Kenapa Harus Pilih Investasi Syariah? Berikut 5 yang Layak Dipilih

Berstatus sebagai negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia, perkembangan investasi syariah di Indonesia memang cukup menjanjikan. Bahkan bagi generasi muda, sangat layak dipertimbangkan.

Apalagi di zaman perekonomian yang serba tidak menentu seperti sekarang, investasi tetaplah dianggap sebagai jalur terbaik dalam mempersiapkan finansial. Siapapun tentu mendamba punya masa depan keuangan yang lebih baik, dan bisa hidup tenang ketika sudah lanjut usia kelak.

Untuk mewujudkan keinginan itu, investasi jelas jadi syarat mutlak. Tak heran kalau kalangan muda entah milenial garis terakhir atau generasi Z, banyak yang dianjurkan untuk melakukan investasi sedini mungkin. Bahkan sekalipun Anda masihlah first jobber, investasi sudah harus jadi salah satu agenda wajib ketika memperoleh penghasilan.

Baca juga: Inilah 7 Manajer Investasi Reksadana Terbaik dan Produknya

Hanya saja tidak semua orang bisa memilih investasi sesuka hati. Biasanya akan mempertimbangkan pendapatan, termasuk dengan sifat investasi itu sendiri.

Terutam bagi umat Islam, memilih instrumen investasi yang tepat adalah sebuah keharusan. Karena jika salah pilih, aset investasi itu justru bisa menjadi ladang dosa karena bergerak di bidang yang dilarang oleh syariat Islam.

Karena itulah bagi Anda yang adalah seorang Muslim dan tertarik untuk mengelola keuangan lebih baik tapi tetap dalam koridor halal, investasi syariah jelas bisa jadi pertimbangan utama.

Selain sudah pasti memperoleh keuntungan karena finansial jadi lebih baik, Anda tak perlu cemas bakal melanggar syariat Islam.

Kenapa Harus Pilih Investasi Syariah?

Bagi setiap Muslim, segala bentuk kegiatan yang dilakukan memang sudah sepatutnya mempertimbangkan halal serta haram. Terutama untuk investasi yang berkaitan dengan mengatur keuangan demi hidup sejahtera, sudah seharusnya dilakukan tanpa melanggar perintah agama karena berkaitan dengan perhitungan amal semasa hidup yang bakal dipertanggung jawabkan di akhirat.

Apalagi dalam perkembangannya, ada banyak investasi yang menjanjikan keuntungan melimpah dalam waktu singkat, yang dicemaskan merupakan tindakan riba. Riba merupakan salah satu larangan terbesar dalam syariat Islam yang sangat merugikan.

Berangkat pada kecemasan itulah, MUI (Majelis Ulama Indonesia) sebagai otoritas Muslim di Tanah Air, mengatur berbagai instrumen-instrumen investasi yang berbasis syariah.

Tentu saja investasi syariah ini sudah memperoleh sertifikat halal dari MUI, sehingga memang sangat layak dipilih. Berikut beberapa alasan yang dapat jadi pertimbangan kenapa wajib memilih investasi yang Islami:

  • Bebas Riba: Riba adalah sebuah kegiatan yang mengambil nilai tambah sehingga memberatkan akad perekonomian baik jual-beli atau utang-piutang. Investasi konvensional seperti saham hingga deposito dianggap sebagai praktek riba, tapi tidak dengan jenis-jenis investasi syariah
  • Bebas Ghahar dan Maysir: Tak perlu cemas karena dalam investasi syariah, Anda tidak akan terkena praktik ghahar (ketidak jelasan) dan maysir (judi). Hal ini dikarenakan ketika investor hendak menanamkan modal, tak akan ada yang namanya spekulasi karena semua informasi diberitahukan dengan jelas
  • Minim Risiko: Hampir seluruh aset investasi jelas punya risiko, termasuk investasi syariah. Namun dalam investasi Islami, perhitungan biaya berdasarkan unsur kekeluargaan sehingga risiko kehilangan uang dalam waktu singkat karena gejolak pasar bisa minim
  • Sudah Pasti Halal: Inilah keunggulan utama yang ditawarkan investasi syariah yakni sudah pasti halal. Karena seluruh proses dan pengelolaan dana yang ada sesuatu hukum Islam. Bahkan bisnis yang dipilih bebas dari unsur haram seperti produk alkohol atau penipuan. Sehingga bisa dipertanggung jawabkan di akhirat
  • Mengutamakan Aspek Sosial: Aset investasi yang berlandaskan hukum Islam memang fokus untuk memberikan manfaat kepada dunia. Tak heran kalau tak hanya nasabah yang untung, melainkan masyarakat karena dana dapat dialokasikan untuk kegiatan sosial, seperti industri skala besar agar pengangguran berkurang

Berkat berbagai keunggulan di atas itulah, kini investasi-investasi Islami semakin naik pamor. Banyak investor yang merekomendasikan kepada para pemula, karena dianggap jauh lebih aman tapi tetap meraup keuntungan.

Baca juga: Reksadana Syariah adalah, Penjelasan dan Perbedaan dengan Reksadana Biasa

Inilah 5 Jenis Investasi Syariah Masa Kini yang Dapat Dipertimbangkan

Meskipun tidak melanggar aturan Islam, investasi sesuai syariat ini tetap saja harus dipertimbangkan matang-matang. Untung saja dengan semakin pahamnya masyarakat terhadap keuangan Islam, jenis-jenis investasi syariah pun makin beragam.

Seperti apa saja? Berikut lima di antaranya yang bisa Anda pilih:

1. Deposito Syariah

deposito syariah
deposito syariah © suneducationgroup

Ingin investasi yang minim risiko seperti menabung di bank tapi enggan memilih deposito lantaran khawatir riba, deposito syariah bisa Anda pertimbangkan. Berpinsip sama dengan deposito alias tabungan berjangka pada umumnya, Anda yang memilih deposito syariah artinya menyimpan dana dan dikelola oleh pihak bank hingga batas waktu yang sudah disepakati.

Dalam deposito syariah, Anda pun tetap akan memperoleh return ketika sudah jatuh tempo yang sudah pasti halal. Bagaimana bisa? Karena deposito syariah menggunakan akad mudharabah serta nisbah (bagi hasil). Inilah yang membuat deposito syariah berbeda dengan deposito konvensional yang memberikan bunga saat pengembalian.

Tentunya besaran nisbah ini sudah menjadi kesepakatan nasabah dan pihak bank, ketika membuka rekening deposito syariah di awal.

Ketentuan nisbah jelas berbeda-beda tiap bank seperti 65:35, yang artinya 65% untuk shahibul maal (pemilik dana) dan 35% untuk mudharib (pengelola dana). Anda bisa membuka deposito syariah di bank-bank syariah dan mempertimbangkan besaran nisbah supaya untung maksimal.

2. Reksadana Syariah

reksadana syariah
reksadana syariah © Medium

Sudah jadi rahasia umum kalau reksadana adalah salah satu investasi yang paling disukai pemula. Terutama bagi mereka yang ingin bermain saham tapi modal sedikit, maka reksadana bisa jadi pilihan.

Hanya saja, reksadana sering dikaitkan dengan kegiatan investasi haram karena adanya unsur ghahar dan maysir.

Baca juga: 10 Cara Memilih Investasi Reksadana yang Aman

Cemas dengan kondisi tersebut? Reksadana syariah bisa jadi pilihan terbaik karena dana dari para pemodal akan diarahkan oleh MI (Manajer Investasi), ke instrumen-instrumen syariah.

Misalkan saja Anda memilih reksadana saham syariah, maka efek saham yang dipilih jelas dari perusahaan-perusahaan dengan kegiatan bisnis Islami.

Lantaran modal awal untuk reksadana syariah cukup terjangkau, investor muda termasuk mereka yang masih sekolah bisa memilih aset investasi ini.

Mulai dari Rp10 ribu, reksadana syariah bahkan sudah bisa dibeli dan Anda akan merasakan pengalaman investasi di pasar modal.

3. Emas

dinar terbuat dari emas
dinar terbuat dari emas © muslimvillage

Berbeda dengan investasi-investasi syariah dalam daftar, aset yang satu ini adalah benda nyata. Yap, siapa yang bisa menolak emas sebagai salah satu aset investasi terbaik?

Jawabannya adalah tidak ada! Logam mulia yang satu ini dianggap sebagai pilihan investasi terbaik, bahkan di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang karena harga emas justru mampu melambung menembus Rp1 juta per gram!

Lantaran menyimpan dana tunai dalam bentuk emas sangatlah menguntungkan, emas dianggap sebagai salah satu bentuk investasi syariah.

Namun tetap saja, status syariah emas ini masih menuai pro-kontra karena ada pihak yang setuju dan tidak setuju soal jual-beli emas secara non-tunai, lantaran dianggap praktik riba.

Hanya saja di Indonesia sendiri, emas bukanlah alat pembayaran melainkan komoditi, sehingga memilih emas sebagai investasi dianggap tidak melanggar aturan Islam.

Tak punya cukup modal untuk beli emas langsung satu gram? Tenang saja! Sekarang sudah ada produk Tabungan Emas yang memungkinkan siapapun berinvestasi emas sedikit demi sedikit.

4. Saham Syariah

saham syariah
saham syariah © globalethicalbanking

Saham masih dianggap sebagai salah satu aset investasi yang paling menjanjikan. Peluang profit sangat besar, tapi juga risiko merugi sebanding.

Karena saham berkaitan erat dengan spekulasi pasar, tak heran kalau instrumen investasi yang satu ini dianggap haram lantaran menjadi praktik ghahar dan maysir.

Menanggapi permasalahan itu, MUI pun akhirnya mengatur keberadaan saham syariah yang bisa dipilih investor Muslim. Seperti namanya, saham syariah ini merupakan efek dengan konsep penyertaan modal secara nisbah dan pengelolaan bisnis emiten yang tidak melanggar prinsip syariat Islam.

Sehingga sudah bisa dipastikan kalau saham syariah jelas tidak berasal dari emiten-emiten perbankan, rokok dan minuman beralkohol.

Lantaran minat atas saham syariah cukup tinggi, pemerintah melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menyiapkan daftar saham Islami ini pada JII (Jakarta Islamic Index). Dimana seluruh saham emiten dalam JII, sudah melewati tahapan kurasi MUI yang pastinya halal.

Baca juga: 10 Kesalahan Pemula dalam Investasi Reksadana dan Wajib Dihindari

5. SBSN (Surat Berharga Syariah Negara)

SBSN
SBSN © kun.uz

Obligasi adalah salah satu jenis instrumen investasi yang menjanjikan, terutama SBN (Surat Berharga Negara) karena sudah pasti dijamin oleh pemerintah sehingga risiko kerugiannya sangatlah kecil.

Menyadari bahwa penduduk Indonesia mayoritas Muslim, pemerintah pun menerbitkan SBN yang sesuai aturan Islami yakni SBSN.

Dalam SBSN, ada dua jenis produk yang bisa Anda pilih yakni ST (Sukuk Tabungan) dan SR (Sukuk Ritel). Jika ST memiliki masa jatuh tempo dua tahun, dapat cair awal dan nisbah mengambang, SR mempunyai waktu jatuh tempo selama tiga tahun dengan potensi capital gain dan nisbah tetap.

Seluruh dana investor yang terkumpul dari penjualan SBSN bertujuan untuk membiayai APBN sekaligus pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia, sehingga sudah pasti sesuai dengan syariat Islam.

Baca juga : Apa itu reksadana?

Lantaran sudah pasti untung dan terjamin aman, ST dan SR selalu jadi buruan banyak investor Islami ketika mulai diperdagangkan oleh Kemenkeu (Kementerian Keuangan), termasuk ST007 yang resmi dijual mulai Rabu (4/11) kemarin.

Kesimpulan

Melihat pilihan instrumen investasi di atas, bisa disimpulkan bahwa investasi syariah adalah salah satu opsi terbaik untuk mengatur keuangan masa depan yang tidak melanggar aturan Islami. Sehingga bagi Anda umat Islam yang ingin memperoleh keuntungan lewat investasi, dapat memilih salah satu investasi di atas untuk dijadikan pertimbangan. Karena ketika semua sudah dijalankan secara halal, tentu keuntungan yang diraih lebih menenangkan.

Bagikan ;

Tinggalkan komentar