8 Kesalahan Investasi Mata Uang Kripto yang Sering Dilakukan Pemula

Pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian dunia ternyata memberikan imbas positif ke aset cryptocurrency alias mata uang kripto. Hanya saja antusias yang tinggi di kalangan investor dan trader justru tak diimbangi oleh pemahaman mendalam soal aset tersebut. Hal inilah yang membuat banyak orang melakukan kesalahan investasi mata uang kripto.

Bahkan jika diamati, mayoritas para pemula terutama generasi milenial atau generasi Z senior justru seringkali melakukan kesalahan investasi mata uang kripto tersebut. Ketika kesalahan terjadi dan akhirnya merugi, tak sedikit yang menyalahkan cryptocurrency sebagai instrumen investasi.

Padahal sebetulnya kalau diperhatikan, perkembangan nilai mata uang kripto ini justru semakin fantastis selama wabah corona dan di sepanjang 2021 ini. Bitcoin (BTC) misalnya, sebagai mata uang kripto paling populer di dunia mampu menembus nilai tertinggi sepanjang sejarah yakni Rp881,9 juta pada 13 Maret 2021 lalu.

Baca juga: Begini Cara Investasi Jual Beli Bitcoin Kripto (Aman, Murah) Buat Pemula

Kendati langsung ambles kurang dari dua pekan kemudian yakni Rp741,9 juta pada 25 Maret, nilai Bitcoin berangsur-angsur membaik. Dilaporkan pada hari Rabu (7/4) pagi, Bitcoin menyentuh level Rp840,8 juta. Tentunya dengan nilai Bitcoin yang sangat fluktuatif, peluang untung dan rugi tentu sama besar. Asalkan Anda paham kesalahan investasi mata uang kripto, cuan pun menanti.

Inilah Kesalahan Investasi Mata Uang Kripto yang Bikin Rugi

Sebelum membahas apa saja sih kesalahan investasi mata uang kripto yang kerap dilakukan para pemula, ada baiknya Anda cukup tahu kenapa cryptocurrency begitu diminati.

Menurut Wahyu Laksono selaku analis Capital Futures kepada Kompas, meningkatnya minat aset kripto ini karena masyarakat semakin tak percaya terhadap mata uang resmi yang nilainya terus tergerus inflasi. Apalagi setelah CEO Tesla, Elon Musk menyebutkan kalau Bitcoin bakal jadi alat pembayaran sah untuk Tesla, membuat popularitas cryptocurrency makin meroket.

Tentu saja agar bisa untung dalam perdagangan kripto, ada sejumlah hal yang harus Anda pahami termasuk menghindari kesalahan investasi mata uang kripto. Seperti apa? Berikut delapan di antaranya yang sering dilakukan investor dan trader pemula:

1. Terjun Tanpa Riset

© tokocrypto

Inilah kesalahan investasi mata uang kripto pertama yang sering dilakukan pemula yakni ngotot terjun tanpa riset. Hal ini seringkali terjadi karena pemula terpengaruh dengan testimoni para influencer dan hype investasi kripto yang menggiurkan. Cuma bermodalkan nekat dan harapan tinggi untung besar, pemula langsung terjun ke dalam bursa kripto dan akhirnya merugi.

Padahal investasi atau trading cryptocurrency apalagi, membutuhkan perhitungan yang cermat. Anda harus tahu seperti apa profil risiko masing-masing sampai mempelajari apa saja jenis mata uang kripto. Belum lagi maraknya kasus penipuan seperti skema Ponzi dalam OneCoin membuat riset menjadi modal wajib siapapun yang ingin menggeluti investasi kripto.

2. Ogah Analisis dan Minim Strategi

Dibandingkan saham dan forex, pasar cryptocurrency mungkin jauh lebih bergejolak. Harga bisa saja anjlok dan melambung dalam waktu yang sangat singkat, sehingga para pelaku pasar kripto haruslah memiliki strategi. Nah, hal inilah yang sering dilupakan para pemula bahkan mereka ogah melakukan analisis pergerakan harga yang sangat penting itu.

Kesalahan investasi mata uang kripto yang sering dilakukan pemula adalah cuma memantau pergerakan harga secara singkat, lalu langsung jual aset saat harga naik sehingga terjebak short buying/short selling. Padahal sama seperti saham, Anda haruslah mengetahui tren historis dan aspek fundamentalis supaya cuan besar, termasuk peka terhadap kondisi pasar.

Baca juga: 5 Exchange Bitcoin Indonesia Terbaik dengan Izin Bappebti

3. Langsung Pakai Leverage

© finance-monthly

Setiap orang berhak memulai investasi dengan dana apapun entah penghasilan sendiri, tabungan yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun, dana yang tidak terpakai hingga berhutang. Dalam dunia investasi, ada fitur yang sering ditawarkan dan mirip dengan hutang yakni leverage. Lewat leverage, potensi return bisa lebih besar karena Anda memperoleh dana pinjaman.

Misalkan saja Anda cuma punya modal Rp10 juta dan ingin membeli Ethereum (ETH). Tentu saja tidak cukup karena saat ini ETH menembus Rp30 juta per ’keping’. Dengan memakai leverage, Anda bisa saja mendapat ’pinjaman’ Rp20 juta dan memiliki ETH sesuai keinginan.

Potensi imbal hasil tentu makin besar saat ETH diperdagangkan, tapi Anda bakal dibebani leverage. Bayangkan kalau rugi? Anda tetap harus melunasi leverage. Pemula tidak disarankan memakai leverage karena layanan ini hanya boleh dilakukan trader berpengalaman yang sudah punya hitungan dan strategi tepat, agar memperoleh profit konsisten.

4. Tak Perhatikan Kapitalisasi Pasar

Jika nilai mata uang resmi alias mata uang fiat bisa dibandingkan langsung dengan kurs, kripto justru lebih mirip saham. Sehingga Anda harus lebih memahami kapitalisasi pasar (market caps), alih-alih harga jual. Dengan membandingkan market caps, Anda bisa tahu nilai aktual aset kripto di pasar. Contohnya seperti Bitcoin yang meraih US$1 triliun dan Ethereum mencapai US$244 miliar untuk market caps di awal April ini, seperti dilansir Reuters.

5. Ceroboh Soal Keamanan Data

© zephyrnet

Bicara soal investasi cryptocurrency, tentu semua akan berkaitan dengan sistemnya yang digital dan secara online. Kalau sudah begini, Anda harus paham betul dengan keamanan data agar wallet uang kripto Anda tak mudah diretas. Bagaimana caranya? Aktifkan fitur 2FA (Two-Factor Authentication) supaya email, wallet dan website penyimpan cryptocurrency makin terlindungi.

6. Emosional

Siapapun tentu bakal emosi ketika misalkan saja kemarin membeli aset kripto dalam jumlah besar, mendadak pagi ini nilainya ambles. Bagi pemula, situasi ini tentu membuat mereka super panik lantaran minim pengalaman dan akhirnya terbawa emosi, saat menentukan keputusan. Padahal inti dalam investasi dan trading kripto adalah mampu mengendalikan emosi serta tetap tenang.

Baca juga: Bagaimana Masa Depan Crypto Seperti Bitcoin Di Indonesia? Menuju Era Crypto Mainstream!

Sekadar informasi, harga-harga aset kripto mayoritas bergerak di kisaran 10-30% sehari, sehingga Anda haruslah punya mental kuat. Tetap memantau dengan kepala dingin supaya tidak merugi adalah kunci sukses investasi kripto.

7. Melupakan Diversifikasi

Kesalahan investasi mata uang kripto berikutnya yang sering dilakukan pemula adalah melupakan diversifikasi. Dalam dunia investasi entah instrumen apapun itu, diversifikasi adalah hal wajib. Banyak investor saham mampu mempertahankan keuntungan karena mereka menempatkan uang-uangnya pada banyak emiten, tidak cuma pada satu emiten yang blue chip saja.

Hal ini sudah seharusnya juga dilakukan para investor kripto, dengan tidak meletakkan uang dalam Bitcoin saja. Sekadar informasi, BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) menetapkan 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan seperti Bitcoin, Ethereum, Tether dan XRP, sehingga dapat Anda pertimbangkan sebagai pilihan diversifikasi.

8. Salah Pilih Platform Investasi

© observer

Nah, inilah kesalahan investasi mata uang kripto terakhir yang juga kerap dilakukan pemula. Dengan makin meningkatnya minat cryptocurrency, jumlah pedagang aset ini pun terus bertambah.

Untuk itu sebagai investor atau trader, Anda harus memilih platform yang tepat termasuk mempertimbangkan biaya transaksi. Hingga awal 2021, BAPPEBTI mencatat ada 13 perusahaan sebagai pedagang resmi aset kripto yang bisa dipilih.

Baca juga: 10 Cryptocurrency Terbaik Untuk Investasi Masa Depan

Kesimpulan

Tentunya dengan memahami betul ulasan di atas, Anda sekalipun pemula bisa dengan mudah menghindari berbagai kesalahan investasi mata uang kripto. Selanjutnya Anda tinggal fokus dan konsisten saat berdagang sembari terus belajar dan mengamati perkembangan global. Bukan tak mungkin di masa depan, Anda bisa meraup cuan luar biasa dari pergerakan nilai cryptocurrency.

Tinggalkan komentar