Keuangan Sekarat? Ini 6 Tips Jitu Bikin Dompet Normal Usai Libur Panjang

Bulan Juni tinggal menyisakan beberapa hari lagi dan kemudian bulan Juli bakal tiba. Di Indonesia, Juli dianggap sebagai awal kembalinya kegiatan pendidikan sehingga artinya masa liburan panjang pun usai. Memang, ada beberapa di antara Anda yang mungkin sudah bekerja terlebih dulu ketika memasuki pertengahan Juni.

Baca juga: Kumpulan Kata Motivasi Sukses dari Bob Sadino, Bikin Makin Semangat Berbisnis!

Namun apapun itu aturan perusahaan, semua sepakat jika saat ini adalah waktu di mana liburan telah usai. Liburan yang berakhir artinya Anda harus kembali mengumpulkan semangat untuk bekerja. Karena seperti yang diketahui, momen liburan panjang entah bersama keluarga, sahabat dan orang terdekat membuat keuangan cukup terkuras habis.

Tak ada yang salah jika tabungan Anda mendadak menipis usai liburan panjang. Namun Anda harus tahu, bahwa kehidupan terus berjalan sehingga dibutuhkan trik jitu supaya keuangan kembali normal setelah masa berlibur. Seperti apa sih caranya? Tenang saja, kami akan mengulasnya khusus untuk Anda!

Inilah 6 Jurus Ampuh Kembalikan Keuangan Usai Momen Liburan

1. Wajib Disiplin Anggaran

tips keuangan usai liburan - disiplin anggaran
tips keuangan usai liburan – disiplin anggaran

Sesuatu yang mudah diucapkan tapi susah sekali untuk dilakukan adalah disiplin anggaran. Apalagi ketika liburan dan ada di tempat wisata, tentu sangat sulit sekali untuk menahan pengeluaran, ketika ada banyak hal terjadi. Membeli oleh-oleh, membayar tips guide hingga wisata kuliner yang pastinya membutuhkan uang. Hal-hal seperti inilah yang kadang membuat anggaran menjadi bengkak dan tidak terkontrol.

Untuk itulah ada baiknya ketika Anda hendak menjalankan liburan, wajib disiplin terhadap anggaran yang sudah direncanakan. Sebelum berangkat berlibur, pegang uang tunai sesuai dengan kebutuhan dan lakukan pembelanjaan sesuai rencana. Misalkan untuk membayar akomodasi atau sekian persen untuk oleh-oleh. Dengan disiplin anggaran yang baik, Anda akan menghindari yang namanya over budget. Meskipun memang, jurus ini harus dilakukan dengan kemantapan hati dan persiapan sedari sebelum berlibur.

2. Batasi Pembayaran Non-Tunai

tips keuangan usai liburan - pembayaran non tunai
tips keuangan usai liburan – pembayaran non tunai

Gaya hidup modern membuat siapapun lebih menyukai pembayaran non-tunai entah menggunakan kartu kredit atau kartu debit. Lebih praktis? Sudah pasti. Namun tahukah Anda kalau pembayaran non-tunai justru malah bikin boros? Lhoh, kenapa begitu? Karena dengan pembayaran non-tunai, Anda tidak akan tahu secara detail berapa uang yang dikeluarkan.

Lebih bahaya lagi kalau pembayaran non-tunai berbentuk kartu kredit karena bisa saja membuat Anda gila belanja. Kalau sudah belanja tidak terkontrol, maka akan membuat tagihan kartu kredit membengkak lantaran melewati limit. Imbasnya, penghasilan yang Anda peroleh usai berlibur saat bekerja lagi, bakal habis dengan mudah hanya karena untuk membayar tagihan kartu kredit atas pengeluaran saat liburan.

Hal sama juga terjadi saat belanja dengan kartu debit karena tanpa sadar, saldo Anda bakal terkuras mudah. Untuk itulah ada baiknya jika Anda selalu menggunakan uang tunai untuk segala kebutuhan saat dan usai liburan panjang. Dengan belanja menggunakan uang tunai, Anda bakal lebih mudah terkontrol karena ketika uang tunai habis, artinya hasrat untuk belanja bakal langsung berhenti.

3. Kembalikan Tabungan

Belanja tanpa terkontrol kadang membuat Anda terpaksa menggunakan dana darurat yang harusnya untuk kebutuhan menabung. Pernahkah itu terjadi? Kalau memang terjadi saat liburan kali ini, maka Anda harus sesegera mungkin mengembalikan dana tabungan. Bagaimana caranya? Potong penghasilan yang diperoleh usai liburan dan langsung kembalikan ke anggaran tabungan.

Baca juga: 6 Trik Jitu Kelola THR Agar Bisa Jadi Modal Usaha yang Bikin Untung

Meskipun mungkin tampak ‘jahat’, percayalah kalau jurus ini bakal membuat keuangan Anda kembali sehat. Karena memang menabung adalah salah satu cara terbaik untuk tetap disiplin dalam kehidupan finansial. Tabungan yang tetap terisi membuktikan kalau kehidupan keuangan Anda masih tetap sehat. Dengan adanya dana tabungan, maka Anda bakal lebih merasa tenang dan nyaman. Tak perlu sedih jika penghasilan atau uang belanja terpotong demi mengembalikan dana tabungan, karena dampak yang diberikan jauh lebih menguntungkan.

4. Belanja Hemat dan Bijak

tips keuangan usai liburan - belanja bijak
tips keuangan usai liburan – belanja bijak

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ketika liburan siapapun akan mudah tergiur untuk berbelanja. Alhasil, anggaran bisa berantakan sehingga membuat pengeluaran usai liburan harus benar-benar diatur. Anda tentu tak ingin bangkrut sebelum gajian, bukan? Untuk itu ketika dompet sudah mulai menipis usai lebaran, satu-satunya cara yang bisa dilakukan agar bertahan adalah berbelanja secara hemat dan bijak.

Belanja bijak maksudnya adalah Anda membeli barang yang memang benar-benar merupakan kebutuhan utama. Potong kebiasaan jajan bila perlu supaya dana cukup sampai gajian tiba. Ada baiknya jika Anda mencari berbagai informasi soal diskon alias promo dari merchant tertentu. Manfaatkan e-commerce yang biasanya memberikan potongan diskon besar-besaran di tanggal tua. Namun tetap, jangan sampai mudah tergiur harga murah tapi ternyata kualitas produknya mengecewakan.

Usahakan juga untuk mengurangi aksi nongkrong di saat keuangan masih menipis usai libur panjang. Kalaupun mengikuti ajakan teman atau rekan kerja ke pusat perbelanjaan, tak perlu malu untuk menolak membeli secangkir kopi mahal dan lebih baik membeli air mineral demi penghematan. Ingat, mereka yang gengsi dan terlalu mengikuti gaya hidup dengan hidup boros atas nama pergaulan justru malah bisa cepat bangkrut.

5. Hitung Anggaran Liburan

tips keuangan usai liburan - hitung anggaran liburan
tips keuangan usai liburan – hitung anggaran liburan

Jurus berikutnya yang ampuh untuk membuat keuangan kembali sehat usai berlibur adalah dengan melakukan koreksi diri. Caranya ialah menghitung kembali anggaran selama liburan. Sediakan waktu khusus seperti di akhir pekan untuk melakukan pembukuan manual atas pengeluaran yang sudah dilakukan. Kumpulkan nota-nota belanja dan ingat kembali apa yang sudah Anda beli baru kemudian dicatat.

Dengan begitu, Anda bakal tahu secara lebih terperinci ke manakah uang dihabiskan. Anda bisa tahu pos-pos pembelian mana yang lebih banyak mengeluarkan uang daripada seharusnya. Dengan begitu bisa jadi koreksi diri jika akan melakukan liburan di kemudian hari karena akan ada kebutuhan yang tidak terlalu penting untuk dipenuhi. Menghitung anggaran selama liburan juga membuat Anda tahu berapa banyak sisa uang yang ada.

6. Cari Penghasilan Tambahan

tips keuangan usai liburan - penghasilan tambahan
tips keuangan usai liburan – penghasilan tambahan

Dan ini adalah jurus terakhir yang bisa dilakukan untuk kembali membuat pengeluaran jadi sehat usai liburan. Yap, carilah side job alias penghasilan tambahan. Kalau Anda seorang pekerja kantoran, Anda bisa mencoba menambah pendapatan dengan mencari website khusus survey online berbayar. Bisa juga dengan menjual barang-barang bekas layak pakai yang sudah tidak digunakan.

Contohnya, Anda sempat keliru membeli tas atau sepatu saat liburan, maka bisa dijual saja karena mampu menambah penghasilan. Atau mungkin juga manfaatkan hobi untuk memperoleh penghasilan tambahan secara lebih cerdas. Misalkan Anda banyak memotret selama liburan, jual hasil foto atau tulis artikel khusus saat liburan dan unggah di website travelling. Jika cerita Anda menarik, pihak website bisa saja membayar artikel Anda secara layak.

Bagaimana? Tidak sulit bukan untuk mengembalikan kembali keuangan yang sempat goyah selama liburan? Karena itu diperlukan yang namanya tekad kuat. Tetaplah bersemangat ketika liburan usai dan lanjut fokus untuk bekerja. Perbanyak tabungan dan jangan lupa pada kesehatan, maka Anda akan siap untuk menyambut liburan lagi akhir tahun nanti.

Loading...