pesawat, biaya hotel hingga biaya hidup di negeri asing. Kalau kondisi keuangan memang tidak memungkinkan, Anda tidak bisa memaksakan kehendak karena justru akan berpeluang membuat saling adu pendapat dengan pasangan.

Di Indonesia ada banyak sekali tempat-tempat wisata romantis yang bisa Anda kunjungi dengan pasangan, tentunya jauh lebih hemat daripada travelling ke luar negeri. Misalkan saja jika Anda ingin honeymoon ke Singapura, biaya yang dibuthkan bisa saja minimal Rp5 juta. Beda lagi dengan ke Jepang yang bahkan lebih besar hingga setidaknya Rp10 juta! Namun jika ke Yogyakarta, Anda mungkin cuma akan mengeluarkan Rp2 juta dan sudah mengunjungi banyak lokasi wisata.

Tak perlu lagi mengikuti gaya hidup konsumtif jika Anda sudah menikah kelak. Karena ketika menjalani liburan berdua bersama pasangan suami atau istri, sekalipun itu hemat dan bahkan berkonsep backpacker, Anda bisa merasakan kemesraan dan menciptakan pengalaman tak terlupakan bersama.

8. Komitmen Tegas Seumur Hidup

komitmen dengan pasangan

Nah, jurus terakhir yang bisa diterapkan pasangan suami istri muda adalah selalu menjaga komitmen. Seindah apapun tujuan keuangan kalian berdua, serapi apapun rencana anggaran, jika tak ada komitmen tegas dari kedua belah pihak maka tak akan bisa mewujudkan finansial yang sejahtera hingga tua.

Karena itu, cobalah untuk saling memegang janji masing-masing termasuk jujur soal kondisi keuangan. Sekalipun itu pahit, jujur jauh lebih membuat pasangan lebih menerima dan akhirnya mampu mencari solusi bersama. Tak hanya kejujuran, dalam komitmen tegas membangun finansial keluarga juga dibutuhkan kedisiplinan sehingga jangan ragu untuk saling mengingatkan pasangan satu sama lain.

Baca juga: 10 Tips Menabung Bagi Karyawan yang Bergaji Kecil

Tentunya jika Anda dan pasangan berhasil menerapkan jurus-jurus di atas, bukan tak mungkin kondisi finansial yang sejahtera di usia tua bisa diwujudkan. Karena sejatinya, pernikahan bukanlah perkara usia, tapi perkara kedewasaan. Anda boleh-boleh saja menikah di usia matang, tapi jika masih belum dewasa dalam hal finansial, tentu akan kalah dengan rumah tangga yang dibangun anak-anak muda dengan kedewasaan keuangan.

Tinggalkan komentar